Semuanya Punyaku

Beberapa notifikasi pesan masuk ke handphonenya. Mungkin tanpa disadari olehnya yang baru saja terbangun. Fransisca mulai merenggangkan otot-ototnya.

Matanya menelisik mengamati Arkan Zoya yang tengah tertidur lelap. Benar-benar terlihat manis, tidak berdosa bagaikan selebriti idola remaja. Tidak seperti Arkan Zoya beberapa tahun lalu sebelum mengalami kecelakaan. Pemuda arogan yang selalu berucap sinis padanya. Bahkan jarang tersenyum, dingin seperti es kutub utara, arogan, dan galak. Anggota keluarga Doni yang terlihat paling membenci dirinya, itulah Arkan Zoya.

"Senang rasanya dia menjadi seperti ini. Tetaplah seperti ini selamanya..." Gumam Fransisca menghela napas. Lebih mudah berhadapan dengan suami keterbelakangan mental baginya. Pria yang tidak mungkin berselingkuh, tidak akan banyak menuntut, terlebih selalu tersenyum apapun yang terjadi. Satu hal yang paling penting....Kaya!

Namun, kala Fransisca meraih handphonenya, dirinya merasa ada hal yang begitu aneh."Kenapa tidak ada notifikasinya." Gumamnya mengamati pesan yang telah terbaca. Padahal dirinya merasa tidak pernah membuka pesan, tapi pesan seakan-akan telah dibuka seseorang.

Matanya kembali mengamati ke arah suaminya yang masih tertidur. Apa yang ada dalam pikirannya? Tidak mungkin Arkan tiba-tiba membaca pesan di handphonenya...

Suaminya masih kesulitan menulis, membaca saja terbata-bata. Tingkah laku dan kecerdasannya setingkat anak berusia 5 tahun.

Sebuah pesan dari Mira terlihat. Lebih tepatnya foto pernikahan. Doni yang menyematkan cincin di jemari Mira, kemudian kedua orang yang berciuman masih menggunakan pakaian pengantin.

Sudah jelas tujuannya, memprovokasi dirinya. Foto yang disertai dengan pesan.

'Doni sekarang adalah milikku. Jika kamu masih bersikeras juga, itu sama saja dengan penggoda suami orang yang paling hina.'

"Dasar hiena...hewan yang dapat kawin dengan siapa saja." Gumam Fransisca sedikit berpikir.

Dengan cepat dirinya membalas pesan.

'Keponakan, mulai sekarang panggil aku bibi. Setelah kamu menyajikan teh untukku. Nanti aku berikan angpao.'

Ingin rasanya Fransisca tertawa. Keluarga Doni merupakan keluarga keturunan Tionghoa yang masih menjunjung tinggi senioritas. Wajar jika Mira setelah kembali nanti harus menyajikan teh pada dirinya yang menjadi seorang bibi.

Tidak ada balasan sama sekali. Terlalu sepi, mungkin Mira tengah merajuk kesal hingga terkentut-kentut? Entahlah.

Kini Fransisca yang masih sedikit pincang akibat dipukuli oleh ayahnya melangkah. Perlahan membuka kopernya. Terdapat begitu banyak foto kebersamaannya dengan Doni. Air matanya mengalir.

Bohong jika dirinya mengatakan ini tidak menyakitkan. Tapi semenjak kepulangan Mira dari luar negeri, Doni memang selalu menganggap segala hal yang berhubungan dengan dirinya adalah hal yang remeh.

Bahkan kala ayahnya tidak bersedia memberikan uang untuk biaya operasi ibunya. Doni pun sama, menolak meminjamkan uang padanya. Dengan alasan... tidak ingin dirinya matrealistis.

Ibunya pada akhirnya meninggal, tidak dapat diselamatkan. Tapi... bodohnya dirinya tetap menyimpan harapan untuk dicintai oleh ayahnya dan Doni.

Fransisca meraih foto-foto kebersamaannya dengan Doni. Satu persatu dibakar olehnya dalam tempat sampah yang terbuat dari aluminium.

"Aku tidak akan mencintaimu lagi..." Gumam Fransisca dalam senyumannya. Mendiang ibunya benar, perbedaan tahi dan rumput sangat nyata.

Rumput diam saja saat diinjak. Bahkan memberikan rasa nyaman. Karena itu semua orang menginjaknya dengan sengaja.

Tapi, berbeda dengan tahi, menjadi begitu kotor. Mengotori orang yang berani menginjaknya. Hingga tidak ada orang yang ingin menjadi ikut kotor dan busuk karena menginjak tahi.

"Aku akan menghancurkan mereka. Tidak...jika tidak bisa menghancurkan mereka, maka aku akan hancur bersama mereka. Seperti tahi yang tidak diam diinjak begitu saja..." Gumamnya, mengucapkan kalimat sejuta makna yang kedengaran lucu sejatinya.

Hingga seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang."Kakak! Kakak! Arkan senang kakak tidur dengan Arkan. Semalam Arkan bermimpi berenang di kolam coklat bersama kakak..." Kalimat yang benar-benar manja.

Fransisca mengangkat sebelah alisnya. Orang ini adalah suaminya, menghela napas kasar. Dalam tubuh pria dewasa, hanya terdapat ingatan anak berusia 5 tahun.

"Berenang di kolam coklat?" Tanya Fransisca.

"Benar! Kakak cantik yang mengajari Arkan berenang. Terimakasih...kakak cantik..." Arkan Zoya bergerak cepat mengecup bibir Fransisca. Hanya kecupan singkat.

"A... Arkan..." Ucap Fransisca menutup mulutnya sendiri menggunakan jemari tangannya.

"Ibu mengatakan, kalau Arkan sayang dan berterimakasih pada seseorang, boleh menciumnya." Arkan tertunduk seperti merasa bersalah.

Benar-benar! Dirinya mengira suaminya tiba-tiba normal. Ternyata sama saja...tapi itu bagus... bagus sekali. Arkan Zoya, tidak boleh kembali normal. Dirinya akan mengendalikan harta suaminya untuk membalas dendam. Sembari menjadi pengasuh Arkan seumur hidupnya.

"Arkan, tidak semua orang boleh dicium sembarangan." Fransisca berusaha keras menjelaskan.

"Tidak semua orang? Apa kak Fransisca boleh?" Tanya Arkan memeluknya manja.

Fransisca kembali menghela napas."Baik! Aku adalah pengecualian. Ingat! Jangan panggil kakak! Panggil yang mulia istri."

"Yang mulia istri! Terimakasih..." Arkan mengecup pipinya.

Astaga! Kegilaan macam apa ini? Jika ini anak kecil berusia 4 atau 5 tahun masih merupakan hal yang wajar mengecup pipi. Tapi ini pria dewasa super rupawan, tapi jiwanya anak berusia 5 tahun.

Hanya dapat kembali menghela napasnya.

Hingga, Arkan Zoya mengatakan hal yang tidak terduga."Yang mulia istri... mandi...Arkan mau mandi."

"Ka...kamu belum bisa mandi sendiri?" Tanya Fransisca.

Arkan mengangguk, pertanda memang belum bisa.

"Aku hanya baby sitter... seumur hidup menjadi baby sitter...dari bocah dewasa super tampan." Batinnya menggeleng. Berusaha menganggap Arkan Zoya hanyalah bocah.

Tapi, bentuk tubuh di balik piama begitu bagus. Tidak! Dirinya bukan pedofil. Walaupun tubuh pria ini orang dewasa sepenuhnya.

"Baik... waktunya memandikan Arkan yang manis." Ucap Fransisca penuh senyuman, perlahan membuka kancing piyama yang dikenakan Arkan.

Tok!

Tok!

Tok!

Suara ketukan pintu terdengar."Tuan muda! Tuan besar ingin tuan muda turun untuk makan!" Bentak seorang pelayan dari luar sana. Disertai suara gerutuan samar."Dasar, cacat mental hanya dapat menyusahkan. Beban, bukan hanya beban, tapi juga sampah busuk, menjijikkan."

Tok!

Tok!

Tok!

Sang pelayan menggedor pintu lebih keras."Tuan muda! Waktunya sarapan! Anak bodoh seperti anda, jangan menyusahkan! Lebih baik mati langsung saja!"

Dari suara teriakan yang sembarangan. Sudah pasti Arkan Zoya yang seharusnya menjadi tuan rumah di tempat ini, sudah biasa diperlakukan seenaknya semenjak kondisinya seperti ini. Tidak ada yang membela, semua orang sama saja.

Mengepalkan tangannya."Berani-beraninya..." Gumam Fransisca, melangkah cepat mendekati pintu.

"Yang mulia istri...Arkan takut." Ucap Arkan bersembunyi di belakangnya.

Fransisca membuka pintu kamar dengan cepat. Matanya menatap ke arah wajah angkuh seorang pelayan."Akhirnya bangun juga! Cepat sarapan! Tidak ada orang yang menunggu untuk dua benalu..."

Brug!

Fransisca menendang perut sang pelayan, hingga tersungkur di lantai.

"Kamu bekerja di rumah ini digaji dengan uang siapa?" Tanyanya menyeringai.

"Aku adalah pelayan yang direkrut khusus oleh nyonya Naya. Berani-beraninya..." Bentak sang pelayan hendak bangkit.

Plak!

Tapi satu tamparan kini didapatkannya. Cukup kencang benar-benar kencang."Aku berani... memangnya kenapa? Rumah dan segala isinya milikku... Se...Ka...Rang."

Terpopuler

Comments

Eka suci

Eka suci

Arkan itu sama dgn menantunya anak haram bedanya Arkan di akui bapak nya walaupun bisnis nya dia bangun sendiri atau diakui karena udah kaya terus di celakai untuk menguasai hartanya🤔

2026-01-05

0

Ufiyyyy

Ufiyyyy

y ampun jurus fransiska sgguh luar binasa/Grin//Grin//Grin/ mulai skrang smua playan aq yg akn mrekrutnya.. tunjukan kuasamu...

2026-01-04

2

Senjaa💞

Senjaa💞

ternyata gaya bella yg keren nurun dari fransisca😍😍😍

2026-01-04

3

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Pengganti
2 Aku Kaya
3 Semuanya Punyaku
4 Benalu
5 Maunya Arkan
6 Arkan Mau Mandi
7 Tahap Dua
8 Bertani
9 Cara Kotor
10 Mau Sekarang
11 Pangeran
12 Keputusan
13 To Be Next Level
14 Cantik
15 Bukan Ayahku Lagi
16 Tidak Sama
17 Kill
18 Real
19 Tidak Rela
20 Rahasia?
21 Arkan Sedih
22 Anak Biasa
23 Enak Mana?
24 Akan Sembuh
25 Rendi
26 Agen Ganda
27 Senyuman Ramah
28 Tidak Apa-apa
29 Arkan Selamat
30 Hari Yang Indah
31 Surprise
32 Ajari Lagi
33 Just Dream
34 Golongan
35 Mertua Dan Menantu
36 Gosip
37 Adu Ilmu
38 Loser
39 Bangun
40 Pelajaran Tambahan
41 Cemburu
42 Ginseng
43 Dokumen
44 Tega
45 Is Real
46 Luar Ruangan
47 Untuk Paman
48 Tugas
49 Peringatan
50 Temannya Artis
51 Isue
52 Perangkap
53 Kobaran Api
54 Adik Perempuan
55 Hujan
56 Gudang
57 Celah
58 Tipuan
59 Bebas
60 Mau Pacaran
61 Kepura-puraan
62 Rasa
63 Korban
64 Apa Benar?
65 Musuh
66 Masalah Berbeda
67 Bicara
68 Rahasia
69 Adikku
70 Zedna
71 Tidak Cinta
72 Arkan Zoya
73 Pengganggu
74 Tes Kesehatan
75 Karya Seni
76 Hasil Tes
77 Non Reaktif
78 Drama
79 Menghabiskan Malam
80 Kebohongan
81 Kondisi
82 Tanpa Mengenal
83 Saling Memangsa
84 Antara Pria
85 Rival
86 Provokasi
87 Mengetahui
88 Insiden
89 Fall
90 Hutang
91 Permintaan
92 Lebih Baik
93 Cara
94 Atap
95 Saudara
96 Keputusan
97 Papan Catur
98 Batagor
99 Anak
100 Catur
101 Lebih Baik Tidak Menjadi Ibuku
102 Drama
103 Kecerdasan
104 Ibu
105 Cantik
106 Retak
107 Hobi Baru
108 Sampah
109 Dalam Hangatnya Kue
110 Pengakuan
111 Hujan
112 Rubah
113 Kaku
114 Anak Lain
115 Teladan
116 Investasi
117 Ayah Punya Pacar
118 Ibu
119 Bukan
120 Kelinci
121 Terkubur
122 Rasa Sakit
123 Saudara
124 Lumpur
125 Jerat
126 Zedna
127 Perubahan
128 Penentuan
129 Voting
130 Hasil
131 Berbeda
132 Jalan
133 Cemburu
134 Pembunuhan
135 Mungkin
136 Strategi
137 Penipu
138 Kemenangan
139 Penipuan
140 Twins
141 Bonus Chapter
142 Bukan Update
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Pengantin Pengganti
2
Aku Kaya
3
Semuanya Punyaku
4
Benalu
5
Maunya Arkan
6
Arkan Mau Mandi
7
Tahap Dua
8
Bertani
9
Cara Kotor
10
Mau Sekarang
11
Pangeran
12
Keputusan
13
To Be Next Level
14
Cantik
15
Bukan Ayahku Lagi
16
Tidak Sama
17
Kill
18
Real
19
Tidak Rela
20
Rahasia?
21
Arkan Sedih
22
Anak Biasa
23
Enak Mana?
24
Akan Sembuh
25
Rendi
26
Agen Ganda
27
Senyuman Ramah
28
Tidak Apa-apa
29
Arkan Selamat
30
Hari Yang Indah
31
Surprise
32
Ajari Lagi
33
Just Dream
34
Golongan
35
Mertua Dan Menantu
36
Gosip
37
Adu Ilmu
38
Loser
39
Bangun
40
Pelajaran Tambahan
41
Cemburu
42
Ginseng
43
Dokumen
44
Tega
45
Is Real
46
Luar Ruangan
47
Untuk Paman
48
Tugas
49
Peringatan
50
Temannya Artis
51
Isue
52
Perangkap
53
Kobaran Api
54
Adik Perempuan
55
Hujan
56
Gudang
57
Celah
58
Tipuan
59
Bebas
60
Mau Pacaran
61
Kepura-puraan
62
Rasa
63
Korban
64
Apa Benar?
65
Musuh
66
Masalah Berbeda
67
Bicara
68
Rahasia
69
Adikku
70
Zedna
71
Tidak Cinta
72
Arkan Zoya
73
Pengganggu
74
Tes Kesehatan
75
Karya Seni
76
Hasil Tes
77
Non Reaktif
78
Drama
79
Menghabiskan Malam
80
Kebohongan
81
Kondisi
82
Tanpa Mengenal
83
Saling Memangsa
84
Antara Pria
85
Rival
86
Provokasi
87
Mengetahui
88
Insiden
89
Fall
90
Hutang
91
Permintaan
92
Lebih Baik
93
Cara
94
Atap
95
Saudara
96
Keputusan
97
Papan Catur
98
Batagor
99
Anak
100
Catur
101
Lebih Baik Tidak Menjadi Ibuku
102
Drama
103
Kecerdasan
104
Ibu
105
Cantik
106
Retak
107
Hobi Baru
108
Sampah
109
Dalam Hangatnya Kue
110
Pengakuan
111
Hujan
112
Rubah
113
Kaku
114
Anak Lain
115
Teladan
116
Investasi
117
Ayah Punya Pacar
118
Ibu
119
Bukan
120
Kelinci
121
Terkubur
122
Rasa Sakit
123
Saudara
124
Lumpur
125
Jerat
126
Zedna
127
Perubahan
128
Penentuan
129
Voting
130
Hasil
131
Berbeda
132
Jalan
133
Cemburu
134
Pembunuhan
135
Mungkin
136
Strategi
137
Penipu
138
Kemenangan
139
Penipuan
140
Twins
141
Bonus Chapter
142
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!