Terjebak Hasrat Monsieur Leopold

Terjebak Hasrat Monsieur Leopold

Luka

...“Jangan tinggalkan Elena lagi. Elena juga tidak akan meninggalkan Papa.” — Elena De Gaulle...

Notes :

Monsieur \= Tuan (Bahasa Prancis)

Madame \= Nyonya (Bahasa Prancis)

Mademoiselle \= Nona (Bahasa Prancis)

Latar Novel : Prancis, Eropa

...Selamat membaca :)...

...****************...

Di sebuah gudang yang ada di pelabuhan kota Prancis, terbuka dengan lebar pintu gerbang besi yang tebal itu.

Seorang pria penuh wibawa yang sudah berambut perak keabuan memasuki gudang itu. Di kota itu, semua orang memanggilnya Monsieur De Gaulle dengan kepala tertunduk. Ia diikuti oleh beberapa pengawal berjas hitam, bertubuh tegap dan memiliki headset berwarna hitam di masing-masing telinga mereka.

“Ck!” suara decakan wanita terdengar. “Aku sudah menduga, semua ini ulah Papa!”

Elena De Gaulle. Anak semata wayang Martin De Gaulle—pebisnis kaya dan salah satu mafia terhormat di kota Prancis.

“Aku sudah peringatkan kau, Gaston!” tegas Martin dengan dagu terangkat. Meskipun usianya sudah tak lagi muda, tubuhnya masih terlihat bugar dan sehat.

“Lepas!” perintah Elena memarahi anak buah ayahnya yang sedang memegang kedua tangan Gaston—pria yang ia cintai. “Kau tidak dengar?! Kubilang lepaskan dia!”

Gaston tertunduk tak berdaya. Jika tak dipegang oleh kedua anak buah calon mertuanya, mungkin saat ini ia sudah jatuh tersungkur di lantai dingin penuh debu itu. Wajah dan tubuhnya penuh dengan darah dan lebam akibat pukulan. Tentu saja itu perintah oleh calon mertuanya.

“Papa akan memberikan kamu kesempatan terakhir.” Dinginnya cuaca saat itu, tak bisa mengalahkan dinginnya aura yang terpancar oleh Martin. Hanya Gaston satu-satunya pria yang berani menyentuh putri mafia itu.

“Apapun yang kamu mau, Papa berikan. Asalkan—”

“Aku mau Gaston. Titik!” dengan sigap Elena meraih belati dari tangan anak buah Martin. Lalu ia memposisikan belati itu ke lehernya. “Kalau Papa tidak mendengarkanku, maka... relakan aku selamanya.”

Martin tersentak. Meskipun mimik wajahnya masih tenang. Tapi matanya tak bisa berdusta. Satu-satunya permata peninggalan istrinya, mana mungkin sanggup ia biarkan pergi meninggalkannya.

Semua anak buah Martin mendadak tegang. Ia tahu, Elena segalanya bagi Martin. Mana mungkin bos mereka melepaskan anaknya begitu saja. Tapi mereka juga kenal siapa Elena. Sekalinya wanita itu mengatakan A, maka selamanya A. Tak akan pernah berubah.

“Papa butuh bukti?” Elena menggoreskan belati tajam tersebut ke lehernya. Buliran darah segar muncul dari goresan tajam itu. Ia meringis kesakitan. Tapi lebih sakit lagi saat cintanya tak disetujui.

“Elena!” Bentak Martin dengan kedua tangan yang terkepal. Ia berjalan mendekat ke arah anaknya selangkah demi selangkah.

“Berhenti!” perintah Elena dengan mata yang berkaca-kaca. “Selama ini aku tak pernah menolak perintah Papa. Tapi satu kali ini saja, Pa. Izinkan aku memilih sendiri jalan hidupku!”

Beberapa detik berlalu. Keheningan menyelimuti gedung luas itu. Seluruh kotak kayu yang ada di dalam gudang itu menjadi saksi bisu sebelum keesokan harinya dibawa berlayar ke masing-masing pembeli.

Martin tertunduk tak berdaya. Anak buah tak berani melakukan apa-apa sebelum menerima perintahnya.

“Bawakan aku mobil ke dalam!” perintah Elena lagi.

Tujuh detik berlalu. Tak satupun ada yang bergeming.

“Cepat—”

“Kalian dengar?!” bentak Martin dengan tatapan nelangsa ke arah anaknya. Meskipun matanya tak bisa berkaca-kaca, tapi hatinya? Luluh lantak tak berdaya. “Lakukan perintahnya!”

Salah satu anak buah Martin keluar. Tak lama kemudian ia masuk sambil mengendarai mobil ke dalam gudang. Sebuah sedan hitam mewah berhenti tepat di sebelah Elena.

“Masukkan Gaston ke dalam!”

Kedua anak buah Martin menatap bosnya.

Dengan rahang yang menegang dan mata yang berurat menahan amarah sekaligus kecewa, Martin mengedipkan pelan matanya—memberikan aba-aba singkat.

Dan kedua orang berjas hitam itu memapah tubuh Gaston masuk ke dalam mobil. Lalu Elena, ia masuk ke kursi kemudi dan mengemudikan mobil meninggalkan ayahnya dengan luka yang sangat dalam.

Sekilas terlintas bayangan Elena kecil di memori Martin. Anak kecil berambut coklat dengan mata yang bulat berlari mendekatinya.

“Papa...” Elena kecil memeluknya dan ia menggendong lalu melambung tinggi anaknya ke udara. Tawa riang penuh suka cita memenuhi taman. “Jangan tinggalkan Elena lagi.”

“Tidak, Sayang. Tadi Papa ada urusan,” sahutnya dengan suara yang hangat.

“Janji ya?”

“Janji, Sayang.”

“Kalau begitu, Elena juga tidak akan meninggalkan Papa.”

Tubuh Martin mendadak oleng. Namun dengan sigap, anak buahnya menopang tubuhnya. Dan salah satu dari mereka mengambilkan kursi agar bos mereka bisa duduk untuk menenangkan diri sejenak.

Martin menolak. Ia melangkah keluar dari gudang. Berjalan dengan langkah yang berat dan penuh kesedihan. Langkahnya terhenti tepat di ujung pembatas antara darat dan laut. Mata yang kini sudah keriput menatap lurus ke depan.

Pemandangan langit malam itu sangat suram. Hawa dingin angin laut malam menyapu lembut kulit keriput Martin. Kedua tangannya menyelip di dalam saku mantel coklat mahalnya. Lalu, ia mengeluarkan sebuah liontin dari saku mantel tersebut. Liontin yang selalu menemaninya kemanapun.

Martin membuka liontin tersebut. Terpampang potret usang seorang wanita muda. Dan itu adalah potret istrinya. Ia mengusap pelan potret usang itu.

“Pria itu, bukan pria yang baik, Emma,” lirih Martin pelan. “Kau tahu... sebesar apa cintaku untuk anak kita?”

“Tapi kali ini... aku terpaksa melepaskannya dengan cinta juga.”

“Meski aku tahu... kelak pria itu akan mengecewakan anak kita.”

“Aku gagal, Sayang. Aku gagal.”

“Maafkan aku.”

Dua puluh tahun semenjak kepergian istrinya, Martin tak pernah menangis. Tapi kali ini, airmata itu kembali luruh dan tak tertahankan. Di balik punggungnya, semua anak buah ikut berduka dengan jarak 5 meter darinya. Mereka memberikan waktu untuk Martin berdamai dengan rasa sakit itu.

Namun, siapa sangka... moment itu dirusak oleh seorang anak laki-laki kecil yang kumuh berlari ke arah Martin dan menabraknya.

Semua anak buah mereka tersentak dan berlari dengan sigap. Mereka memegang anak laki-laki itu dan tak lama kemudian... ada dua orang pria yang berlari mengincar anak laki-laki itu.

“Hei, kau! Maling kecil!” teriak salah satu dari mereka.

Martin menoleh ke arah anak laki-laki yang menabraknya.

Pakaian yang lusuh dan compang camping di cuaca yang dingin ini. Ia berlari tanpa alas kaki. Tubuhnya penuh dengan bekas luka. Dan rambutnya berantakan.

“Apa yang kau curi?” tanya Martin tenang. Namun sorot matanya tajam dan mencekam.

“Lepaskan aku!” bentak anak laki-laki itu mencoba meronta-ronta dari pegangan anak buah Martin.

Martin memberi aba-aba untuk melepaskannya. Dan usai dilepaskan, anak laki-laki itu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

Semua anak buah Martin siaga. Mereka memegang pistol dari dalam jas hitam mereka. Tak ada yang tahu, apakah anak itu sepenuhnya maling kecil, atau... bahaya yang tak bisa ditebak?

Dan sesuatu yang keluar dari kantong anak laki-laki itu hanyalah sepotong roti. Ia tertunduk tak berdaya. Lalu mengembalikan potongan roti tadi kepada dua orang pria yang ternyata pengemis di sekitar pelabuhan itu.

...****************...

Bersambung....

Terpopuler

Comments

vj'z tri

vj'z tri

🎉🎉🎉🎉🎉🎉 aku hadir

2026-02-14

1

lihat semua
Episodes
1 Luka
2 Kelahiran Elios Leopold
3 Berita Duka
4 Perintah Abadi
5 Permintaan
6 Sepenting Apa Aku?
7 Anjing Doberman
8 Semua Karena Sayang
9 Cinta Pertama
10 Pusat Perhatian
11 Kau Alasanku Pulang
12 Hanya Seekor Anjing
13 Elios Leopold
14 Aku Sudah Dewasa
15 Permintaan di Sweet Seventeen
16 Hati Baja Elios
17 Tetangga Sejak Kecil
18 Aku Berhenti
19 Ketergantungan
20 Ciuman Pertama
21 Titik Balik
22 Pencuri Hati
23 Cemburu - Part 1
24 Cemburu - Part 2
25 Belum Saatnya
26 Pilihan yang Sulit
27 Bersabar untuk Menjauh?
28 Elios Yang Kau Kenal
29 Beruntung
30 Milikmu
31 Harapan yang Sama
32 Tak Suka
33 Pasangan yang Sempurna
34 Kenikmatan Malam Itu...
35 Dia yang Gerak, Aku yang Lelah
36 Hanya Aku yang Menyentuhmu
37 Olahraga Terbaik
38 Kegundahan yang Menyelimuti
39 Terjebak Hasrat Elios Leopold
40 Bukan Skandal, Tapi Bunuh Diri
41 Pria Itu Adalah Aku
42 Bukan Dengan Cucuku!
43 Ujian Pertama
44 Politik Kakek dan Cucu
45 Umpan Rindu
46 Hasrat Monsieur Leopold
47 Rajuk Berujung Short Time
48 Deeptalk
49 Cara Kerja Leopold
50 Ujian Kedua
51 Kau Milikku, Madame Leopold
52 Ancaman Elios
53 Urusanmu, Bukan Urusanku
54 Cinta Segitiga
55 Pergilah
56 Pembuktian
57 Memilikimu Seutuhnya
58 Pria Tangguh
59 Aku Mencintaimu
60 Serpihan Angan
61 Dendam Kesumat
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Luka
2
Kelahiran Elios Leopold
3
Berita Duka
4
Perintah Abadi
5
Permintaan
6
Sepenting Apa Aku?
7
Anjing Doberman
8
Semua Karena Sayang
9
Cinta Pertama
10
Pusat Perhatian
11
Kau Alasanku Pulang
12
Hanya Seekor Anjing
13
Elios Leopold
14
Aku Sudah Dewasa
15
Permintaan di Sweet Seventeen
16
Hati Baja Elios
17
Tetangga Sejak Kecil
18
Aku Berhenti
19
Ketergantungan
20
Ciuman Pertama
21
Titik Balik
22
Pencuri Hati
23
Cemburu - Part 1
24
Cemburu - Part 2
25
Belum Saatnya
26
Pilihan yang Sulit
27
Bersabar untuk Menjauh?
28
Elios Yang Kau Kenal
29
Beruntung
30
Milikmu
31
Harapan yang Sama
32
Tak Suka
33
Pasangan yang Sempurna
34
Kenikmatan Malam Itu...
35
Dia yang Gerak, Aku yang Lelah
36
Hanya Aku yang Menyentuhmu
37
Olahraga Terbaik
38
Kegundahan yang Menyelimuti
39
Terjebak Hasrat Elios Leopold
40
Bukan Skandal, Tapi Bunuh Diri
41
Pria Itu Adalah Aku
42
Bukan Dengan Cucuku!
43
Ujian Pertama
44
Politik Kakek dan Cucu
45
Umpan Rindu
46
Hasrat Monsieur Leopold
47
Rajuk Berujung Short Time
48
Deeptalk
49
Cara Kerja Leopold
50
Ujian Kedua
51
Kau Milikku, Madame Leopold
52
Ancaman Elios
53
Urusanmu, Bukan Urusanku
54
Cinta Segitiga
55
Pergilah
56
Pembuktian
57
Memilikimu Seutuhnya
58
Pria Tangguh
59
Aku Mencintaimu
60
Serpihan Angan
61
Dendam Kesumat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!