Sang Penjinak Semut: Evolusi Raja Naga Merah

Sang Penjinak Semut: Evolusi Raja Naga Merah

Bab 1: Debu di Balik Topeng Keagungan

​Angin musim gugur yang menyelinap masuk melalui celah pilar raksasa Aula Langit Biru terasa seperti pisau yang menyayat kulit. Di tengah aula yang megah itu, berdirilah Lu Chen. Pakaian abu-abunya yang lusuh tampak sangat kontras dengan jubah sutra bersulam emas milik para murid elit yang berdiri di tribun atas. Hari ini adalah Upacara Penentuan Takdir, sebuah hari di mana seorang pemuda bisa menjadi naga yang terbang ke langit atau cacing yang terinjak di tanah.

​Di hadapan Lu Chen, berdiri sebuah monolit hitam setinggi tiga meter, BATU PENGUJI BAKAT. Batu itu telah menentukan nasib ribuan orang selama berabad-abad.

​"Selanjutnya, Lu Chen dari Cabang Luar," suara Penatua Feng terdengar berat dan acuh tak acuh.

​Lu Chen melangkah maju dengan jantung yang berdetak kencang hingga telinganya berdenging. Dia meletakkan telapak tangannya pada permukaan batu yang sedingin es itu. Dia menutup mata, berharap ada secercah cahaya keemasan atau ungu, warna bagi mereka yang memiliki bakat luar biasa. Namun, yang terjadi justru keheningan yang memekakkan telinga. Semua terdiam.

​Batu itu tetap hitam. Tak ada cahaya. Tak ada getaran energi.

​"Lu Chen, bakat: F-Rank. Afinitas Spiritual: Nol."

​Suara Penatua Feng bergema di seluruh aula, diikuti oleh keheningan sejenak sebelum akhirnya meledak dalam gelombang tawa dan ejekan.

​"Nol? Bagaimana mungkin seseorang yang hidup di lingkungan energi spiritual tinggi seperti sekte ini memiliki afinitas nol?" celetuk seorang pemuda tampan dengan jubah biru, Han Wei, yang dikenal sebagai jenius peringkat A. "Dia bukan hanya sampah, dia adalah ruang hampa! Keberadaannya di sini hanya menghabiskan oksigen kita saja."

​Lu Chen merasakan wajahnya memanas. Dia mengepalkan tinjunya hingga kukunya memutih. Di dunia ini, kekuatan spiritual adalah mata uang utama. Tanpa afinitas, dia tidak akan pernah bisa menyerap energi alam, tidak akan bisa berkultivasi, dan secara teknis, dia hanyalah manusia biasa yang akan menua dan mati dalam sekejap mata di mata para kultivator.

​Namun, tepat saat dia akan menarik tangannya dari batu itu, sebuah sensasi aneh mengalir dari ujung jarinya. Itu bukan energi hangat, melainkan sebuah getaran dingin yang sangat canggih.

​[Ding! Menemukan Inang yang Memenuhi Syarat.]

[Sistem 'Omnipotence Mask' (Topeng Mahakuasa) Berhasil Diaktifkan.]

​Sebuah layar transparan yang hanya bisa dilihat olehnya muncul di depan mata.

​[Status Asli: SSS+ (Divine Sovereign)]

[Status Penyamaran: F-Rank (Sampah Total)]

[Peringatan: Kekuatan Anda terlalu besar untuk dunia saat ini. Sistem akan menyembunyikan level asli Anda di bawah 'Topeng' agar tidak memicu kiamat prematur.]

​Mata Lu Chen membelalak. SSS+? Legenda mengatakan bahwa tingkat tertinggi yang pernah dicapai manusia hanyalah S-Rank, dan itu pun hanya terjadi sekali dalam seribu tahun. Tapi apa maksud dari "memicu kiamat"?

​Belum sempat dia mencerna informasi itu, layar sistem kembali berkedip merah.

​[Misi Darurat Pertama Aktif!]

[Deskripsi: Kontrak dengan makhluk hidup pertama yang Anda temui dalam 10 detik ke depan untuk menstabilkan aliran energi SSS+.]

[Waktu Tersisa: 09... 08...]

[Hadiah: Sinkronisasi Jiwa Naga & Pembukaan Gerbang Meridian Pertama.]

[Gagal: Tubuh Inang akan meledak karena kelebihan energi spiritual.]

​"Apa?!" Lu Chen panik. Dia melihat ke sekeliling dengan liar. Di aula ini hanya ada manusia, dan dia tidak mungkin mengontrak manusia secara paksa. Pikirannya buntu. Kematian terasa sangat dekat.

​"03... 02..."

​Secara tidak sengaja, mata Lu Chen menangkap gerakan kecil di dekat retakan lantai marmer di bawah kakinya. Seekor semut hitam kecil, kurus dan tampak lemah, sedang berjuang membawa sebutir remah roti yang berat. Tanpa pikir panjang, Lu Chen berlutut.

​"Maafkan aku, teman kecil!" Lu Chen menggigit ujung jarinya hingga berdarah dan menekankannya langsung ke punggung kecil semut tersebut.

​Wusss!

​Sebuah lingkaran sihir merah darah yang sangat kecil—hampir tak kasat mata—terbentuk di bawah semut itu. Cahayanya hanya sekejap, seperti kerlipan lilin yang tertiup angin.

​"Hahahaha! Lihat itu!" Han Wei tertawa sampai memegangi perutnya. "Dia benar-benar sudah gila! Karena tidak punya bakat, dia mencoba menjadi Penjinak Binatang dengan mengontrak seekor semut? Hei Lu Chen, apa kau akan memerintah semut itu untuk menggigit kaki kami sampai kami mati tertawa?"

​Penatua Feng menggelengkan kepala dengan jijik. "Memalukan. Pergi dari sini, Lu Chen. Kau bukan lagi bagian dari murid resmi. Mulai besok, kau diturunkan menjadi pelayan pembersih kandang binatang buas."

​Lu Chen tidak mendengar hinaan itu. Telinganya berdenging karena suara lain. Sebuah suara yang tidak berasal dari sistem, melainkan dari dalam jiwanya sendiri—sebuah suara yang mengandung otoritas purba, penuh dengan kemarahan yang bisa meruntuhkan gunung.

​"Manusia rendahan! Berani-beraninya kau?! Aku adalah Ignis, Raja Naga Merah, penguasa dari segala api yang pernah ada! Aku lebih tua dari peradabanmu, lebih kuat dari dewa-dewamu! Bagaimana bisa aku terperangkap dalam tubuh serangga menjijikkan ini dan terikat kontrak dengan kutu sepertimu?!"

​Lu Chen tertegun. Dia menatap semut yang sekarang diam membeku di telapak tangannya. Semut itu seolah-olah sedang menatap balik ke arahnya dengan kemarahan yang membara.

​"Lepaskan kontrak ini sekarang, atau aku akan memastikan jiwamu terbakar di neraka terdalam selama sepuluh ribu tahun!" gertak suara itu lagi.

​Lu Chen justru tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak pernah dia tunjukkan sebelumnya. Di balik sistem SSS+ miliknya, dia menyadari sesuatu. Mereka berdua sama—dua entitas besar yang sedang terperangkap dalam bungkus yang terlihat lemah.

​"Jika kau memang raja naga," bisik Lu Chen sangat pelan sehingga hanya semut itu yang bisa mendengarnya, "maka buktikan padaku. Untuk saat ini, kau dan aku hanyalah debu di mata mereka. Mari kita lihat siapa yang akan terbakar pada akhirnya."

​[Ding! Misi Selesai.]

[Hadiah 'Sinkronisasi Jiwa Naga' sedang digabungkan...]

​Sebuah ledakan energi yang sangat halus namun padat mengalir dari semut itu ke jantung Lu Chen, memperbaiki setiap sel tubuhnya secara instan tanpa ada satu orang pun di aula itu yang menyadarinya. Permainan hebat baru saja dimulai.

...****************...

...RILIS SETIAP HARI...

Terpopuler

Comments

REY ASMODEUS

REY ASMODEUS

othor satu ini beda saudara... 🤭🤭🤭 langsung ngakak saya. sudah tingkatannya F RANK ( SSS) ngontrak semut, eh semutnya jelmaan ignis ( kalau gak salah salah satu roh api paling panas dalam sistem mitologi Yunani atau Romawi ya? ) dan ini aku sukaaaa💪💪💪💪 semangat kakaaa.....

2026-02-26

1

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

mampir kesini semoga ceritanya menarik 🤭

2026-02-21

1

REY ASMODEUS

REY ASMODEUS

aku dukung deh aku kasih jempol aja ya Thor untuk saat ini🤭🤭🤭

2026-02-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Debu di Balik Topeng Keagungan
2 Bab 2: Api di Dalam Cangkang Kecil
3 Bab 3: Keheningan di Balik Serangan
4 Bab 4: Rahasia Kandang Binatang Buas
5 Bab 5: Pencurian Besar di Blok A
6 Bab 6: Badai di Lembah Sunyi
7 Bab 7: Evolusi Pertama Sang Raja Semut
8 ​Bab 8: Bayangan di Balik Cahaya
9 Bab 9: Panggung Penghinaan dan Kejutan Tak Terlihat
10 ​Bab 10: Kebenaran di Balik Topeng
11 Bab 11: Gemuruh di Kedalaman Sunyi
12 Bab 12: Final yang Membara
13 Bab 13: Pemberontakan Sang Penjinak Semut
14 Bab 14: Runtuhnya Langit Biru
15 Bab 15: Gema di Balik Reruntuhan
16 ​Bab 16: Lembah Dewa yang Hilang
17 Bab 17: Terobosan yang Mengguncang Benua
18 Bab 18: Kota Pusat dan Topeng yang Baru
19 Bab 19: Konfrontasi di Balik Tirai
20 Bab 20: Evolusi di Tengah Badai Salju
21 Bab 21: Perjamuan Beracun di Istana Salju
22 Bab 22: Ritual Api Azure di Kamar Kaisar
23 Bab 23: Rahasia Peta Makam Naga
24 Bab 24: Menembus Hutan Kematian
25 Bab 25: Amarah Sang Penguasa Naga
26 Bab 26: Kedatangan di Benua Tengah
27 Bab 27: Intrik di Paviliun Rahasia
28 Bab 28: Sayembara Pahlawan dan Ujian Kekuatan
29 Bab 29: Perjalanan Menuju Gunung Langit
30 Bab 30: Gerbang Naga dan Pengkhianatan Terbuka
31 SEASON 2 SANG PENJINAK SEMUT BAB 31: SISA ABU DI GERBANG NAGA
32 BAB 32: JANJI DI BAWAH LANGIT RUNTUH
33 BAB 33: IDENTITAS YANG TERBAKAR
34 BAB 34: PERTEMUAN DI KEDAI TEH TUA
35 BAB 35: RAHASIA DI BALIK BATU PENGUJI
36 BAB 36: SERANGAN FAJAR PEMBURU HADIAH
37 BAB 37: LUKA YANG BERBICARA
38 BAB 38: JEJAK KAKI DI PASIR HITAM
39 BAB 39: NAFAS NAGA YANG TERCEKIK
40 BAB 40: PENJAGA GURUN MUNCUL
41 Arc 2 LEMBAH KEABADIAN DAN TOPENG BAB 41: DIPLOMASI DARAH
42 BAB 42: PUKULAN BATIN
43 BAB 43: LABIRIN MEMORI
44 BAB 44: SEMUT YANG TAK LAGI KECIL
45 BAB 45: PENEMUAN TOPENG KEDUA
46 BAB 46: RITUAL YANG MENYAKITKAN
47 BAB 47: PENGKHIANATAN DI DALAM KELOMPOK
48 BAB 48: TATAPAN YANG DINGIN
49 BAB 49: RESONANSI SISTEM
50 BAB 50: LANGIT PEDANG DI LEMBAH KEABADIAN
51 BAB 51: BUKAN LAGI PENYAMARAN
52 BAB 52: HUJAN API BIRU
53 BAB 53: DUEL PARA JENIUS
54 BAB 54: DIALOG DI TENGAH BADAI
55 BAB 55: JATUHNYA YUE BING
56 BAB 56: AMARAH SANG PENJINAK
57 BAB 57: RUNTUHNYA GUNUNG LANGIT
58 BAB 58: PENGAKUAN SISTEM
59 BAB 59: PERTEMPURAN FINAL SEASON 2
60 BAB 60: LANGIT YANG TERBELAH
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1: Debu di Balik Topeng Keagungan
2
Bab 2: Api di Dalam Cangkang Kecil
3
Bab 3: Keheningan di Balik Serangan
4
Bab 4: Rahasia Kandang Binatang Buas
5
Bab 5: Pencurian Besar di Blok A
6
Bab 6: Badai di Lembah Sunyi
7
Bab 7: Evolusi Pertama Sang Raja Semut
8
​Bab 8: Bayangan di Balik Cahaya
9
Bab 9: Panggung Penghinaan dan Kejutan Tak Terlihat
10
​Bab 10: Kebenaran di Balik Topeng
11
Bab 11: Gemuruh di Kedalaman Sunyi
12
Bab 12: Final yang Membara
13
Bab 13: Pemberontakan Sang Penjinak Semut
14
Bab 14: Runtuhnya Langit Biru
15
Bab 15: Gema di Balik Reruntuhan
16
​Bab 16: Lembah Dewa yang Hilang
17
Bab 17: Terobosan yang Mengguncang Benua
18
Bab 18: Kota Pusat dan Topeng yang Baru
19
Bab 19: Konfrontasi di Balik Tirai
20
Bab 20: Evolusi di Tengah Badai Salju
21
Bab 21: Perjamuan Beracun di Istana Salju
22
Bab 22: Ritual Api Azure di Kamar Kaisar
23
Bab 23: Rahasia Peta Makam Naga
24
Bab 24: Menembus Hutan Kematian
25
Bab 25: Amarah Sang Penguasa Naga
26
Bab 26: Kedatangan di Benua Tengah
27
Bab 27: Intrik di Paviliun Rahasia
28
Bab 28: Sayembara Pahlawan dan Ujian Kekuatan
29
Bab 29: Perjalanan Menuju Gunung Langit
30
Bab 30: Gerbang Naga dan Pengkhianatan Terbuka
31
SEASON 2 SANG PENJINAK SEMUT BAB 31: SISA ABU DI GERBANG NAGA
32
BAB 32: JANJI DI BAWAH LANGIT RUNTUH
33
BAB 33: IDENTITAS YANG TERBAKAR
34
BAB 34: PERTEMUAN DI KEDAI TEH TUA
35
BAB 35: RAHASIA DI BALIK BATU PENGUJI
36
BAB 36: SERANGAN FAJAR PEMBURU HADIAH
37
BAB 37: LUKA YANG BERBICARA
38
BAB 38: JEJAK KAKI DI PASIR HITAM
39
BAB 39: NAFAS NAGA YANG TERCEKIK
40
BAB 40: PENJAGA GURUN MUNCUL
41
Arc 2 LEMBAH KEABADIAN DAN TOPENG BAB 41: DIPLOMASI DARAH
42
BAB 42: PUKULAN BATIN
43
BAB 43: LABIRIN MEMORI
44
BAB 44: SEMUT YANG TAK LAGI KECIL
45
BAB 45: PENEMUAN TOPENG KEDUA
46
BAB 46: RITUAL YANG MENYAKITKAN
47
BAB 47: PENGKHIANATAN DI DALAM KELOMPOK
48
BAB 48: TATAPAN YANG DINGIN
49
BAB 49: RESONANSI SISTEM
50
BAB 50: LANGIT PEDANG DI LEMBAH KEABADIAN
51
BAB 51: BUKAN LAGI PENYAMARAN
52
BAB 52: HUJAN API BIRU
53
BAB 53: DUEL PARA JENIUS
54
BAB 54: DIALOG DI TENGAH BADAI
55
BAB 55: JATUHNYA YUE BING
56
BAB 56: AMARAH SANG PENJINAK
57
BAB 57: RUNTUHNYA GUNUNG LANGIT
58
BAB 58: PENGAKUAN SISTEM
59
BAB 59: PERTEMPURAN FINAL SEASON 2
60
BAB 60: LANGIT YANG TERBELAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!