Matahari perlahan tenggelam, meninggalkan semburat jingga yang memudar di ufuk barat.
Di tepi danau, Rendra berdiri sambil menatap Reno.
“Sudah siap semuanya?” tanyanya memastikan.
“Sudah, Pak,” jawab Reno mantap.
Rendra mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
Di hadapannya telah berdiri sebuah meja makan yang ditata rapi. Buket bunga dan lilin menghiasi bagian tengah meja.
Rendra itu mengangguk puas.
“Bagus.”
Beberapa saat kemudian, ia mengalihkan pandangannya kepada Reno.
“Sekarang tugas terakhirmu.”
Rendra merogoh saku jasnya, lalu mengeluarkan sehelai kain berwarna hitam. Kain itu disodorkannya kepada Reno.
“Jemput My Baby Girl.”
Reno menerima kain tersebut dengan wajah bingung.
“Untuk apa ini, Pak?”
“Buat dipasang di matanya, biar jadi kejutan,” jawab Rendra sambil tersenyum tipis. “Cepat sana.”
“I-iya, Pak.”
Reno mengangguk, lalu segera berbalik dan berlari kecil meninggalkan tempat itu.
Rendra tetap berdiri di tempatnya.
Tatapannya mengikuti punggung Reno hingga menghilang di balik pepohonan.
. . .
Sementara itu, Wani menunaikan salat Isya. Ia baru saja melipat sajadah dan mukena yang masih hangat dipakainya.
Tok.
Tok.
Tok.
Kening Wani langsung berkerut.
Siapa malam-malam begini?
Ia meletakkan mukena di atas tempat tidur, lalu melangkah keluar kamar.
“Iya, sebentar,” sahutnya.
Setelah membuka pintu, Wani sedikit tertegun.
Di hadapannya, Reno berdiri sambil tersenyum canggung.
“Ada apa?” tanya Wani heran.
“Begini, Bu.” Reno mengusap tengkuknya yang tidak gatal. “Saya ke sini mau jemput Ibu.”
“Jemput saya?” Kening Wani semakin mengernyit. “Memangnya mau ke mana?”
“Sudah, ayo, Bu. Pak Rendra sudah menunggu Ibu.”
Mendengar nama itu, wajah Wani langsung berubah datar. Ia menyilangkan kedua tangan di depan dada.
“Saya sama dia enggak akrab.”
Reno tersenyum kaku. “Bu... tolong jangan menghambat pekerjaan saya.”
Wani menggeleng tegas. “Maaf, saya lagi sibuk.”
“Hanya sebentar saja, Bu.”
“Enggak. Bukannya dia punya sekretaris? Kenapa masih cari saya?”
Reno tampak langs…
Rahasia Yang Disembunyikan Suamiku
Kesalahpahaman yang Indah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 166 Episodes
Comments