Chapter 2 - Resmi Menikah

Ogi yang sibuk mengambilkan piring kotor, mendadak disuruh pergi ke kamar Arisa. Dia pergi saja tanpa mengetahui alasannya. Saat sudah di kamar, Fedi langsung bicara padanya baik-baik.

"Nak, kamu mau nggak menikah sama Arisa?" tanya Fedi.

"A-apa?" Ogi tentu kaget. Dia langsung menatap ke arah Arisa. Gadis itu tampak sedih dan memasang tatapan penuh harap.

"Papa, bisakah kau tinggalkan aku berdua sama Ogi? Aku ingin bicara dengannya," pinta Arisa.

"Ya, tentu saja. Aku akan menunggu di depan pintu." Fedi segera keluar.

Kini tinggal Arisa dan Ogi berdua. Saat itulah Arisa mencoba menjelaskan semuanya pada Ogi. Termasuk alasan kenapa calon mempelai pria tidak datang.

Arisa terlihat berusaha keras untuk tidak menangis. Dia menarik nafas dan mencoba kuat. "Aku hanya nggak mau membuat papaku malu. Aku juga ingin pergi dari kota ini sejenak. Aku janji akan membalas kebaikanmu suatu hari nanti. Kita akan bercerai di waktu yang tepat," tuturnya.

"Apa kau yakin ingin ikut aku ke tempat tinggalku? Aku tinggal di desa yang jauh dari kota, Neng..." balas Ogi.

"Aku akan lakukan apapun untuk membuang perasaanku pada lelaki sialan itu!" sahut Arisa.

Ogi sempat terdiam untuk sesaat. Membuat Arisa jadi merasa tidak enak.

"Kalau kau tidak mau, nggak apa-apa. Aku nggak mau memaksamu," ucap Arisa.

"Bukan begitu, Neng." Ogi cepat membantah. "Aku mau kok! Mau banget. Sekarang mana pakaian pengantinnya? Aku akan memakainya," lanjutnya.

Senyuman seketika mengembang di wajah Arisa. Dia segera memanggil perias untuk mengambil baju pengantin pria.

Dalam sekejap, akad nikah diucapkan oleh Ogi. Kala itu tentu saja banyak yang bingung dengan digantinya pengantin pria. Namun semua orang tak mau bertanya lebih banyak karena Arisa terlihat bahagia.

Sesi foto dilakukan. Arisa berusaha keras memasang topeng bahagianya. Namun berbeda dengan Ogi yang entah kenapa benar-benar merasa bahagia.

Dari kejauhan Fedi menatap putrinya dan Ogi. Jauh dari lubuk hatinya yang terdalam, dia sebenarnya tahu alasan kenapa Arisa memilih menikah dengan Ogi. Yaitu karena tak mau membuat keluarganya malu. Tapi di sisi lain, Fedi sejujurnya merasa bahagia dan tenang melihat Arisa menikah dengan Ogi.

Fedi sangat mengenal Ogi. Dia yakin, siapapun wanita yang menikah dengan pria itu pasti akan bahagia.

Fedi bisa saja menghentikan pernikahan dadakan itu terjadi. Namun dia memilih membiarkannya. Lalu di hatinya Fedi berharap Arisa dan Ogi akan saling jatuh cinta seiring berjalannya waktu.

Setelah semua tamu pulang, Arisa dan Ogi berganti pakaian. Arisa menyuruh Ogi menunggu di depan. Sementara dia sibuk mengemas pakaian di kamarnya.

Arisa berniat ingin pergi langsung dari kota. Rasanya dia tak sanggup menanggung malu jika terus tinggal di sini.

Dengan perasaan dangkal, Arisa masukkan pakaian-pakaiannya ke dalam koper. Tanpa sepengetahuannya, dari ambang pintu Fedi berdiri.

"Menangis saja, Nak. Jangan ditahan... Jangan malu sama Papa..." ujar Fedi sambil mendekati Arisa.

Seketika tangis Arisa pecah. Dia langsung memeluk erat ayahnya. Arisa juga meminta maaf pada Fedi sambil terisak.

Cukup lama Arisa menangis. Tangisannya bahkan sampai sesegukan. Hatinya rasanya benar-benar sakit. Ia tidak pernah merasakan sakitnya dikhianati sampai seperti ini.

"Kau tidak usah mencemaskanku. Karena aku bahagia melihatmu menikah dengan Ogi," kata Fedi sambil mengelus punggung Arisa.

"Papa!" Arisa melepas pelukan dan menatap kesal ayahnya.

"Dia lelaki yang paling aku percaya. Aku akan pergi dengan tenang kalau kau hidup bersamanya. Mungkin inilah cara Tuhan menjawab doaku, Nak..." sahut Fedi.

"Papa, jangan bicara begitu. Memangnya Papa mau pergi kemana? Justru aku yang harus pergi sekarang," balas Arisa. Dia dan ayahnya kembali berpelukan.

Terpopuler

Comments

🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ

🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ

Cinta adalah perasaan yang muncul ketika bertemu dengan orang yang tepat dan membuat kita merasa bahagia.
Mendefinisikan cinta memang tidak mudah, karena banyak hal yang dapat diungkapkan melalui perasaan tersebut.
Cinta sering dikaitkan dengan memberi dan menerima, sehingga ia tetap hidup di hati para pelakunya.
cinta merupakan salah satu dari fitrah manusia yang muncul dari emosi yang muaranya di kalbu.
Ternyata dalam suatu hubungan, cinta dapat tumbuh seiring waktu walaupun terkadang tidak diharapkan. Mulai dari perlakuan pasangan hingga frekuensi bertemu.
Ketika ada dua orang yang merasa nyaman satu sama lain. Cinta membuat keduanya memiliki hubungan emosional dan saling terhubung. Kondisi ini membuat perasaan aman, bahagia, dan dapat menikmati setiap waktu berdua.
Mengenal satu sama lain dan sering melakukan kegiatan bersama, dapat menumbuhkan rasa cinta. Tanpa disadari, seringnya mereka bertemu akan membuat perasaan suka muncul dan perlahan menjadi rasa cinta seiringnya waktu.
Ketertarikan terhadap suatu hal yang sama membuat kedua orang menjadi dekat. Banyak topik pembicaraaan yang bisa dibahas sehingga keduanya dapat mengenal karakter dan cara pandang. Rasa cinta dapat tumbuh seiring dengan obrolan yang cocok.

2026-02-13

3

⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈

⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈

papanya pasti sangat bahagia karena ogi pilihannya dari awal untuk alisa

2026-02-27

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Selamat ya Arisan dan Ogi. Happy selalu.

2026-04-19

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Suami Pengganti
2 Chapter 2 - Resmi Menikah
3 Chapter 3 - Pergi Ke Desa
4 Chapter 4 - Usaha Kerupuk
5 Chapter 5 - Hampir Sampai
6 Chapter 6 - Tiba Di Rumah
7 Chapter 7 - Pangeran Desa
8 Chapter 8 - Bikin Sarapan
9 Chapter 9 - Fakta Baru Tentang Ogi
10 Chapter 10 - Pemuda Baik-Baik
11 Chapter 11 - Sahabat Ogi (Dadang)
12 Chapter 12 - Tawa Ogi
13 Chapter 13 - Deg-Degan
14 Chapter 14 - Sisi Tangguhnya
15 Chapter 15 - Jatuh Cinta?
16 Chapter 16 - Patah Hati Berjamaah
17 Chapter 17 - Pilihan Ogi
18 Chapter 18 - Pakai Daster
19 Chapter 19 - Jaga Jarak
20 Chapter 20 - Pengantin Baru
21 Chapter 21 - Kejahilan Arisa
22 Chapter 22 - Konser Kamar Mandi
23 Chapter 23 - Ipar Maut
24 Chapter 24 - Kecurigaan Kakak Ipar
25 Chapter 25 - Deja Vu
26 Chapter 26 - Kerupuk Melarat
27 Chapter 27 - Proses Pembuatan Kerupuk
28 Chapter 28 - Di Salon Dadang
29 Chapter 29 - Masih Cinta
30 Chapter 30 - Aya-Aya Wae
31 Chapter 31 - Kedatangan Dadang
32 Chapter 32 - Sudut Pandang Marcel
33 Chapter 33 - Impas
34 Chapter 34 - Berduaan Semalaman
35 Chapter 35 - Keseleo
36 Chapter 36 - Ogi Kecil
37 Chapter 37 - Doa Ogi
38 Chapter 38 - Tentang Anak
39 Chapter 39 - Ogi Marah
40 Chapter 40 - Bertemu Lagi
41 Chapter 41 - Mengurungkan Niat
42 Chapter 42 - Info Tentang Ogi
43 Chapter 43 - Pohon Rambutan
44 Chapter 44 - Pelukan Arisa
45 Chapter 45 - Diamati Marcel
46 Chapter 46 - Ranjang Goyang
47 Chapter 47 - Pengakuan Rasa
48 Chapter 48 - Terlalu Kuat
49 Chapter 49 - Terus Jadi Bahan Ejekan
50 Chapter 50 - Hanya Ingin Bicara
51 Chapter 51 - Ciuman Tiba-Tiba
52 Chapter 52 - Kabar Mengejutkan
53 Chapter 53 - Perjalanan Ke Kota
54 Chapter 54 - Pulang
55 Chapter 55 - Berkabung
56 Chapter 56 - Menghibur Istri
57 Chapter 57 - Senyuman
58 Chapter 58 - Tahan, Gi...
59 Chapter 59 - Malam Pertama
60 Chapter 60 - Paginya
61 Chapter 61 - Ke Makam
62 Chapter 62 - Jalan-Jalan
63 Chapter 63 - Berbagai Macam Gaya
64 Chapter 64 - Pegal
65 Chapter 65 - Makin Lengket
66 Chapter 66 - Kabar Menyebar
67 Chapter 67 - Efek Fitnah
68 Chapter 68 - Rumah Dadang
69 Chapter 69 - Menduga
70 Chapter 70 - Tiga Hari
71 Chapter 71 - Suara Kamar Sebelah
72 Chapter 72 - Rencana Arisa
73 Chapter 73 - Menjalankan Rencana
74 Chapter 74 - Akting Ogi
75 Chapter 75 - Pengakuan
76 Chapter 76 - Perkara Kadal
77 Chapter 77 - Tidak Buru-Buru
78 Chapter 78 - Tiba-Tiba
79 Chapter 79 - Tanaman Beracun
80 Chapter 80 - Amukan Heru
81 Chapter 81 - Rumah Sakit
82 Chapter 82 - Keadaan Ogi
83 Chapter 83 - Siuman
84 Chapter 84 - Salah
85 Chapter 85 - Suapan Ogi
86 Chapter 86 - Ngidam Aneh
87 Chapter 87 - Kembali Ke Desa
88 Chapter 88 - Kelapa Muda
89 Chapter 89 - Lebih Besar
90 Chapter 90 - Periksa
91 Chapter 91 - Jatuh
92 Chapter 92 - Tak Mau
93 Chapter 93 - Dua Wanita Kesayangan Ogi
94 Chapter 94 - Nata De Coco
95 Chapter 95 - Nata dan Koko
96 Chapter 96 - Kabar Dari Kota
97 Chapter 97 - Diagnosis
98 Chapter 98 - Terlambat
99 Chapter 99 - Kebun Bunga Eyang
100 Chapter 100 - Kepergian Eyang Imas
101 Chapter 101 - Kontraksi
102 Chapter 102 - Drama Melahirkan
103 Chapter 103 - Zaydan dan Zahira
104 Chapter 104 - Bahagia dan Iri
105 Chapter 105 - Rencana Mega
106 Chapter 106 - Rencana Mega 2
107 Chapter 107 - Mau Juga
108 Chapter 108 - Kunci Yang Hilang
109 Chapter 109 - Dianggap Pergi
110 Chapter 110 - Melakukan Rencana
111 Chapter 111 - Dibawa Pergi
112 Chapter 112 - Mengejar
113 Chapter 113 - Tak Menyerah
114 Chapter 114 - Terus Menangis
115 Chapter 115 - Mobil Rental
116 Chapter 116 - Penginapan
117 Chaptet 117 - Check Out
118 Chapter 118 - Tertangkap
119 Chapter 119 - Karma
120 Chapter 120 - Di Penjara
121 Chapter 121 - Melangkah Bersama
122 Chapter 122 - Semakin Berguna
123 Chapter 123 - Ending
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Chapter 1 - Suami Pengganti
2
Chapter 2 - Resmi Menikah
3
Chapter 3 - Pergi Ke Desa
4
Chapter 4 - Usaha Kerupuk
5
Chapter 5 - Hampir Sampai
6
Chapter 6 - Tiba Di Rumah
7
Chapter 7 - Pangeran Desa
8
Chapter 8 - Bikin Sarapan
9
Chapter 9 - Fakta Baru Tentang Ogi
10
Chapter 10 - Pemuda Baik-Baik
11
Chapter 11 - Sahabat Ogi (Dadang)
12
Chapter 12 - Tawa Ogi
13
Chapter 13 - Deg-Degan
14
Chapter 14 - Sisi Tangguhnya
15
Chapter 15 - Jatuh Cinta?
16
Chapter 16 - Patah Hati Berjamaah
17
Chapter 17 - Pilihan Ogi
18
Chapter 18 - Pakai Daster
19
Chapter 19 - Jaga Jarak
20
Chapter 20 - Pengantin Baru
21
Chapter 21 - Kejahilan Arisa
22
Chapter 22 - Konser Kamar Mandi
23
Chapter 23 - Ipar Maut
24
Chapter 24 - Kecurigaan Kakak Ipar
25
Chapter 25 - Deja Vu
26
Chapter 26 - Kerupuk Melarat
27
Chapter 27 - Proses Pembuatan Kerupuk
28
Chapter 28 - Di Salon Dadang
29
Chapter 29 - Masih Cinta
30
Chapter 30 - Aya-Aya Wae
31
Chapter 31 - Kedatangan Dadang
32
Chapter 32 - Sudut Pandang Marcel
33
Chapter 33 - Impas
34
Chapter 34 - Berduaan Semalaman
35
Chapter 35 - Keseleo
36
Chapter 36 - Ogi Kecil
37
Chapter 37 - Doa Ogi
38
Chapter 38 - Tentang Anak
39
Chapter 39 - Ogi Marah
40
Chapter 40 - Bertemu Lagi
41
Chapter 41 - Mengurungkan Niat
42
Chapter 42 - Info Tentang Ogi
43
Chapter 43 - Pohon Rambutan
44
Chapter 44 - Pelukan Arisa
45
Chapter 45 - Diamati Marcel
46
Chapter 46 - Ranjang Goyang
47
Chapter 47 - Pengakuan Rasa
48
Chapter 48 - Terlalu Kuat
49
Chapter 49 - Terus Jadi Bahan Ejekan
50
Chapter 50 - Hanya Ingin Bicara
51
Chapter 51 - Ciuman Tiba-Tiba
52
Chapter 52 - Kabar Mengejutkan
53
Chapter 53 - Perjalanan Ke Kota
54
Chapter 54 - Pulang
55
Chapter 55 - Berkabung
56
Chapter 56 - Menghibur Istri
57
Chapter 57 - Senyuman
58
Chapter 58 - Tahan, Gi...
59
Chapter 59 - Malam Pertama
60
Chapter 60 - Paginya
61
Chapter 61 - Ke Makam
62
Chapter 62 - Jalan-Jalan
63
Chapter 63 - Berbagai Macam Gaya
64
Chapter 64 - Pegal
65
Chapter 65 - Makin Lengket
66
Chapter 66 - Kabar Menyebar
67
Chapter 67 - Efek Fitnah
68
Chapter 68 - Rumah Dadang
69
Chapter 69 - Menduga
70
Chapter 70 - Tiga Hari
71
Chapter 71 - Suara Kamar Sebelah
72
Chapter 72 - Rencana Arisa
73
Chapter 73 - Menjalankan Rencana
74
Chapter 74 - Akting Ogi
75
Chapter 75 - Pengakuan
76
Chapter 76 - Perkara Kadal
77
Chapter 77 - Tidak Buru-Buru
78
Chapter 78 - Tiba-Tiba
79
Chapter 79 - Tanaman Beracun
80
Chapter 80 - Amukan Heru
81
Chapter 81 - Rumah Sakit
82
Chapter 82 - Keadaan Ogi
83
Chapter 83 - Siuman
84
Chapter 84 - Salah
85
Chapter 85 - Suapan Ogi
86
Chapter 86 - Ngidam Aneh
87
Chapter 87 - Kembali Ke Desa
88
Chapter 88 - Kelapa Muda
89
Chapter 89 - Lebih Besar
90
Chapter 90 - Periksa
91
Chapter 91 - Jatuh
92
Chapter 92 - Tak Mau
93
Chapter 93 - Dua Wanita Kesayangan Ogi
94
Chapter 94 - Nata De Coco
95
Chapter 95 - Nata dan Koko
96
Chapter 96 - Kabar Dari Kota
97
Chapter 97 - Diagnosis
98
Chapter 98 - Terlambat
99
Chapter 99 - Kebun Bunga Eyang
100
Chapter 100 - Kepergian Eyang Imas
101
Chapter 101 - Kontraksi
102
Chapter 102 - Drama Melahirkan
103
Chapter 103 - Zaydan dan Zahira
104
Chapter 104 - Bahagia dan Iri
105
Chapter 105 - Rencana Mega
106
Chapter 106 - Rencana Mega 2
107
Chapter 107 - Mau Juga
108
Chapter 108 - Kunci Yang Hilang
109
Chapter 109 - Dianggap Pergi
110
Chapter 110 - Melakukan Rencana
111
Chapter 111 - Dibawa Pergi
112
Chapter 112 - Mengejar
113
Chapter 113 - Tak Menyerah
114
Chapter 114 - Terus Menangis
115
Chapter 115 - Mobil Rental
116
Chapter 116 - Penginapan
117
Chaptet 117 - Check Out
118
Chapter 118 - Tertangkap
119
Chapter 119 - Karma
120
Chapter 120 - Di Penjara
121
Chapter 121 - Melangkah Bersama
122
Chapter 122 - Semakin Berguna
123
Chapter 123 - Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!