Aku Kaya

Tidak mengetahui tentang apapun yang terjadi di tempat dimana resepsi diadakan. Dirinya masih terdiam di rumah sakit menunggui Mira, wanita yang dulu sempat dicintainya. Sebelum Mira menolaknya untuk pergi menempuh pendidikan di luar negeri.

Dan ketika kembali Mira terkena leukimia?

Suara batuk lebay terdengar, lebih tepatnya batuk yang dibuat-buat.

"Doni, tidak perlu menjagaku. Minta maaflah pada Fransisca, aku tidak apa-apa. Walaupun hidupku tidak panjang tapi... setidaknya aku dapat memiliki anak dari orang yang aku cintai." Kalimat pelan dari Mira, bagaikan malaikat kematian ada di sampingnya, bersiap mengambil nyawanya.

"Mi... Mira...jangan katakan seperti itu. A...aku... jujur saja aku kesulitan melupakanmu. Karena wajah mu dan Fransisca sedikit mirip, karena itulah aku menerimanya. Bukan karena cinta...dia hanya pengganti." Doni terisak, namun berusaha keras untuk tersenyum. Mungkin mimik wajahnya menjadi seperti orang sembelit?

"Fransisca... walaupun dia begitu jahat padaku. Tapi demi kebahagiaanmu---" Kalimat Mira terhenti kala Doni memeluknya.

"Kita menikah sekarang! Kita menikah! Aku ingin memenuhi permintaan terakhirmu." Ucap Doni cepat. Mira mengangguk pelan membalas pelukannya.

Benar-benar kisah kasih yang menggugah hati. Membuat siapapun yang mengetahuinya ingin menangis. Walaupun akan prettt...pada waktunya. Tapi cinta mereka adalah cinta sejati yang tidak akan lekang oleh waktu, menguras air mata.

Doni menghela napas kala pelukan terlepas. Dirinya melangkah keluar penuh senyuman setelah berucap."Aku akan pergi mengurus surat-surat. Nanti malam kita akan menikah."

Mira hanya mengangguk pelan, kembali berbaring dengan selang kecil yang berada di hidungnya.

Kala Doni melangkah keluar maka dirinya meraih handphone. Entah apa yang ada di pikirannya, dirinya mengirim pesan pada Fransisca. Mengetik nya dengan cepat.

'Fransisca, aku janji ini hanya sementara. Mira mengidap kanker darah, permintaan terakhirnya adalah menikah dan punya anak denganku. Setelah Mira tiada, aku janji kita akan kembali bersama. Membesarkan anakku dan Mira nantinya...'

Sungguh isi pesan yang menggugah hati. Percayalah Doni juga tidak berdaya dengan godaan tubuh Mira. Maaf salah, godaan cinta sejati yang ditawarkan Mira. Dirinya sungguh tidak tega, sungguh tidak berdaya. Yakinlah dengan itu. Karena itulah cinta sejati.

Dalam imajinasinya, Fransisca tengah menangis tapi berusaha tegar untuk menunggunya. Walaupun aslinya tidak sepenuhnya.

***

Namun, di sisi lain, Fransisca kini masih berdiri di samping Arkan Zoya.

"Kamu tidak boleh menikahi Arkan!" Bentak Naya Revina (ibu dari Doni, kakak Arkan Zoya).

"Kenapa tidak...kakak ipar?" Tanya Fransisca pada orang yang 20 tahun lebih tua darinya. Panggilan dari ibu mertua, berubah menjadi kakak ipar? Sungguh terdengar ganjil.

"Fransisca! Jika kamu melakukan ini hanya karena cemburu pada Mira, maka urungkan semuanya. Jangan bertingkah kekanak-kanakan seperti ini! Menarik perhatian Doni dengan menikahi pamannya. Kamu kira kamu---" Kalimat Naya terhenti.

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipinya.

"Maaf kakak ipar... tanganku licin." Fransisca tersenyum, merapikan sarung tangannya yang menjadi satu set dengan gaun pengantin.

"Kamu...! Dulu kamu yang mengemis untuk menjadikanmu menantuku, sekarang hanya menunda pernikahan saja tidak bisa. Dasar wanita mandul pencemburu. Sudah 3 tahun pacaran tapi tidak hamil. Berbeda dengan Mira yang subur. Sudah mengandung cucuku. Mandul..." Cecar Naya tidak ingin dikalahkan oleh bocah ini.

"Wah... sejak kapan hamil di luar nikah menjadi prestasi...kakak ipar hebat sekali. Sungguh pemikiran yang fantastis..." Fransisca menertawakannya.

"Usir dia!" Perintah Naya tidak dapat menahan emosi lagi. Memerintahkan pada security untuk mengusir Fransisca dari tempat pernikahan.

"Mengusirku? Aku juga tidak berniat lama-lama di tempat ini. Ayo yang mulia suami...kita harus mengajarimu untuk tanda tangan surat pernikahan." Fransisca mengedipkan sebelah matanya.

"Kakak...aku ingin ice cream." Pinta Arkan Zoya.

"Kakak? Panggil aku yang mulia istri. Nanti aku belikan ice cream raksasa." Fransisca tersenyum meyakinkannya.

"Mau! Mau! Yang mulia istri..." Arkan Zoya memeluknya kembali. Membuat semua orang tidak dapat berkata-kata. Otak Arkan Zoya memang mengalami kerusakan pasca kecelakaan yang dialaminya. Tapi tiba-tiba memiliki seorang istri? Terlebih mantan kekasih keponakannya sendiri.

"Arkan! Ikut kakak pulang!" Bentak Naya menariknya.

"Tidak mau! Kakak galak...wekk..." Arkan menjulurkan lidahnya kembali menempel pada Fransisca.

"Lihat sendiri bukan? Ini pilihan adikmu sendiri. Usianya juga sudah 28 tahun. Kakak ipar sama sekali tidak bisa ikut campur dengan hubungan kami. Dan..." Fransisca menyipitkan matanya, melirik ke arah kalung berlian yang dikenakan Naya."Satu persatu milik Arkan Zoya yang kalian ambil tanpa ijin, akan menjadi milikku..."

Tawa jahat terdengar dari mulut Fransisca yang melangkah meninggalkan ruang perjamuan dengan anggun. Semua orang melihat dan menatapnya. Wanita ini sama sekali tidak main-main dengan kata-katanya. Tapi memiliki suami berketerbelakangan mental? Siapa yang bersedia.

"Wanita sial! Aku akan membuat Doni tidak sudi bersamanya walaupun dia mengemis untuk menjadi istri kedua." Geram Naya merasa terhina. Walaupun dirinya yakin ini hanya trik Fransisca untuk menarik perhatian Doni.

***

Sementara itu di luar gedung. Pergi dengan gaya... itulah kuncinya. Walaupun jujur saja kakinya masih terasa sakit kini. Kembali berjalan pincang setelah sebelumnya menahan rasa sakit meninggalkan ballroom.

"Yang mulia istri tidak apa-apa? Perlu Arkan gendong?" Tanya Arkan masih memegang Loly pop raksasa dengan wajah begitu polos.

Fransisca menghela napas, mengingat sosok Arkan Zoya yang dulu. Pria yang selalu menatap sinis, terlihat begitu kejam. Kini polos seperti anak berusia 5 tahun. Dan... dirinya yang pada awalnya kekasih Doni, kini menikah dengan Arkan Zoya?

Gila! Satu kata untuk menggambarkan segalanya.

"Tidak, jadilah anak yang manis. Nanti kita akan pergi ke catatan sipil. Tidak boleh nakal, tidak boleh berlarian tanpa ijin, mengerti? Tapi sebelum itu kita beli ice cream raksasa dulu." Fransisca yang tidak terbiasa dengan anak kecil berusaha keras tersenyum ramah.

"Mengerti! Arkan paling sayang yang mulia istri!" Teriak Arkan Zoya memeluk kemudian mencium pipi Fransisca. Bagaikan anak kecil imut di tubuh orang dewasa.

Fransisca yang terkejut pada awalnya hanya dapat menghela napas. Hanya jadi baby sitter seumur hidupnya. Sama sekali tidak buruk, uang dan kekuasaan yang dimiliki Arkan Zoya, sebelum kecelakaan benar-benar berjumlah fantastis. Tidak rugi sama sekali.

"Ayo kita beli ice cream!" Ucapnya pada akhirnya menarik tangan Arkan. Satu hal yang harus dimilikinya untuk menjadi wali dari Arkan Zoya... yaitu...surat pernikahan.

***

Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dibicarakan. Seperti foto di akte pernikahan dimana Arkan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Tanda peach...

Berbanding terbalik dengan wajah Fransisca yang datar-datar saja. Tanpa ekspresi sama sekali. Suami kecilnya memang super ceria.

Tapi itu sama sekali tidak penting. Seorang butler berjalan mendekatinya. Kala dirinya berhasil menidurkan Arkan Zoya. Lebih tepatnya pemuda itu tertidur nyaman diantara dua gunung yang tertutup pakaian.

"Nyonya sudah menikah dengan tuan Arkan. Karena itu tanggung jawab sebagai wali akan jatuh pada nona." Ucap sang butler, mengamati betapa nyenyak tidur majikannya bagaikan malaikat polos. Walaupun dulunya kejam seperti setan.

"Berapa total asetnya?" Tanya Fransisca.

"Uang tunai senilai 120 juta dollar tersebar di beberapa bank, beberapa saham---" Kalimat sang butler disela.

"Tutup mulutmu. Aku bisa mati muda karena serangan jantung!" Fransisca menghela napas kasar. Uang tunai saja sudah sebanyak itu apalagi aset lainnya. Dirinya bisa mati muda jika mendengar semuanya.

"Yang mulia suami...aku mencintaimu." Ucap Fransisca cepat, mendekap Arkan Zoya yang tertidur lebih erat.

Memang benar pantas dikatakan sebagai raja neraka dalam dunia bisnis. Raja neraka yang tiba-tiba menjadi anak polos yang baik. Biarlah selama-lamanya suaminya seperti ini.

Karena cinta... Bullshit! Dirinya tidak akan percaya lagi.

Tanpa disadari olehnya sang butler melangkah keluar. Kemudian menutup pintu pelan-pelan, perlahan tersenyum menyeringai.

Terpopuler

Comments

Hani Ekawati

Hani Ekawati

Thor aku baru baca karyamu. Pertama aku baca yang judulnya ketika istriku menyerah dan Bukan suamiku lalu lanjut yang ini. Bisa spill judul yang kisah sebelum Arkan zoya, biar lebih paham.☺️

2026-02-13

0

Miss Typo

Miss Typo

Arkan pura-pura sepertinya, untuk mendapatkan apa yg dia inginkan, pasti kecelakaan yg terjadi padanya disengaja dan itu oleh keluarganya sendiri???
kisah kedua orang tua Bella luar biasa

2026-01-06

0

M M Athalla

M M Athalla

aq hadir disini koh, 😍😍
sepertinya Arkan zoya udah cinta sama Fransisca dari dulu, trs dia pura" cacat 🤭

2026-01-03

3

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Pengganti
2 Aku Kaya
3 Semuanya Punyaku
4 Benalu
5 Maunya Arkan
6 Arkan Mau Mandi
7 Tahap Dua
8 Bertani
9 Cara Kotor
10 Mau Sekarang
11 Pangeran
12 Keputusan
13 To Be Next Level
14 Cantik
15 Bukan Ayahku Lagi
16 Tidak Sama
17 Kill
18 Real
19 Tidak Rela
20 Rahasia?
21 Arkan Sedih
22 Anak Biasa
23 Enak Mana?
24 Akan Sembuh
25 Rendi
26 Agen Ganda
27 Senyuman Ramah
28 Tidak Apa-apa
29 Arkan Selamat
30 Hari Yang Indah
31 Surprise
32 Ajari Lagi
33 Just Dream
34 Golongan
35 Mertua Dan Menantu
36 Gosip
37 Adu Ilmu
38 Loser
39 Bangun
40 Pelajaran Tambahan
41 Cemburu
42 Ginseng
43 Dokumen
44 Tega
45 Is Real
46 Luar Ruangan
47 Untuk Paman
48 Tugas
49 Peringatan
50 Temannya Artis
51 Isue
52 Perangkap
53 Kobaran Api
54 Adik Perempuan
55 Hujan
56 Gudang
57 Celah
58 Tipuan
59 Bebas
60 Mau Pacaran
61 Kepura-puraan
62 Rasa
63 Korban
64 Apa Benar?
65 Musuh
66 Masalah Berbeda
67 Bicara
68 Rahasia
69 Adikku
70 Zedna
71 Tidak Cinta
72 Arkan Zoya
73 Pengganggu
74 Tes Kesehatan
75 Karya Seni
76 Hasil Tes
77 Non Reaktif
78 Drama
79 Menghabiskan Malam
80 Kebohongan
81 Kondisi
82 Tanpa Mengenal
83 Saling Memangsa
84 Antara Pria
85 Rival
86 Provokasi
87 Mengetahui
88 Insiden
89 Fall
90 Hutang
91 Permintaan
92 Lebih Baik
93 Cara
94 Atap
95 Saudara
96 Keputusan
97 Papan Catur
98 Batagor
99 Anak
100 Catur
101 Lebih Baik Tidak Menjadi Ibuku
102 Drama
103 Kecerdasan
104 Ibu
105 Cantik
106 Retak
107 Hobi Baru
108 Sampah
109 Dalam Hangatnya Kue
110 Pengakuan
111 Hujan
112 Rubah
113 Kaku
114 Anak Lain
115 Teladan
116 Investasi
117 Ayah Punya Pacar
118 Ibu
119 Bukan
120 Kelinci
121 Terkubur
122 Rasa Sakit
123 Saudara
124 Lumpur
125 Jerat
126 Zedna
127 Perubahan
128 Penentuan
129 Voting
130 Hasil
131 Berbeda
132 Jalan
133 Cemburu
134 Pembunuhan
135 Mungkin
136 Strategi
137 Penipu
138 Kemenangan
139 Penipuan
140 Twins
141 Bonus Chapter
142 Bukan Update
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Pengantin Pengganti
2
Aku Kaya
3
Semuanya Punyaku
4
Benalu
5
Maunya Arkan
6
Arkan Mau Mandi
7
Tahap Dua
8
Bertani
9
Cara Kotor
10
Mau Sekarang
11
Pangeran
12
Keputusan
13
To Be Next Level
14
Cantik
15
Bukan Ayahku Lagi
16
Tidak Sama
17
Kill
18
Real
19
Tidak Rela
20
Rahasia?
21
Arkan Sedih
22
Anak Biasa
23
Enak Mana?
24
Akan Sembuh
25
Rendi
26
Agen Ganda
27
Senyuman Ramah
28
Tidak Apa-apa
29
Arkan Selamat
30
Hari Yang Indah
31
Surprise
32
Ajari Lagi
33
Just Dream
34
Golongan
35
Mertua Dan Menantu
36
Gosip
37
Adu Ilmu
38
Loser
39
Bangun
40
Pelajaran Tambahan
41
Cemburu
42
Ginseng
43
Dokumen
44
Tega
45
Is Real
46
Luar Ruangan
47
Untuk Paman
48
Tugas
49
Peringatan
50
Temannya Artis
51
Isue
52
Perangkap
53
Kobaran Api
54
Adik Perempuan
55
Hujan
56
Gudang
57
Celah
58
Tipuan
59
Bebas
60
Mau Pacaran
61
Kepura-puraan
62
Rasa
63
Korban
64
Apa Benar?
65
Musuh
66
Masalah Berbeda
67
Bicara
68
Rahasia
69
Adikku
70
Zedna
71
Tidak Cinta
72
Arkan Zoya
73
Pengganggu
74
Tes Kesehatan
75
Karya Seni
76
Hasil Tes
77
Non Reaktif
78
Drama
79
Menghabiskan Malam
80
Kebohongan
81
Kondisi
82
Tanpa Mengenal
83
Saling Memangsa
84
Antara Pria
85
Rival
86
Provokasi
87
Mengetahui
88
Insiden
89
Fall
90
Hutang
91
Permintaan
92
Lebih Baik
93
Cara
94
Atap
95
Saudara
96
Keputusan
97
Papan Catur
98
Batagor
99
Anak
100
Catur
101
Lebih Baik Tidak Menjadi Ibuku
102
Drama
103
Kecerdasan
104
Ibu
105
Cantik
106
Retak
107
Hobi Baru
108
Sampah
109
Dalam Hangatnya Kue
110
Pengakuan
111
Hujan
112
Rubah
113
Kaku
114
Anak Lain
115
Teladan
116
Investasi
117
Ayah Punya Pacar
118
Ibu
119
Bukan
120
Kelinci
121
Terkubur
122
Rasa Sakit
123
Saudara
124
Lumpur
125
Jerat
126
Zedna
127
Perubahan
128
Penentuan
129
Voting
130
Hasil
131
Berbeda
132
Jalan
133
Cemburu
134
Pembunuhan
135
Mungkin
136
Strategi
137
Penipu
138
Kemenangan
139
Penipuan
140
Twins
141
Bonus Chapter
142
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!