SETELAH AKU PERGI

SETELAH AKU PERGI

Bab 1 Memutuskan

Di luar sana, hujan belum juga reda. Seolah mengerti, luka yang dirasakan Meila hari ini. Bayangan Melisa bersama Zayan di butik pagi tadi, tidak juga menghilang dari ingatan Meila.

Seharusnya hari ini menjadi hari yang menyenangkan bagi Meila. Dia akan fitting gaun pernikahannya. Gaun yang Meila rancang sendiri, untuk dia kenakan di hari bahagianya bersama Zayan. Kini, semua itu sirna, karena ulah Melisa, sang kakak, putri kesayangan keluarga Aksara.

"Ini video yang merekam kejadian di butik tadi pagi." Dewi menyerahkan smartphone miliknya dengan layar yang menyala.

Tangan Meila terulur untuk mengambil benda pipih itu. Seperti yang Dewi sampaikan, layar itu menampilkan kejadian di butik pagi tadi. Mata Meila tajam memperhatikan video yang direkam Dewi secara diam-diam itu.

Video itu menunjukkan wajah bahagia Melisa yang tengah mengenakan gaun pengantin milik Meila. Namun, bukan itu yang membuat Meila merasa kecewa. Melainkan keputusan Zayan, yang mengizinkan Melisa mengenakan gaun pengantin itu.

Video itu kini memperlihatkan tatapan Zayan yang terpesona pada penampilan Melisa. Itulah satu-satunya kelebihan yang Melisa miliki, kakak perempuannya itu selalu saja, mampu menjadikan dirinya mendapatkan perhatian yang dia inginkan.

"Kak Zayan, aku cantik kan, mengenakan gaun ini?" Melisa bertanya dengan suara yang dibuat manja pada calon suami Meila itu. Pria yang seharusnya menjadi calon adik iparnya itu, ingin Melisa rebut dari Meila.

"Cantik." Zayan tersenyum dengan mata yang berbinar, menatap kagum pada Melisa.

Mendengar jawaban Zayan yang memuji wanita lain, menambah luka Meila. Apalagi itu Melisa, kakak yang selalu saja membuat Meila buruk dimata orang lain

Sekarang, ingatan Meila kembali pada rencana jahat sang ibu. Nyonya Hana Aksara itu membuat skenario agar Zayan tidak jadi menikah dengan Meila.

Wanita yang melahirkan Meila itu akan mengurung Meila di hari pernikahnnya. Membuat drama, seolah-olah Meila kabur di hari pernikahan itu. Lalu dia akan mengantikan posisi Meila dengan Melisa. Dengan alasan menjaga nama baik kedua keluarga, sehingga pernikahan itu tidak bisa dibatalkan.

Meila tersenyum kecut mengenang rencana jahat ibunya itu. Rencana yang Meila lihat dari rekaman cctv tersembunyi milik Meila. Sekarang, tidak perlu drama. Meila dengan senang hati melepaskan Zayan. Pria itu sudah melewati batas kesabaran Meila, dengan mengizinkan Melisa mengenakan gaun pengantin itu.

"Baiklah, aku akan mempermudah rencana kalian," gumam Meila.

Tekad Meila sudah bulat. Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.

Meila mengembalikan smartphone milik Dewi, setelah video itu berakhir. Berakhir dengan adegan Meila yang merobek gaun pengantin itu dihadapan Zayan dan Melisa. Sakit, namun ada kepuasan tersendiri dari dalam diri Meila. Akhirnya dia tidak lagi menjadi orang yang memilih diam, atas perlakuan yang menyakitkan dari keluarganya sendiri.

Meila juga tidak rela, gaun pengantin yang dia rancang sendiri itu dikenakan oleh Melisa. Apalagi untuk menggantikannya di hari itu, hari pernikahannya dengan Zayan. Gaun itu hasil karyanya sendiri, yang dia buat khusus untuk pernikahannya, bukan pernikahan Melisa. Itulah yang membuat Meila murka saat tahu Melisa mencoba gaun itu, bahkan sebelum dirinya sendiri mencobanya.

"Video ini mungkin akan berguna suatu saat nanti," ucap Dewi menjelaskan, setelah menerima kembali smartphone miliknya.

Meila mengangguk, membenarkan ucapan Dewi. Orang yang begitu mengerti perasaan Meila, karena mereka memiliki permasalahan yang sama. Sama-sama tidak dianggap ada oleh keluarga mereka masing-masing. Kesamaan itu membuat mereka dekat. Dewi yang dulu hanya sebagai rekan kerja satu tim, kini sudah seperti saudara bagi Melia.

Hanya saja, nasib Dewi lebih beruntung dari pada Meila. Dewi sudah memiliki Erik, suami yang baik dan sangat mencintai dirinya. Pimpinan perusahaan tempat Meila dan Dewi bekerja.

Meila merapikan meja kerjanya, lalu memasukkan smartphone miliknya kedalam tas selempang. Meila bersiap untuk pulang. Niatnya bulat untuk memberitahu keluarganya, bahwa dia membatalkan pernikahannya dengan Zayan. Bukan hanya itu, Meila mantap untuk pergi dari kediaman Aksara. Meninggalkan keluarganya. Keluarga yang selama ini, hanya bisa memberikan rasa sakit, hinaan dan cacian untuk dirinya.

"Kamu yakin akan pulang?" Erik bertanya begitu melihat Meila mencantolkan tas dipundaknya. Pria itu, baru saja keluar dari ruangannya.

"Aku harus pulang untuk menyelesaikan semuanya, dan mengambil barang milikku yang masih tersisa di rumah itu Bang," jawab Meila.

Erik mengangguk pada adik angkat istrinya itu, yang sekarang menjadi adik angkatnya juga. "Abang dan Dewi akan ikut bersama kamu."

Meila tampak ragu. Dia tidak ingin terus merepotkan Dewi dan Erik. Pasangan suami istri itu sudah terlalu banyak membantu Meila. Tanpa mereka berdua, Meila tidak mungkin bisa sekuat ini.

Erik dan Dewi meyakinan Meila, mereka lakukan ini demi kebaikan Meila. Mereka khawatir terjadi sesuatu dengan Meila. Mengingat, bagaimana buruknya perlakuan keluarga itu pada putri mereka sendiri.

"Kami tidak mungkin membiarkan kamu pulang sendiri Mei. Apa lagi tujuan kamu sudah bulat untuk pergi dari rumah itu, meninggalkan keluarga kamu dan membatalkan pernikahan kamu."

Meila terharu. Dia bertemu dua orang yang menyayangi dirinya lebih dari keluarganya sendiri. Mereka tidak memiliki hubungan darah. Tapi Erik dan Dewi sangat peduli pada Meila. Selalu ada disaat-saat terburuk Meila.

"Baiklah," balas Meila.

Bersama Erik dan Dewi, Meila menuju kediaman Aksara. Selama perjalan, tidak ada yang bicara. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Untungnya tidak butuh lama untuk sampai di kediaman orang tuanya. Karena kediaman Aksara berada di tengah kota, tidak terlalu jauh dengan perusahaan milik Erik.

Tiba di kediaman Aksara, hanya Meila yang turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah. Semetara Erik dan Dewi menunggu di mobil, sambil memantau cctv kediaman itu yang terhubung di laptop Erik. Mereka hanya berjaga-jaga saja, takut keluarga Aksara melakukan hal yang berlebihan terhadap Meila. Itu kesepakatan yang baru saja mereka buat, sebelum Meila turun.

Meila berjanji, dia tidak akan lama berada di kediaman orang tuanya itu. Seperti yang dia sampaikan pada Erik dan Dewi, Meila hanya ingin mengambil sisa-sisa barang penting miliknya. Lalu pamit pada keluarganya bahwa, dia tidak akan kembali lagi ke kediaman itu. Rumah yang penuh dengan ketidakadilan orang-orang di dalamnya.

Meila mendengus begitu melihat kendaraan milik Zayan berada di halaman kediaman orang tuanya, meskipun Meila sudah menduganya. Karena Zayan lebih mendengarkan apa yang Melisa katakan, dari pada mengejarnya untuk bicara dan minta maaf.

Saat Meila masuk, semua mata menatap padanya. Zayan berdiri, lalu menghampiri Meila. "Mei, kamu akhirnya pulang juga. Aku sudah dari tadi menunggu kamu pulang."

Tangan Zayan terulur ingin meraih pundak Meila. Namun Meila segera menepisnya. Zayan sedikit terkejut. Biasanya Meila akan kembali bersikap manis, setelah mereka selisih paham seperti tadi. Apalagi mereka saat ini bersama kedua orang tua Meila dan saudara-saudaranya. Biasanya, Meila akan menunjukkan pada mereka bahwa, Zayan adalah miliknya, terutama di hadapan Melisa.

Sementara itu, ditempat duduknya, Melisa menatap kesal melihat Zayan yang masih saja memperdulikan Meila. Tadi, waktu di butik, Zayan memarahi Meila dengan suara tinggi, karena sudah merobek gaun pengantin itu.

Melisa tentu saja sangat senang melihatnya. Apalagi saat dia melihat Meila yang terkejut karena Zayan meninggikan suaranya. Zayan bahkan mengeluarkan kalimat yang menyakitkan untuk didengar. Pria itu menganggap Meila, kali ini sangat keterlaluan dan kekanak-kanakan.

Setelah menepis tangan Zayan, Meila melanjutkan langkahnya. Baru satu langkah, suara bariton milik tuan Beni Aksara meminta Meila berhenti. "Tetap di situ Meila Ayunda! Jaga sikap kamu! Jangan kurang ajar dengan Zayan. Dia itu calon suami kamu."

Meila mendengus. Masih saja mereka bersandiwara dihadapannya, dengan mengatakan Zayan adalah calon suaminya. Mereka pikir, Meila tidak tahu jika skenario yang dibuat oleh nyonya Hana Aksara itu bekerjasama dengan semua keluarganya dan orang tua Zayan.

"Zayan bukan calon suami Saya," jawab Meila tanpa berbalik menghadap ayahnya itu.

"Kamu bicara apa Mei?" Zayan tidak terima Meila bicara seperti itu. Meila tetap calon istrinya, wanita yang ingin dia nikahi.

Meila berbalik, lalu pandangannya tajam menatap Zayan. "Bukannya kamu ingin menikah dengan Melisa, Zayan?"

Zayan tersentak mendengar Meila memanggil namanya tanpa embel-embel mas. Baru saja Zayan ingin menjawab pertanyaan yang lebih ke pernyataan itu, dari Meila. Tuan Beni Aksara sudah lebih dulu bersuara.

"Yang sopan Meila! Melisa itu kakak kamu!" Tuan Beni Aksara tidak suka Meila menyebut nama Melisa tanpa embel-embel kak.

"Bukan berarti dia bisa mengenakan gaun pengantin milik saya seenaknya saja." Tegas Meila.

Terpopuler

Comments

Dewi 1234

Dewi 1234

kenapa sih namya hampir sama..bikin bingung

2026-08-09

0

Aidil Kenzie Zie

Aidil Kenzie Zie

mampir

2026-03-10

0

Muft Smoker

Muft Smoker

hai kak aq mampir ksni ,,

2026-02-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memutuskan
2 Bab 2 Pergi
3 Bab 3 Dibuang
4 Bab 4 Pengumuman
5 Bab 5 Menghilang Sementara Waktu
6 Bab 6 Bertemu
7 Bab 7 Keputusan Abyan
8 Bab 8 Persiapan
9 Bab 9 Tidak Akan Mundur
10 Bab 10 Hari Pernikahan
11 Bab 11 Keputusan Beni
12 Bab 12 Putri Yang Dibuang
13 Bab 13 Menginginkan Pernikahan Ini
14 Bab 14 Rencana Berhasil
15 Bab 15 Dia Istriku
16 Bab 16 Belajar Mencintai
17 Bab 17 Merubah Rencana
18 Bab 18 Diserang
19 Bab 19 Pengumuman Keluarga Alamanda
20 Bab 20 Menemui Alexander
21 Bab 21 Pulang
22 Bab 22 Tergantung Meila
23 Bab 23 Bertemu Bibi Ana
24 Bab 24 Bertemu Arbie
25 Bab 25 Villa Danunevra
26 Bab 26 Menemui Abyan
27 Bab 27 Kedatangan Keluarga Benalu
28 Bab 28 Salah Paham
29 Bab 29 Cerai
30 Bab 30 Kedatangan Dua Rubah
31 Bab 31 Bertemu Melisa dan Zayan
32 Bab 32 Tertabrak
33 Bab 33 Bukan Paman Beni
34 Bab 34 Ayah
35 Bab 35 Penjelasan Barra
36 Bab 36 Menjelang Pertemuan
37 Bab 37 Ini Takdir
38 Bab 38 Gagal
39 Bab 39 Ditangkap
40 Bab 40 Penghianat Sebenarnya
41 Bab 41 Rencana Abyan
42 Bab 42 Kedatangan Flora dan Alexa
43 Bab 43 Dengan Cara Kami
44 Bab 44 Pilihan Yang Bagus
45 Bab 45 Ke Dokter
46 Bab 46 Kabar Bahagia
47 Bab 47 Persiapan
48 Bab 48 Keracunan
49 Bab 49 Tidak Ikut Campur
50 Bab 50. Bisa Merasakan
51 Bab 51 Di Rumah Sakit
52 Bab 52 Dipersulit
53 Bab 53 Berusaha Keluar
54 Baba 54 Berhasil Keluar
55 Bab 55 Pulang
56 Bab 56 Jadi Anak Daddy
57 Bab 57 Mansion Antonio
58 Bab 58 Sesuai Rencana
59 Bab 59 Permainan Pertama
60 Bab 60 Tiba di Swiss
61 Bab 61 Lolos
62 Bab 62 Mematahkan Sayap Jimmy
63 Bab 63 Menjalankan Misi
64 Bab 64 Perjalanan Masih Panjang
65 Bab 65 Terpojok
66 Bab 66 Mereka Selamat
67 Bab 67 Lorong Evakuasi
68 Bab 68. Tiba di Kastil Xander
69 Bab 69 Kita Akan Pulang
70 Bab 70 Meninggalkan Tanah Konflik
71 Bab 71 Sebagai Hadiah Kemenangan
72 Bab72 Air Mata Erik
73 Bab 73 Menuju Perang Besar
74 Bab 74 Masuk Jebakan
75 Bab 75 Pertempuran
76 Bab 76 Target Sudah Dilumpuhkan
77 Bab 77 Berakhir Untuk Hari Ini
78 Bab 78 Kebenaran Menunjukkan Kekuatannya
79 Bab 79 Belum Berakhir
80 Bab 80 Akan Terus Terukir
81 Bab 81 Kejutan
82 Bab 82 Lamaran
83 Bab 83 Pernikahan Arbie dan Mariska
84 Bab 84 Ketegangan di Alamanda
85 Bab 85 Kedatangan Erik
86 Bab 86 Menunggu Waktu Yang Tepat
87 Bab 87 Bicara Dengan Bukti
88 Bab 88 Dua Jenius IT
89 Bab 89 Tidak Terima
90 Bab 90 Kembali Lagi
91 Bab 91 Lolos dari Pemantauan
92 Bab 92 Anak Yang Dibuang
93 Bab 93 Keputusan Terbaik
94 Bab 94 Ceo Baru Hastomo
95 Bab 95 Terpaksa Setuju
96 Bab 96 Pernikahan Feri dan Shila
97 Bab 97
98 Bab 98 Undangan Kakek Hasan
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102 Melakukan Yang Benar
103 Bab 103 Drama
104 Bab 104 Menargetkan Meila
105 Bab 105 Sudah Biasa
106 Bab 106 Dalang Sebenarnya
107 Bab 107 Tidak Hanya Bertahan
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Baba 111 Melawan Musuh
112 Bab 112
113 Bab113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117 Ethan
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Bab 1 Memutuskan
2
Bab 2 Pergi
3
Bab 3 Dibuang
4
Bab 4 Pengumuman
5
Bab 5 Menghilang Sementara Waktu
6
Bab 6 Bertemu
7
Bab 7 Keputusan Abyan
8
Bab 8 Persiapan
9
Bab 9 Tidak Akan Mundur
10
Bab 10 Hari Pernikahan
11
Bab 11 Keputusan Beni
12
Bab 12 Putri Yang Dibuang
13
Bab 13 Menginginkan Pernikahan Ini
14
Bab 14 Rencana Berhasil
15
Bab 15 Dia Istriku
16
Bab 16 Belajar Mencintai
17
Bab 17 Merubah Rencana
18
Bab 18 Diserang
19
Bab 19 Pengumuman Keluarga Alamanda
20
Bab 20 Menemui Alexander
21
Bab 21 Pulang
22
Bab 22 Tergantung Meila
23
Bab 23 Bertemu Bibi Ana
24
Bab 24 Bertemu Arbie
25
Bab 25 Villa Danunevra
26
Bab 26 Menemui Abyan
27
Bab 27 Kedatangan Keluarga Benalu
28
Bab 28 Salah Paham
29
Bab 29 Cerai
30
Bab 30 Kedatangan Dua Rubah
31
Bab 31 Bertemu Melisa dan Zayan
32
Bab 32 Tertabrak
33
Bab 33 Bukan Paman Beni
34
Bab 34 Ayah
35
Bab 35 Penjelasan Barra
36
Bab 36 Menjelang Pertemuan
37
Bab 37 Ini Takdir
38
Bab 38 Gagal
39
Bab 39 Ditangkap
40
Bab 40 Penghianat Sebenarnya
41
Bab 41 Rencana Abyan
42
Bab 42 Kedatangan Flora dan Alexa
43
Bab 43 Dengan Cara Kami
44
Bab 44 Pilihan Yang Bagus
45
Bab 45 Ke Dokter
46
Bab 46 Kabar Bahagia
47
Bab 47 Persiapan
48
Bab 48 Keracunan
49
Bab 49 Tidak Ikut Campur
50
Bab 50. Bisa Merasakan
51
Bab 51 Di Rumah Sakit
52
Bab 52 Dipersulit
53
Bab 53 Berusaha Keluar
54
Baba 54 Berhasil Keluar
55
Bab 55 Pulang
56
Bab 56 Jadi Anak Daddy
57
Bab 57 Mansion Antonio
58
Bab 58 Sesuai Rencana
59
Bab 59 Permainan Pertama
60
Bab 60 Tiba di Swiss
61
Bab 61 Lolos
62
Bab 62 Mematahkan Sayap Jimmy
63
Bab 63 Menjalankan Misi
64
Bab 64 Perjalanan Masih Panjang
65
Bab 65 Terpojok
66
Bab 66 Mereka Selamat
67
Bab 67 Lorong Evakuasi
68
Bab 68. Tiba di Kastil Xander
69
Bab 69 Kita Akan Pulang
70
Bab 70 Meninggalkan Tanah Konflik
71
Bab 71 Sebagai Hadiah Kemenangan
72
Bab72 Air Mata Erik
73
Bab 73 Menuju Perang Besar
74
Bab 74 Masuk Jebakan
75
Bab 75 Pertempuran
76
Bab 76 Target Sudah Dilumpuhkan
77
Bab 77 Berakhir Untuk Hari Ini
78
Bab 78 Kebenaran Menunjukkan Kekuatannya
79
Bab 79 Belum Berakhir
80
Bab 80 Akan Terus Terukir
81
Bab 81 Kejutan
82
Bab 82 Lamaran
83
Bab 83 Pernikahan Arbie dan Mariska
84
Bab 84 Ketegangan di Alamanda
85
Bab 85 Kedatangan Erik
86
Bab 86 Menunggu Waktu Yang Tepat
87
Bab 87 Bicara Dengan Bukti
88
Bab 88 Dua Jenius IT
89
Bab 89 Tidak Terima
90
Bab 90 Kembali Lagi
91
Bab 91 Lolos dari Pemantauan
92
Bab 92 Anak Yang Dibuang
93
Bab 93 Keputusan Terbaik
94
Bab 94 Ceo Baru Hastomo
95
Bab 95 Terpaksa Setuju
96
Bab 96 Pernikahan Feri dan Shila
97
Bab 97
98
Bab 98 Undangan Kakek Hasan
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102 Melakukan Yang Benar
103
Bab 103 Drama
104
Bab 104 Menargetkan Meila
105
Bab 105 Sudah Biasa
106
Bab 106 Dalang Sebenarnya
107
Bab 107 Tidak Hanya Bertahan
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Baba 111 Melawan Musuh
112
Bab 112
113
Bab113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117 Ethan
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!