PANGGILAN PERTAMA ADIVA.

"Kamar kamu di ujung lorong ini. Jangan pernah berani menyentuh gagang pintu kamar saya, apalagi masuk ke dalamnya," ucap Adnan dingin sambil menunjuk sebuah pintu kayu ek di sudut lantai dua.

Nayla, yang masih mengenakan sisa-sisa riasan pengantin yang mulai luntur, mengerutkan kening. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil melipat tangan di dada. "Lho, kok pisah ranjang, Pak? Bukannya di film-film yang saya tonton, kalau udah sah itu biasanya tidur satu kasur? Kan saya ini statusnya pengganti istri Anda."

Wajah Adnan seketika berubah merah padam. Matanya berkilat penuh amarah yang meluap-luap. Ia melangkah maju, memangkas jarak hingga Nayla bisa merasakan hawa dingin yang memancar dari tubuh pria itu.

"Dengar baik-baik, anak kecil," desis Adnan dengan suara rendah yang mengancam. "Tidak ada yang bisa menggantikan posisi istriku. Tidak ada! Terutama bocah tengil seperti kamu yang masuk ke sini hanya karena tebusan dosa. Jadi jangan pernah bermimpi, apalagi berpikir untuk menggantikannya di tempat tidur itu!"

Bukannya gemetar ketakutan karena bentakan sang suami, Nayla justru menegakkan punggungnya. Dengan gerakan super cepat, ia melakukan posisi hormat bak tentara yang sedang melapor pada komandan.

"Siap, Bos! Laksanakan!" seru Nayla lantang.

Adnan baru saja hendak berbalik pergi saat Nayla memajukan tubuhnya. Gadis itu meletakkan kedua telapak tangannya di sisi mulut, seolah sedang membisikkan rahasia negara yang sangat krusial.

"Berarti... drama 'Istri Pengganti' ini nggak pakai adegan ranjang ya, Pak? Wah, alhamdulillah. Saya juga belum siap kalau harus gulat di kasur sama Bapak. Takutnya refleks saya keluar, terus Bapak saya banting sampai encok. Kan kasihan perusahaan kalau CEO-nya pakai kursi roda," bisik Nayla dengan kedipan mata yang sangat menyebalkan.

Adnan menepuk keningnya sendiri dengan keras. Ia tidak tahu apakah harus berteriak atau marah menghadapi makhluk di depannya ini. Tanpa sepatah kata pun, Adnan masuk ke kamarnya dan membanting pintu sekuat tenaga hingga pigura di dinding lorong bergetar.

BRAAAKKK!

"Galak banget sih, Es Balok! Awas ya kalau nanti kedinginan nyariin selimut hidup!" teriak Nayla ke arah pintu yang tertutup rapat. Ia kemudian melenggang masuk ke kamarnya sendiri dengan langkah santai, mengabaikan fakta bahwa ia baru saja resmi menjadi istri seorang duda pemarah.

Keesokan paginya, suasana di meja makan terasa sangat canggung. Adnan duduk dengan kemeja rapi, sementara Adiva kecil duduk diam di sampingnya, hanya mengaduk-aduk sereal tanpa nafsu makan. Nayla turun dengan seragam SMA-nya yang dikeluarkan, tas yang dicangklong satu bahu, dan kerudung yang dipasang agak asal.

"Pak, saya mau protes," buka Nayla tanpa basa-basi sambil menggebrak meja makan pelan.

Adnan tidak mendongak dari tabletnya. "Apa lagi?"

"Rumah Bapak ini jauh banget dari sekolah saya. Kalau saya harus bolak-balik naik angkot, bisa-bisa saya telat dan dihukum lari keliling lapangan. Reputasi saya sebagai juara umum bisa hancur," keluh Nayla.

"Saya sudah siapkan supir dan mobil untuk mengantarmu," jawab Adnan datar.

"Nggak mau! Bapak mau bikin saya jadi bahan gosip satu sekolah? 'Seorang siswi beasiswa diantar mobil mewah oleh om-om'? Nggak, makasih," tolak Nayla mentah-mentah. "Pokoknya saya minta dibelikan motor besar. Ninja kalau bisa, biar kalau saya telat, saya bisa ngebut kayak di sirkuit."

Adnan akhirnya mendongak, menatap Nayla dengan tatapan tidak percaya. "Motor besar? Kamu itu perempuan, Nayla."

"Ancaman saya cuma satu, Pak," Nayla mencondongkan tubuhnya ke meja makan. "Belikan motor, atau saya angkat kaki sekarang juga kembali ke rumah Ayah yang dekat sekolah. Urus aja anak Bapak sendiri."

Adnan menghela napas panjang, memijat pangkal hidungnya. "Dion," panggilnya pada sang asisten yang berdiri tak jauh dari sana. "Belikan dia motor. Hari ini juga."

Nayla bersorak girang. "Gitu dong! Makin ganteng deh Bapak kalau nggak pelit."

Tanpa rasa malu, Nayla duduk di kursi dan langsung menyambar sepotong ayam goreng. Bukannya menggunakan sendok dan garpu perak seperti Adnan dan Adiva, Nayla justru mengangkat satu kakinya ke atas kursi gaya preman warteg sejati. Dan Ia mulai makan menggunakan tangan kosong tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

"Nayla! Kamu tidak malu dilihat Adiva?" tegur Adnan, wajahnya menunjukkan ekspresi jijik sekaligus heran.

Nayla berhenti mengunyah, mulutnya penuh dengan nasi. Ia menoleh ke arah Adiva yang sedang menatapnya dengan mata bulat yang lebar. Nayla menelan makanannya dengan susah payah, lalu menyapa bocah itu.

"Hai, Diva! Kenalin, namaku Nayla. Mulai sekarang, kamu panggil aku Kakak Nay aja ya. Biar kita kayak bestie," ujar Nayla ramah sambil melambaikan tangannya yang berminyak.

"Kakak?" Adnan menyela dengan nada protes yang tajam. "Aku menikahi kamu bukan untuk jadi kakak Adiva. Kamu di sini untuk menjadi pengganti ibunya, setidaknya di depan umum."

Nayla memutar bola matanya. "Ooh, kalau gitu panggil aku 'Momy' aja ya, Diva? Biar keren kayak di sinetron-sinetron ibu kota."

Adnan mendengus sinis. "Momy? Apakah kamu pikir orang desa sepertimu pantas dipanggil Momy?"

Nayla mendecak kesal. "Hadeh, ribet banget sih Bapak ini. Ya udah, panggil 'Umi' aja deh. Lebih religius dan adem di kuping."

"Umi?" Adnan kembali menaikkan alisnya, tampak tidak setuju.

"Salah lagi? Oke, oke... gimana kalau 'Myma'?" Nayla menjentikkan jarinya yang masih belepotan sambal. "Perpaduan Umi dan Mama. Modern tapi tetap ada unsur syari-nya. Keren kan, Diva? Myma. Sounds like a superhero name, right?"

Adnan memukul meja dengan tangannya. "Cukup, Nayla! Jangan ajarkan Adiva hal-hal yang tidak masuk akal. Dia sedang dalam masa terapi, jangan bebani dia dengan panggilan konyol buatanmu!"

Nayla yang tadinya ingin bercanda, tiba-tiba merasa panas hati. Ia bangkit dari kursinya, membawa tas sekolahnya dengan kasar. "Ya udah kalau nggak boleh semua! Panggil aja 'Ibu Tiri' sekalian biar kayak di dongeng Cinderella yang jahat itu! Capek saya ngomong sama Es Balok!"

Nayla berbalik, hendak melangkah keluar dengan perasaan dongkol. Namun, baru tiga langkah ia berjalan, sebuah suara kecil yang sangat tipis dan serak terdengar dari arah meja makan.

"...My...ma..."

Langkah Nayla terhenti seketika. Tubuhnya membeku. Di sisi lain, Adnan hampir menjatuhkan tablet yang dipegangnya. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat.

Adnan menoleh perlahan ke arah putrinya. Adiva masih menunduk, tangannya meremas pinggiran taplak meja, namun bibirnya bergerak pelan sekali lagi.

"My...ma..."

Nayla berbalik dengan mata yang berkaca-kaca, namun bibirnya tetap menyunggingkan senyum tengil andalannya. Ia melihat Adiva sedang menatapnya dengan tatapan penuh harap. Satu kata itu adalah suara pertama yang keluar dari mulut Adiva setelah satu tahun membisu total.

"Dengar itu, Pak Es?" Nayla menunjuk ke arah Adiva dengan jempolnya, sementara air matanya mulai luruh tanpa bisa dicegah. "Anak Bapak lebih pintar milih panggilan daripada bapaknya yang CEO tapi otaknya kaku. Score satu kosong buat Nayla!"

Adnan terdiam seribu bahasa. Kebencian di matanya sesaat luntur, digantikan oleh rasa haru yang luar biasa hebat. Ia menatap Nayla dengan tatapan yang sulit diartikan—antara rasa terima kasih dan keheranan bagaimana gadis "preman" ini bisa melakukan hal yang gagal dilakukan oleh puluhan dokter spesialis.

Jangan lupa beri dukungan untuk Author Ya guys.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Eleeh sekarang aja NGOMONG kayak gitu, Hujung2 nya kamu yg akan curi start.. KITA TUNGGU DAN LIHAT nantinya..🤔🤔

2026-04-16

0

Sri Endang

Sri Endang

aku suka cerita nya. Aman deh, punya Ibu sambung model begini. Pasti Sayang Ank sambung nya. gk Munafik. 👍👍😍😍

2026-04-10

0

Kamiem sag

Kamiem sag

Allohu Akbar...
aku sempat bayangin betapa menderitanya Nay dirumah barunya....
ternyata yg pusing malah pak duda

2026-03-29

0

lihat semua
Episodes
1 BATER NYAWA DIATAS KERTAS.
2 AKAD NIKAH.
3 PANGGILAN PERTAMA ADIVA.
4 HARU, CEMBURU JADI SATU.
5 TAWURAN.
6 INSIDEN MAKAN MALAM.
7 TERBONGKARNYA RAHASIA
8 SINGA KECIL SAKIT..
9 BOCAH TENGIL
10 RUMAH SINGGAH MYMA
11 KECEMBURUAN ADIVA
12 RAHASIA DIBALIK VAN HITAM..
13 SANDIWARA YANG DRAMATIS.
14 MALAM YANG MENEGANGKAN.
15 ANCAMAN DI UJIAN AKHIR.
16 TOM AND JERRY
17 TERBAKAR CEMBURU.
18 NAYLA JATUH KEJURANG.
19 RAHASIA BERDARAH
20 KETENGILLAN SINGA KECIL.
21 MILIK NAYLA
22 PENGHIANAT SESUNGGUHNYA.
23 INSIDEN DIHARI KELULUSAN.
24 RAHASIA PENARGETAN NAYLA.
25 ISTRI BARBAR.
26 ISTRI GALAK.
27 KEJUTAN UNTUK ADNAN.
28 KEJAR-KEJARAN DI SAMUDRA
29 PENYESALAN ADNAN.
30 PELAJARAN DARI PUNCAK
31 WEJANGAN DARI KAKEK.
32 PELURU UNTUK SANG IMAM.
33 AMARAH SANG NAGA.
34 RATU MANJA.
35 SYUKURAN.
36 BODYGUARD CANTIK BERMOTOR SPORT
37 SEKRETARIS EKSKLUSIF
38 MISI TERHALANG SI KECIL
39 MISI RAHASIA
40 MELAKSANAKAN MISI DI MALADEWA
41 RAYUAN MAUT SANG ES BALOK
42 PECAHNYA BELENGGU HUTANG BUDI
43 PAHLAWAN BERHELM MERAH.
44 DARAH DI RUMAH SINGGAH
45 DARAH YANG SAMA
46 MAK COMBLANG TENGIL
47 KEJUTAN DARI DION.
48 KEPANIKAN NAYLA.
49 KECEBONG TOPCER.
50 RUMAH BARU.
51 PAGI YANG MEMBARA.
52 TERJEBAK MINUMAN JAHE
53 AIR MATA PENYESALAN.
54 TEMBOK PENYESALAN.
55 PENEBUSAN RASA BERSALAH.
56 SUJUD DI SEPERTIGA MALAM.
57 SINGA KRCIL YANG MANJA.
58 DILEMA KESETIAAN DAN KEHILANGAN.
59 PENEMBUSAN CINTA.
60 HUKUMAN CINTA..
61 DRAMA DI HARI KEPULANGAN
62 RAHASIA DIBALIK JERUJI
63 DETEKTIF BERAKSI.
64 JEBAKAN DI TAMAN ANGGREK.
65 PENDEKAR MAKBUN.
66 PERDEBATAN MENANTU V MERTUA.
67 PENGKHIANATAN.
68 MISI BARU DETEKTIF NAYLA.
69 SISI LAIN DARI SEBUAH PENGKHIANAT
70 JANJI DI BALIK BADAI.
71 SAHABAT LAMA.
72 PENANTIAN AKHIRNYA TERBAYAR.
73 HORMAT KEPADA OM JENDRAL
74 KEMENANGAN DI BALIK MONITOR
75 JIWA SANG PENOLONG
76 JANJI DI KAMPUNG KUMUH.
77 GARA-GARA KUMIS JENDRAL
78 DIPLOMASI NASI GORENG
79 PELETAKAN BATU HARAPAN.
80 Misi MEMBUJUK MAMA
81 STRATEGI JITU.
82 DEBURAN OMBAK MENGGELORA.
83 MENCAIRKAN ES BATU.
84 PESONA KELINCI TUA DAN RUBAH PUTIH
85 DRAMA PAGI.
86 DIPLOMASI PEMPEK KAPAL SELAM.
87 SELEBRITI DADAKAN
88 KESEDERHANAAN NAYLA.
89 PASUKAN BUNGA.
90 SENJATA PENDEKAR MAKBUN.
91 MISI BARU.
92 KEPULANGAN PAHLAWAN DESA.
93 PERSALINAN AJAIB
94 DRAMA PERJUANGAN MENYUSUI
95 NAMA KEDUA PANGERAN.
96 PERDEBATAN KECEBONG.
97 KEINGINAN IBU TRIPLETS
98 GALAU SANG CALON AYAH.
99 PENGORBANAN SANG CALON AYAH.
100 PENYESALAN DIRUANGAN STERIL
101 REUNI PASUKAN BUNGA
102 PELUKAN UNTUK ADIVA.
103 PESTA ULANG TAHUN ADIVA.
104 PERPISAHAN DI UJUNG SENJA.
105 PENYESALAN DI BALIK RUANG KENANGAN
106 ANTARA KEHILANGAN DAN KEAJAIBAN BARU
107 PANGGILAN DARI DUA ALAM
108 PULANG KE PELUKAN KENANGAN
109 KEMBALINYA SINGA KECIL YANG MANJA
110 TOGA DAN JANJI UNTUK AYAH.
111 PERESMIAN DAN PERJUANGAN TERAKHIR.
112 PELABUHAN TERAKHIR SANG PEJUANG HIJABKU.
113 NOVEL TERBARU RAMANDA.
114 NOVEL TERBARU RAMANDA
115 REKOMENDASI NOVEL TERBARU.
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BATER NYAWA DIATAS KERTAS.
2
AKAD NIKAH.
3
PANGGILAN PERTAMA ADIVA.
4
HARU, CEMBURU JADI SATU.
5
TAWURAN.
6
INSIDEN MAKAN MALAM.
7
TERBONGKARNYA RAHASIA
8
SINGA KECIL SAKIT..
9
BOCAH TENGIL
10
RUMAH SINGGAH MYMA
11
KECEMBURUAN ADIVA
12
RAHASIA DIBALIK VAN HITAM..
13
SANDIWARA YANG DRAMATIS.
14
MALAM YANG MENEGANGKAN.
15
ANCAMAN DI UJIAN AKHIR.
16
TOM AND JERRY
17
TERBAKAR CEMBURU.
18
NAYLA JATUH KEJURANG.
19
RAHASIA BERDARAH
20
KETENGILLAN SINGA KECIL.
21
MILIK NAYLA
22
PENGHIANAT SESUNGGUHNYA.
23
INSIDEN DIHARI KELULUSAN.
24
RAHASIA PENARGETAN NAYLA.
25
ISTRI BARBAR.
26
ISTRI GALAK.
27
KEJUTAN UNTUK ADNAN.
28
KEJAR-KEJARAN DI SAMUDRA
29
PENYESALAN ADNAN.
30
PELAJARAN DARI PUNCAK
31
WEJANGAN DARI KAKEK.
32
PELURU UNTUK SANG IMAM.
33
AMARAH SANG NAGA.
34
RATU MANJA.
35
SYUKURAN.
36
BODYGUARD CANTIK BERMOTOR SPORT
37
SEKRETARIS EKSKLUSIF
38
MISI TERHALANG SI KECIL
39
MISI RAHASIA
40
MELAKSANAKAN MISI DI MALADEWA
41
RAYUAN MAUT SANG ES BALOK
42
PECAHNYA BELENGGU HUTANG BUDI
43
PAHLAWAN BERHELM MERAH.
44
DARAH DI RUMAH SINGGAH
45
DARAH YANG SAMA
46
MAK COMBLANG TENGIL
47
KEJUTAN DARI DION.
48
KEPANIKAN NAYLA.
49
KECEBONG TOPCER.
50
RUMAH BARU.
51
PAGI YANG MEMBARA.
52
TERJEBAK MINUMAN JAHE
53
AIR MATA PENYESALAN.
54
TEMBOK PENYESALAN.
55
PENEBUSAN RASA BERSALAH.
56
SUJUD DI SEPERTIGA MALAM.
57
SINGA KRCIL YANG MANJA.
58
DILEMA KESETIAAN DAN KEHILANGAN.
59
PENEMBUSAN CINTA.
60
HUKUMAN CINTA..
61
DRAMA DI HARI KEPULANGAN
62
RAHASIA DIBALIK JERUJI
63
DETEKTIF BERAKSI.
64
JEBAKAN DI TAMAN ANGGREK.
65
PENDEKAR MAKBUN.
66
PERDEBATAN MENANTU V MERTUA.
67
PENGKHIANATAN.
68
MISI BARU DETEKTIF NAYLA.
69
SISI LAIN DARI SEBUAH PENGKHIANAT
70
JANJI DI BALIK BADAI.
71
SAHABAT LAMA.
72
PENANTIAN AKHIRNYA TERBAYAR.
73
HORMAT KEPADA OM JENDRAL
74
KEMENANGAN DI BALIK MONITOR
75
JIWA SANG PENOLONG
76
JANJI DI KAMPUNG KUMUH.
77
GARA-GARA KUMIS JENDRAL
78
DIPLOMASI NASI GORENG
79
PELETAKAN BATU HARAPAN.
80
Misi MEMBUJUK MAMA
81
STRATEGI JITU.
82
DEBURAN OMBAK MENGGELORA.
83
MENCAIRKAN ES BATU.
84
PESONA KELINCI TUA DAN RUBAH PUTIH
85
DRAMA PAGI.
86
DIPLOMASI PEMPEK KAPAL SELAM.
87
SELEBRITI DADAKAN
88
KESEDERHANAAN NAYLA.
89
PASUKAN BUNGA.
90
SENJATA PENDEKAR MAKBUN.
91
MISI BARU.
92
KEPULANGAN PAHLAWAN DESA.
93
PERSALINAN AJAIB
94
DRAMA PERJUANGAN MENYUSUI
95
NAMA KEDUA PANGERAN.
96
PERDEBATAN KECEBONG.
97
KEINGINAN IBU TRIPLETS
98
GALAU SANG CALON AYAH.
99
PENGORBANAN SANG CALON AYAH.
100
PENYESALAN DIRUANGAN STERIL
101
REUNI PASUKAN BUNGA
102
PELUKAN UNTUK ADIVA.
103
PESTA ULANG TAHUN ADIVA.
104
PERPISAHAN DI UJUNG SENJA.
105
PENYESALAN DI BALIK RUANG KENANGAN
106
ANTARA KEHILANGAN DAN KEAJAIBAN BARU
107
PANGGILAN DARI DUA ALAM
108
PULANG KE PELUKAN KENANGAN
109
KEMBALINYA SINGA KECIL YANG MANJA
110
TOGA DAN JANJI UNTUK AYAH.
111
PERESMIAN DAN PERJUANGAN TERAKHIR.
112
PELABUHAN TERAKHIR SANG PEJUANG HIJABKU.
113
NOVEL TERBARU RAMANDA.
114
NOVEL TERBARU RAMANDA
115
REKOMENDASI NOVEL TERBARU.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!