Hidup Kembali Untuk Anakku

Hidup Kembali Untuk Anakku

Obsesi Rose

"Marcus, besok kita liburan ya mumpung Sophia sudah libur." seorang wanita membuntuti langkah kaki suaminya yang baru saja pulang dari kerja.

Marcus, Suami dari Rose , terlihat tidak mood, dia enggan menanggapi ocehan wanita itu.

"Berhenti meminta hal-hal yang tidak penting itu padaku, sudah kubilang aku tidak sudi memberikan waktuku untuk mu dan juga anak mu."

Deg....

Langkah wanita itu terhenti, Rose terdiam, dia menatap kepergian suaminya dengan wajah penuh kecewa, seharusnya sejak awal dia tidak terlalu berharap banyak pada pria itu.

Pernikahan mereka sudah berjalan kurang lebih sepuluh tahun, tapi dia masih gagal mendapatkan hati pria itu.

"Nyonya ada tamu." ucap seorang pelayan tiba-tiba datang menghampiri Rose yang masih diam ditempatnya.

"Siapa bi?" tanya Rose yang heran karena ada yang datang bertamu sore-sore begini. Tapi pelayan itu menggelengkan kepalanya.

karena penasaran, dia bergegas pergi menuju pintu depan.

klek....

"Ck lama sekali." gerutu seorang pria yang langsung nyelonong masuk sambil menyeret kopernya. diikuti oleh seorang wanita yang merupakan kekasih dari pria itu.

"Mana kak Marcus?" tanya Jesper yang merupakan adik dari suaminya, pria itu dengan lancang duduk di sofa lalu mengangkat kakinya di atas meja tamu seolah ini rumahnya sendiri.

Tidak sopan sekali.

"Mau apa kau kesini?" Rose menatap sinis adik iparnya itu, tingkahnya selalu kurang ajar.

Jesper tersenyum miring. "Aku di suruh ibu untuk tinggal disini, iya kan sayang." ucapnya santai sambil melirik ke arah kekasihnya, Emma.

"Kenapa?" tanya Rose tidak senang.

"Ini rumah kakakku, ya suka-suka kami lah." jawab pria itu nyolot.

Malas berdebat, Rose memilih meninggalkan dua orang itu didepan, dia harus pergi ke kamar suaminya, menanyakan tentang hal ini pada pria itu.

Ah iya, dari awal mereka menikah, baik Marcus dan Rose sepakat tidur terpisah. Walaupun begitu, Rose tetap senang karena bisa serumah dengan pria yang paling dia cintai.

Tok... Tok....

Rose mengetuk pintu kamar suaminya dengan pelan. dan tidak lama..

klek....

Pintu terbuka, Marcus berdiri dengan tatapan tajam yang terarah pada istrinya. Dia baru selesai mandi dan belum sempat memakai bajunya.

"Apa?"

Rose diam-diam menelan ludahnya, matanya terfokuskan pada tubuh kekar pria itu, Marcus belum memakai bajunya dan hanya memakai handuk kecil yang melekat di pinggang.

"Ada apa?" Marcus mengulangi pertanyaannya, yang membuat Rose langsung tersadar. "Ehm, ada adikmu dibawah."

Marcus mengangguk, tanpa bicara apapun dia kembali menutup pintu kamarnya, membuat Rose tersentak kaget.

Biasa.

Rose sekarang beralih pergi ke kamar anaknya.

Klek....

"Mama."

Grep....

Dengan girang, Sophia langsung memeluk tubuh ibunya dengan erat.

"Sudah mandi belum?" Rose bertanya sambil menuntun tubuh anaknya duduk ke sofa yang ada kamar mereka.

Anak itu mengangguk. "Sudah mama, dan sekarang aku lapar." jawab Sophia sambil mengelus perut ratanya. Lucu sekali.

"Ayo turun, sudah waktunya makan." Rose langsung menggandeng tangan anak itu dan membawanya turun ke ruang makan.

.....

Ruang makan.

"Mama mau itu, jangan sayur!" pekik Sophia yang protes saat mamanya mengambilkan nya satu sendok sayur dan meletakkannya di atas piring. Dia tidak suka sayur.

"Ck berisik, apa kau tidak diajari tata krama di meja makan." kesal Jesper yang merasa terganggu dengan ocehan anak itu.

Mata Rose menajam, "Jika kau tidak suka, pergi dari sini." usirnya.

Marcus meletakkan sendoknya dengan keras diatas piringnya. "Kau tidak memiliki hak untuk mengusir adikku."

Jesper merasa menang saat kakaknya memilih membelanya di bandingkan istrinya.

Rose bungkam, hatinya terasa nyeri, suaminya memang seperti itu, seharusnya dia sudah biasa, tapi melihat wajah kecewa anaknya membuat hatinya hancur.

"Kenapa papa selalu memarahi mama?, yang salah itu om Jesper pa." protes Sophia yang membuat mata Jesper melotot.

Anak itu benar-benar.

"Kau diam, aku tidak suka ada suara berisik saat makan." Marcus menujuk wajah Sophia yang matanya sudah berkaca-kaca. Rose langsung memeluk anaknya.

"Kau membela adikmu dibandingkan anakmu sendiri?, papa macam apa kau!" Rose tidak terima jika anaknya di marahi pria itu, dia yang melahirkan Sophia tidak pernah mengeluarkan nada tinggi pada anak itu.

"Jika kau tidak senang, pergi saja dari sini, pintu keluar terbuka lebar untuk mu." sahut Marcus enteng.

Rose merasa tidak ada gunanya berdebat dengan suaminya, sejak awal pria itu memang tidak menyukainya. Dia jadi menyesal karena sudah memaksa kehendaknya hingga menjebak pria itu. Tapi rasa cintanya pada Marcus sangat besar.

"Mama aku mau tidur." cicit Sophia yang tidak mau jika mamanya kembali di marahi sang papa.

Jadi dengan cepat Rose membawa anaknya kembali ke kamar mereka.

Dalam diam, Emma menatap puas kepergian wanita itu.

.....

Semua ini berawal dari obsesi Rose pada Marcus, dulu mereka teman sekelas saat kuliah, entah awalnya bagaimana, tapi Rose sedih saat Marcus membawa seorang wanita cantik yang bernama Mia, dan memperkenalkan wanita itu sebagai tunangannya.

Jelas saja, Rose merasa hancur, pikirannya kacau dan dia tidak bisa berpikir jernih. sampai dirinya tidak masuk kuliah selama dua Minggu. Orangtuanya sudah tahu apa masalah yang sedang dialami sang anak, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Marcus sendiri adalah anak dari teman bisnis mereka.

Di usianya yang baru dua puluh tahun, Rose berencana menjebak Marcus di hari perayaan ulangtahun pria itu.

"Aku akan mendapatkan mu Marcus, bagaimanapun caranya." dan sedikit nekat dia membeli obat per4ngsang yang akan dia masukkan ke dalam minuman pria itu.

Hingga akhirnya hari itu datang juga.

Seperti biasa, dia berjalan dengan keluarganya, ikut mengobrol dengan beberapa temannya yang hadir, dia melirik sinis Mia yang bergelayut manja pada Marcus. Si4lan dia ingin mematahkan tangan wanita itu.

Marcus hanya miliknya dan tidak seorangpun bisa mendapatkannya.

Semakin malam, pesta ulang tahun itu semakin seru, saat Marcus mulai lengah, dia langsung memasukkan obat per4ngsang yang dia beli sebelumnya ke dalam minuman pria itu dan Marcus langsung meminumnya tanpa curiga.

Dan entah bagaimana caranya, Rose berhasil membawa Marcus ke dalam sebuah kamar, sesuai rencananya,p pria itu menidurinya hingga keluar berkali-kali didalam tubuhnya.

Sayangnya belum sampai pagi, kamar itu didobrak keras dan semua orang termasuk orangtuanya terkejut saat melihat keadaan dirinya dan juga Marcus yang saat itu masih telanjang bulat, untung saja kegiatan mereka sudah selesai.

"MARCUS KAU HARUS TANGGUNG JAWAB." teriak Daniel ayah dari Rose, yang tidak terima anaknya di tiduri oleh Marcus.

Rose tersenyum miring, dia menatap puas Mia yang menangis keras karena tunangannya yang sudah tidur dengan wanita lain.

Tidak ada penyesalan di wajah Rose, yang ada senyum puas karena dia sudah berhasil merebut Marcus dari Mia.

.....

Jangan lupa like....

Terpopuler

Comments

meowww

meowww

mampir sini dulu soalnya cerita yg satunya gk di up

2026-02-07

0

fii 🤩

fii 🤩

👣👣

2026-08-08

0

Fahreziy

Fahreziy

👣👣👣

2026-07-20

0

lihat semua
Episodes
1 Obsesi Rose
2 Tidak Di Anggap
3 Kedatangan Mia
4 Perubahan Sophia
5 Fakta yang terungkap
6 Kehidupan Kedua
7 Tingkah Aneh Rose
8 Akhirnya Menemukan Noah
9 Mendapatkan Pekerjaan
10 Mencari Keberadaan Rose
11 Mia Menemukan Rose
12 Hilangnya Mia
13 Kepulangan Sophia
14 Pelajaran Untuk Marcus
15 Sophia Masuk Rumah Sakit
16 Bertemu Marcus
17 Apapun Untuk Anakku
18 Anak Yang Berharga
19 Nenek Baru
20 Masa Kecil Yang Kelam
21 Pergi Ke Restoran
22 Hampir Saja
23 Mengingat Hal Yang Menyakitkan
24 Salah Paham Tentang Tante Mia
25 Tes DNA
26 Siapa Noah?
27 Hmmm (18+)
28 Penolakan Noah
29 Telat Bekerja
30 Pengakuan Dosa
31 Bukti Yang Terungkap
32 Klarifikasi
33 Kembali Pulang
34 Syarat Suami Istri
35 Malas Sekolah
36 Membungkam Dengan Fakta
37 Undangan Pernikahan
38 Keracunan
39 Merasa Bersalah
40 Salah Paham
41 Siap-Siap
42 Berangkat
43 Sampai
44 Hari Yang Melelahkan
45 Hampir
46 H-1 Pernikahan
47 Menikah
48 Di Usir
49 Kesal
50 Ketahuan?
51 Kelakuan Serena
52 Hampir Ketahuan
53 Mengajari Noah
54 Rencana Jalan-jalan Besok
55 Nasib Serena
56 Wanita Pirang
57 Map Berisi Foto
58 Lelahnya
59 Rencana Gila Robert
60 Ibu Macam Apa?
61 Lupa Ulang Tahun Sophia
62 Ulang Tahun
63 Tersisihkan
64 Menemui Vira
65 Haruskah Pergi?
66 Apakah Noah Menyerah?
67 Pertemuan Yang Tidak Terduga
68 Menolak Untuk Pulang
69 Menyakiti?
70 Semakin Buruk
71 Mama Yang Gagal
72 Pikiran Yang Mulai Terbuka
73 Bertemu Mantan
74 Di Kembalikan
75 Kedatangan Ayah Mertua
76 Wanita Genit
77 Memperbaiki Hubungan Keluarga
78 Rasa Pizza
79 Bolos
80 Pengganggu
81 Sakit
82 Mencari Kesempatan
83 Lancang
84 Di Asingkan
85 Ngidam?
86 Hamil Juga
87 Sama-sama Lelah
88 Pernikahan Yang Hampir Gagal
89 Menyadari Kesalahan Masing-masing
90 Tingkah Marcus Yang Terlihat Aneh
91 Periksa Kehamilan
92 Racun Di Dalam Cookies
93 Menyesali Yang Sudah Terjadi
94 Informasi Yang Bocor
95 Berita Yang Menyebar
96 Kebohongan Robert Terbongkar
97 Noah Berkelahi?
98 Masalah Anak-anak
99 Hamil Juga 2
100 Emma Jatuh Dari Tangga
101 Rose Melahirkan
102 Menginginkan Sophia
103 Memilih Ikut Aurora
104 Rencana Jahat Aurora
105 Kabur
106 Vira Yang Mendapatkan Siksaan
107 Keluarga Baru Vira
108 Menyusui anak dan papanya
109 Baby Liam
110 Drama Baby Liam
111 Liam Masuk Sekolah
112 The End
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Obsesi Rose
2
Tidak Di Anggap
3
Kedatangan Mia
4
Perubahan Sophia
5
Fakta yang terungkap
6
Kehidupan Kedua
7
Tingkah Aneh Rose
8
Akhirnya Menemukan Noah
9
Mendapatkan Pekerjaan
10
Mencari Keberadaan Rose
11
Mia Menemukan Rose
12
Hilangnya Mia
13
Kepulangan Sophia
14
Pelajaran Untuk Marcus
15
Sophia Masuk Rumah Sakit
16
Bertemu Marcus
17
Apapun Untuk Anakku
18
Anak Yang Berharga
19
Nenek Baru
20
Masa Kecil Yang Kelam
21
Pergi Ke Restoran
22
Hampir Saja
23
Mengingat Hal Yang Menyakitkan
24
Salah Paham Tentang Tante Mia
25
Tes DNA
26
Siapa Noah?
27
Hmmm (18+)
28
Penolakan Noah
29
Telat Bekerja
30
Pengakuan Dosa
31
Bukti Yang Terungkap
32
Klarifikasi
33
Kembali Pulang
34
Syarat Suami Istri
35
Malas Sekolah
36
Membungkam Dengan Fakta
37
Undangan Pernikahan
38
Keracunan
39
Merasa Bersalah
40
Salah Paham
41
Siap-Siap
42
Berangkat
43
Sampai
44
Hari Yang Melelahkan
45
Hampir
46
H-1 Pernikahan
47
Menikah
48
Di Usir
49
Kesal
50
Ketahuan?
51
Kelakuan Serena
52
Hampir Ketahuan
53
Mengajari Noah
54
Rencana Jalan-jalan Besok
55
Nasib Serena
56
Wanita Pirang
57
Map Berisi Foto
58
Lelahnya
59
Rencana Gila Robert
60
Ibu Macam Apa?
61
Lupa Ulang Tahun Sophia
62
Ulang Tahun
63
Tersisihkan
64
Menemui Vira
65
Haruskah Pergi?
66
Apakah Noah Menyerah?
67
Pertemuan Yang Tidak Terduga
68
Menolak Untuk Pulang
69
Menyakiti?
70
Semakin Buruk
71
Mama Yang Gagal
72
Pikiran Yang Mulai Terbuka
73
Bertemu Mantan
74
Di Kembalikan
75
Kedatangan Ayah Mertua
76
Wanita Genit
77
Memperbaiki Hubungan Keluarga
78
Rasa Pizza
79
Bolos
80
Pengganggu
81
Sakit
82
Mencari Kesempatan
83
Lancang
84
Di Asingkan
85
Ngidam?
86
Hamil Juga
87
Sama-sama Lelah
88
Pernikahan Yang Hampir Gagal
89
Menyadari Kesalahan Masing-masing
90
Tingkah Marcus Yang Terlihat Aneh
91
Periksa Kehamilan
92
Racun Di Dalam Cookies
93
Menyesali Yang Sudah Terjadi
94
Informasi Yang Bocor
95
Berita Yang Menyebar
96
Kebohongan Robert Terbongkar
97
Noah Berkelahi?
98
Masalah Anak-anak
99
Hamil Juga 2
100
Emma Jatuh Dari Tangga
101
Rose Melahirkan
102
Menginginkan Sophia
103
Memilih Ikut Aurora
104
Rencana Jahat Aurora
105
Kabur
106
Vira Yang Mendapatkan Siksaan
107
Keluarga Baru Vira
108
Menyusui anak dan papanya
109
Baby Liam
110
Drama Baby Liam
111
Liam Masuk Sekolah
112
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!