CHAPTER 3

Kekaisaran Langit – Taman Teratai Es.

Suasana di taman pribadi Permaisuri Xue Ling biasanya tenang dan damai, namun hari ini udara terasa berat oleh kecemasan.

Di tengah kolam teratai, sebuah layar proyeksi raksasa yang terbuat dari uap air (Cermin Samsara) melayang di udara. Cermin itu menampilkan pemandangan dari Alam Bawah seorang remaja kurus dengan pakaian kotor sedang terseok-seok menaiki tangga batu terjal di bawah terik matahari.

Long Yin, sang Ibu dan Putri Naga, duduk di tepi kolam. Tangannya meremas sapu tangan sutra hingga hampir robek. Matanya yang indah sembab.

"Kakinya berdarah, Kakak Chen..." isak Long Yin pelan. "Dia tidak pernah berjalan lebih dari seratus langkah tanpa digendong awan. Sekarang dia harus memanggul air seberat itu? Ayah terlalu kejam."

Ye Chen, Kaisar Naga Iblis yang ditakuti ribuan dunia, berdiri di belakang istrinya. Wajahnya keras dan tegang. Dia mondar-mandir seperti harimau yang dikurung.

"Aku akan turun," geram Ye Chen tiba-tiba. "Aku akan menyamar jadi pedagang lewat dan memberinya Pil Pemulih Otot. Hanya satu pil. Ayah tidak akan tahu."

"Duduk, Ye Chen."

Suara dingin namun anggun menghentikan langkah Ye Chen.

Xue Ling, nenek dari Ye Xing (dan istri Tian Feng), sedang menuangkan teh dengan gerakan santai. Di seberangnya, Tian Feng duduk sambil memegang bidak catur, matanya juga menatap layar air itu.

"Tapi, Ibu..." protes Ye Chen.

"Lihat matanya," kata Tian Feng tanpa menoleh. Dia menunjuk ke wajah Ye Xing di dalam cermin. "Apa kau melihat ketakutan di sana? Apa kau melihat dia menyerah?"

Ye Chen dan Long Yin menatap layar lebih dekat.

Di dalam cermin, Ye Xing memang bermandikan keringat. Wajahnya pucat, kakinya gemetar hebat. Tapi matanya... mata itu membara dengan api tekad yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

"Dia tidak sedang menderita," kata Tian Feng pelan. "Dia sedang bangun."

Alam Bawah – Jalur Pendakian Sekte Awan Rusak.

"Sembilan ratus... sepuluh..."

Napas Ye Xing terdengar seperti parutan besi. Paru-parunya terasa terbakar.

Tugas ujian ini sederhana namun brutal: Bawa dua ember air dari Sungai Hitam di kaki gunung menuju Area Budak di puncak. Masalahnya, air ini mengandung pasir besi. Berat totalnya hampir 50 kilogram.

Bagi Ye Xing yang asli (Soul Formation), beban ini seringan kapas. Tapi bagi tubuh Qi Condensation tingkat 3 yang tersegel dan tidak terlatih fisik? Ini siksaan neraka.

Di sebelahnya, Lin Xiao sudah jatuh berlutut di anak tangga ke-900. Embernya tumpah sedikit. Bocah itu menangis tanpa suara, tubuhnya yang kurang gizi sudah mencapai batasnya.

"Aku... tidak kuat lagi, Xing..." bisik Lin Xiao. "Kau jalan saja... tinggalkan aku. Kalau kau berhenti, kau akan gagal juga."

Pengawas ujian, seorang pria gemuk dengan cambuk, berdiri di puncak tangga sambil berteriak. "Waktu tinggal setengah dupa! Yang belum sampai, silakan pulang dan jadi petani!"

Ye Xing berhenti. Kakinya terasa seperti timah. Dia menatap puncak, lalu menatap Lin Xiao.

Logika Ye Xing berkata Tinggalkan dia. Dia beban. Aku harus lulus.

Tapi kemudian dia teringat rasa roti berjamur itu. Rasa persahabatan pertama yang tulus.

"Jangan bodoh," desis Ye Xing.

Ye Xing meletakkan embernya sebentar. Dia mengatur napasnya. Bukan napas biasa, tapi Pernapasan Naga Tidur teknik tingkat tinggi yang dia sederhanakan secara instan agar cocok untuk tubuh lemah.

Tarik... Tahan... Salurkan ke Kaki... Hembuskan.

Rasa sakit di ototnya sedikit berkurang. Oksigen mengalir lebih efisien.

Ye Xing tidak mengambil embernya sendiri. Dia malah membungkuk, menyambar kerah baju Lin Xiao dengan satu tangan, dan menarik bocah itu berdiri.

"Dengar irama napasku," perintah Ye Xing tegas. "Ikuti aku. Satu... Dua... Satu... Dua..."

"Tapi embermu..."

"Diam dan jalan!"

Ye Xing mengangkat kembali dua embernya. Beban bertambah, tapi pikirannya jernih. Dia memimpin langkah.

Tap. Tap. Tap.

Langkah mereka menjadi teratur. Ye Xing membagi sedikit aura ritmenya kepada Lin Xiao, menciptakan resonansi aneh yang membuat beban terasa sedikit lebih ringan.

Para peserta lain menatap mereka dengan heran. Dua bocah paling kurus dan lemah itu berjalan beriringan, melewati anak-anak berbadan besar yang sudah pingsan karena kelelahan.

Langkah 950. Langkah 980. Langkah 999.

Brak!

Ye Xing dan Lin Xiao ambruk bersamaan tepat di garis finis di Area Budak. Air di ember mereka masih tersisa setengah—batas minimum untuk lulus.

"LULUS!" teriak pengawas.

Ye Xing terbaring terlentang menatap langit biru. Dia tidak pernah merasa selelah ini seumur hidupnya. Tapi saat dia menoleh dan melihat Lin Xiao tertawa sambil menangis bahagia, sudut bibir Ye Xing terangkat.

Ada rasa hangat di dadanya. Bukan karena kekuatan, tapi karena pencapaian.

Kekaisaran Langit.

Long Yin menghapus air matanya, kali ini sambil tersenyum bangga. "Dia... dia menolong temannya."

"Dia menggunakan Teknik Pernapasan Resonansi," komentar Ye Chen, matanya berbinar. "Dia merubah teknik Kekaisaran agar bisa dipakai oleh orang biasa dalam hitungan detik. Jenius! Itu baru anakku!"

Tian Feng meletakkan bidak caturnya. Skakmat.

"Kalian lihat?" kata Tian Feng sambil berdiri, jubah putihnya berkibar. "Emas akan tetap bersinar meski kau melemparnya ke dalam lumpur. Biarkan dia tumbuh. Jangan ada yang ikut campur."

Tian Feng berjalan menuju balkon, menatap ke arah bintang yang jauh.

Namun, di dalam hatinya, Dewa Bintang itu menyimpan kekhawatiran yang tidak ia tunjukkan pada anak cucunya.

Bakatnya terlalu mencolok, batin Tian Feng. Bahkan di Alam Bawah, cahaya seperti itu akan menarik perhatian pemangsa. Aku harus mengawasi 'bayangan' di sekte itu.

Di layar cermin, Ye Xing yang kelelahan tiba-tiba menatap langit, tepat ke arah di mana "mata" cermin itu berada, seolah-olah dia tahu sedang ditonton.

Bocah itu mengacungkan jempolnya ke langit, lalu menyeringai nakal.

Ye Fan (Paman Ye Xing) yang baru datang membawa camilan tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Lihat bocah tengik itu! Dia menantang kita!"

Keluarga Ye tertawa. Untuk saat ini, rasa khawatir itu mereda.

Terpopuler

Comments

Emak Aries

Emak Aries

persis kakeknya wkt muda🥰🥰

2026-02-11

1

Mamat Stone

Mamat Stone

Anak mami mau mandiri 😈😈😈

2026-01-12

0

Hana Rita ☘

Hana Rita ☘

baguss👍

2026-08-11

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 CHAPTER 45
46 CHAPTER 46
47 CHAPTER 47
48 CHAPTER 48
49 CHAPTER 49
50 CHAPTER 50
51 CHAPTER 51
52 CHAPTER 52
53 CHAPTER 53
54 CHAPTER 54
55 CHAPTER 55
56 CHAPTER 56
57 CHAPTER 57
58 CHAPTER 58
59 CHAPTER 59
60 CHAPTER 60
61 CHAPTER 61
62 CHAPTER 62
63 CHAPTER 63
64 CHAPTER 64
65 CHAPTER 65
66 CHAPTER 66
67 CHAPTER 67
68 CHAPTER 68
69 CHAPTER 69
70 CHAPTER 70
71 CHAPTER 71
72 CHAPTER 72
73 CHAPTER 73
74 CHAPTER 74
75 CHAPTER 75
76 CHAPTER 76
77 CHAPTER 77
78 CHAPTER 78
79 CHAPTER 79
80 CHAPTER 80
81 CHAPTER 81
82 CHAPTER 82
83 CHAPTER 83
84 CHAPTER 84
85 CHAPTER 85
86 CHAPTER 86
87 CHAPTER 87
88 CHAPTER 88
89 CHAPTER 89
90 CHAPTER 90
91 CHAPTER 91
92 CHAPTER 92
93 CHAPTER 93
94 CHAPTER 94
95 CHAPTER 95
96 CHAPTER 96
97 CHAPTER 97
98 CHAPTER 98
99 CHAPTER 99
100 CHAPTER 100
101 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 101 Episodes

1
CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
CHAPTER 45
46
CHAPTER 46
47
CHAPTER 47
48
CHAPTER 48
49
CHAPTER 49
50
CHAPTER 50
51
CHAPTER 51
52
CHAPTER 52
53
CHAPTER 53
54
CHAPTER 54
55
CHAPTER 55
56
CHAPTER 56
57
CHAPTER 57
58
CHAPTER 58
59
CHAPTER 59
60
CHAPTER 60
61
CHAPTER 61
62
CHAPTER 62
63
CHAPTER 63
64
CHAPTER 64
65
CHAPTER 65
66
CHAPTER 66
67
CHAPTER 67
68
CHAPTER 68
69
CHAPTER 69
70
CHAPTER 70
71
CHAPTER 71
72
CHAPTER 72
73
CHAPTER 73
74
CHAPTER 74
75
CHAPTER 75
76
CHAPTER 76
77
CHAPTER 77
78
CHAPTER 78
79
CHAPTER 79
80
CHAPTER 80
81
CHAPTER 81
82
CHAPTER 82
83
CHAPTER 83
84
CHAPTER 84
85
CHAPTER 85
86
CHAPTER 86
87
CHAPTER 87
88
CHAPTER 88
89
CHAPTER 89
90
CHAPTER 90
91
CHAPTER 91
92
CHAPTER 92
93
CHAPTER 93
94
CHAPTER 94
95
CHAPTER 95
96
CHAPTER 96
97
CHAPTER 97
98
CHAPTER 98
99
CHAPTER 99
100
CHAPTER 100
101
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!