Sesampainya di lobi Fakultas Seni Rupa dan Desain, suasana ternyata sedang ramai. Ada panggung kecil dan spanduk besar bertuliskan,
"AUDISI MODEL KATALOG KREATIF DKV: MENCARI WAJAH BARU!"
"Ar! Di sini!"
Genta melambai dari kejauhan. Dia berdiri di samping meja juri audisi. Ternyata Genta adalah salah satu panitianya.
Aruna mendekat dengan langkah berat, menyeret Javi yang masih memakai kacamata renang dan kemeja flanel yang dikancing sampai ke leher.
"Ngapain kita ke sini, Gent?" tanya Aruna ketus.
Genta nyengir licik.
"Tugas Layouting-ku susah, Ar. Aku butuh model buat katalog UAS. Dan setelah aku liat pesona si Ujang kemarin, aku pikir dia cocok. Tapi... kenapa hari ini dia kelihatan kayak mau menyelam di bak mandi?"
"Dia... dia lagi iritasi mata! Alergi sama debu kampus yang penuh kepalsuan!" jawab Aruna cepat.
Javi maju ke depan Genta. Di balik kacamata renang yang burem itu, matanya tetap tajam.
"Genta. Jika saya menjadi modelmu, apakah kamu akan menghapus foto daster itu?"
"Tergantung performamu, Jang,"
Genta tertawa.
"Ayo, naik ke panggung. Tunjukin pose terbaikmu di depan juri. Kalau juri suka, aku hapus fotonya."
Aruna menarik tangan Javi.
"Ujang, jangan! Ini jebakan!"
Tapi Javi melepaskan pegangan Aruna. Dia tetap merasa dirinya adalah sosok penting, meskipun dia tidak tahu alasannya.
"Tenang, Majikan. Saya tidak suka ada orang yang meremehkan visual saya, bahkan jika saya sedang memakai kacamata renang."
Javi naik ke panggung audisi. Seluruh mahasiswa yang lewat berhenti. Mereka melihat seorang pria tinggi dengan kemeja flanel kebesaran, sarung yang dililitkan di pinggang sebagai ikat pinggang, dan kacamata renang biru.
"Nama?" tanya salah satu juri.
"Ujang... Pekerjaan, Spesialis kelembapan daster," jawab Javi lantang.
Para mahasiswa tertawa. Genta tertawa paling keras.
"Ayo, Jang! Pose!"
Javi menarik napas dalam dan tiba-tiba, otot-ototnya bergerak secara otomatis. Dia tidak ingat pernah latihan menari, tapi tubuhnya punya memori sendiri. Dia me…
Idol Di Balik Pintu Kosan
Audisi UJANG
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments