HARU, CEMBURU JADI SATU.

"Anan tidak bohong, Ma, Pa. Adiva benar-benar memanggilnya 'Myma' tadi pagi. Suaranya jelas, bukan sekadar gumaman," ucap Adnan dengan nada yang bergetar karena antusiasme yang jarang ia tunjukkan.

Hendra dan Hartati duduk tegak di sofa ruang tamu, menatap cucu mereka dengan mata berkaca-kaca. Adiva duduk di antara mereka, memeluk boneka kelinci usangnya erat-erat. Ruangan itu hening, hanya detak jam dinding yang mengisi kekosongan.

"Diva sayang, ini Oma. Coba bilang lagi nak, panggil Mama atau Oma juga boleh," bujuk Hartati dengan suara lembut yang memohon.

Adiva hanya menunduk. Ia memainkan telinga bonekanya, bibirnya terkatup rapat seolah terkunci oleh gembok tak kasat mata. Sepuluh menit berlalu, kemudian tiga puluh menit, namun tidak ada satu patah kata pun yang keluar. Harapan yang tadi membubung tinggi di dada Adnan perlahan merosot, berganti dengan rasa sesak yang familiar.

"Mungkin kamu salah dengar, Adnan. Mungkin itu hanya halusinasi karena kamu terlalu ingin dia sembuh," keluh Hendra sambil menghela napas berat, bahunya merosot kecewa.

"Aku tidak salah dengar, Pa! Aku berani sumpah!" sergah Adnan frustrasi.

Tepat saat suasana sedang mendung, pintu depan terbuka dengan kasar. Suara decit sepatu basah di atas lantai marmer terdengar nyaring. Nayla masuk dengan penampilan yang membuat Hartati hampir pingsan di tempat. Jilbab putihnya berubah warna menjadi abu-abu kecokelatan, seragamnya penuh bercak lumpur, dan kaos kakinya basah kuyup.

"Assalamualaikum! Duh, licin banget itu lapangan, hampir aja gue cetak gol salto kalau nggak kepeleset," seru Nayla sambil mengibas-ngibaskan roknya yang kotor.

Adnan berdiri, wajahnya mengeras. "Nayla! Apa-apaan penampilanmu ini? Kamu dari sekolah atau dari sawah?"

Nayla mendongak, menyadari ada mertuanya di sana. Ia nyengir tanpa beban. "Eh, ada Opa sama Oma. Maaf ya penampilannya agak estetik begini. Tadi habis main bola di lapangan belakang sekolah, kebetulan ada kubangan sisa hujan semalam. Seru banget, Pak!"

"Main bola di kubangan? Kamu itu istri seorang pengusaha, Nayla! Wanita tidak pantas bermain bola seperti preman pasar!" bentak Adnan, suaranya menggelegar di ruangan itu.

Nayla baru saja hendak membalas dengan kalimat tengilnya saat sebuah tarikan kecil terasa di ujung roknya yang berlumpur. Adiva sudah berdiri di sampingnya, mengabaikan kotoran yang menempel di baju Nayla.

"My...ma... jangan... marah..." bisik Adiva. Suaranya kecil, namun di ruangan sesunyi itu, bunyinya seperti ledakan meriam.

Adnan tertegun. Kata-kata marahnya tertelan kembali di tenggorokan. Hendra dan Hartati saling berpandangan dengan mulut terbuka. Mereka melihat cucu mereka yang selama setahun ini seperti patung, kini berani bersuara hanya untuk membela gadis dekil di depan mereka.

"Dengar kan? Anak Bapak aja nggak masalah aku kotor, kenapa Bapak yang sewot?" Nayla menjulurkan lidahnya pada Adnan, lalu mengusap puncak kepala Adiva. "Bentar ya, Diva sayang. Myma mau mandi dulu, bau matahari ini."

Nayla melangkah menuju tangga. Adiva tidak kembali ke sofa, ia justru berjalan membuntuti Nayla dengan langkah kecilnya.

"Adiva, jangan ikut! Baju Myma kotor, nanti bajumu kena lumpur semua," cegat Adnan sambil mencoba memegang bahu putrinya.

Adiva menggeleng kuat. Ia menepis tangan ayahnya dan tetap mengikuti Nayla ke lantai atas. Adnan hanya bisa mematung di kaki tangga, menatap punggung istri kecilnya dan putrinya yang perlahan menghilang di balik pintu kamar.

Satu jam kemudian, rasa penasaran mendorong Adnan untuk mengecek ke kamar Nayla. Ia berdiri di ambang pintu yang sedikit terbuka. Di dalam, ia melihat pemandangan yang membuat dadanya terasa seperti dipukul benda tumpul. Nayla sudah berganti mukena bersih, begitu juga dengan Adiva yang memakai mukena kecil bermotif bunga.

Nayla duduk bersila di atas sajadah, membimbing tangan kecil Adiva menunjuk huruf-huruf di atas buku Iqra.

"A... Ba... Ta... Pinter. Lagi, Diva. Sa... Ja..." suara Nayla terdengar lembut, jauh dari nada tengil yang biasanya ia gunakan.

Adnan masuk ke dalam kamar, membuat Nayla menoleh. "Apa yang kau ajarkan pada anakku, Nayla?"

Nayla menutup buku Iqra itu perlahan. "Ya ngajarin ngaji, Pak. Emangnya Bapak nggak pernah ngajarin?"

Adnan terdiam. Ia membuang muka. Sejak istrinya meninggal, ia merasa Tuhan tidak adil padanya. Ia berhenti menginjakkan kaki di masjid, apalagi menyentuh sajadah. Baginya, ibadah adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan.

"Pak Adnan," panggil Nayla pelan. "Kata guru ngaji saya dulu, kalau mau masuk surga dan ketemu orang yang kita sayang lagi di sana, kita harus rajin sholat, ngaji, dan banyakin buat baik. Kalau Bapak cuma marah-marah terus, emang Bapak nggak mau ketemu almarhumah istri Bapak di surga nanti?"

Kalimat itu menghantam ulu hati Adnan sekali lagi. Ia merasa seperti ditampar oleh seorang remaja yang umurnya bahkan belum genap dua puluh tahun. Tanpa sepatah kata pun, Adnan berbalik dan keluar dari kamar, menutup pintu dengan pelan agar mereka tidak melihat matanya yang mulai memanas.

Malam itu, Adiva menolak untuk kembali ke kamarnya. Ia meringkuk di samping Nayla, memeluk pinggang "Myma"-nya hingga terlelap. Tengah malam, Adnan masuk bermaksud memindahkan Adiva, namun langkahnya terhenti. Di bawah temaram lampu tidur, ia melihat Adiva tidur dengan raut wajah paling tenang yang pernah ia lihat dalam setahun terakhir. Tangan kecilnya memeluk erat lengan Nayla.

Ada perasaan aneh yang bergejolak di hati Adnan. Haru, cemburu, dan rasa hangat yang perlahan mencairkan es di hatinya.

---

Keesokan paginya, Adnan turun ke ruang makan dan melihat Nayla sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Gadis itu sedang menyuapi Adiva dengan telaten. Adiva sesekali tertawa kecil saat Nayla membuat gerakan pesawat dengan sendoknya.

"Diva, ini sarapan untukmu. Papa sudah buatkan roti gandum," ucap Adnan sambil meletakkan piring di depan putrinya.

Adiva hanya melirik sekilas, lalu kembali membuka mulutnya untuk menerima suapan nasi goreng dari tangan Nayla, dan mengabaikan Adnan

Adnan merasa ada sesuatu yang retak di hatinya. Cemburu. Ia merasa seperti orang asing di rumahnya sendiri. Ia berdehem keras untuk menutupi kecanggungannya. "Ini, kunci kendaraanmu. Sudah ada di depan," ucap Adnan sambil melempar sebuah kunci dengan gantungan logo otomotif ternama ke atas meja.

Mata Nayla berbinar. "Wah! Ninja ya? Atau moge yang suaranya brom-brom itu?"

"Lihat saja sendiri," sahut Adnan singkat sambil melanjutkan makannya.

Nayla menghabiskan suapan terakhirnya dan berlari ke luar rumah dengan semangat berapi-api. Bayangannya adalah sebuah motor sport hitam yang gagah, yang akan membuatnya menjadi ratu di sekolah. Namun, begitu kakinya menginjak halaman, langkahnya terhenti. Mulutnya menganga.

Di depan matanya, terparkir sebuah motor bebek model lama dengan keranjang di bagian depan, dan yang paling parah, warnanya pink menyala dengan stiker bunga-bunga.

"ADNAAANNN!!!" teriak Nayla hingga burung-burung di pohon beterbangan. "Dasar balok es pelit! Gue nggak mau naik motor bencong kayak gini!"

Adnan muncul di ambang pintu dengan tangan bersedekap di dada, sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk senyum kemenangan yang sangat tipis. "Kenapa? Kamu kan wanita, Nayla. Bukankah wanita suka warna pink? Itu motor paling aman dan sopan untuk seorang istri."

Nayla menghampiri Adnan dengan wajah memerah karena marah. "Mana ada petarung MMA naik motor keranjang begini! Bapak sengaja ya mau bikin saya malu di sekolah?"

"Ooh tadi kamu panggil aku apa tadi? Dan ya, itu motor yang cocok untukmu agar kamu tidak bisa kebut-kebutan atau main bola lagi," balas Adnan telak.

Nayla mendengus keras. Nafasnya naik turun. Ia membanting kunci motor itu ke lantai. "Huh! Daripada naik motor bencong itu, mending saya naik angkot! Simpan saja motor itu buat Bapak pergi ke kantor!"

Nayla berbalik dan berjalan cepat menuju gerbang dengan langkah menghentak-hentak. Adnan memperhatikan punggung istrinya yang keras kepala itu hingga menghilang di tikungan jalan. Ia tidak marah, justru ada rasa geli yang merayap di hatinya.

"Dion," panggil Adnan pada asistennya yang sejak tadi menahan tawa.

"Iya, Pak?"

"Tarik motor itu. Ganti dengan motor yang dia mau. Tapi pastikan mesinnya sudah dibatasi kecepatannya," perintah Adnan sambil berbalik masuk ke rumah, merasa bahwa hari ini mungkin tidak akan seburuk biasanya.

Terpopuler

Comments

Tamirah

Tamirah

Punya suami model om om yg gak tahu selera istri nya bar bar tapi punya hati yg lembut dan menyukai Anak kecil. Adnan jadi penasaran dgn sikap istri kecilnya lanjut Thor.

2026-05-24

0

syh 03

syh 03

serasa punya anak gadis 2 si adnan yg sulung bar bar ga ketulungan 😆😆

2026-04-13

0

Memyr 67

Memyr 67

𝗆𝖾𝗌𝗂𝗇 𝗆𝗈𝗍𝗈𝗋 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗍𝖺𝗌𝗂? 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗇𝖺𝗒𝗅𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗍𝖺𝗎? 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝗀𝖺𝗆𝗎𝗄 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝗈𝖼𝗂𝗅

2026-05-01

0

lihat semua
Episodes
1 BATER NYAWA DIATAS KERTAS.
2 AKAD NIKAH.
3 PANGGILAN PERTAMA ADIVA.
4 HARU, CEMBURU JADI SATU.
5 TAWURAN.
6 INSIDEN MAKAN MALAM.
7 TERBONGKARNYA RAHASIA
8 SINGA KECIL SAKIT..
9 BOCAH TENGIL
10 RUMAH SINGGAH MYMA
11 KECEMBURUAN ADIVA
12 RAHASIA DIBALIK VAN HITAM..
13 SANDIWARA YANG DRAMATIS.
14 MALAM YANG MENEGANGKAN.
15 ANCAMAN DI UJIAN AKHIR.
16 TOM AND JERRY
17 TERBAKAR CEMBURU.
18 NAYLA JATUH KEJURANG.
19 RAHASIA BERDARAH
20 KETENGILLAN SINGA KECIL.
21 MILIK NAYLA
22 PENGHIANAT SESUNGGUHNYA.
23 INSIDEN DIHARI KELULUSAN.
24 RAHASIA PENARGETAN NAYLA.
25 ISTRI BARBAR.
26 ISTRI GALAK.
27 KEJUTAN UNTUK ADNAN.
28 KEJAR-KEJARAN DI SAMUDRA
29 PENYESALAN ADNAN.
30 PELAJARAN DARI PUNCAK
31 WEJANGAN DARI KAKEK.
32 PELURU UNTUK SANG IMAM.
33 AMARAH SANG NAGA.
34 RATU MANJA.
35 SYUKURAN.
36 BODYGUARD CANTIK BERMOTOR SPORT
37 SEKRETARIS EKSKLUSIF
38 MISI TERHALANG SI KECIL
39 MISI RAHASIA
40 MELAKSANAKAN MISI DI MALADEWA
41 RAYUAN MAUT SANG ES BALOK
42 PECAHNYA BELENGGU HUTANG BUDI
43 PAHLAWAN BERHELM MERAH.
44 DARAH DI RUMAH SINGGAH
45 DARAH YANG SAMA
46 MAK COMBLANG TENGIL
47 KEJUTAN DARI DION.
48 KEPANIKAN NAYLA.
49 KECEBONG TOPCER.
50 RUMAH BARU.
51 PAGI YANG MEMBARA.
52 TERJEBAK MINUMAN JAHE
53 AIR MATA PENYESALAN.
54 TEMBOK PENYESALAN.
55 PENEBUSAN RASA BERSALAH.
56 SUJUD DI SEPERTIGA MALAM.
57 SINGA KRCIL YANG MANJA.
58 DILEMA KESETIAAN DAN KEHILANGAN.
59 PENEMBUSAN CINTA.
60 HUKUMAN CINTA..
61 DRAMA DI HARI KEPULANGAN
62 RAHASIA DIBALIK JERUJI
63 DETEKTIF BERAKSI.
64 JEBAKAN DI TAMAN ANGGREK.
65 PENDEKAR MAKBUN.
66 PERDEBATAN MENANTU V MERTUA.
67 PENGKHIANATAN.
68 MISI BARU DETEKTIF NAYLA.
69 SISI LAIN DARI SEBUAH PENGKHIANAT
70 JANJI DI BALIK BADAI.
71 SAHABAT LAMA.
72 PENANTIAN AKHIRNYA TERBAYAR.
73 HORMAT KEPADA OM JENDRAL
74 KEMENANGAN DI BALIK MONITOR
75 JIWA SANG PENOLONG
76 JANJI DI KAMPUNG KUMUH.
77 GARA-GARA KUMIS JENDRAL
78 DIPLOMASI NASI GORENG
79 PELETAKAN BATU HARAPAN.
80 Misi MEMBUJUK MAMA
81 STRATEGI JITU.
82 DEBURAN OMBAK MENGGELORA.
83 MENCAIRKAN ES BATU.
84 PESONA KELINCI TUA DAN RUBAH PUTIH
85 DRAMA PAGI.
86 DIPLOMASI PEMPEK KAPAL SELAM.
87 SELEBRITI DADAKAN
88 KESEDERHANAAN NAYLA.
89 PASUKAN BUNGA.
90 SENJATA PENDEKAR MAKBUN.
91 MISI BARU.
92 KEPULANGAN PAHLAWAN DESA.
93 PERSALINAN AJAIB
94 DRAMA PERJUANGAN MENYUSUI
95 NAMA KEDUA PANGERAN.
96 PERDEBATAN KECEBONG.
97 KEINGINAN IBU TRIPLETS
98 GALAU SANG CALON AYAH.
99 PENGORBANAN SANG CALON AYAH.
100 PENYESALAN DIRUANGAN STERIL
101 REUNI PASUKAN BUNGA
102 PELUKAN UNTUK ADIVA.
103 PESTA ULANG TAHUN ADIVA.
104 PERPISAHAN DI UJUNG SENJA.
105 PENYESALAN DI BALIK RUANG KENANGAN
106 ANTARA KEHILANGAN DAN KEAJAIBAN BARU
107 PANGGILAN DARI DUA ALAM
108 PULANG KE PELUKAN KENANGAN
109 KEMBALINYA SINGA KECIL YANG MANJA
110 TOGA DAN JANJI UNTUK AYAH.
111 PERESMIAN DAN PERJUANGAN TERAKHIR.
112 PELABUHAN TERAKHIR SANG PEJUANG HIJABKU.
113 NOVEL TERBARU RAMANDA.
114 NOVEL TERBARU RAMANDA
115 REKOMENDASI NOVEL TERBARU.
Episodes

Updated 115 Episodes

1
BATER NYAWA DIATAS KERTAS.
2
AKAD NIKAH.
3
PANGGILAN PERTAMA ADIVA.
4
HARU, CEMBURU JADI SATU.
5
TAWURAN.
6
INSIDEN MAKAN MALAM.
7
TERBONGKARNYA RAHASIA
8
SINGA KECIL SAKIT..
9
BOCAH TENGIL
10
RUMAH SINGGAH MYMA
11
KECEMBURUAN ADIVA
12
RAHASIA DIBALIK VAN HITAM..
13
SANDIWARA YANG DRAMATIS.
14
MALAM YANG MENEGANGKAN.
15
ANCAMAN DI UJIAN AKHIR.
16
TOM AND JERRY
17
TERBAKAR CEMBURU.
18
NAYLA JATUH KEJURANG.
19
RAHASIA BERDARAH
20
KETENGILLAN SINGA KECIL.
21
MILIK NAYLA
22
PENGHIANAT SESUNGGUHNYA.
23
INSIDEN DIHARI KELULUSAN.
24
RAHASIA PENARGETAN NAYLA.
25
ISTRI BARBAR.
26
ISTRI GALAK.
27
KEJUTAN UNTUK ADNAN.
28
KEJAR-KEJARAN DI SAMUDRA
29
PENYESALAN ADNAN.
30
PELAJARAN DARI PUNCAK
31
WEJANGAN DARI KAKEK.
32
PELURU UNTUK SANG IMAM.
33
AMARAH SANG NAGA.
34
RATU MANJA.
35
SYUKURAN.
36
BODYGUARD CANTIK BERMOTOR SPORT
37
SEKRETARIS EKSKLUSIF
38
MISI TERHALANG SI KECIL
39
MISI RAHASIA
40
MELAKSANAKAN MISI DI MALADEWA
41
RAYUAN MAUT SANG ES BALOK
42
PECAHNYA BELENGGU HUTANG BUDI
43
PAHLAWAN BERHELM MERAH.
44
DARAH DI RUMAH SINGGAH
45
DARAH YANG SAMA
46
MAK COMBLANG TENGIL
47
KEJUTAN DARI DION.
48
KEPANIKAN NAYLA.
49
KECEBONG TOPCER.
50
RUMAH BARU.
51
PAGI YANG MEMBARA.
52
TERJEBAK MINUMAN JAHE
53
AIR MATA PENYESALAN.
54
TEMBOK PENYESALAN.
55
PENEBUSAN RASA BERSALAH.
56
SUJUD DI SEPERTIGA MALAM.
57
SINGA KRCIL YANG MANJA.
58
DILEMA KESETIAAN DAN KEHILANGAN.
59
PENEMBUSAN CINTA.
60
HUKUMAN CINTA..
61
DRAMA DI HARI KEPULANGAN
62
RAHASIA DIBALIK JERUJI
63
DETEKTIF BERAKSI.
64
JEBAKAN DI TAMAN ANGGREK.
65
PENDEKAR MAKBUN.
66
PERDEBATAN MENANTU V MERTUA.
67
PENGKHIANATAN.
68
MISI BARU DETEKTIF NAYLA.
69
SISI LAIN DARI SEBUAH PENGKHIANAT
70
JANJI DI BALIK BADAI.
71
SAHABAT LAMA.
72
PENANTIAN AKHIRNYA TERBAYAR.
73
HORMAT KEPADA OM JENDRAL
74
KEMENANGAN DI BALIK MONITOR
75
JIWA SANG PENOLONG
76
JANJI DI KAMPUNG KUMUH.
77
GARA-GARA KUMIS JENDRAL
78
DIPLOMASI NASI GORENG
79
PELETAKAN BATU HARAPAN.
80
Misi MEMBUJUK MAMA
81
STRATEGI JITU.
82
DEBURAN OMBAK MENGGELORA.
83
MENCAIRKAN ES BATU.
84
PESONA KELINCI TUA DAN RUBAH PUTIH
85
DRAMA PAGI.
86
DIPLOMASI PEMPEK KAPAL SELAM.
87
SELEBRITI DADAKAN
88
KESEDERHANAAN NAYLA.
89
PASUKAN BUNGA.
90
SENJATA PENDEKAR MAKBUN.
91
MISI BARU.
92
KEPULANGAN PAHLAWAN DESA.
93
PERSALINAN AJAIB
94
DRAMA PERJUANGAN MENYUSUI
95
NAMA KEDUA PANGERAN.
96
PERDEBATAN KECEBONG.
97
KEINGINAN IBU TRIPLETS
98
GALAU SANG CALON AYAH.
99
PENGORBANAN SANG CALON AYAH.
100
PENYESALAN DIRUANGAN STERIL
101
REUNI PASUKAN BUNGA
102
PELUKAN UNTUK ADIVA.
103
PESTA ULANG TAHUN ADIVA.
104
PERPISAHAN DI UJUNG SENJA.
105
PENYESALAN DI BALIK RUANG KENANGAN
106
ANTARA KEHILANGAN DAN KEAJAIBAN BARU
107
PANGGILAN DARI DUA ALAM
108
PULANG KE PELUKAN KENANGAN
109
KEMBALINYA SINGA KECIL YANG MANJA
110
TOGA DAN JANJI UNTUK AYAH.
111
PERESMIAN DAN PERJUANGAN TERAKHIR.
112
PELABUHAN TERAKHIR SANG PEJUANG HIJABKU.
113
NOVEL TERBARU RAMANDA.
114
NOVEL TERBARU RAMANDA
115
REKOMENDASI NOVEL TERBARU.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!