Shock

"Oma."

Arnold mendekat dan mencium kening oma Jasmine perlahan. Ia kemudian menjauh sesikit dan tersenyum lembut.

Di sisinya Icha ikut tersenyum melihat oma mereka telah sadar dari kondisi kritisnya. Meski oma Jasmine bukan oma kandungnya, tapi kasih sayang yang diberikan wanita itu, sama besar seperti yang ia berikan untuk cucunya yang lain.

"Bagaimana perasaan oma?" Icha bertanya perlahan.

"Baik."

Suara yang sangat pelan dari oma Jasmine. Tatapan dari mata tuanya tertuju pada Arnold dan juga Icha bergantian.

"Ar, oma tidak tahu sampai kapan oma bisa bertahan. Tapi oma ingin sekali melihatmu menikah." Oma Jasmine berusaha bersuara dengan sekuat tenaganya.

"Oma tenang saja. Cepat sembuh, dan menyaksikan pernikahan kami." Arnold tersenyum kecil dan memperlihatkan tautan jemarinya dan Icha.

Icha terdiam dan terkejut mendengar ucapan Arnold. Ia menoleh pada lelaki itu yang masih menatap oma Jasmine.

"Benarkah?" Wajah oma Jasmine langsung sumringah mendengar kabar itu.

"Iya. Karena itu cepatlah sembuh. Kami akan menikah setelah oma sembuh, untuk menyaksikan pernikahan kami." Arnold sekali lagi menyampaikan.

Icha merasa tenggorokannya tercekat. Ingin rasanya ia memaki lelaki itu sekarang. Mengatakan kebohongan yang begitu besar untuk oma Jasmine.

"Icha. My dear." Jasmine memanggil dan mengulurkan tangannya. Meminta Icha mendekat.

"Iya oma."

Icha tentu saja mendekat. Ia melepaskan tangannya sebelum duduk di kursi dekat oma Jasmine.

 Tersenyum kecil di hadapan wanita tua itu. Berusaha bersikap normal, agar tidak membuat oma Jasmine kebingungan.

"Kamu akan menikah dengan Arnold?"

 Nada suara penuh harap itu membuat Icha semakin tercekat. Jika sudah seperti ini, bagaimana ia membantah semuanya?

Kondisi oma Jasmine masih rawan. Ia tidak kuasa mematahkan binar semangat itu.

Icha menggenggam jemari omanya perlahan. Mengelus punggung tangan itu dengan lembut.

"Iya. Oma harus cepat sembuh untuk itu."

Hanya itu yang bisa Icha ucapkan. Ia tidak sanggup berbohong lebih banyak lagi. Mengingat peringatan Arnold agar mengikuti perkataannya.

Icha yakin jika ini satu cara Arnold untuk menenangkan oma mereka, yang selalu mengkhawatirkan lelaki itu karena belum mau menikah. Ia akan mengikuti permainan Arnold untuk saat ini.

Tapi nanti, ia akan menuntut penjelasan dari lelaki itu. Bila perlu ia akan mengomel tidak henti, agar telinga Arnold panas dengan semua ucapannya.

"Oma akan segera sembuh. Oma ingin melihat kedua cucu oma menikah." Oma Jasmine tersenyum lebar di kondisinya yang lemah.

"Sekarang oma istirahat ya. Biar cepat sembuh." Icha memperbaiki selimut oma mereka. Menunduk dan mencium pipi oma Jasmine perlahan.

"Selamat tidur oma." Icha bersuara.

Ia memperhatikan oma Jasmine yang mulai tidur seperti perkataannya.

Arnold menjauh dan menghampiri para sepupunya yang duduk di sofa. Namun sebelum ia duduk, Vina datang dan menarik tangannya keluar dari ruangan itu.

Diikuti oleh Devan, Nial dan Aluna juga Nina. Vina berdiri dan menatap Arnold tajam. Sedangkan Arnold memilih duduk di kursi tunggu. Menunggu di sidang oleh semua sepupunya ini.

"Apa tadi Ar?" Vina melotot tajam.

"Seperti yang kalian dengar." Arnold memilih menyandarkan tubuhnya di kursi.

" Apa maksudmu berkata kepada Oma. Jika kamu akan menikah dengan Icha?" Vina kembali bertanya.

 Jangan tanya bagaimana perasaannya saat ini. Ia sudah terkejut melihat Arnold dan Icha, yang masuk ke ruang rawat inap Oma Jasmine dengan bergandengan tangan.

Dan ia semakin terkejut saat mendengar ucapan Arnold, yang berkata akan menikah dengan Icha.

" Apa kamu tahu jika perkataanmu barusan, bisa saja membuat Oma akan kecewa. Apabila ia sembuh nanti, tidak ada pernikahan yang terjadi antara kamu dengan Icha!" Vina kembali mencecar Arnold.

Sedangkan Aluna yang berdiri tidak jauh dari Vina, mengangguk dan menatap Arnold penuh tuntutan.

 Devan menghela nafas, demikian juga dengan Nial. Devan memilih ikut duduk di sebelah Arnold.

Sedangkan Nina menyusul Devan ikut duduk di sebelah suaminya.

"Aku tidak berbohong kepada Oma." Arnold memperhatikan satu persatu para sepupunya.

" Aku serius dengan perkataanku." Ia juga menambahkan.

"Maksudmu, kamu ingin menikahi Icha?" Vina memperjelas maksud ucapan Arnold.

"Tentu saja." Arnold mengangguk.

"Begitu Oma sehat dan bisa keluar dari rumah sakit ini, aku akan segera mengatur pernikahan antara aku dan juga Icha." Ia sekali lagi menekankan.

"Kamu bahkan tidak mencintai Icha! Dan kalian berdua tidak memiliki hubungan asmara! Jadi bagaimana bisa kamu menikahinya?!"

Lepas sudah emosi Vina mendengar ucapan dan penjelasan dari Arnold yang begitu santai. Ia memandangi sepupunya ini semakin tajam. Menilai jika tindakan Arnold cukup gegabah, karena tidak ada cinta antara ia dan juga Icha.

"Untuk menikah dengan seseorang, tidak perlu diperlukan cinta Vina." Arnold terkekeh melihat Vina yang meledak karena emosi.

"Cukup keduanya saling pengertian dan percaya. Aku yakin jika pernikahan itu bisa berjalan lancar."

Dan sontak saja ucapan Arnold membuat kelima orang yang ada di sana mendengus kesal.

"Itu pemikiran yang terlalu lurus Bro." Devan menepuk pundak Arnold.

"Kamu tidak mungkin hanya mengandalkan rasa pengertian dan saling percaya, untuk menjalani hidupmu bersama seseorang yang tidak kamu cintai. Karena pernikahan yang akan kamu jalani bukan sehari atau dua hari, setahun atau 2 tahun. Tapi selama hidupmu. Apa kamu yakin?" Devan bertanya dan berdecak kesal melihat anggukan dari Arnold.

"Jangan berbuat kesalahan Ar." Nila yang sejak tadi memperhatikan memilih bersuara.

" Jika kamu tidak mencintai Icha. Itu akan membuatnya tersiksa dalam pernikahan kalian nantinya. Icha adalah gadis yang baik. Dan ia pantas berbahagia dengan seseorang yang mencintainya."

"Jangan mengekangnya dengan pernikahan ini, dan membuatnya tidak bisa bersama dengan seseorang yang ia cintai nanti." Ni memberikan nasehat pada Arnold.

Namun melihat lirikan mata Arnold, mereka semua tahu, jika perkataan mereka tidak ada yang digubris oleh lelaki itu.

"Apa kamu mengancam Icha?" Vina kembali bertanya. Kali ini dengan tatapan mata yang memicing lebih tajam, menuntut jawaban dari Arkan dan mencoba menekan emosinya.

" Tentu saja aku tidak memaksanya."

Jawaban itu membuat kelimanya saling melirik. Tidak ada yang percaya satupun akan jawaban dari Arnold.

 Vina membuka mulut hendak bersuara ketika ruangan Oma Jasmine terbuka.

'Klek!'

 Icha melangkah keluar dengan perlahan. Memperhatikan mereka satu persatu.

"Apa yang terjadi dengan kalian?"

 Ia memasukkan tangan ke dalam saku jas dokternya. Menilai mereka semua yang sepertinya berada dalam situasi yang tidak baik.

"Kamu benar-benar akan menikah dengan Arnold?!" Aluna mendekati Icha dan memegang lengannya.

"Kami semua tidak percaya itu Icha." Ia juga menambahkan.

"Jika kalian bertanya kepadaku. Terus aku harus bertanya pada siap" Icha menghela nafas dan membuat kelima orang yang lainnya kebingungan.

" Dengar." Icha kemudian bersuara.

"Aku sebenarnya ingin membahas ini dengan kalian semua. Tapi aku harus segera berkeliling. Mengunjungi beberapa pasien dan melakukan pekerjaanku." Ia juga menyampaikan.

Sorot matanya terkunci kepada Arnold yang duduk dengan santai dan melihat ke arahnya.

"Dan kita perlu bicara setelah aku selesai bekerja. Kamu harus memberikan penjelasan kepadaku." Icha berkata dengan tegas pada Arnold yang mengangguk.

Usai berkata seperti itu, Icha berbalik meninggalkan mereka semua dan melanjutkan pekerjaannya.

 Sedangkan tatapan yang lain langsung terarah kepada Arnold penuh kebingungan.

"Jadi Icha juga tidak tahu dengan rencana gilamu ini!" Vina kembali meledak oleh emosinya.

..........................

Terpopuler

Comments

Lisa Halik

Lisa Halik

double up thor....kelamaan

2026-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Anjuran menikah
3 Ruangan Icha
4 Memperingatkan Icha
5 Shock
6 Penjelasan
7 Penjelasan 2
8 Berdebat
9 Memburuk
10 Mempertanyakan
11 Setuju
12 Permintaan
13 Akad nikah mendadak
14 Mansion Adiguna
15 Tidur di malam pertama
16 Pagi pertama
17 Kejahilan sepupu
18 Arnold di curigai orang tuanya
19 Malah ke ruangan Icha
20 Berjaga
21 Bicara dengan Vina
22 Kepergian Arnold
23 2 bulan di tinggal pergi
24 Memeriksa oma
25 Dokter Rangga
26 Berteman dengan Rangga
27 Arnold menghubungi
28 Kembali
29 Emosi yang saling berhadapan
30 Meminta maaf
31 Pulang bersama Arnold
32 Bukan mimpi (18+)
33 Tekad
34 Kesepakatan berdua
35 Jatah
36 Mulai berubah
37 Curiga
38 Kediaman Wicaksono
39 Kesal
40 Klaim
41 Di dalam mobil (18+)
42 Pantai Marina
43 Flyboard
44 Puas bermain
45 Liar (18+)
46 Tersiksa
47 Pamit
48 Bertemu sahabat
49 Kejahilan Icha
50 Gugup
51 Semakin lemah (18+)
52 Bicara dengan Rangga
53 Penegasan
54 Tempat baru untuk Galaxy
55 Makan malam bersama
56 Pertama (21+)
57 Stamina yang kuat (21+)
58 Predator
59 Berdebat soal ranjang
60 Undangan pernikahan
61 Icha yang kesal
62 Di interogasi
63 Menghampiri Icha
64 Dekapan Arnold
65 Ikut Arnold
66 Cumbuan Panas di mobil (18+)
67 Arnold yang liar (21+)
68 Tidak bisa berdiri tegak
69 Tontonan
70 Pembicaraan sebelum tidur
71 Bertemu dengan Galaxy
72 Resepsi pernikahan
73 Resepsi pernikahan 2
74 Resepsi Pernikahan 3
75 Lelah
76 Cumbuan Liar (18+)
77 Malam panas (21+)
78 Tidak terhentikan (21+)
79 Gemetar
80 Berbicara dengan Galaxy
81 Kecemburuan Arnold
82 Berat untuk pergi
83 Mengundurkan diri
84 Menyusul
85 Thailand
86 Tidak suka
87 Melepas rindu (18+)
88 Penolakan
89 Nekat
90 Marah
91 Amarah dan penegasan Icha
92 Tidak terduga
93 Bertemu Robert
94 Dinner romantis
95 Rencana
96 Tidak sadarkan diri
97 Kehilangan jejak
98 98 Jebakan
99 99. Mengamuk
100 Merasa kotor
101 Interogasi
102 Interogasi 2
103 Tipu daya yang gagal
104 Menenangkan diri
105 Suasana kampung yang nyaman
106 Kedatangan Arnold
107 Bukti
108 Rasa Lega (18+)
109 Melepas rindu (21+)
110 Hamil
111 Happy forever (End)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Awal
2
Anjuran menikah
3
Ruangan Icha
4
Memperingatkan Icha
5
Shock
6
Penjelasan
7
Penjelasan 2
8
Berdebat
9
Memburuk
10
Mempertanyakan
11
Setuju
12
Permintaan
13
Akad nikah mendadak
14
Mansion Adiguna
15
Tidur di malam pertama
16
Pagi pertama
17
Kejahilan sepupu
18
Arnold di curigai orang tuanya
19
Malah ke ruangan Icha
20
Berjaga
21
Bicara dengan Vina
22
Kepergian Arnold
23
2 bulan di tinggal pergi
24
Memeriksa oma
25
Dokter Rangga
26
Berteman dengan Rangga
27
Arnold menghubungi
28
Kembali
29
Emosi yang saling berhadapan
30
Meminta maaf
31
Pulang bersama Arnold
32
Bukan mimpi (18+)
33
Tekad
34
Kesepakatan berdua
35
Jatah
36
Mulai berubah
37
Curiga
38
Kediaman Wicaksono
39
Kesal
40
Klaim
41
Di dalam mobil (18+)
42
Pantai Marina
43
Flyboard
44
Puas bermain
45
Liar (18+)
46
Tersiksa
47
Pamit
48
Bertemu sahabat
49
Kejahilan Icha
50
Gugup
51
Semakin lemah (18+)
52
Bicara dengan Rangga
53
Penegasan
54
Tempat baru untuk Galaxy
55
Makan malam bersama
56
Pertama (21+)
57
Stamina yang kuat (21+)
58
Predator
59
Berdebat soal ranjang
60
Undangan pernikahan
61
Icha yang kesal
62
Di interogasi
63
Menghampiri Icha
64
Dekapan Arnold
65
Ikut Arnold
66
Cumbuan Panas di mobil (18+)
67
Arnold yang liar (21+)
68
Tidak bisa berdiri tegak
69
Tontonan
70
Pembicaraan sebelum tidur
71
Bertemu dengan Galaxy
72
Resepsi pernikahan
73
Resepsi pernikahan 2
74
Resepsi Pernikahan 3
75
Lelah
76
Cumbuan Liar (18+)
77
Malam panas (21+)
78
Tidak terhentikan (21+)
79
Gemetar
80
Berbicara dengan Galaxy
81
Kecemburuan Arnold
82
Berat untuk pergi
83
Mengundurkan diri
84
Menyusul
85
Thailand
86
Tidak suka
87
Melepas rindu (18+)
88
Penolakan
89
Nekat
90
Marah
91
Amarah dan penegasan Icha
92
Tidak terduga
93
Bertemu Robert
94
Dinner romantis
95
Rencana
96
Tidak sadarkan diri
97
Kehilangan jejak
98
98 Jebakan
99
99. Mengamuk
100
Merasa kotor
101
Interogasi
102
Interogasi 2
103
Tipu daya yang gagal
104
Menenangkan diri
105
Suasana kampung yang nyaman
106
Kedatangan Arnold
107
Bukti
108
Rasa Lega (18+)
109
Melepas rindu (21+)
110
Hamil
111
Happy forever (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!