MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Pertemuan di kereta

"Jangan bergerak, atau kalian semua mati!"

Seorang wanita tiba-tiba di tarik dan di sandera oleh laki-laki bertopeng saat ia hendak pergi ke toilet. Ia berada dalam kereta Bandung-Jakarta.

Dira. Nama wanita itu.

Dira kaget sekali. Ia ketakutan di todong pistol. Lelaki bertopeng itu sangat kasar. Semua orang di dalam kereta kaget, ketakutan seperti Dira. Entah laki-laki itu ingin merampok, atau sedang di kejar polisi makanya nekat menyandera orang tidak bersalah.

Lalu tiba-tiba seorang laki-laki lain dari kursi penumpang berdiri. Begitu ia berbalik dan tatapannya bertemu dengan Dira, keduanya sama-sama kaget. Terutama Dira.

Ethan ... Itu Ethan...

Gumam Dira dalam hati menyebut nama lelaki itu. Ethan masih terlihat sama dari terakhir kali ia melihat pria itu. Sebelum perpisahan yang menyakitkan itu terjadi.

Tatapan Ethan seketika berubah dingin, sangat dingin. Seakan Dira adalah musuh yang ingin ia musnahkan.

"Sialan! Duduk brengsek! Aku tidak menyuruhmu berdiri! Kau ingin aku membunuh wanita itu di depan matamu bangsat?!"

"Bunuh saja, aku tidak peduli dengan nyawa orang asing."

Orang asing.

Kata-kata itu di ucapkan dengan nada yang santai. Sangat santai, seolah sengaja melukai hati Dira.

Orang asing? Huh! Dira tertawa dalam hati. Ternyata seasing itu ia di mata Ethan sekarang. Yah, lagipula sudah enam tahun mereka tidak pernah bertemu lagi. Walau di masa lalu mereka pernah berpacaran, tapi perpisahan mereka pun bukan perpisahan baik-baik. Mereka memang orang asing sekarang. Apalagi Ethan sangat membencinya karena kejadian di masa lalu.

"Kau pikir aku tidak berani membunuhnya?"

Laki-laki di belakang Dira sudah bersiap menarik pelatuk. Dira menelan ludah, jelas ketakutan sekali. Meski dia berusaha terlihat tidak ketakutan agar tidak memalukan di depan laki-laki yang pernah ia cintai itu, tetap saja ia tidak dapat menyembunyikan betapa dia takut sekali sekarang ini.

Dira menutup matanya kuat-kuat. Kalau memang dia akan segera mati, dia berharap semua orang yang dia tinggalkan hidup bahagia. Suasana dalam kereta tersebut sudah tegang sekali. Dira tidak membuka matanya. Lalu...

Dor! Dor!

Bunyi tembakan di sertai teriakan orang-orang dalam kereta membuat Dira membeku. Apa dirinya yang tertembak? Tapi ia tidak merasakan apa-apa. Kemudian ia merasakan laki-laki yang menyandera nya jatuh tergeletak di lantai, mati.

Lututnya bergetar. Ia menghadap depan dan melihat Ethan sedang memegang pistol yang masih mengarah padanya. Semua orang di dalam kereta ketakutan. Laki-laki yang menyandera Dira tadi terkapar tak bernyawa. Sementara pelaku yang menembaknya berdiri dengan tenang di depan sana, sorot matanya dingin sekali seperti orang tak berhati.

Mereka masih saling menatap lama, sebelum akhirnya Ethan duduk kembali dan seseorang datang berbisik di telinganya.

"Dek, ayo duduk." kata seorang wanita paruh baya menarik tangan Dira kembali duduk. Orang-orang di dalam kereta sudah kembali tenang namun tetap ketakutan. Ada yang sampai syok.

Dira duduk, wajahnya masih syok, matanya tak beralih sedikitpun pada Ethan. Laki-laki itu duduk membelakanginya. Sesaat kemudian, ada beberapa orang laki-laki berbadan besar yang datang mengambil mayat pria yang sudah mati tertembak itu.

"Adek, nggak apa-apa? Ini minum dulu." tanya ibu-ibu yang tadi. Ia menyodorkan sebotol air ke Dira karena melihat wajah Dira yang masih syok.

"Makasih bu,"

Ibu-ibu itu tersenyum.

"Mereka itu mafia kelas satu.  Nggak ada yang bisa ngusik mereka, semua orang takut. Bahkan kepala negara kita tunduk sama kelompok itu. Terutama laki-laki itu, ada dua temannya juga. Ibu asalnya dari Jakarta, anak ibu kebetulan salah satu pelayan di rumah laki-laki itu. Jadi ibu cukup tahu tentang mereka. Tapi adek tenang saja, mereka gak bunuh orang yang gak bersalah kok. Mereka jahat, tapi gak ngerugiin negara. Oh ya, adek asli dari Bandung? Mau cari kerja di Jakarta?"

Dira tersenyum, mengangguk.

"Iya bu." hanya itu. Dia tidak ingin terlalu mengekspos kehidupan pribadinya dengan orang asing. Beberapa tahun ini dia telah berubah jadi sosok wanita yang lebih tertutup, dan jauh lebih pendiam.

Masa lalunya yang menyedihkan dengan laki-laki yang pernah dia cintai, membuat dirinya menjadi lebih tertutup seperti sekarang ini.

Pandangan Dira kembali ke sosok Ethan yang masih duduk di depan sana, entah berapa baris kursi penumpang dari dirinya berada.

Laki-laki itu masih sama. Masih tampan, belum terlihat menua. Yang berbeda adalah, cara dia menatap Dira, seperti Dira adalah sosok wanita yang paling tidak ingin dia lihat lagi di dunia ini.

Dira menghadap ke langit-langit, berusaha menahan air matanya yang hendak keluar. Sekitar tiga puluh menit kemudian, kereta berhenti di stasiun Jakarta. Dira turun begitu melihat Ethan sudah turun.

Namun begitu dia menginjakkan kakinya di luar, langkahnya terhenti. Ethan berdiri di depan sana. Menghadap ke arahnya. Tajam, dingin, dan ... Jijik? Pria itu terus menatapnya sampai seseorang datang.

Seorang wanita cantik. Lebih tua darinya. Mungkin hanya dua atau tiga tahun lebih muda dari Ethan.

"Ethan sayang! Astaga, kamu lama banget sih!"

Wajah Ethan yang dingin tadi berubah dalam sesaat. Ia mengusap kepala wanita itu dan tersenyum lembut. Wanita itu juga memeluk lengannya tanpa ragu. Sesekali menatap Dira. Tapi tatapannya berubah dengan cepat saat menatap Dira.

Dira menahan nafas. Hatinya sakit. Sakit melihat Ethan begitu akrab dengan wanita lain, mungkin pacar, atau istrinya. Ya, mereka sudah lama berpisah. Ethan pasti sudah menemukan penggantinya sekarang.

Ia tidak ingin berlama-lama lagi, melihat mantan kekasihnya bersama kekasihnya atau istrinya tampak akrab di depan sana. Dira menarik koper kecilnya dan berjalan melewati mereka.

Kepalanya tertunduk saat melewati tubuh tinggi Ethan. Ia tidak lihat dirinya sedang ditatap lama oleh pria itu. Dira hanya ingin pergi secepatnya sekarang dan berharap mereka tidak pernah bertemu lagi. Kisahnya dan Ethan sudah lama berakhir, di antara mereka sudah tidak mungkin, meski dirinya sudah melahirkan anak pria itu tanpa sepengetahuannya.

Ethan tidak akan pernah tahu. Untuk apa juga laki-laki itu tahu? Karena sudah putus, dan Dira merasa bersalah seumur hidup pada Ethan dan Kara, dia tidak akan pernah lagi mengganggu hidup mereka. Biarlah putra mereka menjadi hadiah terakhir untuknya dari Ethan. Dia akan membesarkan anak mereka dengan baik.

Seorang anak laki-laki yang imut. Hanya Raka yang tahu siapa ayah kandung anak itu. Selain itu, tidak ada seorang pun yang tahu. Selama pindah di Jakarta, Dira juga menyembunyikan tentang anak itu. Bukan karena tidak mau orang tahu, pekerjaannya di kantor yang sekarang menuntut dia tidak boleh punya anak. Jadi orang kantor tidak boleh ada yang tahu.

Dira tersenyum pahit.

Aku berharap kau bahagia.

Gumamnya dalam hati.

Terpopuler

Comments

Riska Baelah

Riska Baelah

aq komen pertama🤭 ethan puny kisah sendri, mau ny matt jg puny kisah sendri, kara nasib ny jg gimna kk mae, wajib matt jg d buatin versi ny🙏

2026-02-09

4

rose🦋

rose🦋

holaaa kak maee akuuu datang kembali, aku sempat berhenti bacaa karya Ka maee, tp aku kembali baca LG 2karya yg saling berhubungan dengan cerita ini, jadi masih bnyk pr yg Lom kelar aku bacaaaa, bab NY sdh ratusan di karya yg sebelah yg sempat aku berhenti baca, okeyyy hrs smngttt LG baca nyaaa mpe tuntas, smngttt buat kak mae💪💪💪💪😍😍😍😍,

2026-02-11

1

Ida Sriwidodo

Ida Sriwidodo

Wahh.. tetnyata Etjan dan Dira punya masa lalu tha.. bahkan mereka punya anak tanpa Ethan ketahui? 😱😱
Kasian juga masa lalu Dira yaa..
Kirain masa lalu Zora dah miris.. ternyata Dira lebih mengsyeddihh..

Lalu.. dimana anak mereka?
Siapa yang mengasuhnya? 🤔🤔

2026-03-01

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan di kereta
2 Masih memikirkannya
3 Bertemu lagi
4 Kau mengenalnya?
5 Mama kok sedih?
6 Kebetulan macam apa ini?
7 Hujan deras
8 Damian otaknya
9 Familiar
10 Hampir saja
11 Di kejar anjing
12 Tamparan
13 Kesakitan
14 Kekejaman Ethan
15 Diam-diam melihat
16 Laki-laki itu tahu
17 Pesta
18 Kesetanan
19 Mantan kekasih
20 Diam-diam memperhatikan
21 Agak panas
22 Fakta tak terduga
23 Dia sudah punya kekasih
24 Alergi yang sama
25 Terkuak
26 Memberimu 2 pilihan
27 Jujur
28 Keputusan
29 Selin
30 Gaun pengantin
31 Bertemu
32 Ciuman
33 Tidak pulang?
34 Menikah
35 Sah
36 Pura-pura tidur
37 Aku laki-laki normal
38 Sekolah baru
39 Cemburu?
40 Mabuk
41 Ini milikku
42 Masih memikirkanmu
43 Menyatu
44 Tugas sebagai istri?
45 Ketahuan
46 Situasi menegangkan
47 Kau bukan dokter
48 Lepas dulu, Ethan
49 Suka ngomel
50 Ciuman mendadak
51 Acara kumpul-kumpul
52 Kamar sebelah
53 Merindukan kamu
54 Nakal
55 Percintaan panas
56 Arel di hina
57 Fitnah
58 Kemunculan Ethan
59 Jangan bunuh
60 Hukuman Ethan
61 Ingin dimandikan
62 Pulang
63 Hampir saja
64 Bisa gila
65 Jeremy
66 Lomba
67 Wanita bertopeng
68 Pemilik mobil
69 Senjata tertahan
70 Keluar diam-diam
71 Sebelas orang
72 Bertemu
73 Ini tentang adikmu
74 Berbohong
75 Kejujuran yang tertahan
76 RAKA!
77 Kemunculan Ethan
78 Mencoba tenang
79 Hati-hati
80 Pertengkaran
81 Bagaimana dengan Arel?
82 Kekecewaan Arel
83 Makan sama papa aja
84 Dua hari
85 Ayo bercerai
86 Kalau aku pergi sekarang...
87 Berita mengejutkan
88 Ruang ICU
89 Kemarahan Jeremy
90 Buku catatan
91 Curahan hati Dira
92 Merasa brengsek
93 Masih koma
94 Melahirkan
95 Masih tidur
96 Coba lagi
97 Sadar
98 Masih linglung
99 Memulai dari awal
100 Bisa merasakan
101 Pertanyaan Dira
102 Butuh ASI
103 Pulang
104 Rumah
105 Pertanyaan Dira
106 Belum boleh mandi
107 Harus di buka, semuanya
108 Kagum padamu
109 Kamu nggak dingin?
110 Suasana ramai
111 Ledakan
112 Target sebenarnya
113 Jaga mama dan adikmu
114 Simbol organisasi
115 Plot twist?
116 Terluka?
117 Luka kecil
118 Kenapa lama?
119 Sangat merindukanmu
120 Aku ingin susumu
121 Sarapan
122 Ngumpulin ASI
123 Bukan Gayanya
124 Jangan lama-lama
125 Pengaturan
126 Aku akan kembali
127 Kecupan di kening
128 Beraksi
129 Serangan
130 Anak-anak dan wanita muda
131 Misi penyelamatan
132 Seorang wanita
133 Perdebatan kecil
134 Kenapa membunuhnya?
135 Ethan dan Jeremy
136 Pulang
137 Mau pijit?
138 Sentuhan
139 Rileks
140 Bunuh diri?
141 Sesuatu yang salah
142 Bukan hanya takut
143 Cantik
144 Pesta
145 Tidak sengaja dengar
146 Tamparan
147 Pernah selingkuh?
148 Tidak bisa hidup tanpamu
149 Perintah Ethan
150 Tiga jam?
151 Sangat seksi
152 Menyatu
153 Capek
154 Monster
155 Pagi
156 Kejahilan Kara
157 Murka Ethan
158 Bercanda?
159 Ingatan yang kembali
160 Kabur
161 Kost Harian
162 Panik dan Amarah
163 Berbohong demi kebaikan
164 Runtuh
165 Menemukan jejak
166 Ketemu
167 Tangisan Arion
168 Soal kamu dan anak kita
169 Minta maaf
170 Cuma mual
171 Arel kangen kamu
172 Biarkan dia masuk
173 Cuma capek
174 Mual lagi?
175 Perjalanan pulang
176 Menyadari kebodohan
177 Demam
178 Jangan bicara lagi
179 Jangan dekat-dekat dulu
180 Kepanikan di pagi hari
181 Aku juga mau ...
182 Ethan nakal
183 Siap di makan?
184 Menyatu lagi
185 Rumah yang kembali hidup
186 Nur
187 Mual lagi
188 Aku di sini
189 Hamil
190 Kamu tegang sekali
191 Tangan nakal Dira
192 Kerja yang benar
193 Ambisi
194 Mau main bola
195 Main bola
196 Habis gas?
197 Rumahku, bukan tempat amal
198 Perasaan yang hangat
199 Mengambil kepercayaan Dira
200 Perempuan bodoh
201 Program ibu hamil
202 Tertawa lepas
203 Menikmati waktu berdua
204 Ada yang mengikuti
205 Jangan coba-coba menjodohkanku
206 Sisi lembut
207 Papan target
208 Datang tanpa kabar
209 Kekesalan Jeremy
210 Kehangatan keluarga
211 Kesal
212 Tegas
213 Sisi lain Ethan
214 Bucin akut
215 Cerita Raka
216 Wanita di mall
217 Kesedihan Dami
218 Rencana jahat
219 Apa yang kau masukan?
220 Aku butuh kamu...
221 Serangan Ethan
222 Aku yang pimpin
223 Tamparan
224 Kemarahan Dira
225 Tusukan
226 Ethan mengamuk
227 Tidak terkontrol
228 Kau akan mati di tanganku
229 Gigi ganti gigi, mata ganti mata
230 Pembalasan
231 Ketahuan
232 Jeremy unggul
233 Mirip Asli
234 Masih tidur
235 Sisi dewasa Arel
236 Alat vital
237 Tidak bisa kabur
238 Tahu di mana kau tinggal
239 Siapa yang mengirimmu?
240 Dia bukan musuh
241 Saran Damian
242 Omelan Talia
243 Tangisan Ethan
244 Menenangkan
245 Melayani suami
246 Serangan
247 Terluka
248 Kena omel
249 Mereka mencari ini
250 Ingatan Dira
251 Tidak ada yang salah
252 Pasienku
253 Cerita Bima
254 Kenalan dengan aunty
255 Hilang, selamanya
256 Kebersamaan
257 Layani aku
258 Cari suasana baru
259 Malam masih panjang
260 Kau milikku
261 Ganas
262 Mau kamu menikahi Dami
263 Permintaan tante Nova
264 Cari tanggal
265 Jangan terlalu memuji
266 Menikah?
267 Kamu sendirian?
268 Terlalu meyakinkan
269 Cantik sekali
270 Rusuh
271 Memenangkan pertarungan
272 Situasi menegangkan
273 Selamat
274 Tergantung kejahatan mereka
275 Mati
276 Simbol
277 Jeremy
278 Berebutan
279 Asli sudah mati
280 Kau masih tunanganku
281 Tidak akan pernah melepaskanmu
282 Biar aku saja
283 Pertanyaan Bima
284 Main 2 ronde
285 Butuh vitamin
286 Selesaikan sekarang juga
287 Mimpi buruk
288 Dapur
289 Tangisan Arion
290 Kemarahan Jeremy
291 Menuju hari kebahagiaan
292 Sekali seumur hidup
293 Jeremy
294 Bersumpah
295 Pulang
296 Pantai -Tamat
297 PENGUMUMAN SEASON 2
298 S2 Bab 1
299 S2 Bab 2
300 S2 Bab 3
301 S2 Bab 4
302 S2 Bab 5
303 S2 Bab 6
304 S2 Bab 7
305 S2 Bab 8
306 S2 Bab 9
307 S2 Bab 10
308 S2 bab 11
309 S2 Bab 12
310 S2 Bab 13
311 S2 BAB 14
312 S2 Bab 15
313 S2 Bab 16
314 S2 Bab 17
315 S2 Bab 18
316 S2 Bab 19
317 S2 Bab 20
318 S2 Bab 21
319 S2 Bab 22
320 S2 Bab 23
321 S2 Bab 24
322 S2 Bab 25
323 S2 Bab 26
324 S2 Bab 27
325 S2 Bab 28
326 S2 Bab 29
327 S2 Bab 30
Episodes

Updated 327 Episodes

1
Pertemuan di kereta
2
Masih memikirkannya
3
Bertemu lagi
4
Kau mengenalnya?
5
Mama kok sedih?
6
Kebetulan macam apa ini?
7
Hujan deras
8
Damian otaknya
9
Familiar
10
Hampir saja
11
Di kejar anjing
12
Tamparan
13
Kesakitan
14
Kekejaman Ethan
15
Diam-diam melihat
16
Laki-laki itu tahu
17
Pesta
18
Kesetanan
19
Mantan kekasih
20
Diam-diam memperhatikan
21
Agak panas
22
Fakta tak terduga
23
Dia sudah punya kekasih
24
Alergi yang sama
25
Terkuak
26
Memberimu 2 pilihan
27
Jujur
28
Keputusan
29
Selin
30
Gaun pengantin
31
Bertemu
32
Ciuman
33
Tidak pulang?
34
Menikah
35
Sah
36
Pura-pura tidur
37
Aku laki-laki normal
38
Sekolah baru
39
Cemburu?
40
Mabuk
41
Ini milikku
42
Masih memikirkanmu
43
Menyatu
44
Tugas sebagai istri?
45
Ketahuan
46
Situasi menegangkan
47
Kau bukan dokter
48
Lepas dulu, Ethan
49
Suka ngomel
50
Ciuman mendadak
51
Acara kumpul-kumpul
52
Kamar sebelah
53
Merindukan kamu
54
Nakal
55
Percintaan panas
56
Arel di hina
57
Fitnah
58
Kemunculan Ethan
59
Jangan bunuh
60
Hukuman Ethan
61
Ingin dimandikan
62
Pulang
63
Hampir saja
64
Bisa gila
65
Jeremy
66
Lomba
67
Wanita bertopeng
68
Pemilik mobil
69
Senjata tertahan
70
Keluar diam-diam
71
Sebelas orang
72
Bertemu
73
Ini tentang adikmu
74
Berbohong
75
Kejujuran yang tertahan
76
RAKA!
77
Kemunculan Ethan
78
Mencoba tenang
79
Hati-hati
80
Pertengkaran
81
Bagaimana dengan Arel?
82
Kekecewaan Arel
83
Makan sama papa aja
84
Dua hari
85
Ayo bercerai
86
Kalau aku pergi sekarang...
87
Berita mengejutkan
88
Ruang ICU
89
Kemarahan Jeremy
90
Buku catatan
91
Curahan hati Dira
92
Merasa brengsek
93
Masih koma
94
Melahirkan
95
Masih tidur
96
Coba lagi
97
Sadar
98
Masih linglung
99
Memulai dari awal
100
Bisa merasakan
101
Pertanyaan Dira
102
Butuh ASI
103
Pulang
104
Rumah
105
Pertanyaan Dira
106
Belum boleh mandi
107
Harus di buka, semuanya
108
Kagum padamu
109
Kamu nggak dingin?
110
Suasana ramai
111
Ledakan
112
Target sebenarnya
113
Jaga mama dan adikmu
114
Simbol organisasi
115
Plot twist?
116
Terluka?
117
Luka kecil
118
Kenapa lama?
119
Sangat merindukanmu
120
Aku ingin susumu
121
Sarapan
122
Ngumpulin ASI
123
Bukan Gayanya
124
Jangan lama-lama
125
Pengaturan
126
Aku akan kembali
127
Kecupan di kening
128
Beraksi
129
Serangan
130
Anak-anak dan wanita muda
131
Misi penyelamatan
132
Seorang wanita
133
Perdebatan kecil
134
Kenapa membunuhnya?
135
Ethan dan Jeremy
136
Pulang
137
Mau pijit?
138
Sentuhan
139
Rileks
140
Bunuh diri?
141
Sesuatu yang salah
142
Bukan hanya takut
143
Cantik
144
Pesta
145
Tidak sengaja dengar
146
Tamparan
147
Pernah selingkuh?
148
Tidak bisa hidup tanpamu
149
Perintah Ethan
150
Tiga jam?
151
Sangat seksi
152
Menyatu
153
Capek
154
Monster
155
Pagi
156
Kejahilan Kara
157
Murka Ethan
158
Bercanda?
159
Ingatan yang kembali
160
Kabur
161
Kost Harian
162
Panik dan Amarah
163
Berbohong demi kebaikan
164
Runtuh
165
Menemukan jejak
166
Ketemu
167
Tangisan Arion
168
Soal kamu dan anak kita
169
Minta maaf
170
Cuma mual
171
Arel kangen kamu
172
Biarkan dia masuk
173
Cuma capek
174
Mual lagi?
175
Perjalanan pulang
176
Menyadari kebodohan
177
Demam
178
Jangan bicara lagi
179
Jangan dekat-dekat dulu
180
Kepanikan di pagi hari
181
Aku juga mau ...
182
Ethan nakal
183
Siap di makan?
184
Menyatu lagi
185
Rumah yang kembali hidup
186
Nur
187
Mual lagi
188
Aku di sini
189
Hamil
190
Kamu tegang sekali
191
Tangan nakal Dira
192
Kerja yang benar
193
Ambisi
194
Mau main bola
195
Main bola
196
Habis gas?
197
Rumahku, bukan tempat amal
198
Perasaan yang hangat
199
Mengambil kepercayaan Dira
200
Perempuan bodoh
201
Program ibu hamil
202
Tertawa lepas
203
Menikmati waktu berdua
204
Ada yang mengikuti
205
Jangan coba-coba menjodohkanku
206
Sisi lembut
207
Papan target
208
Datang tanpa kabar
209
Kekesalan Jeremy
210
Kehangatan keluarga
211
Kesal
212
Tegas
213
Sisi lain Ethan
214
Bucin akut
215
Cerita Raka
216
Wanita di mall
217
Kesedihan Dami
218
Rencana jahat
219
Apa yang kau masukan?
220
Aku butuh kamu...
221
Serangan Ethan
222
Aku yang pimpin
223
Tamparan
224
Kemarahan Dira
225
Tusukan
226
Ethan mengamuk
227
Tidak terkontrol
228
Kau akan mati di tanganku
229
Gigi ganti gigi, mata ganti mata
230
Pembalasan
231
Ketahuan
232
Jeremy unggul
233
Mirip Asli
234
Masih tidur
235
Sisi dewasa Arel
236
Alat vital
237
Tidak bisa kabur
238
Tahu di mana kau tinggal
239
Siapa yang mengirimmu?
240
Dia bukan musuh
241
Saran Damian
242
Omelan Talia
243
Tangisan Ethan
244
Menenangkan
245
Melayani suami
246
Serangan
247
Terluka
248
Kena omel
249
Mereka mencari ini
250
Ingatan Dira
251
Tidak ada yang salah
252
Pasienku
253
Cerita Bima
254
Kenalan dengan aunty
255
Hilang, selamanya
256
Kebersamaan
257
Layani aku
258
Cari suasana baru
259
Malam masih panjang
260
Kau milikku
261
Ganas
262
Mau kamu menikahi Dami
263
Permintaan tante Nova
264
Cari tanggal
265
Jangan terlalu memuji
266
Menikah?
267
Kamu sendirian?
268
Terlalu meyakinkan
269
Cantik sekali
270
Rusuh
271
Memenangkan pertarungan
272
Situasi menegangkan
273
Selamat
274
Tergantung kejahatan mereka
275
Mati
276
Simbol
277
Jeremy
278
Berebutan
279
Asli sudah mati
280
Kau masih tunanganku
281
Tidak akan pernah melepaskanmu
282
Biar aku saja
283
Pertanyaan Bima
284
Main 2 ronde
285
Butuh vitamin
286
Selesaikan sekarang juga
287
Mimpi buruk
288
Dapur
289
Tangisan Arion
290
Kemarahan Jeremy
291
Menuju hari kebahagiaan
292
Sekali seumur hidup
293
Jeremy
294
Bersumpah
295
Pulang
296
Pantai -Tamat
297
PENGUMUMAN SEASON 2
298
S2 Bab 1
299
S2 Bab 2
300
S2 Bab 3
301
S2 Bab 4
302
S2 Bab 5
303
S2 Bab 6
304
S2 Bab 7
305
S2 Bab 8
306
S2 Bab 9
307
S2 Bab 10
308
S2 bab 11
309
S2 Bab 12
310
S2 Bab 13
311
S2 BAB 14
312
S2 Bab 15
313
S2 Bab 16
314
S2 Bab 17
315
S2 Bab 18
316
S2 Bab 19
317
S2 Bab 20
318
S2 Bab 21
319
S2 Bab 22
320
S2 Bab 23
321
S2 Bab 24
322
S2 Bab 25
323
S2 Bab 26
324
S2 Bab 27
325
S2 Bab 28
326
S2 Bab 29
327
S2 Bab 30

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!