Chapter 2. Sistem

"ini bukan tubuhku."

secara tiba-tiba sebuah kilatan cahaya muncul.

‎BZZZT.

‎Sebuah jendela holografis—holografis—muncul di depan matanya. Transparan dan bercahaya biru keemasan serta melayang di udara seperti layar komputer dari film fiksi ilmiah.

‎Thomas melompat mundur hingga kakinya tersandung dan ia jatuh ke lantai dengan keras.

‎"Argh~!" Rasa nyeri menyambar singkat, cukup untuk memaksanya menarik napas tajam. Namun sebelum ia sempat mengumpat atau berpikir lebih jauh, sesuatu yang jauh lebih mengganggu menyita perhatiannya.

Jendela itu tidak menghilang tapi mengikuti pandangannya.

Ke mana pun Thomas menoleh, antarmuka itu tetap berada tepat di tengah penglihatannya.

‎‎╔══════════════════════════

   [SOVEREIGN'S LEGACY SYSTEM]

‎HOST: Arthurian Vancroft

‎TITLE: The Crimson Aegis, Archduke of Valcrest

‎◈ PHYSICAL POWER: 8%(CRITICAL)

‎◈ MAGICAL POWER: 8% (CRITICAL)

‎◈ REPUTATION: 87% (Masih ditakuti publik)

‎◈ RELATIONSHIP (Valerine): -15%(Hostile)

‎◈ TERRITORY DEVELOPMENT: 34% (Terbengkalai)

‎⚠️ WARNING: Host dalam kondisi kritis

‎⚠️ Mana Core: Retak 73%

‎⚠️ Magic Circuits: Putus di 12 titik vital

‎⚠️ Mana Heart: Fungsi 11%

‎【MAIN QUEST UNLOCKED】

‎► Survive the First Month

‎ Reward: +5% Physical Recovery

‎ Failure: Death

[SELAMAT DATANG, THOMAS WATSON]

[‎Anda telah bertransmigrasi ke tubuh Arthurian Vancroft]

‎---

‎Thomas terdiam.

Mulutnya terbuka, namun tak satu pun kata berhasil keluar.

Otaknya—otak yang selama puluhan tahun ditempa untuk menghadapi krisis internasional, negosiasi paling rumit, dan permainan strategi geopolitik tingkat dunia—mendadak kosong.

“Apa…”

Ia menatap jendela holografis itu. Dan membacanya berulang kali.

Tangannya gemetar saat ia menggeleng pelan.

“Ini gila,” bisiknya. “Aku sudah gila. Serangan jantung merusak otakku, dan sekarang aku berhalusinasi—”

DING.

‎Jendela baru muncul.

‎╔══════════════════════════════════╗

‎║ ANDA TIDAK BERHALUSINASI

‎║

‎║ Kematian Anda di dunia asal:

‎║ Serangan jantung akut

‎║ Waktu kematian: 15 Maret 2025

‎║ 14:37 EST

‎║

‎║ Transmigrasi berhasil:

‎║ 18 Maret 2025 (Waktu Bumi)

‎║ 3 Kalon 1.457 (Waktu Valcrest)

‎╚══════════════════════════════════╝

‎Thomas merasakan darah seolah surut dari wajahnya. Ia terdiam, bingung, sama sekali tak mampu memahami apa yang sedang ia alami.

‎"Tidak. Tidak, tidak, tidak." Ia menggeleng keras, mencoba membuat jendela itu hilang. "Ini tidak nyata. Aku pingsan dan mungkin sekarang lagi koma. Aku—"

‎Rasa sakit di dadanya terasa lagi.

‎Thomas menjerit, tubuhnya melengkung. Seperti ada sesuatu yang merobek dari dalam. Dia bisa merasakannya—sesuatu yang retak di inti tubuhnya, seperti kaca yang pecah perlahan. Rasa sakit itu menyadarkan nya bahwa ini nyata.

‎"Oh Tuhan..." Thomas merangkak mundur, punggungnya menabrak sisi tempat tidur. "Ini nyata. Ini benar-benar nyata."

‎Napasnya tersengal. Panik mulai merayap.

‎Tapi kemudian—ia berusaha menenangkan diri..

‎Thomas memejamkan mata, memaksa paru-parunya menarik napas panjang dan perlahan.

“Baik,” katanya lirih. Suaranya bergetar, namun tetap terjaga. “Baik. Aku… aku pernah menghadapi yang lebih buruk.”

Bohong.Tidak pernah seburuk ini.

Ia membuka mata kembali.

“Fakta pertama,” ucapnya tegas, sengaja meninggikan suara agar terdengar nyata di telinganya sendiri. “Aku bukan lagi Thomas Watson.”

Keheningan ruangan menelan kata-katanya—namun anehnya, justru itu membantu menata pikirannya.

“Fakta kedua. Sekarang aku adalah… Arthurian Vancroft.” Ia berhenti sejenak, menelan ludah. “Seorang Archduke. Di sebuah kekaisaran bernama Valcrest.”

Thomas—tidak, Arthur—mengalihkan pandangan ke jendela sistem yang masih melayang didepannya.

“Fakta ketiga,” lanjutnya pelan. “Tubuh ini berada di ambang kehancuran.”

Ia menghela napas pendek.

“Kekuatan tersisa delapan persen. Mana Core… retak.” Alisnya berkerut. “Apa pun arti istilah itu di dunia ini, satu hal jelas—kondisiku saat ini sangat buruk.”

‎Matanya turun ke baris berikutnya.

Relationship (Valerine): -15% (Hostile).

“Valerine…” gumamnya. “Istri?”

Ia membaca penjelasan singkat di bawahnya, lalu menghembuskan napas pendek yang nyaris terdengar seperti tawa.

“Hubungan bermusuhan. Luar biasa.”

Sudut bibirnya terangkat samar.

“Di kehidupanku sebelumnya, aku tak pernah menikah karena terlalu sibuk dengan politik,” lanjutnya pelan. “Dan di sini… aku bahkan tidak punya hubungan yang baik dengan istrku.”

Ia menggeleng kecil. Nasib memang punya selera humor yang kejam.

Lalu pandangannya jatuh ke baris terakhir.

Main Quest: Survive the First Month.

Thomas tertawa—tawa pendek, pahit, lebih mirip hembusan napas kasar daripada suara kegembiraan.

“Bahkan setelah mati,” katanya lirih, “aku masih harus bertahan hidup.”

Namun tawa itu terhenti.

Kesunyian kembali menekan ruangan, ia kembali teringat dengan kehidupan sebelumnya.

Sekarang, The Global Peace Accord kemungkinan telah ditandatangani oleh Wakil Presiden. Pemerintahannya akan tetap berjalan. Negara itu akan terus bergerak maju.

Rakyatnya akan melanjutkan hidup.

Thomas Watson… sudah tidak ada.

Namun—

Pandangan matanya jatuh pada tangannya yang kini bergetar, bukan karena takut, melainkan karena tubuh ini belum sepenuhnya pulih.

“Arthurian Vancroft,” bisiknya pelan, mengucapkan nama itu dengan hati-hati, seolah sedang menguji bobotnya. “Apa yang kau lakukan… sampai tubuhmu hancur seperti ini?”

‎DING.

‎╔══════════════════════════════════╗

‎║ INFORMASI HOST SEBELUMNYA ║

‎╚══════════════════════════════════╝

‎Nama: Arthurian Vancroft

‎Usia: 28 tahun

‎Julukan: The Crimson Aegis

‎Prestasi:

‎- Memusnahkan Legiun ke-7 Demon Realm (500.000 iblis) sendirian

‎- Mengalahkan 9 Demon Lord dalam pertempuran tunggal

‎- Pahlawan Perang Perbatasan Selatan

‎- Satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest

‎Kondisi Terakhir:

‎2 bulan lalu bertarung melawan Demon God Zarathos dan 12 High-Demon lord. Kemenangan dengan harga mengerikan. Luka permanen pada sistem sihir. Publik percaya ia sedang "penyembuhan". Musuh politik menunggu kesempatan untuk menyerang.

‎Warning: Jika kelemahan terdeteksi, wilayah Vancroft akan diserang oleh faksi rival.

‎---

‎Thomas membaca dengan seksama.

‎"Jadi aku adalah..." Ia menarik napas. "Seorang legenda perang yang sekarat, dengan musuh di mana-mana, dan harus berpura-pura masih kuat."

Sebuah senyum tipis muncul di wajahnya—senyum yang dulu kerap membuat lawan politiknya gelisah sebelum menyadari bahwa mereka sudah kalah.

“Huft," ia menghela nafas pelan. "Kedengarannya,” lanjutnya tenang, “seperti hari Selasa biasa.”

Ia menggunakan sisi tempat tidur untuk bangkit berdiri. Setiap otot berteriak protes, tapi ia mengabaikannya seperti ia mengabaikan rasa lelah setelah berhari-hari negosiasi tanpa tidur.

Selama dua periode menjabat sebagai Presiden, Thomas Watson telah menghadapi kudeta yang hampir berhasil, krisis nuklir yang nyaris meledak, pandemi global, dan bahkan upaya pembunuhan. Dari semua itu, ia mempelajari satu kebenaran sederhana.

Ketika dunia runtuh, kau harus tetap berdiri tegak dan tersenyum.

Karena saat mereka melihatmu runtuh, segalanya benar-benar berakhir.

Ia mengangkat pandangan ke jendela holografis yang melayang di depannya.

“Baiklah, Sistem,” ucapnya datar, namun tegas. “Kau bilang aku bisa pulih melalui reputasi dan kepemimpinan?

‎DING.

[BENAR.]

[‎Sistem akan memberikan quest untuk membangun kembali kekuatan, reputasi, dan hubungan.]

[Setiap pencapaian \= Reward]

[Setiap kegagalan \= Konsekuensi]

‎╚══════════════════════════════════╝

‎Thomas mengangguk perlahan.

“Maka kita punya kesepakatan.” Ia menatap pantulan dirinya di cermin. “Aku tidak tahu mengapa aku ada di sini. Aku juga tidak tahu apakah ini surga, neraka, atau sekadar lelucon kosmik yang kejam.”

“Tapi jika aku diberi kesempatan kedua,” lanjutnya pelan, “dalam tubuh siapa pun, di dunia mana pun—aku akan melakukan apa yang selalu kulakukan.

‎"Bertahan hidup. Menang. Dan melindungi mereka yang tidak bisa melindungi diri mereka sendiri."

‎Sistem berkilau.

‎DING.

‎╔══════════════════════════════════╗

‎║ MINDSET TERKUNCI ║

‎║ Trait Activated: ║

‎║ [THE PEOPLE'S SHIELD] ║

‎║ ║

‎║ Bonus: +10% ke semua aksi ║

‎║ yang melindungi rakyat ║

‎╚══════════════════════════════════╝

‎Arthur menatap refleksinya di cermin untuk terakhir kalinya—mata merah yang bersinar dengan tekad baru. Tubuh ini mungkin hancur, tapi semangatnya tidak.

‎"Satu langkah pada satu waktu," gumamnya, mengutip mantra yang selalu ia gunakan saat menghadapi krisis. "Pertama, aku perlu memahami situasi lebih—"

‎CRACK.

Arthur membeku

‎Sesuatu retak di dalam dadanya.

Itu ‎bukan metafora maupun kiasan. Tapi Sesuatu benar benar retak di inti tubuhnya—ia seperti mendengar kaca pecah dari dalam tulang rusuk.

‎"Akh—!"

‎Rasa sakit meledak dengan intensitas yang membuat serangan jantung yang ia rasakan sebelumnya terasa seperti sensasi geli. Seperti ada tangan raksasa yang meremukkan jantungnya, menarik setiap tetes energi dari pembuluh darah, membakar setiap saraf dengan api hitam.

‎Lutut Arthur melemah.

Dunia berputar, keseimbangannya lenyap begitu saja. Ia terhuyung ke belakang, tangannya mencakar udara, mencari apa pun yang bisa dijadikan pegangan—namun tidak ada. Punggungnya nyaris menghantam lantai marmer yang dingin dan keras—

WUSH.

Hembusan angin dingin menyapu ruangan.

Dalam sepersekian detik sebelum kepalanya jatuh, sebuah lengan ramping—namun mengejutkan kuat—melingkari pinggangnya, menahan tubuhnya.

‎"Dasar bodoh."

‎Suara itu dingin—sedingin embun beku di pagi musim salju. Feminin, namun tajam, seperti bilah tipis yang tersembunyi di balik sutra halus.

Arthur berusaha memusatkan pandangan, tetapi dunianya masih berputar pelan. Yang tertangkap olehnya hanyalah siluet—sesosok wanita dengan rambut panjang berwarna perak-putih, berkilau lembut seperti cahaya bulan. Matanya berwarna perak keabu-abuan, dingin seperti logam cair, menatapnya dengan campuran kejengkelan dan kekesalan.

“V-Valerine…?”

Nama itu meluncur begitu saja dari bibirnya

“Siapa lagi?”

Valerine Vancroft—The Silver Frost—mendengus pelan. Tanpa basa-basi, ia menggeser posisi Arthur dengan gerakan terlatih, seolah sudah terlalu sering berada dalam situasi seperti ini. Tangannya memindahkan lengan Arthur ke pundaknya, menopang tubuhnya.

‎"Berat," keluh Valerine, tapi langkahnya stabil dan pasti saat berjalan menuju tempat tidur. "Kau bilang akan mengurangi latihan pedang. Bohong lagi, seperti biasa."

Ia membaringkan tubuh Arthur dengan gerakan efisien, nyaris profesional.

“Setidaknya sadarilah bahwa kondisimu sedang tidak baik-baik saja,” lanjutnya dingin. “Kalau kau ingin mati, jangan libatkan aku di dalamnya.”

‎Arthur mencoba berbicara, tapi mulutnya tidak merespons. Kesadarannya hampir hilang.

‎Yang terakhir ia rasakan sebelum kegelapan menelan adalah sensasi aneh—kehangatan dari tangan Valerine yang kontras dengan sikapnya yang dingin, dan aroma samar lavender bercampur peppermint yang entah kenapa... menenangkan.

‎"Selalu... merepotkan," bisik Valerine,

‎Lalu, Arthur kehilangan kesadaran.

...***...

Terpopuler

Comments

Bryan

Bryan

keren bgt Thor, karya kedua mu luar biasa

2026-02-06

1

Jack Strom

Jack Strom

Mantap!... 😁

2026-02-09

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. Kematian Thomas dan tubuh baru
2 Chapter 2. Sistem
3 Chapter 3. Memori
4 Chapter 4. Penyusup
5 Chapter 5. Bertemu
6 Chapter 6. Pujian
7 Chapter 7. Ruang Harta
8 Chapter 8. Sebastian Thorne
9 Chapter 9. Pembicaraan
10 Chapter 10. 3 Serigala
11 Chapter 11. Titah baru
12 Chapter 12. Makan malam
13 Chapter 13. sedikit perubahan
14 Chapter 14. Niat membunuh
15 Chapter 15. Balasan
16 Chapter 16. Pelaksanaan
17 Chapter 17. Rencana
18 Chapter 18. The Crazy Godness
19 Chapter 19. Perubahan
20 Chapter 20. Jarak
21 Chapter 21. Ritual
22 Chapter 22. Tiga hari Penderitaan
23 Chapter 23. Tiga hari Penderitaan Pt. 2
24 Chapter 24. Khawatir
25 Chapter 25. "Bukannya kita memang akur?"
26 Chapter 26. Istana kekaisaran
27 Chapter 27. Tarian politik
28 Chapter 28. Niat membunuh PT.2
29 Chapter 29. Tak terduga
30 Chapter 30. bertarung
31 Chapter 31. Kolaps
32 Chapter 32. Khawatir Pt. 2
33 Chapter 33. Panik
34 Chapter 34. Masalah
35 Chapter 35. Serangan
36 Chapter 36. Rapat
37 Chapter 37. Alasan
38 Chapter 38. Reformasi
39 Chapter 39. Sepupu
40 Chapter 40. Kesepakatan
41 Chapter 41. Kerja sama?
42 Chapter 42. Kunjungan tak terduga
43 Chapter 43. Alasan
44 Chapter 44. Benih kecemburuan
45 Chapter 45. Tambang
46 Chapter 46. Wabah
47 Chapter 47. Rahasia
48 Chapter 48. Di bawah langit malam
49 Chapter 49. "Hati Hati."
50 Chapter 50. Perpisahan
51 Chapter 51. Perbatasan
52 Chapter 52. Familiar
53 Chapter 53. Array
54 Chapter 54. Netherword
55 Chapter 55. Tiga klan
56 Chapter 56. Surat
57 Chapter 57. Rapat
58 Chapter 58. Kecurigaan
59 Chapter 59. Perintah rahasia
60 Chapter 60. Teknik Pembaca Jiwa
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Chapter 1. Kematian Thomas dan tubuh baru
2
Chapter 2. Sistem
3
Chapter 3. Memori
4
Chapter 4. Penyusup
5
Chapter 5. Bertemu
6
Chapter 6. Pujian
7
Chapter 7. Ruang Harta
8
Chapter 8. Sebastian Thorne
9
Chapter 9. Pembicaraan
10
Chapter 10. 3 Serigala
11
Chapter 11. Titah baru
12
Chapter 12. Makan malam
13
Chapter 13. sedikit perubahan
14
Chapter 14. Niat membunuh
15
Chapter 15. Balasan
16
Chapter 16. Pelaksanaan
17
Chapter 17. Rencana
18
Chapter 18. The Crazy Godness
19
Chapter 19. Perubahan
20
Chapter 20. Jarak
21
Chapter 21. Ritual
22
Chapter 22. Tiga hari Penderitaan
23
Chapter 23. Tiga hari Penderitaan Pt. 2
24
Chapter 24. Khawatir
25
Chapter 25. "Bukannya kita memang akur?"
26
Chapter 26. Istana kekaisaran
27
Chapter 27. Tarian politik
28
Chapter 28. Niat membunuh PT.2
29
Chapter 29. Tak terduga
30
Chapter 30. bertarung
31
Chapter 31. Kolaps
32
Chapter 32. Khawatir Pt. 2
33
Chapter 33. Panik
34
Chapter 34. Masalah
35
Chapter 35. Serangan
36
Chapter 36. Rapat
37
Chapter 37. Alasan
38
Chapter 38. Reformasi
39
Chapter 39. Sepupu
40
Chapter 40. Kesepakatan
41
Chapter 41. Kerja sama?
42
Chapter 42. Kunjungan tak terduga
43
Chapter 43. Alasan
44
Chapter 44. Benih kecemburuan
45
Chapter 45. Tambang
46
Chapter 46. Wabah
47
Chapter 47. Rahasia
48
Chapter 48. Di bawah langit malam
49
Chapter 49. "Hati Hati."
50
Chapter 50. Perpisahan
51
Chapter 51. Perbatasan
52
Chapter 52. Familiar
53
Chapter 53. Array
54
Chapter 54. Netherword
55
Chapter 55. Tiga klan
56
Chapter 56. Surat
57
Chapter 57. Rapat
58
Chapter 58. Kecurigaan
59
Chapter 59. Perintah rahasia
60
Chapter 60. Teknik Pembaca Jiwa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!