Usai perkuliahan selesai, kini tinggal Riley dan Isla saja yang tertinggal di kantin kampus, sedang untuk Gracelyn tentu saja dia sibuk di perpustakaan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, sedang Kinsey ya jelas ke kantor karena sudah cerita tadi, dan untuk Ruby, entahlah dia kemana, mereka berdua tidak tahu, sekarang-sekarang ini Ruby terlihat sibuk sendiri dan entah apa yang sedang di kerjakan olehnya
“Isla ..” Riley menepuk lengan Isla beberapa kali “nanti temenin aku sebentar ya “ pinta Riley dengan suara heboh
Isla masih nampak asyik menyeruput minumannya, tak begitu peduli dengan kehebohan temannya “kemana “ tanya Isla setengah malas
Riley menunjukkan layar ponselnya pada Isla “memergoki orang selingkuh” di layar ponsel Riley terpampang sebuah punggung seorang pria yang Isla yakini adalah kekasih baru Riley, sedang memeluk pinggang seorang wanita dengan begitu posesif
Isla menghela nafas panjang “ini sudah pacar yang ke berapa Riley “ heran sekali dengan sahabatnya yang berkali-kali pacaran dan berkali-kali putus juga
Riley nampak berpikir “aku susah ingatnya, yang aku ingat ini pacar ketigaku di bulan ini” jawab Riley dengan begitu santai
“ya ampun Riley “kaget sekali Isla dengarnya “kamu pacaran apa ajang koleksi pacar sih“ heran sekali dengan Riley yang begitu cepat berganti pacar, sudah seperti ganti baju saja
“inginnya sih punya pacaran yang beneran tapi bagaimana kalau dia tidak sesuai ekspektasiku ” Riley memang benar-benar berniatan pacaran yang serius, tapi entah kenapa selalu ada yang membuatnya tidak suka dan tidak puas dengan pacarnya jadi jalan satu-satunya ya putus dan agar tidak patah hati ya cari pacar lagi “aku juga tidak mau di selingkuhi atau di manfaatkan saja” ungkap Riley apa adanya
“terserah kamu saja Riley “percuma menasehati sahabatnya itu, sekarang bilang menyesal pacaran, tapi tahunya sudah punya pacar lagi besoknya
***
Riley dan Isla datang mengunjungi salah satu hotel ternama di Kanada “ini tidak salah kita ke sini Riley “Isla ngeri sendiri karena Riley mengajaknya main ke hotel, mana mereka berdua itu perempuan pula
“kan aku sudah bilang mau mempergoki orang selingkuh “ Riley menarik paksa tangan Isla untuk terus menemaninya karena jujur saja ia juga takut datang ke hotel seorang diri
Riley langsung bertanya pada resepsionis yang sudah ia bayar karena hotel itu memang milik suami sahabatnya, mengatasnamakan pemilik tentu membuat jalan Riley makin mudah untuk mendapat kunci kamar pacarnya yang katanya sedang bersama wanita yang entah siapa
“kamu tidak salah pakai nama Gracelyn untuk bisa dapat kunci kamar pacar kamu“ Isla heran sendiri dengan Riley yang bisa seenteng itu menggunakan nama Gracelyn untuk mendapatkan kunci kamar pacar Riley
“Gracelyn tidak akan marah pada kita kalau kita pakai namanya untuk kebaikan“ ujar Riley dengan santai
“Gracelyn memang gak akan marah tapi memang kamu gak takut sama suaminya” Gracelyn sih memang baik tapi suami Gracelyn, Isla tidak yakin, wajah Kendrick terlalu menyeramkan dan membuatnya ketakutan setiap melihatnya
“soal itu nanti saja kita pikirinnya “ Riley berjalan cepat ke arah lift dan menekan nomor lantai tempat kamar pacarnya berada
“pokoknya kamu yang tanggung Riley, aku gak mau di seret-seret akibat ulah kamu “ Isla tidak ingin menanggung perbuatan temannya jika sampai ketahuan suami Gracelyn nantinya
"iya, tenang saja" Riley juga cukup tahu diri untuk tidak melibatkan temannya untuk persoalan yang ia buat
*
*
*
Sampai di depan pintu Riley menghela nafas panjang dan langsung membuka pintu dengan kunci akses yang ia punya, dan benar saja ia langsung di suguhi dengan pemandangan 21++ yang begitu panas dan menjijikan
Isla yang kaget langsung berbalik dan menutup mata sedang Riley langsung menekan menu rekam video untuk merekam adegan tak senonoh kekasihnya, durasi yang di ambil hanya 30 detik saja, tapi itu sudah cukup mampu menangkap inti perselingkuhan kekasihnya
Di rasa cukup dengan bukti yang ia butuhkan, Riley langsung mengajak Isla untuk keluar, tak ingin mengganggu sesi percintaan panas orang lain yang bisa membuatnya mual dan tidak bisa makan karenanya “ayo pergi Isla “ajak Riley untuk segera keluar dari kamar pria yang akan jadi mantan kekasihnya
“kita keluar begitu saja “ pikir Isla, Riley akan memberikan drama mengamuk setelah di selingkuhi, makanya dia takut kena marah suami Gracelyn jika membuat keributan di hotel milik suami sahabatnya tapi ini kok cuma begini saja, tidak ada ajang ribut membuat segalanya terasa ada yang kurang
“malas amat ngamuk sama pria yang tidak berkelas “ Riley mengambil secarik kertas dan menuliskan pesan untuk kekasih yang mulai detik itu menjadi mantan kekasihnya “bukti sudah di dapat jadi tidak akan ada drama penyangkalan, aku juga memberikan pesan putus untuk Richard “ Riley dorong kertas yang ia tulis masuk ke dalam kamar Richard agar Richard bisa membacanya nanti saat akan keluar kamar
“Cuma begitu saja “ kenapa rasanya terlalu mudah jika tak ada keributan saat mendapati sang kekasih selingkuh
“aku bukan sekali dua kali berpacaran Isla, dan aku tidak mau membuang tenagaku untuk memarahinya, toh belum lama ini pacarannya, dan aku juga tidak sampai jauh berhubungan dengannya jadi ya sudahlah, anggap saja itu memori kurang enak untuk di ingat saja “Riley melenggang pergi dengan santai membuat Isla hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah absurd sahabatnya
Isla benar-benar takjub dengan sikap Riley “bisa sesantai itu ya hidupnya, itu pacarnya loh yang selingkuh “ kenapa bisa sesantai itu Riley menyikapi jalan hidupnya
Isla mengejar langkah Riley yang makin menjauh “kamu beneran tidak mau melabrak mereka “Isla mengambil ponselnya “sudah siap live di tok tok ini, kali saja aku aku makin banyak pengunjungnya dan uang jajanku bisa tambah “ ucap Isla dengan santainya
“ya ampun Isla “ Riley pukul kepala Isla membuat Isla mengaduh sakit “uang jajan kamu kurang apa, mau aku bantu minta sama kakak-kakakmu itu “ Riley menawarkan bantuan untuk meminta uang jajan tambahan
“tidak perlu “Isla jelas langsung menolak tawaran Riley “kakakku sudah cukup banyak kasih aku uang jajan, rekeningku sampai ada 4 karena orang tuaku juga sudah kasih rekening tersendiri untukku, dan aku harus menghafal hari apa saja untuk memakai kartu yang aku punya agar kakak-kakakku dan orang tuaku tidak ngambek karena merasa tidak di anggap jika aku tidak memakai uang jajan dari mereka “ Isla jarang banget pakai uang, secara setiap jalan seringnya di bayarin Gracelyn atau Riley jadi Isla harus memutar otak untuk memakai uang dari kakaknya
“ya sudah kita ke tempat karaoke ya “ Riley akan memanfaatkan kebaikan Isla kali ini “lumayan bisa minta kamu bayarin ke tempat karaoke “ ajakan Riley bukan seperti ajakan tapi lebih ke pemaksaan
“jangan ke tempat karaoke yang ada bar nya, kakakku bisa membunuhku “peringat Isla akan karaoke yang di pilih haruslah tempat karaoke yang aman untuk seorang wanita baik-baik seperti mereka
“oke” Riley juga tidak mau ambil risiko di marahi kakak-kakak Isla, yang mana itu bisa membuat kepalanya pening dengan suara dua kakak laki-laki Isla yang begitu protektif pada Isla
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments