Bertemu lagi

"Mulai hari ini, kau akan bekerja menjadi asisten profesor Liana Zhou."

Kata seorang pria paruh baya berjas abu-abu itu sambil menyerahkan map cokelat tipis ke hadapannya. Dira cukup kaget mendengar nama itu tersebut. Siapa yang tidak kenal Liana Zhou? Wanita cantik, terkenal yang berhasil mendapatkan gelar profesornya di usia yang masih terbilang sangat muda.

Dua minggu bekerja di perusahaan ini, Dira hanya menjadi karyawan biasa yang bahkan tidak di anggap sama sekali keberadaannya. Karena dia hanya lulusan kampus biasa yang tidak terkenal. Yang kuliah lebih terlambat dari yang lain, bahkan sudah cukup berumur. Usianya 28 tahun ketika ia di terima di perusahaan ini. Seumuran profesor Liana Zhou.

Dira juga sempat heran kenapa dirinya bisa di terima di sini. Padahal rata-rata yang bekerja di kantor ini adalah mereka yang lulus dari universitas bergengsi dalam negeri, bahkan hampir rata-rata luar negeri. Dira menganggapnya sebagai keberuntungan.

"Kamu yang namanya Dira Ananta?" seorang wanita pirang berwajah jutek bertanya. Dira menganggukkan kepala.

"Profesor Zhou menunggumu di ruangannya." habis berkata seperti itu, wanita itu langsung pergi. Dira pun harus mencari sendiri di mana letak ruangan sang profesor cantik. Padahal sudah dua minggu dia jadi karyawan di sini, tapi belum ada teman juga. Atau mereka memang sengaja tidak ingin berteman dengannya. Mungkin karena dia terlalu biasa?

Tok tok tok.

Dia mengetuk pintu.

"Masuk." suara dari dalam. Lembut dan halus. Dira menarik nafas dan menghembuskannya lagi.

"Siang prof, perkenalkan saya Dira, asisten baru anda."

"Oh iya, hai Dira. Kebetulan. Aku ingin kamu bantu aku di laboratorium." wanita cantik itu tampak ramah dan lemah lembut.

Sekejap Dira terdiam. Dia pikir wanita itu akan galak seperti yang lain. Ternyata jauh berbeda dari yang dia pikirkan. Sepertinya bos-nya yang ini akan membuat dia lebih betah.

Hari itu, Dira bekerja dengan sepenuh hati. Dia banyak belajar juga. Kalau dia salah, wanita itu akan mengajarinya melakukan dengan benar, tidak marah, tidak membentak dan tidak galak.

Dan setelah seharian bekerja, Dira diberitahukan nama lain wanita itu. Zora.

"Kamu boleh pulang. Pekerjaanmu sudah selesai." kata Zora. Dira melirik jam tangannya lalu menganggukkan kepala. Jelas dia suka pulang cepat, karena bocah kecilnya nungguin dia di rumah.

Arel sudah TK. Dan Dira membayar orang khusus buat jagain anaknya dari pagi hari sampai dia pulang kerja. Tabungannya lumayan untuk menyewa babysitter. Tapi Arel sangat melekat dengannya. Jadi kalau jam tujuh malam dia belum pulang, Arel pasti rewel.

"Makasih prof, aku pulang dulu."

Zora mengangguk tetap dengan senyum ramahnya yang adem sekali. Dira mampir ke supermarket, membeli susu dan snack sehat untuk buah hatinya. Tak lupa juga dia membeli stok makanan buat mereka bertiga. Dirinya, Raka dan Arel.

"Semuanya 379 ribu kak." ucap kasir. Dira segera membuka tasnya untuk mengambil dompet.

Dompetnya tidak ada. Ia terus mencari. Cukup lama sampai si kasir mulai kesal menunggu. Antrian di belakang makin panjang.

"Maaf kak, masih lama? Yang lain nungguin." kata kasir setengah sebal dari nadanya.

Wajah Dira memanas. Tangannya sedikit gemetar saat kembali mengaduk isi tasnya, berharap dompet itu tiba-tiba muncul di sela-sela kertas dan ponselnya. Nihil. Napasnya tercekat.

"Maaf, sebentar ya," ucapnya pelan, nyaris berbisik. Ia menoleh ke belakang, menangkap tatapan tidak sabar dari beberapa orang di antrean.

"Kak, kalau belum siap bayarnya, silakan minggir dulu," ujar kasir itu lebih tegas.

Dira menelan ludah. Ia mengangguk cepat.

"Iya, maaf."

Dengan wajah tertunduk, ia mendorong troli ke samping, membiarkan antrean berjalan lagi. Kepalanya berputar. Dompetnya jelas ada tadi pagi. Ia ingat betul memasukkannya ke tas sebelum berangkat kerja. Apa tertinggal di kantor? Atau … jatuh di jalan?

Dira memijat keningnya. Jam sudah hampir menunjukkan pukul enam sore. Arel pasti sudah menunggu. Dira makin gelisah sekaligus malu, orang-orang pasti natap dia sekarang. Mana hapenya pake habis baterai pula. Ketika ia mengangkat kepala, tatapannya tidak sengaja bertemu dengan mata tajam seseorang. Seseorang yang amat sangat dia kenal.

Ethan.

Deg ...

Lagi? Kebetulan macam apa ini? Dia baru sebulan resmi balik ke kota ini, tapi malah sudah dua kali bertemu dengan laki-laki itu. Pertama di kereta, sekarang di supermarket. Semuanya dalam situasi yang memalukan.

Tatapan pria itu tajam bak elang. Dira kembali menunduk pura-pura mencari dompetnya lagi. Padahal jantungnya sedang berdebar-debar luar biasa. Begitu ia melihat langkah kaki di bawah maju, ia diam-diam mencuri pandang.

Ethan tidak melihatnya lagi. Pria itu fokus mengambil barang di dekat kasir. Entah kenapa Dira penasaran dan terus menatap ke tangan Ethan yang meraih benda tersebut. Mengambil benda itu dalam jumlah yang cukup banyak.

Kondom?

Ia cepat-cepat membuang muka ketika Ethan menatap ke arahnya lagi. Dira berdeham. Ia memalingkan wajah, pura-pura sibuk merapikan barang di troli yang sebenarnya sudah rapi. Dadanya naik turun tidak teratur. Ia berharap Ethan segera pergi tanpa menyadari keadaannya. Tapi tidak mungkin tidak sadar, mereka kan baru saja saling menatap.

"Lihat, lihat! Itu om ganteng abiss. Aktor ya?"

"Badannya bagus banget. Pria matang emang paling menggoda. Lihat yang dia pakai, semuanya mahal banget. Gue bahkan rela tidur sama dia biar gak di bayar."

Dira menatap pada kedua anak remaja yang masih mengenakan pakaian SMA dengan wajah tidak percaya. Bisikan mereka terlalu kencang hingga sampai di telinganya. Bahkan mungkin sampai di telinga Ethan. Memang Ethan yang mereka bicarakan.

Astaga, abg jaman sekarang memang luar biasa tidak tahu malunya. Begitu Ethan selesai membayar dan keluar tanpa menoleh padanya lagi, Dira langsung maju. Dompetnya sudah ketemu.

Dira mendorong troli ke kasir dengan langkah cepat, seolah ingin segera menutup bab memalukan barusan. Tangannya merogoh saku kecil di sisi dalam tas, dan jantungnya nyaris berhenti ketika jemarinya menyentuh kulit dompet itu. Ada. Dari tadi ada di situ.

Astaga.

"Maaf," ucapnya pada kasir, kali ini suaranya lebih tegas meski pipinya masih panas.

"Tadi dompetnya nyelip."

Kasir itu hanya mengangguk singkat, kembali memindai barang-barang. Bunyi beep mesin kasir terasa terlalu nyaring di telinga Dira. Ia menunduk, berusaha menenangkan napas, menyingkirkan bayangan punggung Ethan yang barusan keluar dengan langkah tenang tanpa menoleh sedikit pun.

Dia juga mengingat kondom yang pria itu beli. Lalu tersenyum kecut.

Dia berhak melakukan apapun yang dia mau Dira. Kalian hanya orang asing sekarang. Jangan berharap dia masih mencintaimu.

Gumamnya dalam hati. Begitu ia keluar, langkahnya terhenti. Ternyata Ethan masih di sana, bersandar di dinding samping supermarket sambil merokok. Dan Dira tanpa sengaja menjatuhkan barang-barang bawaannya, mengundang perhatian orang-orang. Ia menutup matanya dalam-dalam.

Dira ...

Kamu betul-betul ceroboh.

Terpopuler

Comments

Ny Rudi Harianto

Ny Rudi Harianto

langkah jodoh pertemuan dan maut memang ttp jadi rahasia tapi semua jg sudah d atur d garis tangan manusia....

2026-02-10

2

Miss Typo

Miss Typo

kapan Ethan tau dia punya anak dgn Dira dan sangat menyesal karna sikapnya dulu, gak sabar nunggu itu terjadi

2026-02-10

2

⍥⃝⃝꩗ᴜᥱ֟፝ᥱɴ_𝔅𝔢𝔢𖹭.ᐟ🐝

⍥⃝⃝꩗ᴜᥱ֟፝ᥱɴ_𝔅𝔢𝔢𖹭.ᐟ🐝

Alamak, udh 6 tahun pun kau masih gugup Dira 🤣🤣🤣. Tenang aja, ku yakin pun Ethan juga gugup bertemu dgn mu, cuma ketutup sama sikap dingin nya🤣🤣

2026-02-10

2

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan di kereta
2 Masih memikirkannya
3 Bertemu lagi
4 Kau mengenalnya?
5 Mama kok sedih?
6 Kebetulan macam apa ini?
7 Hujan deras
8 Damian otaknya
9 Familiar
10 Hampir saja
11 Di kejar anjing
12 Tamparan
13 Kesakitan
14 Kekejaman Ethan
15 Diam-diam melihat
16 Laki-laki itu tahu
17 Pesta
18 Kesetanan
19 Mantan kekasih
20 Diam-diam memperhatikan
21 Agak panas
22 Fakta tak terduga
23 Dia sudah punya kekasih
24 Alergi yang sama
25 Terkuak
26 Memberimu 2 pilihan
27 Jujur
28 Keputusan
29 Selin
30 Gaun pengantin
31 Bertemu
32 Ciuman
33 Tidak pulang?
34 Menikah
35 Sah
36 Pura-pura tidur
37 Aku laki-laki normal
38 Sekolah baru
39 Cemburu?
40 Mabuk
41 Ini milikku
42 Masih memikirkanmu
43 Menyatu
44 Tugas sebagai istri?
45 Ketahuan
46 Situasi menegangkan
47 Kau bukan dokter
48 Lepas dulu, Ethan
49 Suka ngomel
50 Ciuman mendadak
51 Acara kumpul-kumpul
52 Kamar sebelah
53 Merindukan kamu
54 Nakal
55 Percintaan panas
56 Arel di hina
57 Fitnah
58 Kemunculan Ethan
59 Jangan bunuh
60 Hukuman Ethan
61 Ingin dimandikan
62 Pulang
63 Hampir saja
64 Bisa gila
65 Jeremy
66 Lomba
67 Wanita bertopeng
68 Pemilik mobil
69 Senjata tertahan
70 Keluar diam-diam
71 Sebelas orang
72 Bertemu
73 Ini tentang adikmu
74 Berbohong
75 Kejujuran yang tertahan
76 RAKA!
77 Kemunculan Ethan
78 Mencoba tenang
79 Hati-hati
80 Pertengkaran
81 Bagaimana dengan Arel?
82 Kekecewaan Arel
83 Makan sama papa aja
84 Dua hari
85 Ayo bercerai
86 Kalau aku pergi sekarang...
87 Berita mengejutkan
88 Ruang ICU
89 Kemarahan Jeremy
90 Buku catatan
91 Curahan hati Dira
92 Merasa brengsek
93 Masih koma
94 Melahirkan
95 Masih tidur
96 Coba lagi
97 Sadar
98 Masih linglung
99 Memulai dari awal
100 Bisa merasakan
101 Pertanyaan Dira
102 Butuh ASI
103 Pulang
104 Rumah
105 Pertanyaan Dira
106 Belum boleh mandi
107 Harus di buka, semuanya
108 Kagum padamu
109 Kamu nggak dingin?
110 Suasana ramai
111 Ledakan
112 Target sebenarnya
113 Jaga mama dan adikmu
114 Simbol organisasi
115 Plot twist?
116 Terluka?
117 Luka kecil
118 Kenapa lama?
119 Sangat merindukanmu
120 Aku ingin susumu
121 Sarapan
122 Ngumpulin ASI
123 Bukan Gayanya
124 Jangan lama-lama
125 Pengaturan
126 Aku akan kembali
127 Kecupan di kening
128 Beraksi
129 Serangan
130 Anak-anak dan wanita muda
131 Misi penyelamatan
132 Seorang wanita
133 Perdebatan kecil
134 Kenapa membunuhnya?
135 Ethan dan Jeremy
136 Pulang
137 Mau pijit?
138 Sentuhan
139 Rileks
140 Bunuh diri?
141 Sesuatu yang salah
142 Bukan hanya takut
143 Cantik
144 Pesta
145 Tidak sengaja dengar
146 Tamparan
147 Pernah selingkuh?
148 Tidak bisa hidup tanpamu
149 Perintah Ethan
150 Tiga jam?
151 Sangat seksi
152 Menyatu
153 Capek
154 Monster
155 Pagi
156 Kejahilan Kara
157 Murka Ethan
158 Bercanda?
159 Ingatan yang kembali
160 Kabur
161 Kost Harian
162 Panik dan Amarah
163 Berbohong demi kebaikan
164 Runtuh
165 Menemukan jejak
166 Ketemu
167 Tangisan Arion
168 Soal kamu dan anak kita
169 Minta maaf
170 Cuma mual
171 Arel kangen kamu
172 Biarkan dia masuk
173 Cuma capek
174 Mual lagi?
175 Perjalanan pulang
176 Menyadari kebodohan
177 Demam
178 Jangan bicara lagi
179 Jangan dekat-dekat dulu
180 Kepanikan di pagi hari
181 Aku juga mau ...
182 Ethan nakal
183 Siap di makan?
184 Menyatu lagi
185 Rumah yang kembali hidup
186 Nur
187 Mual lagi
188 Aku di sini
189 Hamil
190 Kamu tegang sekali
191 Tangan nakal Dira
192 Kerja yang benar
193 Ambisi
194 Mau main bola
195 Main bola
196 Habis gas?
197 Rumahku, bukan tempat amal
198 Perasaan yang hangat
199 Mengambil kepercayaan Dira
200 Perempuan bodoh
201 Program ibu hamil
202 Tertawa lepas
203 Menikmati waktu berdua
204 Ada yang mengikuti
205 Jangan coba-coba menjodohkanku
206 Sisi lembut
207 Papan target
208 Datang tanpa kabar
209 Kekesalan Jeremy
210 Kehangatan keluarga
211 Kesal
212 Tegas
213 Sisi lain Ethan
214 Bucin akut
215 Cerita Raka
216 Wanita di mall
217 Kesedihan Dami
218 Rencana jahat
219 Apa yang kau masukan?
220 Aku butuh kamu...
221 Serangan Ethan
222 Aku yang pimpin
223 Tamparan
224 Kemarahan Dira
225 Tusukan
226 Ethan mengamuk
227 Tidak terkontrol
228 Kau akan mati di tanganku
229 Gigi ganti gigi, mata ganti mata
230 Pembalasan
231 Ketahuan
232 Jeremy unggul
233 Mirip Asli
234 Masih tidur
235 Sisi dewasa Arel
236 Alat vital
237 Tidak bisa kabur
238 Tahu di mana kau tinggal
239 Siapa yang mengirimmu?
240 Dia bukan musuh
241 Saran Damian
242 Omelan Talia
243 Tangisan Ethan
244 Menenangkan
245 Melayani suami
246 Serangan
247 Terluka
248 Kena omel
249 Mereka mencari ini
250 Ingatan Dira
251 Tidak ada yang salah
252 Pasienku
253 Cerita Bima
254 Kenalan dengan aunty
255 Hilang, selamanya
256 Kebersamaan
257 Layani aku
258 Cari suasana baru
259 Malam masih panjang
260 Kau milikku
261 Ganas
262 Mau kamu menikahi Dami
263 Permintaan tante Nova
264 Cari tanggal
265 Jangan terlalu memuji
266 Menikah?
267 Kamu sendirian?
268 Terlalu meyakinkan
269 Cantik sekali
270 Rusuh
271 Memenangkan pertarungan
272 Situasi menegangkan
273 Selamat
274 Tergantung kejahatan mereka
275 Mati
276 Simbol
277 Jeremy
278 Berebutan
279 Asli sudah mati
280 Kau masih tunanganku
281 Tidak akan pernah melepaskanmu
282 Biar aku saja
283 Pertanyaan Bima
284 Main 2 ronde
285 Butuh vitamin
286 Selesaikan sekarang juga
287 Mimpi buruk
288 Dapur
289 Tangisan Arion
290 Kemarahan Jeremy
291 Menuju hari kebahagiaan
292 Sekali seumur hidup
293 Jeremy
294 Bersumpah
295 Pulang
296 Pantai -Tamat
297 PENGUMUMAN SEASON 2
298 S2 Bab 1
299 S2 Bab 2
300 S2 Bab 3
301 S2 Bab 4
302 S2 Bab 5
303 S2 Bab 6
304 S2 Bab 7
305 S2 Bab 8
306 S2 Bab 9
307 S2 Bab 10
308 S2 bab 11
309 S2 Bab 12
310 S2 Bab 13
311 S2 BAB 14
312 S2 Bab 15
313 S2 Bab 16
314 S2 Bab 17
315 S2 Bab 18
316 S2 Bab 19
317 S2 Bab 20
318 S2 Bab 21
319 S2 Bab 22
320 S2 Bab 23
321 S2 Bab 24
322 S2 Bab 25
323 S2 Bab 26
324 S2 Bab 27
325 S2 Bab 28
326 S2 Bab 29
327 S2 Bab 30
Episodes

Updated 327 Episodes

1
Pertemuan di kereta
2
Masih memikirkannya
3
Bertemu lagi
4
Kau mengenalnya?
5
Mama kok sedih?
6
Kebetulan macam apa ini?
7
Hujan deras
8
Damian otaknya
9
Familiar
10
Hampir saja
11
Di kejar anjing
12
Tamparan
13
Kesakitan
14
Kekejaman Ethan
15
Diam-diam melihat
16
Laki-laki itu tahu
17
Pesta
18
Kesetanan
19
Mantan kekasih
20
Diam-diam memperhatikan
21
Agak panas
22
Fakta tak terduga
23
Dia sudah punya kekasih
24
Alergi yang sama
25
Terkuak
26
Memberimu 2 pilihan
27
Jujur
28
Keputusan
29
Selin
30
Gaun pengantin
31
Bertemu
32
Ciuman
33
Tidak pulang?
34
Menikah
35
Sah
36
Pura-pura tidur
37
Aku laki-laki normal
38
Sekolah baru
39
Cemburu?
40
Mabuk
41
Ini milikku
42
Masih memikirkanmu
43
Menyatu
44
Tugas sebagai istri?
45
Ketahuan
46
Situasi menegangkan
47
Kau bukan dokter
48
Lepas dulu, Ethan
49
Suka ngomel
50
Ciuman mendadak
51
Acara kumpul-kumpul
52
Kamar sebelah
53
Merindukan kamu
54
Nakal
55
Percintaan panas
56
Arel di hina
57
Fitnah
58
Kemunculan Ethan
59
Jangan bunuh
60
Hukuman Ethan
61
Ingin dimandikan
62
Pulang
63
Hampir saja
64
Bisa gila
65
Jeremy
66
Lomba
67
Wanita bertopeng
68
Pemilik mobil
69
Senjata tertahan
70
Keluar diam-diam
71
Sebelas orang
72
Bertemu
73
Ini tentang adikmu
74
Berbohong
75
Kejujuran yang tertahan
76
RAKA!
77
Kemunculan Ethan
78
Mencoba tenang
79
Hati-hati
80
Pertengkaran
81
Bagaimana dengan Arel?
82
Kekecewaan Arel
83
Makan sama papa aja
84
Dua hari
85
Ayo bercerai
86
Kalau aku pergi sekarang...
87
Berita mengejutkan
88
Ruang ICU
89
Kemarahan Jeremy
90
Buku catatan
91
Curahan hati Dira
92
Merasa brengsek
93
Masih koma
94
Melahirkan
95
Masih tidur
96
Coba lagi
97
Sadar
98
Masih linglung
99
Memulai dari awal
100
Bisa merasakan
101
Pertanyaan Dira
102
Butuh ASI
103
Pulang
104
Rumah
105
Pertanyaan Dira
106
Belum boleh mandi
107
Harus di buka, semuanya
108
Kagum padamu
109
Kamu nggak dingin?
110
Suasana ramai
111
Ledakan
112
Target sebenarnya
113
Jaga mama dan adikmu
114
Simbol organisasi
115
Plot twist?
116
Terluka?
117
Luka kecil
118
Kenapa lama?
119
Sangat merindukanmu
120
Aku ingin susumu
121
Sarapan
122
Ngumpulin ASI
123
Bukan Gayanya
124
Jangan lama-lama
125
Pengaturan
126
Aku akan kembali
127
Kecupan di kening
128
Beraksi
129
Serangan
130
Anak-anak dan wanita muda
131
Misi penyelamatan
132
Seorang wanita
133
Perdebatan kecil
134
Kenapa membunuhnya?
135
Ethan dan Jeremy
136
Pulang
137
Mau pijit?
138
Sentuhan
139
Rileks
140
Bunuh diri?
141
Sesuatu yang salah
142
Bukan hanya takut
143
Cantik
144
Pesta
145
Tidak sengaja dengar
146
Tamparan
147
Pernah selingkuh?
148
Tidak bisa hidup tanpamu
149
Perintah Ethan
150
Tiga jam?
151
Sangat seksi
152
Menyatu
153
Capek
154
Monster
155
Pagi
156
Kejahilan Kara
157
Murka Ethan
158
Bercanda?
159
Ingatan yang kembali
160
Kabur
161
Kost Harian
162
Panik dan Amarah
163
Berbohong demi kebaikan
164
Runtuh
165
Menemukan jejak
166
Ketemu
167
Tangisan Arion
168
Soal kamu dan anak kita
169
Minta maaf
170
Cuma mual
171
Arel kangen kamu
172
Biarkan dia masuk
173
Cuma capek
174
Mual lagi?
175
Perjalanan pulang
176
Menyadari kebodohan
177
Demam
178
Jangan bicara lagi
179
Jangan dekat-dekat dulu
180
Kepanikan di pagi hari
181
Aku juga mau ...
182
Ethan nakal
183
Siap di makan?
184
Menyatu lagi
185
Rumah yang kembali hidup
186
Nur
187
Mual lagi
188
Aku di sini
189
Hamil
190
Kamu tegang sekali
191
Tangan nakal Dira
192
Kerja yang benar
193
Ambisi
194
Mau main bola
195
Main bola
196
Habis gas?
197
Rumahku, bukan tempat amal
198
Perasaan yang hangat
199
Mengambil kepercayaan Dira
200
Perempuan bodoh
201
Program ibu hamil
202
Tertawa lepas
203
Menikmati waktu berdua
204
Ada yang mengikuti
205
Jangan coba-coba menjodohkanku
206
Sisi lembut
207
Papan target
208
Datang tanpa kabar
209
Kekesalan Jeremy
210
Kehangatan keluarga
211
Kesal
212
Tegas
213
Sisi lain Ethan
214
Bucin akut
215
Cerita Raka
216
Wanita di mall
217
Kesedihan Dami
218
Rencana jahat
219
Apa yang kau masukan?
220
Aku butuh kamu...
221
Serangan Ethan
222
Aku yang pimpin
223
Tamparan
224
Kemarahan Dira
225
Tusukan
226
Ethan mengamuk
227
Tidak terkontrol
228
Kau akan mati di tanganku
229
Gigi ganti gigi, mata ganti mata
230
Pembalasan
231
Ketahuan
232
Jeremy unggul
233
Mirip Asli
234
Masih tidur
235
Sisi dewasa Arel
236
Alat vital
237
Tidak bisa kabur
238
Tahu di mana kau tinggal
239
Siapa yang mengirimmu?
240
Dia bukan musuh
241
Saran Damian
242
Omelan Talia
243
Tangisan Ethan
244
Menenangkan
245
Melayani suami
246
Serangan
247
Terluka
248
Kena omel
249
Mereka mencari ini
250
Ingatan Dira
251
Tidak ada yang salah
252
Pasienku
253
Cerita Bima
254
Kenalan dengan aunty
255
Hilang, selamanya
256
Kebersamaan
257
Layani aku
258
Cari suasana baru
259
Malam masih panjang
260
Kau milikku
261
Ganas
262
Mau kamu menikahi Dami
263
Permintaan tante Nova
264
Cari tanggal
265
Jangan terlalu memuji
266
Menikah?
267
Kamu sendirian?
268
Terlalu meyakinkan
269
Cantik sekali
270
Rusuh
271
Memenangkan pertarungan
272
Situasi menegangkan
273
Selamat
274
Tergantung kejahatan mereka
275
Mati
276
Simbol
277
Jeremy
278
Berebutan
279
Asli sudah mati
280
Kau masih tunanganku
281
Tidak akan pernah melepaskanmu
282
Biar aku saja
283
Pertanyaan Bima
284
Main 2 ronde
285
Butuh vitamin
286
Selesaikan sekarang juga
287
Mimpi buruk
288
Dapur
289
Tangisan Arion
290
Kemarahan Jeremy
291
Menuju hari kebahagiaan
292
Sekali seumur hidup
293
Jeremy
294
Bersumpah
295
Pulang
296
Pantai -Tamat
297
PENGUMUMAN SEASON 2
298
S2 Bab 1
299
S2 Bab 2
300
S2 Bab 3
301
S2 Bab 4
302
S2 Bab 5
303
S2 Bab 6
304
S2 Bab 7
305
S2 Bab 8
306
S2 Bab 9
307
S2 Bab 10
308
S2 bab 11
309
S2 Bab 12
310
S2 Bab 13
311
S2 BAB 14
312
S2 Bab 15
313
S2 Bab 16
314
S2 Bab 17
315
S2 Bab 18
316
S2 Bab 19
317
S2 Bab 20
318
S2 Bab 21
319
S2 Bab 22
320
S2 Bab 23
321
S2 Bab 24
322
S2 Bab 25
323
S2 Bab 26
324
S2 Bab 27
325
S2 Bab 28
326
S2 Bab 29
327
S2 Bab 30

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!