Bab 05. Dianggap Gila

Sampai pertanyaan Dorian membuat senyuman tersebut luntur seketika. “Yang mulia, apakah anda yakin bahwa wanita tadi adalah reinkarnasi Ratu Ivory yang sebenarnya. Bukankah kita harus memastikan lebih dulu dengan tanda khusus yang pernah peri Holly katakan?”

“Benar, Yang Mulia! Anda harus memastikannya lebih dulu, takutnya—”

“Mmm, aku mengerti maksud kalian berdua. Kita memang perlu memastikan apakah dia memiliki tanda itu ditubuhnya atau tidak,” potong Ragnar, lalu termenung memikirkan cara terbaik untuk memastikan tentang tanda itu.

Tak berselang lama kemudian, Denzel kembali bersama dengan Ivory sesuai apa yang diperintahkan. Ruangan itu terlalu sunyi untuk ukuran kantor seorang CEO. Ivory duduk di sofa kulit berwarna hitam, punggungnya tegak dan tangan terlipat di pangkuan. Di seberangnya, Ragnar berdiri di depan jendela kaca besar, punggungnya menghadap kota yang berkilau oleh cahaya mentari pagi itu.

“Jadi,” Ivory membuka suara lebih dulu, datar namun waspada, “Anda ingin menjelaskan kenapa anda tiba-tiba memeluk dan menyebut saya ratu vampir di depan seluruh karyawan?”

Ragnar menoleh. Wajahnya serius. Terlalu serius. “Tidak! Lebih tepatnya aku ingin menjelaskan tentang siapa dirimu yang sebenarnya.”

Spontan Dorian, Denzel dan Theron melotot tak percaya. Sebab identitas mereka seharusnya sangat dirahasiakan. Jika Ragnar memberitahu tentang siapa Ivory di masa lalu, maka identitas mereka sebagai bangsa vampire dan manusia yang memiliki kekuatan sihir akan terungkap begitu saja. Denzel berniat menghentikannya, tetapi Dorian melarang. Ia menunjuk pada ekspresi Ivory yang seolah menganggap Ragnar sudah bermasalah pada otaknya.

Ivory menghela napas panjang. “Oke. Ini dia. Omong kosong yang aneh itu lagi.”

“Kau bukan sekadar Ivory Asteria dari bangsa manusia,” kata Ragnar pelan. “Jiwamu adalah reinkarnasi dari Ivory Esmeralda. Ratuku. Istriku. Perempuan yang memerintah Kerajaan Agharon bersamaku sebelum tragedi itu terjadi.”

“Benar sudah dugaanku, otaknya bermasalah! Dia gila!”

Ivory berkedip.

Sekali.

Dua kali.

Lalu tertawa kecil, “… ini sungguh tidak lucu.” Gumamnya.

“…Anda sebenarnya habis nonton film apa ‘sih?”

Ragnar sama sekali tidak tersinggung. Ia melangkah mendekat, berlutut di depan Ivory sehingga posisi mereka sejajar. Matanya bersinar merah samar, penuh keyakinan yang justru membuat Ivory merinding. Jelas ia merasa tidak nyaman saat ini.

Pertama, pria itu telah memeluknya. Kemudian, menciumnya tanpa ijin. Lalu sekarang mau apalagi dengan jarak sedekat ini?

“Kau mati tepat di depan mataku saat itu. Jiwa dan tubuhmu menghilang dalam tiupan angin,” lanjutnya, seolah Ivory tidak baru saja mengejeknya. “Istana terbakar. Darah memenuhi lantai marmer istana. Kau memintaku untuk hidup… untuk tidak melupakanmu dan mencarimu lagi di kehidupan berikutnya.”

“Oke. Cukup.” Ivory berdiri mendadak. “Ini sudah keterlaluan.”

Ia menunjuk Ragnar dengan wajah memerah. “Tuan Ceo, saya tidak tahu apakah ini krisis paruh baya versi vampir atau stres kerja yang parah, tapi ini—” ia menggerakkan tangannya di udara “…ini jelas dongeng. Reinkarnasi. Raja vampir. Ratu. Tragedi berdarah. Apa lagi? Naga? Peri?”

Ragnar ikut berdiri. “Aku benar-benar Raja vampir, Ivory.”

“Dan saya peri gigi,” sahut Ivory cepat.

“Apa itu? Aku tidak pernah mendengar ada peri seperti itu?” tanya Ragnar polos.

Sunyi. Ivory hanya menatap Ragnar dengan ekspresi datar, lalu mengangguk pelan seolah membuat keputusan penting dalam hidupnya.“Fiks! bosku sudah gila. Pertama kali mendapat pekerjaan, malah mendapat bos gila seperti ini. Sayang sekali dengan wajah tampannya, ternyata otaknya bermasalah.”

“Tuan, saya akan anggap pembicaraan ini tidak pernah terjadi,” katanya tegas. “Dan saya harap anda juga bersikap profesional mulai sekarang.”

Ivory berbalik hendak pergi ketika pintu ruangan itu terbuka dengan keras.

BRAKK....

“IVORY!”

Seorang perempuan masuk secara paksa dengan napas terengah. Wajahnya pucat, matanya membesar saat melihat Ragnar. Ya, Elena pikir Ivory sedang berusaha beradaptasi dengan rekan kerja lainnya mengingat Ragnar telah meninggalkan aula pesta.

Namun, ketika Elena mencoba mencari keberadaan Ivory salah satu temannya malah mengatakan bahwa Ragnar telah memanggilnya ke ruangan khusus Ceo.

Elena seketika panik, ingatan dalam mimpinya kembali berputar dengan jelas. Ia segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Ceo … takut terjadi sesuatu pada adiknya. Tidak, kini Elena sudah berlari sekuat tenaga agar bisa sampai di ruangan itu lebih cepat. Ia membuka paksa pintunya, hingga akhirnya pintu terbuka memperlihat keberadaan Ivory… bersama Ragnar dan ketiga anak buahnya.

“Kak?” Ivory sedikit terkejut dengan kedatangan Kakaknya. “Kak Elena? Kenapa ke sini?”

Elena masih tak bergeming ditempatnya, pandangannya masih tertuju pada sosok Ragnar yang kini berdiri tak jauh dihadapannya. Takut… itulah yang Elena rasakan ketika matanya bertemu dengan mata milik Ragnar. Langkahnya kembali ia paksakan untuk menghampiri sang adik.

“Menjauh darinya, Ivory” kata Elena tegas sambil menarik tangan sang adik ke belakang tubuhnya.

Ragnar terdiam. Untuk pertama kalinya, ekspresinya berubah. Dorian, Denzel dan Theron pun ikut memperlihatkan ekspresi yang sama dengan Tuannya. Seakan mereka bisa menebak bahwa Elena mengingat dengan jelas kehidupan masa lalu mereka.

“Kau…” gumamnya. “Kau mengingatnya, bukan?”

Elena menelan ludah. Kilatan mimpi itu kembali menghantam kepalanya… istana malam yang runtuh, jeritan, darah di tangan adiknya, dan pria bermata merah yang menangis sambil berteriak putus asa. Semakin Elena menatap mata Ragnar, semakin nyata kejadian dalam mimpinya. Seperti bukan mimpi… melainkan sebuah ingatan masa lalu yang menyesakkan dada.

“Kita pergi. Sekarang.”

“Eh—tunggu!” Ivory bahkan hampir tersandung.

“Kak, ini kantor CEO!”

“Justru itu!” Elena menoleh cepat ke arah Ragnar dan ketiga orang dibelakangnya, tatapannya penuh peringatan, hampir seperti kebencian yang tertahan. “Kau tidak boleh sendirian dengannya. Tidak! Kau bahkan tidak boleh dekat-dekat dengannya.”

Ruangan mendadak menegang. Ragnar masih berdiri diam di balik meja kerjanya. Wajahnya tetap tenang, namun matanya, mata merah yang jarang memperlihatkan emosi mulai menyempit perlahan.

“Sepertinya kau memang benar-benar mengingat semuanya,” katanya rendah, berwibawa. “Namun, kali ini aku tidak akan membiarkanmu memisahkan kami berdua lagi… seperti sebelumnya.”

Ivory terperanjat. “Kak! Apa maksudnya?!”

Elena kembali menelan ludah. Tangannya sedikit gemetar. “Ivory, dengarkan aku. Aku tidak bisa menjelaskan sekarang, tapi—” suaranya merendah, nyaris berbisik putus asa, “… kalau kau terlalu dekat dengannya, kau akan berada dalam bahaya.”

Kata itu membuat udara membeku. Namun, Ivory memilih tertawa kecil, gugup. “Kakak kenapa ‘sih? Ini bukan film—”

“Jangan banyak bicara! Kita pergi sekarang dari sini.”

Elena tidak menunggu dua kali. Ia menarik Ivory keluar dari ruangan itu, langkahnya cepat, hampir lari. Ivory terus menoleh ke belakang, bingung, panik, dan penuh tanda tanya.

Hari ini semua orang terasa aneh, bosnya gila dan kini kakaknya juga bersikap sangat mencurigakan. Tetapi, Ivory tetap mengikuti kepergian sang kakak sampai pintu akhirnya menutup.

“Dia memang mengetahui yang terjadi di kehidupan sebelumnya”

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Desyi Alawiyah

Desyi Alawiyah

🤣🤣🤣🤣 apa yang diucapkan Ragnar benar loh, Ivory... Dia Suamimu, tapi dari bangsa Vampir...

2026-01-20

0

Desyi Alawiyah

Desyi Alawiyah

Ngga sabar nunggu episode selanjutnya.. 🙏🙏

2026-01-20

0

Desyi Alawiyah

Desyi Alawiyah

Mana ada peri gigi 🤣

2026-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Penantian Panjang Raja Vampir
2 Bab 02. 999 Tahun Pencarian
3 Bab 03. Akankah Akhir Penantian?
4 Bab 04. Ciuman & Tamparan
5 Bab 05. Dianggap Gila
6 Bab 06. Peringatan Untuk Menjauh
7 Bab 07. Rencana Pendekatan
8 Bab 08. Adanya Pengintai
9 Bab 09. Antara Ingatan & Mimpi
10 Bab 10. Trik Licik Raja Vampir
11 Bab 11. Tanda Jejak Reinkarnasi
12 Bab 12. Insiden Yang Sudah Direncanakan
13 Bab 13. Antara Fiktif & Fakta
14 Bab 14. Karma Sang Raja Vampir
15 Bab 15. Reinkarnasi Pemilik Murni Sihir Hitam
16 Bab 16. Penyihir Kena Palak
17 Bab 17. Tugas Khusus Untuk Denzel
18 Bab 18. Skenario Pendekatan Ala Dorian Part. 1
19 Bab 19. Serangan Tak Terduga
20 Bab 20. Keinginan Hati Untuk Tinggal
21 Bab 21. Merasa Tertipu
22 Bab 22. Kekhawatiran Seorang Kakak
23 Bab 23. Ketakutan Nyata Elena
24 Bab 24. Tragedi Masa Lalu
25 Bab 25. Mencoba Melawan Takdir
26 Bab 26. Telah Memastikan
27 Bab 27. Akhirnya Kebenaran Terungkap
28 Bab 28. Agenda Rapat Darurat
29 Bab 29. Ujian Kesabaran Part. 1
30 Bab 30. Nasib Yang Tak Jauh Berbeda
31 Bab 31. Poor Burung Denzel
32 Bab 32. Kerjasama Licik Raja Vampir & Asistennya
33 Bab 33. Makan Siang Manis, Berubah Menegangkan
34 Bab 34. Tandanya Berbeda
35 Bab 35. Penawaran Yang Dinanti
36 Bab 36. Target Pembunuhan
37 Bab 37. Kebangkitan Kekuatan
38 Bab 38. Kemarahan & Kekecewaan
39 Bab 39. Fenomena Tanda Kebangkitan
40 Bab 40. Dipaksa Menerima Takdir
41 Bab 41. Firasat Buruk Ivory
42 Bab 42. Pencarian
43 Bab 43. Kenyataan Tak Terbantahkan
44 Bab 44. Pengorbanan Denzel
45 Bab 45. Perjalanan Menuju Istana Vampir
46 Bab 46. Serasa Kembali Pulang
47 Bab 47. Tak Bisa Lari Dari Takdir
48 Bab 48. Kenangan Kehidupan Masa Lalu
49 Bab 49. Terikat
50 Bab 50. Pertarungan Mantan Sahabat Lama
51 Bab 51. Serangan Tak Terduga
52 Bab 52. Sumber Kesalahpahaman
53 Bab 53. Ingatan Yang Kembali
54 Bab 54. Mulai Terungkap
55 Bab 55. Rahasia Buku Sihir Hitam
56 Bab 56. Permintaan Bertemu
57 Bab 57. Pelaku Sebenarnya
58 Bab 58. Jebakan Dalam Jebakan
59 Bab 59. Akhir Kesalahpahaman
60 Bab 60. Akhir Pencarian... Akhir Segalanya
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 01. Penantian Panjang Raja Vampir
2
Bab 02. 999 Tahun Pencarian
3
Bab 03. Akankah Akhir Penantian?
4
Bab 04. Ciuman & Tamparan
5
Bab 05. Dianggap Gila
6
Bab 06. Peringatan Untuk Menjauh
7
Bab 07. Rencana Pendekatan
8
Bab 08. Adanya Pengintai
9
Bab 09. Antara Ingatan & Mimpi
10
Bab 10. Trik Licik Raja Vampir
11
Bab 11. Tanda Jejak Reinkarnasi
12
Bab 12. Insiden Yang Sudah Direncanakan
13
Bab 13. Antara Fiktif & Fakta
14
Bab 14. Karma Sang Raja Vampir
15
Bab 15. Reinkarnasi Pemilik Murni Sihir Hitam
16
Bab 16. Penyihir Kena Palak
17
Bab 17. Tugas Khusus Untuk Denzel
18
Bab 18. Skenario Pendekatan Ala Dorian Part. 1
19
Bab 19. Serangan Tak Terduga
20
Bab 20. Keinginan Hati Untuk Tinggal
21
Bab 21. Merasa Tertipu
22
Bab 22. Kekhawatiran Seorang Kakak
23
Bab 23. Ketakutan Nyata Elena
24
Bab 24. Tragedi Masa Lalu
25
Bab 25. Mencoba Melawan Takdir
26
Bab 26. Telah Memastikan
27
Bab 27. Akhirnya Kebenaran Terungkap
28
Bab 28. Agenda Rapat Darurat
29
Bab 29. Ujian Kesabaran Part. 1
30
Bab 30. Nasib Yang Tak Jauh Berbeda
31
Bab 31. Poor Burung Denzel
32
Bab 32. Kerjasama Licik Raja Vampir & Asistennya
33
Bab 33. Makan Siang Manis, Berubah Menegangkan
34
Bab 34. Tandanya Berbeda
35
Bab 35. Penawaran Yang Dinanti
36
Bab 36. Target Pembunuhan
37
Bab 37. Kebangkitan Kekuatan
38
Bab 38. Kemarahan & Kekecewaan
39
Bab 39. Fenomena Tanda Kebangkitan
40
Bab 40. Dipaksa Menerima Takdir
41
Bab 41. Firasat Buruk Ivory
42
Bab 42. Pencarian
43
Bab 43. Kenyataan Tak Terbantahkan
44
Bab 44. Pengorbanan Denzel
45
Bab 45. Perjalanan Menuju Istana Vampir
46
Bab 46. Serasa Kembali Pulang
47
Bab 47. Tak Bisa Lari Dari Takdir
48
Bab 48. Kenangan Kehidupan Masa Lalu
49
Bab 49. Terikat
50
Bab 50. Pertarungan Mantan Sahabat Lama
51
Bab 51. Serangan Tak Terduga
52
Bab 52. Sumber Kesalahpahaman
53
Bab 53. Ingatan Yang Kembali
54
Bab 54. Mulai Terungkap
55
Bab 55. Rahasia Buku Sihir Hitam
56
Bab 56. Permintaan Bertemu
57
Bab 57. Pelaku Sebenarnya
58
Bab 58. Jebakan Dalam Jebakan
59
Bab 59. Akhir Kesalahpahaman
60
Bab 60. Akhir Pencarian... Akhir Segalanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!