PRIA KAKU

"Ziva udah gak Sayang lagi sama Mommy," ucap Nyonya Mauren, dengan air mata buaya nya.

"Mom stop! Oke Ziva mau," ucap Ziva akhirnya mengalah.

"Terimakasih Sayang, kamu memang Putri mommy yang paling cantik dan baik hati," ucap Nyonya Mauren, tersembunyi lebar.

"Tentu saja, Ziva yang paling Cantik, karena Putri Mommy hanya Ziva," jawab Ziva, mendengus sebal.

Mereka semua tertawa, hanya Damian yang berwajah dingin dan datar.

Setelah semua sepakat dan Ziva sudah setuju untuk menikah dengan Damian, mereka akhirnya bernafas lega.

Makan malam itu berlanjut dengan obrolan detail mengenai persiapan pernikahan yang ternyata sudah hampir rampung di tangan kedua ibu mereka.

Ziva sendiri hanya bisa menusuk-nusuk steak di piringnya dengan perasaan dongkol, sesekali melemparkan tatapan tajam ke arah Damian yang duduk tepat di hadapannya.

Namun, Damian seolah memiliki perisai tak kasat mata, pria berwajah datar itu sama sekali tidak terpengaruh, justru dia terlihat sangat tenang, menyelesaikan makan malamnya dengan gerakan yang sangat rapi dan terkontrol, khas seorang pemimpin perusahaan besar.

"Oh iya, karena besok Ziva ada janji dengan teman-temannya, bagaimana kalau Damian yang menjemput Ziva?" usul Nyonya Diandra tiba-tiba, matanya berbinar licik.

"Setelah Ziva selesai dengan teman-temannya, Damian bisa langsung membawanya ke butik untuk fitting terakhir. Bukankah itu ide bagus, Mauren?" lanjut Nyonya Diandra, mengedipkan sebelah matanya pada calon besan nya.

"Ide cemerlang, Ra!" jawab Nyonya Mauren, mengangguk semangat.

"Ziva, kirimkan lokasi tempat kamu berkumpul besok pada Damian," ucap Nyonya Mauren, melihat ke Ziva.

Ziva nyaris tersedak air mineral yang sedang diminumnya.

"Mom! Aku bisa pergi sendiri!" jawab Ziva, menolak.

"Tidak ada bantahan, Ziva, ini kesempatan kalian untuk saling mengenal lebih dekat sebelum minggu depan, kalian menikah!"ucap Tuan Justin tegas.

Damian akhirnya mendongak, menatap Ziva dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kirim lokasinya padaku sebelum jam dua siang," ucap Damian singkat, suaranya terdengar seperti sebuah perintah daripada permintaan.

"Jangan memerintah ku," gumam Ziva pelan.

Damian sebenarnya mendengar gumaman Ziva, hanya saja dia tidak perduli.

Setelah acara makan malam yang terasa seperti sidang eksekusi bagi Ziva itu berakhir, kedua keluarga tersebut berjalan menuju lobi restoran.

Udara malam Negara J yang dingin menusuk kulit, namun tidak sedingin suasana hati Ziva saat ini.

"Damian, antar Ziva pulang ya, mobil Daddy biar dibawa supir," ucap Tuan Justin dengan nada yang tidak menerima penolakan.

"Dad! Ziva bawa mobil sendiri tadi dari rumah!" protes Ziva.

"Mobilmu biar dibawa pengawal pulang, sudah jangan membantah, kamu butuh waktu berdua dengan calon suamimu," sahut Nyonya Mauren, sambil mengedipkan sebelah matanya pada Nyonya Diandra.

Sungguh rasanya ingin berteriak sekencang mungkin, melihat kekompakan mommy nya dan calon ibu mertua nya, dalam menjerumus kan diri nya, ke lautan es Damian.

"Dada sayang, nikmati waktu berdua kalin, hitung-hitungan pacaran sebelum menikah," ucap Nyonya Mauren, tertawa cekikikan.

Tanpa menunggu persetujuan Ziva, kedua orang tua itu segera masuk ke mobil masing-masing, meninggalkan Ziva dan Damian berdiri mematung di depan lobi.

"Mommy," batin Ziva, menjerit geram.

Hanya suara bising kendaraan di kejauhan yang mengisi kekosongan di antara mereka.

Damian berdiri dengan tangan di dalam saku celananya, menatap lurus ke depan seolah Ziva adalah benda mati di sampingnya.

"Masuk," ucap Damian pendek sambil melangkah menuju mobil Ferrari hitam miliknya yang baru saja tiba di depan lobi.

"Kamu itu tidak punya kata-kata lain selain perintah ya?" ucap Ziva menghentakkan kakinya kesal.

Damian menghentikan langkahnya, menoleh sedikit.

"Aku tidak punya banyak waktu untuk berdebat, masuk, atau aku tinggalkan kamu di sini," jawab Damian, masuk ke dalam mobil nya.

Ziva mendengus kasar namun tetap mengikuti langkah pria itu, dia masuk ke kursi penumpang dengan gerakan yang sengaja dibuat kasar untuk menunjukkan protesnya.

Saat masuk mobil calon suami nya itu, Ziva langsung di sambut dengan aroma maskulin yang elegan campuran kayu cendana dan sedikit aroma tembakau mahal langsung menyeruak di dalam mobil Damian yang sangat bersih dan rapi.

Selama sepuluh menit pertama, tidak ada yang bicara, Damian mengemudi dengan sangat fokus, tangannya yang kokoh memegang kemudi dengan santai namun mantap.

Sementara Ziva memilih untuk membuang muka, menatap lampu-lampu kota yang berlarian di jendela.

"Kenapa kamu setuju?" tanya Ziva tiba-tiba, memecah keheningan.

"Karena aku tidak suka membuang waktu untuk urusan yang tidak produktif," jawab Damian tidak menoleh.

"Menikah dengan orang asing itu kamu bilang produktif?" tanya Ziva menoleh, menatap wajah Damian dari samping yang terlihat sempurna namun kaku seperti patung.

"Menikah adalah kontrak sosial dan bisnis yang harus dipenuhi dalam keluarga kita. Selama kamu tidak mengganggu privasiku dan tetap melakukan tugasmu, aku tidak masalah," jawab Damian datar, suaranya sedingin es.

"Kontrak? Luar biasa! Jadi aku hanya sekadar koleksi baru di daftar asetmu?" tanya Ziva tertawa hambar.

Cittt

Damian menghentikan mobilnya tepat saat lampu merah, lalu dia menoleh perlahan, menatap mata Ziva dengan intens, yang membuat gadis itu menahan napas sejenak.

"Dengar, Nona Desainer, aku tidak pernah punya waktu untuk drama percintaan, orang tuaku menginginkan pernikahan ini, dan orang tuamu juga sama, anggap saja ini kerja sama yang saling menguntungkan," ucap Damian, tidak ada manis-manis nya sedikit pun.

"Menguntungkan bagi siapa? Aku punya kehidupan di Negara K!" ucap Ziva, geram.

"Dan sekarang kehidupanmu ada di sini," jawab Damian cepat saat lampu berubah hijau.

"Jangan bertingkah seperti anak kecil yang kehilangan mainannya, kamu sudah dewasa, Ziva Putri Willson," ucap Damian, kembali fokus mengemudi.

Mendengar ucapan Damian, membuat Ziva semakin geram, dia mengepalkan tangannya di atas pangkuan nya, pria ini benar-benar kanebo kering, tidak ada empati, tidak ada kehangatan dalam tutur kata nya.

Bagaimana bisa dia harus menghabiskan sisa hidupnya dengan pria yang menganggap pernikahan sebagai transaksi bisnis?

"Sial! Kehidupan tenang ku benar-benar akan berakhir," batin Ziva, berteriak frustasi.

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, mobil mewah itu berhenti di depan gerbang megah mansion keluarga Willson.

"Turun!" perintah Damian tanpa menoleh.

"Terima kasih atas tumpangannya, Tuan Es yang tidak sopan," ucap Ziva ketus sambil membuka pintu mobil.

Baru saja Ziva hendak keluar, suara Damian kembali terdengar.

"Ingat! Besok jam dua siang, jangan membuatku menunggu, karena aku sangat membenci orang yang tidak tepat waktu," ucap Damian, datar.

"Jangan berharap banyak!" jawab Ziva keluar dan membanting pintu mobil dengan keras.

BRAK

Damian memperhatikan punggung Ziva yang menjauh masuk ke dalam rumah dengan menghentak-hentakkan kaki nya.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasa sedikit terusik oleh kehadiran seorang wanita, karena biasanya, wanita yang mendekatinya akan selalu bersikap manis dan penuh kepura-puraan demi mendapatkan perhatiannya. Namun gadis ini, dia terang-terangan menunjukkan kebenciannya.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

Jangan mau ditindas Damian yang menganggap pernikahan hanya sebuah kontrak bisnis

2026-08-24

0

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

sok lah tar siapa yang jatuh cintrong duluan.🤭🤭

2026-02-25

1

Nana Colen

Nana Colen

aaaah kenapa sih didunia novel itu selalu perjodohan orang kayaa 😓

2026-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 PERTEMUAN PERTAMA
2 NEGARA J
3 DINER
4 PERJODOHAN
5 PRIA KAKU
6 DAMIAN ALEXANDER
7 TEMU KANGEN
8 MENJEMPUT ZIVA
9 CURHAT
10 GENGSI
11 FITTING BAJU PENGANTIN
12 SI MULUT LEMES
13 SALAM DARI ZIVA
14 KEPIKIRAN
15 PAKET DARI DAMIAN
16 SALAH TINGKAH
17 MIRIP
18 TETEP KETEMU
19 PERJANJIAN PRA NIKAH
20 MENGAMBIL HATI CAMER
21 MASALAH Z-STAYLE
22 TELUR GULUNG DATE
23 MENGGODA ZIVA
24 CURHAT
25 ABANG ZIVA
26 RENCANA DUO WILSON
27 PROTEKTIF
28 MERTUA IDAMAN
29 MENGURAS HARTA DAMIAN
30 TERPESONA
31 MENGUSIR PENGANGGU
32 CIUMAN TAK TERDUGA
33 NGEGOSIP
34 RENCANA SABOTASE
35 RENCANA CIWIK²
36 KEBEBASAN SESAAT
37 BRIDAL SHOWER
38 SAH
39 PERNIKAHAN
40 MALAM PENGANTIN
41 DEKAPAN SUAMI
42 CEROBOH
43 KEPANASAN
44 GUNCANGAN HEBAT
45 NEGARA K
46 PERDEBATAN KECIL
47 PERHATIAN
48 PERATURAN BARU
49 NYICIL-NYICIL
50 NOMOR ASING
51 SARAPAN BERSAMA
52 HADIAH UNTUK PENGGANGGU
53 KARANGAN BUNGA
54 DIPUKUL MUNDUR
55 MEETING
56 KONSEP BRILIAN
57 SALAH CARI LAWAN
58 FASHION SHOW
59 DUKUNGAN KELUARGA
60 PENYATUAN
61 PAGI YANG CANGGUNG
62 SANGAT PAS
63 HADIAH TERINDAH
64 TRENDING TOPIK
65 MENGINGKARI JANJI
66 TIDAK BISA DITUNDA
67 GOSIP YANG TERGANGGU
68 MAWAR BIRU ZIVA
69 PERSAMAAN YANG SAMA
70 KEMBALI KE NEGARA J
71 BERKUMPUL
72 DIAM-DIAM SUKA
73 RUANG RAHASIA
74 KEPINGAN MASA LALU
75 PESTA
76 WILSON FAMILY
77 KAPAL PASIAR
78 DUNIA MILIK BERDUA (END)
79 BONCHAP I
80 BONCHAP II
81 KARYA BARU (PELINDUNG DARAH ABADI)
82 MASUK SAYANGG
83 YUK MASUK (KARYA BARU)
84 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
85 KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)
Episodes

Updated 85 Episodes

1
PERTEMUAN PERTAMA
2
NEGARA J
3
DINER
4
PERJODOHAN
5
PRIA KAKU
6
DAMIAN ALEXANDER
7
TEMU KANGEN
8
MENJEMPUT ZIVA
9
CURHAT
10
GENGSI
11
FITTING BAJU PENGANTIN
12
SI MULUT LEMES
13
SALAM DARI ZIVA
14
KEPIKIRAN
15
PAKET DARI DAMIAN
16
SALAH TINGKAH
17
MIRIP
18
TETEP KETEMU
19
PERJANJIAN PRA NIKAH
20
MENGAMBIL HATI CAMER
21
MASALAH Z-STAYLE
22
TELUR GULUNG DATE
23
MENGGODA ZIVA
24
CURHAT
25
ABANG ZIVA
26
RENCANA DUO WILSON
27
PROTEKTIF
28
MERTUA IDAMAN
29
MENGURAS HARTA DAMIAN
30
TERPESONA
31
MENGUSIR PENGANGGU
32
CIUMAN TAK TERDUGA
33
NGEGOSIP
34
RENCANA SABOTASE
35
RENCANA CIWIK²
36
KEBEBASAN SESAAT
37
BRIDAL SHOWER
38
SAH
39
PERNIKAHAN
40
MALAM PENGANTIN
41
DEKAPAN SUAMI
42
CEROBOH
43
KEPANASAN
44
GUNCANGAN HEBAT
45
NEGARA K
46
PERDEBATAN KECIL
47
PERHATIAN
48
PERATURAN BARU
49
NYICIL-NYICIL
50
NOMOR ASING
51
SARAPAN BERSAMA
52
HADIAH UNTUK PENGGANGGU
53
KARANGAN BUNGA
54
DIPUKUL MUNDUR
55
MEETING
56
KONSEP BRILIAN
57
SALAH CARI LAWAN
58
FASHION SHOW
59
DUKUNGAN KELUARGA
60
PENYATUAN
61
PAGI YANG CANGGUNG
62
SANGAT PAS
63
HADIAH TERINDAH
64
TRENDING TOPIK
65
MENGINGKARI JANJI
66
TIDAK BISA DITUNDA
67
GOSIP YANG TERGANGGU
68
MAWAR BIRU ZIVA
69
PERSAMAAN YANG SAMA
70
KEMBALI KE NEGARA J
71
BERKUMPUL
72
DIAM-DIAM SUKA
73
RUANG RAHASIA
74
KEPINGAN MASA LALU
75
PESTA
76
WILSON FAMILY
77
KAPAL PASIAR
78
DUNIA MILIK BERDUA (END)
79
BONCHAP I
80
BONCHAP II
81
KARYA BARU (PELINDUNG DARAH ABADI)
82
MASUK SAYANGG
83
YUK MASUK (KARYA BARU)
84
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
85
KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!