Kehilanganmu... (Tidak Akan Menghancurkan Ku)
Cahaya pagi menyelinap perlahan melalui celah jendela, menari lembut di dinding kamar yang masih setia menyimpan sisa-sisa mimpi. Udara terasa segar, seakan membawa bisikan harapan yang baru saja lahir bersama matahari. Di balik selimut tipis, seorang gadis muda terbangun dengan tarikan napas pelan, matanya membuka perlahan, menyambut hari yang terbentang seperti halaman kosong menunggu untuk ditulisi cerita.
Ia bangkit dari tidurnya dengan langkah ringan, membiarkan sinar mentari menyentuh wajahnya yang masih polos oleh sisa kantuk yang masih tersisa. Rambutnya tergerai sederhana, namun memantulkan kilau pagi yang hangat. Ada senyum kecil terlukis di bibirnya, senyum yang lahir dari rasa syukur akan pagi yang begitu cerah, akan kesempatan baru yang kembali diberikan dunia untuk ia bisa menjalani hari-hari bermakna. Dunia di luar jendela tampak hidup, burung-burung bersahutan, dedaunan bergoyang perlahan, dan langit biru membentang tanpa ragu untuk menyongsong hari.
Dengan hati yang penuh semangat, ia bersiap memulai harinya, membawa mimpi-mimpi kecil yang disimpannya rapi di dalam dada. Pagi ini bukan sekadar awal di hari ini, melainkan awal dari harapan, keberanian, dan cerita baru yang siap ia jalani untuk hidup yang penuh arti. Gadis muda itu bernama Riley Qiana Adelbert, Gadis cantik yang selalu berpikiran positif dan ceria serta penuh percaya diri.
Langkah kakinya bergerak pasti menuruni anak tangga, menghampiri dua sosok yang sangat berarti di hidupnya “Mommy “ dia kecup pipi wanita bernama Xantara Tyrianne yang bergelar sebagai ibu yang sudah melahirkannya ke dunia ini
Seorang pria paruh baya menekuk wajahnya, berpura-pura sedih ketik melihat gadis yang akrab di panggil Riley itu mengecup pipi ibunya “hanya mommy yang di kecup “ sungut pria paruh baya itu dengan wajah sok sedihnya
“tentu saja tidak “ Riley langsung memeluk pria itu dari belakang dan tak lupa memberikan kecupan di pipi pria bernama lengkap Anes Adelbert, ayah kandung Riley sekaligus suami Anne sang ibu “Daddy pasti kebagian juga “ ucap Riley dengan riang
“duduk dulu, kita sarapan bersama “ titah Anne pada Riley agar segera duduk dan sarapan bersama
“oke mommy “ Riley langsung duduk di tempat yang biasa ia gunakan saat makan bersama di rumahnya
Ketiganya sarapan bersama dengan santai dan sesekali di selipi obrolan ringan “mommy dengar rencana resepsi pernikahan Gracelyn di tunda ya” Anne sempat dengar rumor resepsi pernikahan Gracelyn dan Kendrick di tunda
“iya mom, tapi sepertinya tidak akan lama juga” rencana tersebut memang sempat tertunda karena beberapa alasan dan tidak mungkin dirinya menceritakan kepada orang tuanya sebab itu adalah privasi sahabatnya
“semoga tetap lancar sampai hari H ya “ Anne tetap mendoakan yang terbaik untuk sahabat putrinya
“nanti ke kampus jam berapa sweety “ Anes ingin tahu jadwal putrinya
“agak siangan Dad” balas Riley
“semoga harimu lancar Sweety “ Anes selalu mendoakan hari-hari putrinya berjalan dengan lancar dan tanpa ada hambatan sama sekali
“Thanks Dad” balas Riley dengan senyum tipisnya
*
*
*
Riley memarkirkan mobilnya di parkiran yang biasa ia gunakan saat di kampus, turun dari mobilnya ia segera mencari keberadaan teman-temannya
“Ruby” Riley melambaikan tangannya ke arah Ruby yang nampak asyik memainkan ponselnya di area depan gedung perkuliahannya
Ruby menengok ke arah Riley dan ikut melambaikan tangannya ke arah Riley “kemari Riley “panggil Ruby dengan suara riangnya
Riley segera berlari ke arah Ruby dan memberikan pelukan singkat “yang lainnya mana “ Riley belum melihat ketiga sahabatnya yang lain
“mungkin bentar lagi mereka datang “dirinya juga belum melihat ketiga temannya yang lain
Dan benar saja tak lama kemudian, para sahabat Riley yang lain datang dan langsung menyapa Riley dan Ruby “kok baru sampai Gracelyn “wajar saja Riley bertanya kenapa Gracelyn baru datang karena biasanya Gracelyn lah yang datang paling awal ke kampus
“inginnya sih datang lebih awal “ Gracelyn melirik ke arah Kinsey “tapi adik iparku yang satu ini rada ngeselin dan lelet “ Gracelyn berkata sinis ke arah Kinsey yang nampak tak masalah sama sekali dengan ocehannya
“yang penting kan tidak telat “menurutnya tetap datang dan tidak terlambat saja, terlalu pagi datang juga buat apa
Riley menoleh ke arah Isla yang dari tadi memajukan bibirnya beberapa centi “itu kenapa mulut maju begitu, mau aku ikat apa “tawar Riley dengan membuat gerakan akan mengikat sesuatu
Isla merotasikan matanya dengan kesal “jangan bikin aku tambah kesal deh“ ketus Isla pada sahabat yang menambah kesal dirinya
“kenapa, kamu gak di bawakan mobil lagi sama orang tua kamu “ Riley cukup tahu kebiasaan Isla yang suka kesal jika tidak di izinkan membawa mobil sendiri ke kampus
“di izinin, tapi mobilku di bawa kakakku katanya mobilnya di bengkel “ kalau mobilnya di bawa kakaknya itu artinya ia harus pulang sendiri menggunakan taksi
“ya sudah sih Isla, kamu tinggal pulang bareng sama orang di antara kita “ ngapa juga pusing saat teman-temannya yang lain pada punya mobil semua
“iya juga “Isla langsung terkekeh “aku lupa kalau kalian punya mobil sendiri-sendiri “ ujar Isla dengan wajah polosnya
“kami sahabat kamu, jadi pasti akan selalu ada untukmu “ ucap Ruby
“ih senangnya “ Isla mengajak ketiga sahabatnya untuk berpelukan dan tentu ketiganya menerima dengan senang hati
“kenapa giliran berpelukan, aku selalu di tinggalkan” Kinsey kesal sendiri dengan teman-temannya yang selalu mengabaikan dirinya saat berpelukan bersama
Gracelyn menatap sinis ke arah Kinsey “jangan banyak tingkah ya Kinsey “ peringat Gracelyn dengan tegas
“iya sih “Kinsey jadi ngeri sendiri melihat tatapan mata Gracelyn " lama -lama kamu mirip kakakku " gumam Kinsey dengan suara lirih
“oh iya Gracelyn, nanti kamu pulangnya di jemput sopir rumah ya, aku harus ke kantor setelah kuliah nanti “ Kinsey ada rencana langsung ke kantor setelah dari kampus jadi tidak bisa mengantar Gracelyn pulang
“iya Kinsey “ Gracelyn tidak masalah juga jika harus di jemput sopir, orang jalan kaki saja dia masih bisa kalau-kalau tidak ada yang bisa menjemputnya ke kampus, kan rumahnya dekat dengan kampus
“kamu sekarang makin sibuk saja Kinsey “ Riley heran kenapa sekarang Kinsey jadi sibuk ke kantor hampir setiap hari
“kak Kendrick kan lagi sibuk di Belanda jadi untuk perusahaan yang di Kanada ya aku yang handel, dan kebetulan di kantor ada banyak pekerjaan “ risiko punya banyak perusahaan di beberapa wilayah negara ya seperti ini, terlalu banyak sampai kadang bingung harus mendahulukan yang mana, dan itu yang di rasakan oleh Kendrick yang harus sering bepergian ke beberapa negara untuk mengurus perusahaan keluarga
“eh eh eh...” Ruby mengode teman-temannya untuk fokus padanya “kok sekarang aku jarang lihat Theresia sih, bukannya waktu itu dia sering datang buat ganggu Gracelyn ya “ Ruby bertanya-tanya kemana Theresia sekarang, kenapa jadi jarang kelihatan
“iya juga “sahut Isla dengan cepat “apa dia sudah dapat pencerahan “ lebih ke bertanya pada dirinya sendiri sih ketimbang bertanya pada orang lain
“sudahlah jangan terlalu memikirkan orang tidak penting “Gracelyn tidak ingin membahas hal yang menurutnya tidak penting “tujuannya adalah mendapatkan suamiku dan aku tidak akan pernah membiarkan itu “ Gracelyn mengepalkan satu tangannya “suamiku sudah terlalu kuat aku genggam “cicit Gracelyn dengan tawa renyahnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments