KEKACAUAN DI BASECAMP LOMINOUS

Sementara di kosan Aruna sedang terjadi Tragedi Daster Pink, di pusat kota Jakarta, tepatnya di markas besar grup idola nomor satu, LUMINOUS, situasinya jauh lebih mengenaskan.

Jika fans membayangkan para member sedang duduk melankolis sambil memandangi bintang-bintang meratapi hilangnya sang leader, mereka salah besar. Yang terjadi adalah simulasi kiamat kecil yang dipimpin oleh Manajer Han, pria paruh baya yang rambutnya kini tinggal tiga helai akibat rontok karena stres.

"MANA JAVIER?! SUDAH TIGA HARI! TIGA HARIII!"

teriak Manajer Han sambil menggebrak meja makan marmer yang di atasnya terdapat sisa-sisa kotak pizza dan tumpukan masker wajah yang sudah kering.

Tiga member LUMINOUS lainnya duduk di sofa dengan pose yang sangat tidak mencerminkan idola nasional.

Kenji (Main Dancer), Sedang asyik melakukan gerakan push-up dengan satu tangan sambil mengunyah kerupuk kaleng.

Satya (Visual/Vocal), Sedang mencoba menggunakan detektor logam di sela-sela sofa, berharap menemukan Javi atau mungkin koin dua ratus perak yang hilang.

Rian (Maknae/Bungsu), Sedang menangis sesenggukan sambil menonton kompilasi video Javi Marah-Marah di YouTube karena kangen dibentak.

"Manajer, tenanglah. Javi itu kan Ice Prince. Es kalau hilang paling-paling mencair, nanti juga menguap terus jadi hujan, terus balik lagi ke sini," ucap Satya dengan logika yang membuat Manajer Han ingin segera pensiun dini.

"Satya, ini bukan pelajaran geografi! Ini masalah karier! Lusa kita ada kontrak iklan sabun colek internasional! Kalau Javi nggak ada, siapa yang mau pose pegang busa dengan tatapan seksi?!"

Manajer Han menjambak rambutnya yang tinggal sedikit itu.

Rian tiba-tiba meraung lebih keras.

"Hwaaaa! Javi-hyung! Siapa yang bakal masakin aku mi instan jam dua pagi kalau nggak ada Hyung?! Siapa yang bakal marahin aku kalau aku nggak mandi tiga hari?!"

Kenji berhenti push-up.

"Rian, mending kamu mandi sekarang. Bau badanmu sudah bisa menggantikan aroma terapi ruangan ini jadi aroma terapi tempat pembuangan akhir."

"Dengar semuanya!"

Manajer Han berdiri di atas meja, hampir terpeleset sisa saus sambal.

"Kita tidak bisa mengandalkan polisi karena mereka akan membocorkannya ke media. Kita harus mencari Javi sendiri menggunakan insting grup!"

"Insting grup?"

Satya mengangkat alis.

"Maksud Manajer, kita harus melacak bau parfumnya? Javi pakai parfum yang harganya sejuta per tetes, Manajer. Di Jakarta ini, bau yang paling dominan adalah asap knalpot dan bau gorengan."

"Bukan itu! Kalian kan sudah tinggal bersama lima tahun! Pasti tahu tempat persembunyiannya!"

Kenji berpikir sejenak.

"Javi itu orangnya simpel. Kalau stres, dia biasanya pergi ke tempat yang tinggi. Atau tempat yang banyak kacanya buat dia ngaca sambil nangis estetik."

"Sudah kita cek semua gedung tinggi di Jakarta! Hasilnya nihil!" seru Manajer Han.

Tiba-tiba, HP Rian berbunyi. Ada notifikasi masuk dari akun fanbase terbesar LUMINOUS. Rian membacanya, lalu matanya melotot sampai hampir keluar.

"Manajer... Hyung... liat ini..." suara Rian bergetar.

Di layar HP terlihat sebuah foto buram yang diambil dari kejauhannya. Foto itu menampilkan seorang pria tinggi, memakai sarung yang dililitkan di leher, kacamata hitam, dan sedang memegang es mambo stroberi di pinggir jalan.

"Ini... postur tubuh ini..."

Manajer Han mendekatkan matanya ke layar.

"Bahu yang lebar ini... cara memegang es mambo yang sangat karismatik ini... ini JAVIER!"

Satya menyipitkan mata.

"Tapi tunggu, kenapa dia pake sarung? Dan kenapa dia kelihatan bahagia banget cuma pegang es mambo dua ribu perak? Biasanya dia baru senyum kalau dapet steak Wagyu A5!"

"Itu tandanya dia sedang dalam mode penyamaran tingkat dewa!"

Kenji menyimpulkan.

"Javi-hyung memang jenius. Dia tahu kalau dia dandan gembel, orang nggak bakal percaya itu dia!"

Tanpa pikir panjang, Manajer Han memerintahkan para member untuk bersiap.

"Kita berangkat sekarang! Lokasi foto ini terdeteksi di area... gang kecil dekat kampus DKV? Ngapain Javi ke sana? Mau kuliah lagi?"

"Mungkin dia mau ganti profesi jadi tukang sablon kaos," celetuk Satya.

Mereka berangkat menggunakan mobil van dengan kaca super gelap. Di dalam mobil, kekacauan berlanjut. Satya bersikeras membawa teleskop bintang untuk memantau dari jauh, sementara Kenji membawa nunchaku (dobel stik) untuk berjaga-jaga jika Javi diculik oleh sekte pemuja daster.

"Rian, berhenti makan cokelat! Kita mau misi penyelamatan, bukan piknik!" bentak Manajer Han.

"Aku stres, Hyung! Kalau aku stres, aku harus makan! Kalau nggak makan, aku pingsan! Kalau aku pingsan, siapa yang bakal jadi umpan buat narik perhatian fans?!" balas Rian sambil mengunyah cokelat batangan kelimanya.

Sesampainya di dekat lokasi, mereka melihat pemandangan yang tak masuk akal. Di sebuah gang sempit yang baunya campuran antara got dan bakso, terlihat sosok yang mereka cari sedang duduk di atas motor matic butut, membonceng seorang gadis yang dandanannya seperti baru saja selamat dari ledakan pabrik cat Aruna.

"Itu dia! Berhenti!"

seru Manajer Han.

Tapi mereka tidak langsung turun. Mereka melihat dari kejauhan.

"Tunggu dulu,"

Satya menahan pintu mobil.

"Liat itu. Javi... dia lagi... ketawa?"

Para member terpaku. Di mata mereka, Javier adalah sosok yang jarang tersenyum lebar. Dia selalu menjaga citra Ice Prince yang dingin dan mahal. Tapi di sana, di atas motor butut itu, Javi sedang tertawa terbahak-bahak sambil mencoba membenarkan posisi peci yang miring di kepalanya.

"Dia... dia gila," bisik Kenji.

"Javi-hyung sudah rusak otaknya. Dia tertawa sambil naik motor yang bunyinya kayak mesin jahit rusak."

Rian mulai menangis lagi kali ini pelan.

"Hyung... sepertinya Javi-hyung sudah menemukan kebahagiaan di dunia kemiskinan. Dia nggak mau balik lagi jadi idol..."

Di saat para member LUMINOUS sedang bergalau ria di dalam van, mereka tidak menyadari ada sosok lain yang sedang mengintai. Genta, dengan kamera DSLR-nya, sedang bersembunyi di balik tempat sampah besar, memotret setiap interaksi Aruna dan Javi.

"Dapet!" gumam Genta sambil melihat hasil fotonya.

"Foto Javier LUMINOUS lagi pake sarung dan daster pink di kepala. Kalau aku jual ke lambe-lambean, aku bisa beli Mac Studio baru. Tapi kalau aku pake buat ngancem Aruna biar dia ngerjain tugas UAS-ku... itu jauh lebih berguna."

Tiba-tiba, pundak Genta ditepuk oleh seseorang.

Genta menoleh dan mendapati tiga pria tampan dengan masker hitam dan kacamata hitam berdiri di belakangnya. Salah satunya Kenji yang sedang memutar-mutar nunchaku dengan kecepatan tinggi.

"Lagi foto apa, Dek?" tanya Satya dengan suara yang sangat ramah tapi mengancam.

Genta gemetaran.

"A-anu... foto kucing, Mas..."

"Kucing ya? Kok kucingnya tinggi 185 senti dan punya tahi lalat di bawah mata?"

Kenji mendekatkan wajahnya.

Genta langsung lari terbirit-birit, meninggalkan kameranya yang terjatuh. Rian dengan sigap memungut kamera itu.

"Hyung! Liat! Di sini ada foto Javi-hyung lagi pake daster!" seru Rian.

Manajer Han melihat foto itu dan langsung pingsan di tempat.

"Habis sudah... citra maskulin grup kita... lusa iklan sabun colek... Javier jadi duta daster kamboja..."

Saat mereka hendak menyergap Javi, motor Aruna tiba-tiba melesat masuk ke dalam gang yang lebih sempit, yang tidak bisa dimasuki oleh mobil van mereka.

"KEJAR PAKE KAKI!" teriak Kenji.

Ketiga member itu berlari mengejar motor Aruna. Bayangkan, tiga idola nasional berlari di gang sempit Jakarta, melompati jemuran, menghindari genangan air got, dan hampir menabrak gerobak gorengan.

"JAAAVIIIIII-HYUUUUNG! BALIIIIIIKKKK!" teriak Rian sambil menangis.

Javi, yang sedang dibonceng Aruna, menoleh ke belakang. Dia melihat tiga pria bermasker mengejarnya sambil berteriak-teriak.

"Aruna! Aruna! Ada fans fanatik! Mereka sangat agresif! Mereka membawa pria yang menangis!" seru Javi panik.

"Sudah kubilang kan! Makanya pake daster pink itu lagi buat nutupin muka!" balas Aruna sambil menarik gas motornya lebih dalam.

NGEEEEENG!

Motor Aruna menghilang di tikungan tajam menuju kosan yang tersembunyi. Member LUMINOUS berhenti di tengah gang, terengah-engah, dikelilingi oleh ibu-ibu yang sedang mengupas bawang.

"Aduh Mas, ganteng-ganteng kok main kejar-kejaran di sini," celetuk salah satu ibu kos.

"Mau beli pulsa ya?"

Satya bersandar di tembok yang penuh coretan pilox.

"Manajer... sepertinya kita butuh strategi baru. Javi sekarang punya bodyguard cewek galak yang jago naik motor zig-zag."

Kenji menatap kamera Genta yang tadi diambil.

"Dan kita punya barang bukti bahwa Javi-hyung sudah resmi jadi warga lokal."

Di basecamp, malam itu, Manajer Han bangun dari pingsannya hanya untuk menemukan bahwa Rian sudah memesan daster motif bunga yang sama di toko online karena ingin

"merasakan apa yang dirasakan Javi-hyung".

"Aku benci hidup ini," gumam Manajer Han sambil menatap langit-langit penthouse-nya yang mewah namun terasa hampa tanpa sang raja amnesia.

Episodes
1 JATUH DENGAN GAYA, BANGUN DENGAN AMNESIA
2 OPERASI UJANG DAN AYAM GEPREK LEVEL MAUT
3 SOLO CAREER DI KOSAN DAN INSIDEN DASTER PINK
4 KEKACAUAN DI BASECAMP LOMINOUS
5 KRISIS IDENTITAS
6 SAYEMBARA DASTER
7 Audisi UJANG
8 CURIGA
9 Tetangga Baru
10 Ujian Keimanan di Bawah Lampu Remang-Remang
11 negosiasi damai
12 Perisai Aruna
13 Duel Visual dan Fisik yang Absurd
14 KOMPRES HANGAT DAN CIUMAN PENYEMBUH KLONINGAN
15 RADIASI SALTING DAN KEPULANGAN SANG IDOL
16 Kembali ke Pabrikan
17 Penyamaran Javier ke Ujang
18 PERKENALAN GANDA ANTARA UJANG, JAVIER, DAN GAYUNG BARU
19 Antara Radiasi Gosip
20 Callingan Dadakan
21 Perjodohan dan Prosedur Pembatalan
22 Roti Sobek
23 Radiasi Roti Sobek
24 KRISIS MULTIDIMENSI
25 PELUNASAN HUTANG DAN DEBUT ASISTEN
26 Evakuasi Jimat
27 Cemburu ditengah profesionalitas
28 Melewati Jam Malam Kosan
29 Komedi Pagi yang Mengejutkan
30 Sinkronisasi Gelembung
31 Kembali Ke Kos
32 SINYAL YANG TERPUTUS
33 KRISIS SINYAL DAN SKANDAL
34 Pengamanan Payung Mbak Widilya
35 PROTOKOL LOCKDOWN
36 Tranmisi Cinta 4k
37 TRENDING TOPIC DUNIA
38 AMBISI YANG TERGANTI
39 Pertemuan Dua Objek yang Terpinggirkan
40 Ambisi yang Belum Padam
41 DANSA DI ATAS SKANDAL
42 PELARIAN DARI KRISTAL
43 Teror
44 Tragedi Centong Bakso
45 Sabotase Lili Gagal
46 Magang Pengembalian Ingatan
47 Saingan Javier ??
48 Sensor Cemburu
49 Radar
50 OPERASI SENYAP
51 SINYAL MEMORI
52 ​Penyergapan Fajar di Depan Pintu Kos
53 Blokir Radar Saingan
Episodes

Updated 53 Episodes

1
JATUH DENGAN GAYA, BANGUN DENGAN AMNESIA
2
OPERASI UJANG DAN AYAM GEPREK LEVEL MAUT
3
SOLO CAREER DI KOSAN DAN INSIDEN DASTER PINK
4
KEKACAUAN DI BASECAMP LOMINOUS
5
KRISIS IDENTITAS
6
SAYEMBARA DASTER
7
Audisi UJANG
8
CURIGA
9
Tetangga Baru
10
Ujian Keimanan di Bawah Lampu Remang-Remang
11
negosiasi damai
12
Perisai Aruna
13
Duel Visual dan Fisik yang Absurd
14
KOMPRES HANGAT DAN CIUMAN PENYEMBUH KLONINGAN
15
RADIASI SALTING DAN KEPULANGAN SANG IDOL
16
Kembali ke Pabrikan
17
Penyamaran Javier ke Ujang
18
PERKENALAN GANDA ANTARA UJANG, JAVIER, DAN GAYUNG BARU
19
Antara Radiasi Gosip
20
Callingan Dadakan
21
Perjodohan dan Prosedur Pembatalan
22
Roti Sobek
23
Radiasi Roti Sobek
24
KRISIS MULTIDIMENSI
25
PELUNASAN HUTANG DAN DEBUT ASISTEN
26
Evakuasi Jimat
27
Cemburu ditengah profesionalitas
28
Melewati Jam Malam Kosan
29
Komedi Pagi yang Mengejutkan
30
Sinkronisasi Gelembung
31
Kembali Ke Kos
32
SINYAL YANG TERPUTUS
33
KRISIS SINYAL DAN SKANDAL
34
Pengamanan Payung Mbak Widilya
35
PROTOKOL LOCKDOWN
36
Tranmisi Cinta 4k
37
TRENDING TOPIC DUNIA
38
AMBISI YANG TERGANTI
39
Pertemuan Dua Objek yang Terpinggirkan
40
Ambisi yang Belum Padam
41
DANSA DI ATAS SKANDAL
42
PELARIAN DARI KRISTAL
43
Teror
44
Tragedi Centong Bakso
45
Sabotase Lili Gagal
46
Magang Pengembalian Ingatan
47
Saingan Javier ??
48
Sensor Cemburu
49
Radar
50
OPERASI SENYAP
51
SINYAL MEMORI
52
​Penyergapan Fajar di Depan Pintu Kos
53
Blokir Radar Saingan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!