Memperingatkan Icha

"Ini resep yang harus di tebus ya buk. Semoga sakitnya segera sembuh." Icha menyerahkan sebuah kertas pada pasiennya yang terakhir.

"Terimakasih dokter." Pasein itu mengucapkan terimakasih pada Icha.

Begitu pasien itu keluar dari ruangannya, Icha menyandarkan tubuhnya di kursi. Memejamkan mata dan merilekskan sedikit tubuh dan pikirannya yang terasa lelah.

Ia bersyukur karena setelah ini tidak ada pasien yang harus ia tangani lagi. Itu artinya ia memiliki waktu untuk beristirahat.

'Tring..... Tring..... Tring.'

Bunyi ponselnya membuat Icha tersentak. Ia meraih ponsel itu dengan malas. Namun seketika ia langsung tegak saat melihat panggilan dari Rafael.

Pasti ada sesuatu yang berkitan dengan oma Jasmine yang ingin di bicarakan Rafael.

"Ada apa kak El?" Icha langsung bertanya.

"Icha, oma Jasmine sudah sadar "

Pemberitahuan itu membuat Icha seketika merasa lega. Seolah separuh rasa lelah itu hilang begitu saja.

"Kami semua sudah di ruangan ini. Jika sudah lowong, segera kemari ya. Sekalian bangunkan Arnold yang tidur di ruanganmu." Kembali suara Rafael terdengar.

"Kak El tahu jika kak Ar tidur disini?" Icha malah balik bertanya.

"Tentu saja. Ia mengatakan hanya itu tempat ia bisa tidur tanpa di ganggu Vina dan juga Aluna." Sebuah kekehan menyertai jawaban Rafael.

"Kenapa aku merasa kak Ar menjadikanku sebagai tameng dari kak Vinda dan kak Aluna?" Icha berdecak.

"Kamu tahu bagaimana kedua orang itu suka mengganggu Arnold. Jadi hanya peringatan darimu yang bisa membuat Vina dan Aluna kicep." Rafael menjawab ringan.

"Seketika aku merasa memiliki peran antagonis di sini." Icha bergumam kesal.

"Tentu saja tidak. Kamu adalah adik sepupu kami yang paling manis. Hanya sedikit menyeramkan jika marah." Rafael menanggapi.

"Ya Tuhan! Awas ya. Begitu aku tiba di sana, aku akan mencubit kak El!"

Icha mematikan panggilan itu. Memasukkan ponselnya ke dalam jas dokter yang masih ia kenakan.

Dengan perasaan kesal, Icha melangkah menuju ranjang kecil miliknya. Ia melihat Arnold masih tidur di sana. Tubuh besarnya tidak cocok berada di ranjang kecil itu.

"Kak Ar, bangun." Icha menyentuh lengan Arnold dan menggoyangnya perlahan. Membangunkan lelaki itu.

Arnold bergerak, sebelum berbalik dan membelakangi Icha. Melanjutkan kembali tidurnya.

Icha melotot melihat kelakuan Arnold. Dengan geram ia menggoyang lengan Arnold sekali lagi. Kali ini lebih kuat.

"Kak Ar! Bangun nggak! Ini sudah sore. Oma Jasmine sudah sadar." Icha berseru kuat dan mengguncang lengan Arnold lebih kuat lagi.

"5 menit lagi Icha."

Arnold mengernyit karena guncangan kuat itu. Ia masih mengantuk dan ingin tidur. Paling tidak sebentar lagi.

"Tidak! Semua udah kumpul di ruangan oma. Jangan sampai kak Vina dan kak Aluna datang kemari dan menyeretmu." Icha kembali bersuara.

Mau tidak mau, Arnold membuka mata mendengar nama Vina dan Aluna di sebutkan. Jangan sampai kedua wanita itu datang kemari dan mengusilinya.

Perlahan, ia bangkit dari tidurnya. Memilih duduk masih dengan memejamkan mata. Masih malas untuk membuka mata.

"Aku baru tidur. Dan sudah di ganggu?" Ia melirik Icha sedikit tajam.

"Bukan sebentar. Sudah 4 jam!" Icha menjawab, berusaha berani dan tidak terusik oleh lirikan tajam itu.

"Aku sudah selesai dengan semua pasienku. Kak Ar tidur seperti orang mati saja tidak terganggu dengan semua keributan di ruangan ini." Icha bergumam pelan.

Arnold menurunkan kakinya dari ranjang. Meraih jam tangannya dan mengenakan kembali.

"Aku mencuci wajah dulu."

Arnold memilih bangkit dan berjalan menuju kamar mandi Icha. Merapikan dirinya sedikit sebelum beralih ke ruang rawat inap oma mereka.

"Jika lama kutinggal!"

Icha berseru begitu pintu kamar mandi tertutup. Ia merapikan ranjang miliknya. Sebelum berbalik dan kembali ke mejanya.

Merapikan sedikit mejanya, agar besok ia bisa lebih santai.

"Ayo." Arnold bersuara begitu urusannya selesai di kamar mandi. Ia melirik sekilas Icha yang masih mengenakan jas dokter.

"Itu gak di buka?" Ia menunjuk pakaian Icha.

"Tidak. Satu jam lagi, aku ada jadwal keliling." Icha menjawab.

Arnold tidak mengatakan apapun lagi. Ia keluar lebih dahulu dengan icha yang mengikutinya. Menunggu Icha menutup pintunya.

'Hap!'

Ia meraih jemari Icha dan menarik gadis itu melangkah bersamanya.

"Aku bisa berjalan sendiri. Tanpa harus di pegang seperti ini." Icha bersuara setelah tersadar dari keterkejutannya.

"Kamu terlalu kecil. Takut tidak ada yang melihat kamu berjalan di dekatku." Arnold menjawab tanpa mengurai pegangan mereka.

"Aku tidak sekecil itu! Kak Ar saja yang terlalu tinggi dan besar." Icha mendumel kesal di katakan kecil.

"Terserah." Arnold merespon dan melanjutkan langkahnya.

Icha semakin kesal oleh sikap lelaki itu yang tidak mau melepas tangannya. Ia tahu jika ia sering menyaksikan interaksi para sepupunya. Hal yang lumrah melihat arnold menggenggam jemari Vina atau Aluna jika mereka pergi ke suatu tempat.

Tapi Icha tidak sedekat itu dengan Arnold. Dan biasanya lelaki ini juga tidak berinteraksi sedekat ini padanya. Ia tentu terkejut. Tapi lebih kesal karena ucapannya di abaikan oleh lelaki itu.

"Jangan membantahku saat berbicara dengan oma nanti." Arnold memperingatkan saat mereja berdua memasuki lift.

"Aku tentu tidak akan membantah jika pembicaraan tidak melibatkanku. Memangnya kenapa?" Icha bertanya, sedikit terusik dengan peringatan Arnold.

Tidak ada jawaban yang di berikan Arnold. Ia menatap gadis muda itu dengan sorot yang rumit

Ucapan Rafael soal menikah dengan Icha sepertinya bukan ide yang buruk. Ia memang belum berkeinginan menikah.

Tapi jika ia menikah, Icha adalah pilihan yang baik. Seperti ucapan Rafael.

Icha jelas masih gadis. Ia bahkan tidak pernah terlibat hubungan asmara dengan lelaki manapun. Dan yang lebih utama, ia dan yang lainnya sudah mengenal Icha dengan baik.

Dari pada ia salah memilih wanita di luaran untuk ia bawa ke hadapan omanya. Icha adalah pilihan paling bagus.

Icha seorang dokter. Ia tahu bagaimana kondisi oma mereka. Dan Icha juga tahu, jika ia belum ingin menikah.

Ia akan membicarakan masalah ini dengan Icha. Setelah mereka menemui oma nantinya. Dan Arnold akan membuat gadis muda ini menyetujui sarannya.

Hm.

Itu pilihan yang bagus sekali.

"Hanya diam dan ikuti saja semua perbuatanku nanti. Jangan membantah atau menolak di hadapan mereka semua. Mengerti?" Arnold kembali bertanya.

"Tapi-" Icha jelas bingung dengan maksud Arnold.

"Kita akan bicara setelah kamu selesai bekerja. Dan sebelum itu tahan semua hal yang ingin kamu tanyakan padaku." Arnold kembali menegaskan.

'Ting!'

Pintu lift terbuka di mana ruangan oma Jasmine berada. Arnold keluar dari lift masih menggenggam jemari Icha.

"Icha." Arnold mengeratkan jemarinya pada Icha.

"Oke. Oke." Icha akhirnya mengangguk.

Meski ia tidak tahu apa maksud Arnold. Dan ia juga tidak mengerti apa yang ingin di bicarakan lelaki ini dengan yang lain. Tapi ia merasakan Arnold yang sangat serius kali ini.

Ia juga melihat tatapan tidak terbantahkan itu.

Tidak ada salahnya ia diam seperti ucapan Arnold. Setelah selesai bekerja, ia bisa bertanya sepuasnya seperti keinginan lelaki itu.

Arnold membuka handle pintu dan menarik Icha bersamanya. Keduanya memasuki ruang rawat itu. Dimana semua orang telah berada terlebih dahulu.

..........................

Terpopuler

Comments

Lisa Halik

Lisa Halik

nekat sekali arnold

2026-01-11

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Anjuran menikah
3 Ruangan Icha
4 Memperingatkan Icha
5 Shock
6 Penjelasan
7 Penjelasan 2
8 Berdebat
9 Memburuk
10 Mempertanyakan
11 Setuju
12 Permintaan
13 Akad nikah mendadak
14 Mansion Adiguna
15 Tidur di malam pertama
16 Pagi pertama
17 Kejahilan sepupu
18 Arnold di curigai orang tuanya
19 Malah ke ruangan Icha
20 Berjaga
21 Bicara dengan Vina
22 Kepergian Arnold
23 2 bulan di tinggal pergi
24 Memeriksa oma
25 Dokter Rangga
26 Berteman dengan Rangga
27 Arnold menghubungi
28 Kembali
29 Emosi yang saling berhadapan
30 Meminta maaf
31 Pulang bersama Arnold
32 Bukan mimpi (18+)
33 Tekad
34 Kesepakatan berdua
35 Jatah
36 Mulai berubah
37 Curiga
38 Kediaman Wicaksono
39 Kesal
40 Klaim
41 Di dalam mobil (18+)
42 Pantai Marina
43 Flyboard
44 Puas bermain
45 Liar (18+)
46 Tersiksa
47 Pamit
48 Bertemu sahabat
49 Kejahilan Icha
50 Gugup
51 Semakin lemah (18+)
52 Bicara dengan Rangga
53 Penegasan
54 Tempat baru untuk Galaxy
55 Makan malam bersama
56 Pertama (21+)
57 Stamina yang kuat (21+)
58 Predator
59 Berdebat soal ranjang
60 Undangan pernikahan
61 Icha yang kesal
62 Di interogasi
63 Menghampiri Icha
64 Dekapan Arnold
65 Ikut Arnold
66 Cumbuan Panas di mobil (18+)
67 Arnold yang liar (21+)
68 Tidak bisa berdiri tegak
69 Tontonan
70 Pembicaraan sebelum tidur
71 Bertemu dengan Galaxy
72 Resepsi pernikahan
73 Resepsi pernikahan 2
74 Resepsi Pernikahan 3
75 Lelah
76 Cumbuan Liar (18+)
77 Malam panas (21+)
78 Tidak terhentikan (21+)
79 Gemetar
80 Berbicara dengan Galaxy
81 Kecemburuan Arnold
82 Berat untuk pergi
83 Mengundurkan diri
84 Menyusul
85 Thailand
86 Tidak suka
87 Melepas rindu (18+)
88 Penolakan
89 Nekat
90 Marah
91 Amarah dan penegasan Icha
92 Tidak terduga
93 Bertemu Robert
94 Dinner romantis
95 Rencana
96 Tidak sadarkan diri
97 Kehilangan jejak
98 98 Jebakan
99 99. Mengamuk
100 Merasa kotor
101 Interogasi
102 Interogasi 2
103 Tipu daya yang gagal
104 Menenangkan diri
105 Suasana kampung yang nyaman
106 Kedatangan Arnold
107 Bukti
108 Rasa Lega (18+)
109 Melepas rindu (21+)
110 Hamil
111 Happy forever (End)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Awal
2
Anjuran menikah
3
Ruangan Icha
4
Memperingatkan Icha
5
Shock
6
Penjelasan
7
Penjelasan 2
8
Berdebat
9
Memburuk
10
Mempertanyakan
11
Setuju
12
Permintaan
13
Akad nikah mendadak
14
Mansion Adiguna
15
Tidur di malam pertama
16
Pagi pertama
17
Kejahilan sepupu
18
Arnold di curigai orang tuanya
19
Malah ke ruangan Icha
20
Berjaga
21
Bicara dengan Vina
22
Kepergian Arnold
23
2 bulan di tinggal pergi
24
Memeriksa oma
25
Dokter Rangga
26
Berteman dengan Rangga
27
Arnold menghubungi
28
Kembali
29
Emosi yang saling berhadapan
30
Meminta maaf
31
Pulang bersama Arnold
32
Bukan mimpi (18+)
33
Tekad
34
Kesepakatan berdua
35
Jatah
36
Mulai berubah
37
Curiga
38
Kediaman Wicaksono
39
Kesal
40
Klaim
41
Di dalam mobil (18+)
42
Pantai Marina
43
Flyboard
44
Puas bermain
45
Liar (18+)
46
Tersiksa
47
Pamit
48
Bertemu sahabat
49
Kejahilan Icha
50
Gugup
51
Semakin lemah (18+)
52
Bicara dengan Rangga
53
Penegasan
54
Tempat baru untuk Galaxy
55
Makan malam bersama
56
Pertama (21+)
57
Stamina yang kuat (21+)
58
Predator
59
Berdebat soal ranjang
60
Undangan pernikahan
61
Icha yang kesal
62
Di interogasi
63
Menghampiri Icha
64
Dekapan Arnold
65
Ikut Arnold
66
Cumbuan Panas di mobil (18+)
67
Arnold yang liar (21+)
68
Tidak bisa berdiri tegak
69
Tontonan
70
Pembicaraan sebelum tidur
71
Bertemu dengan Galaxy
72
Resepsi pernikahan
73
Resepsi pernikahan 2
74
Resepsi Pernikahan 3
75
Lelah
76
Cumbuan Liar (18+)
77
Malam panas (21+)
78
Tidak terhentikan (21+)
79
Gemetar
80
Berbicara dengan Galaxy
81
Kecemburuan Arnold
82
Berat untuk pergi
83
Mengundurkan diri
84
Menyusul
85
Thailand
86
Tidak suka
87
Melepas rindu (18+)
88
Penolakan
89
Nekat
90
Marah
91
Amarah dan penegasan Icha
92
Tidak terduga
93
Bertemu Robert
94
Dinner romantis
95
Rencana
96
Tidak sadarkan diri
97
Kehilangan jejak
98
98 Jebakan
99
99. Mengamuk
100
Merasa kotor
101
Interogasi
102
Interogasi 2
103
Tipu daya yang gagal
104
Menenangkan diri
105
Suasana kampung yang nyaman
106
Kedatangan Arnold
107
Bukti
108
Rasa Lega (18+)
109
Melepas rindu (21+)
110
Hamil
111
Happy forever (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!