CHAPTER 4

Sekte Awan Rusak – Divisi Herbal Barat.

Langit senja berwarna jingga kusam menyinari hamparan tanah tandus yang luas. Di kejauhan, terlihat ladang-ladang milik Divisi Timur dan Selatan yang hijau subur, dipenuhi tanaman spiritual yang bersinar. Namun, tempat Ye Xing dan Lin Xiao berdiri sekarang lebih mirip kuburan daripada kebun.

Tanahnya retak-retak, berwarna abu-abu, dan keras seperti batu. Tanaman Rumput Roh Angin yang seharusnya tumbuh subur di sini terlihat layu, batangnya hitam, dan daunnya berguguran.

"Ini... tempat kerja kita?" tanya Lin Xiao, suaranya bergetar menahan tangis. Dia baru saja merasa senang lulus ujian, tapi realitas kembali menamparnya.

Seorang pria tua bungkuk dengan wajah penuh kutil, Diaken Ma, melemparkan dua cangkul berkarat ke kaki mereka.

"Selamat datang di Ladang Barat," kata Diaken Ma dengan suara serak yang tidak menyenangkan. "Tugas kalian sederhana. Hidupkan kembali satu hektar tanaman ini. Kuota setoran: 50 batang Rumput Roh Angin dewasa setiap bulan."

Ye Xing menendang tanah keras itu dengan ujung sepatunya. "Tanah ini mati, Pak Tua. Kau menyuruh kami menanam di atas batu nisan?"

Mata Diaken Ma menyipit licik. "Kalau tidak sanggup, silakan pergi. Tapi ingat, tanpa setoran, tidak ada Poin Kontribusi. Tanpa poin, tidak ada jatah makan dan tidak ada teknik kultivasi. Kalian akan mati kelaparan atau tetap jadi sampah selamanya. Pilihan di tangan kalian."

Setelah tertawa mengejek, Diaken Ma pergi, meninggalkan dua bocah itu di tengah ladang kematian.

Lin Xiao jatuh terduduk, memegang cangkulnya dengan putus asa. "Habis sudah. Senior bilang Ladang Barat ini dikutuk. Tidak ada yang pernah berhasil panen di sini selama sepuluh tahun. Kita... kita akan mati kelaparan, Xing."

Ye Xing tidak menjawab. Dia berjongkok, mengambil segenggam tanah abu-abu itu, dan meremasnya.

"Tanah ini tidak mati," gumam Ye Xing pelan.

Di mata orang biasa, tanah ini gersang. Tapi Ye Xing memejamkan mata kirinya dan membuka sedikit celah pada Mata Kanan (Bintang) miliknya.

Dunia di pandangannya berubah. Dia tidak melihat warna tanah, melainkan melihat aliran energi (Qi). Di bawah tanah itu, dia melihat urat-urat nadi bumi yang seharusnya mengalirkan nutrisi spiritual.

Namun, urat-urat itu tersumbat. Ada bintik-bintik hitam kecil yang menempel di akar tanaman Kutu Void. Hama yang sangat langka, yang biasanya hanya ada di perbatasan dimensi, entah bagaimana ada di sini.

"Pantas saja sekte ini sekarat," batin Ye Xing. "Hama dari dimensi lain memakan fondasi mereka, dan mereka terlalu bodoh untuk menyadarinya."

Ye Xing berdiri, menepuk bahu Lin Xiao. "Bangun, Lin Xiao. Kita tidak butuh cangkul."

"Hah? Lalu pakai apa?"

Ye Xing berjalan ke pinggir ladang, mematahkan beberapa ranting pohon Bambu Besi yang keras. Dia meruncingkan ujungnya dengan batu.

"Kita akan melakukan ini," kata Ye Xing menyeringai misterius.

"... apa?"

Ye Xing tidak menjelaskan. Dia berjalan ke tengah ladang, matanya memindai tanah seperti elang. Dia mencari titik-titik simpul (meridian) dari aliran tanah tersebut.

Di sini. Titik pertemuan Yang dan Yin tanah.

Trak!

Ye Xing menancapkan ranting bambu itu ke tanah dengan presisi mutlak. Bukan sembarangan, tapi tepat di celah bebatuan yang menjadi pusat sumbatan.

Dia melakukan hal yang sama di tujuh titik berbeda, membentuk pola Bintang Biduk Utara.

"Lin Xiao, ambil ember sisa ujian tadi. Siramkan air tepat di ranting-ranting ini. Sekarang!" perintah Ye Xing.

Lin Xiao yang bingung hanya menurut. Dia berlari mengambil air dan menyiramkannya ke tujuh ranting itu.

Saat air menyentuh ranting yang tertanam di "titik akupunktur" bumi, keajaiban terjadi.

Wushhh...

Terdengar suara mendesis pelan dari dalam tanah. Uap hitam berbau busuk keluar dari celah-celah tanah di sekitar ranting—itu adalah hama yang mati karena aliran Qi tanah yang mendadak lancar dan panas.

Tanah yang tadinya abu-abu keras perlahan melunak. Warnanya berubah menjadi cokelat tua yang subur.

Dan yang paling ajaib, tanaman Rumput Roh Angin yang layu dan hitam itu... perlahan-lahan menegakkan batangnya. Daun-daun baru berwarna hijau muda mulai bertunas dalam hitungan menit, seolah-olah waktu dipercepat.

Mata Lin Xiao melotot sampai hampir keluar. "Xing... kau... kau Dewa Pertanian?!"

Ye Xing menyeka keringat di dahinya. Menggunakan Mata Bintang dalam kondisi tersegel sangat menguras tenaga, tapi hasilnya sepadan.

"Bukan Dewa," jawab Ye Xing angkuh sambil bersandar pada cangkul yang tidak terpakai. "Aku cuma tahu cara memijat punggung bumi yang pegal."

Malam itu, di bawah sinar bulan, Ladang Barat yang tadinya mati kini bersinar samar dengan cahaya hijau spiritual.

Di kejauhan, dari balik jendela menara pengawas, Diaken Ma yang sedang meminum arak tersedak. Dia mengucek matanya, tidak percaya melihat cahaya hijau dari ladang "terkutuk" itu.

"Mustahil..." gumam Diaken Ma, gelas araknya jatuh pecah. "Siapa bocah itu sebenarnya?"

Sementara itu, Ye Xing berbaring di rerumputan yang baru tumbuh, menatap bintang di langit.

Langkah satu Amankan sumber daya, batin Ye Xing. Langkah dua Gunakan tanaman ini untuk membuat pil pembuka segel.

Terpopuler

Comments

Eka suci

Eka suci

Xing kamu masih mending di buang dan di segel tapi ingatan nya ngga ortumu dulu sama ingatan nya juga di segel👍

2026-01-12

1

Emak Aries

Emak Aries

bocah pintar. skrg kepintarannya bs dipakai didunia Fana

2026-02-11

1

Nanik S

Nanik S

Xing kamu dewa ya memang Anak Dewa yang menyamar

2026-01-14

1

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 CHAPTER 45
46 CHAPTER 46
47 CHAPTER 47
48 CHAPTER 48
49 CHAPTER 49
50 CHAPTER 50
51 CHAPTER 51
52 CHAPTER 52
53 CHAPTER 53
54 CHAPTER 54
55 CHAPTER 55
56 CHAPTER 56
57 CHAPTER 57
58 CHAPTER 58
59 CHAPTER 59
60 CHAPTER 60
61 CHAPTER 61
62 CHAPTER 62
63 CHAPTER 63
64 CHAPTER 64
65 CHAPTER 65
66 CHAPTER 66
67 CHAPTER 67
68 CHAPTER 68
69 CHAPTER 69
70 CHAPTER 70
71 CHAPTER 71
72 CHAPTER 72
73 CHAPTER 73
74 CHAPTER 74
75 CHAPTER 75
76 CHAPTER 76
77 CHAPTER 77
78 CHAPTER 78
79 CHAPTER 79
80 CHAPTER 80
81 CHAPTER 81
82 CHAPTER 82
83 CHAPTER 83
84 CHAPTER 84
85 CHAPTER 85
86 CHAPTER 86
87 CHAPTER 87
88 CHAPTER 88
89 CHAPTER 89
90 CHAPTER 90
91 CHAPTER 91
92 CHAPTER 92
93 CHAPTER 93
94 CHAPTER 94
95 CHAPTER 95
96 CHAPTER 96
97 CHAPTER 97
98 CHAPTER 98
99 CHAPTER 99
100 CHAPTER 100
101 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 101 Episodes

1
CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
CHAPTER 45
46
CHAPTER 46
47
CHAPTER 47
48
CHAPTER 48
49
CHAPTER 49
50
CHAPTER 50
51
CHAPTER 51
52
CHAPTER 52
53
CHAPTER 53
54
CHAPTER 54
55
CHAPTER 55
56
CHAPTER 56
57
CHAPTER 57
58
CHAPTER 58
59
CHAPTER 59
60
CHAPTER 60
61
CHAPTER 61
62
CHAPTER 62
63
CHAPTER 63
64
CHAPTER 64
65
CHAPTER 65
66
CHAPTER 66
67
CHAPTER 67
68
CHAPTER 68
69
CHAPTER 69
70
CHAPTER 70
71
CHAPTER 71
72
CHAPTER 72
73
CHAPTER 73
74
CHAPTER 74
75
CHAPTER 75
76
CHAPTER 76
77
CHAPTER 77
78
CHAPTER 78
79
CHAPTER 79
80
CHAPTER 80
81
CHAPTER 81
82
CHAPTER 82
83
CHAPTER 83
84
CHAPTER 84
85
CHAPTER 85
86
CHAPTER 86
87
CHAPTER 87
88
CHAPTER 88
89
CHAPTER 89
90
CHAPTER 90
91
CHAPTER 91
92
CHAPTER 92
93
CHAPTER 93
94
CHAPTER 94
95
CHAPTER 95
96
CHAPTER 96
97
CHAPTER 97
98
CHAPTER 98
99
CHAPTER 99
100
CHAPTER 100
101
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!