Minta Cucu

Anggika menatap Mario tajam, dadanya naik turun menahan emosi.

“Sombong banget kamu!” desisnya.

“Seolah-olah aku disinii yang paling membutuhkan kamu.”

Mario tersenyum tipis, tapi sorot matanya tetap tenang.

“Aku cuma jujur, Anggi. Kamu sendiri yang bilang nggak mau hidup diatur orang lain, kan?”

“Iya! Tapi bukan berarti aku mau hidup diatur sama kamu!” balas Anggika ketus.

“Aku juga nggak maksa.” Mario menyandarkan tubuhnya ke meja dapur.

“Aku cuma nawarin kerja sama.”

“Kerja sama apaan? Pernikahan itu sakral bukan proyek! Aku gak mau main-main lagian aku mau nikah sekali seumur hidup.”

“Buat kamu mungkin soal perasaan.”

Mario menatapnya lurus.

“Buat aku sekarang soal masa depan.”

Anggika tertawa kecil, getir.

“Oh, jadi aku cuma alat kampanye? Pajangan biar kamu kelihatan sempurna di mata warga?”

“Kalau kamu mau menyebutnya begitu, silakan.”

Nada Mario tetap datar.

“Tapi kamu juga diuntungkan. Orang tua kamu tenang, dan kamu bebas dari gunjingan warga. ”

Anggika terdiam.

“…”

Mario mendekat sedikit.

“Aku tahu kamu nggak suka sama aku. Aku juga nggak minta kamu jatuh cinta sekarang.”

“Sekarang?” Anggika menatap curiga.

Mario mengangkat bahu.

“Siapa tahu nanti kamu bisa membuka hati kamu.”

“Najis.” Anggika mendengus.

Mario terkekeh pelan.

“Lihat? Kita masih bisa debat kayak gini. Artinya kamu nggak takut sama aku.”

“Karena kamu ngeselin!”

“Dan kamu cerewet itu kombinasi yang pas kita sangat cocok.”

“Hei!” Anggika memukul lengan Mario pelan.

“Aku serius, Mario. Aku nggak mau nikah kalau ujung-ujungnya aku tersiksa.”

Mario menatapnya lebih lembut.

“Aku janji satu hal.”

“Janji apaan lagi?”

“Aku nggak akan nyentuh kamu tanpa izinkan. Tapi kalau kamu mau duluan sih aku gak bakalan nolak. ”

Ia berhenti sejenak.

“Ini pernikahan kontrak. Ada batasnya.”

Anggika menelan ludah.

“Kontrak?”

Mario mengangguk.

“Satu tahun. Setelah itu, kalau kamu mau pergi, aku lepas. Tanpa drama.”

“Kalau aku nggak mau sama sekali?”

Mario menatapnya dalam.

“Aku terima. Tapi malam ini kamu harus siap lihat wajah kecewa orang tua kamu.”

Hening.

Suara sendok dari ruang depan terdengar samar. Anggika memejamkan mata, napasnya bergetar.

“Kamu jahat, tahu.”

“Aku realistis.”

Anggika membuka mata, menatap cincin di jarinya.

“Aku benci situasi ini.”

Mario mengangguk pelan.

“Aku juga. Tapi kadang hidup nggak nanya kita maunya apa.”

Anggika menghembuskan napas panjang.

“Kalau aku setuju …”

Ia menatap Mario tajam.

“Jangan pernah jatuh cinta sama aku.”

Mario tersenyum kecil, samar.

“Tenang. Aku pintar jaga perasaan.”

Anggika mendengus.

“Kita lihat saja nanti siapa yang duluan mengungkapkan perasaan.”

Dari ruang depan, suara Kulsum memanggil.

“Gi! Mario! Ayo makan!”

Mario melangkah duluan, lalu menoleh.

“Ayo, sayang kita makan Mas sudah lapar.”

Anggika melotot.

“Jangan panggil aku gitu!”

Mario terkekeh.

“Baik, calon masalah hidupku.”

Anggika menggeram pelan.

“Sumpah… aku bakal nyesel kenal kamu nikahin aku, Maryono.”

Mario tersenyum tipis sambil berjalan.

“Biasanya yang paling sering berantem… paling susah saling lepas.”

Anggika berhenti sesaat.

“Jangan GR!”

Namun entah kenapa, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Kulsum melirik tajam ke arah dapur saat melihat Anggika dan Mario masih berdiri agak menjauh.

“Kalian berdua itu malah mojok disitu. Cepat, Gi! Ambilin Mario makanannya. Sekalian layani Bapak dan calon mertua kamu makan!” perintah Kulsum tegas.

Anggika tersentak.

“Iya, Mak…” jawabnya terpaksa.

Mereka pun berpindah ke ruang makan. Anggika berjalan ke dapur, mengambil nasi dan lauk, lalu meletakkannya di depan Mario dengan gerakan sedikit kasar.

“Ini,” katanya singkat.

Mario melirik piringnya, lalu menatap Anggika sambil tersenyum tipis.

“Terima kasih, Calon istri ku.”

Anggika melotot.

“Jangan aneh-aneh.”

Aisyah tersenyum lebar melihat interaksi mereka.

“Mama senang lihat kalian berdua akur begini. Kalian berdua sangat cocok.”

Anggika hampir tersedak.

“Akur?” gumamnya pelan.

Juragan Huda ikut tertawa kecil.

“Iya. Pakde juga senang. Akhirnya kamu punya pendamping hidup, Rio. Dulu kecilnya musuhan, sekarang malah berjodoh.”

Herry mengangguk sambil menyuap nasi.

“Memang begitu,Pak Huda. Jodoh sama benci itu bedanya tipis.”

Mario menoleh ke Anggika.

“Tuh dengar. Kata bapak kamu sendiri.”

“Diam.” Anggika menyikutnya pelan di bawah meja.

Mereka pun mulai makan. Suasana sempat tenang, hanya terdengar bunyi sendok dan piring.

Tiba-tiba Kulsum membuka suara dengan wajah berbinar.

“Nah, kalau sudah begini, kalian jangan kelamaan. Cepat-cepat punya anak. Bapak sama emak sudah nggak sabar nimang cucu.”

“UHUK! UHUK!”

Anggika langsung terbatuk keras, wajahnya memerah.

Aisyah kaget. “Astaga, Gi! Pelan-pelan makannya.”

Mario menepuk punggung Anggika pelan.

“Minum dulu.”

Anggika meneguk air dengan gugup, lalu menatap ibunya dengan mata membelalak.

“Apa?! Cucu, Mak?!”

Terpopuler

Comments

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

yg begini bakalan awet😂

2026-03-03

3

Scarlett Rose

Scarlett Rose

lanjut thor

2026-02-15

3

lihat semua
Episodes
1 Prawan Tua
2 Lamaran ditolak
3 Calon Suami
4 Minta Cucu
5 Mahar
6 Digerebek
7 Calon Ibu
8 Fiting Baju pengantin
9 Istri pengganti
10 Lingerie
11 Serangan Fajar
12 Perjaka
13 PDKT
14 CCTV berjalan
15 Sambel
16 Bayi Gede
17 Mario Mesum
18 Cemburu
19 Ciuman
20 Nyosor kaya Soang
21 Mengungkapkan Perasaan
22 Deep Talk
23 Duduk dipangkuan
24 Hubungan S3ks
25 Kissmark
26 Program hamil
27 Butterfly era
28 Dokter kandungan
29 Alergi Seafood
30 Benda keras didalam celana
31 Makan siang
32 Pergaulan bebas
33 Iri hati
34 Masa lalu Anggika
35 Anak Haram
36 Ciuman
37 Handuk jatuh
38 CEO
39 Pantai
40 Prewedding
41 gentle man
42 Hamil duluan
43 Akad Nikah
44 Orang tua kandung
45 Malam Pertama
46 Honeymoon
47 Sabun bolong
48 Cemburu
49 Oprasi
50 Kecelakaan
51 Hotel
52 Gaya helikopter
53 Papa minta cucu
54 Unboxing
55 Kissmark
56 Sadar
57 Dokter Kandungan
58 Jatah
59 Liontin berlian
60 Ayah kandung Anggika
61 Strategi
62 Sabun bolong
63 Lima Ronde
64 Putus hubungan
65 Manipulatif
66 Masa lalu
67 Stempel
68 Stasiun
69 Hotel
70 Honeymoon
71 Ikatan batin
72 Lingerie
73 Unlimited
74 Pinjol
75 Duduk dipangkuan
76 Ice cream
77 Mandi bersama
78 Puncak
79 Nostalgia
80 Villa
81 Sempel Rambut
82 Tes DNA
83 Dinner
84 Sixpack
85 Balas dendam
86 Obsesi
87 Bandung
88 Ayah
89 Mesum
90 Mandi Bersama
91 Morning sickness
92 Hamil?
93 Garis 2
94 Puasa
95 Hasil Tes DNA
96 Makam Rosalina
97 Kembali Ke Jakarta
98 Bulan madu
99 Ngidam seblak
100 Herry takut kehilangan
101 Rumah Mario
102 Pulang kampung
103 Kebenaran
104 Tentang Anggika
105 Calon Kakek
106 Adrian
107 Kesempatan Kedua
108 Warisan
109 deep talk
110 Pilihan Lurah
111 Profesor Adrian
112 Kemarahan Mario
113 Ngirim Mangga muda
114 Dikejar Andi
115 Izin sama Pohon
116 Maling
117 Kesempatan kedua
118 TPS
119 Kepala Desa Mekarsari
120 Hadiah kemenangan
121 Pelantikan lurah
122 Istri tidak pernah salah
123 Lurah takut istri
124 Minta Rujuk
125 Maaf
126 Pasangan baru
127 Daster Hellow Kitty
128 Suami Sayang Istri
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Prawan Tua
2
Lamaran ditolak
3
Calon Suami
4
Minta Cucu
5
Mahar
6
Digerebek
7
Calon Ibu
8
Fiting Baju pengantin
9
Istri pengganti
10
Lingerie
11
Serangan Fajar
12
Perjaka
13
PDKT
14
CCTV berjalan
15
Sambel
16
Bayi Gede
17
Mario Mesum
18
Cemburu
19
Ciuman
20
Nyosor kaya Soang
21
Mengungkapkan Perasaan
22
Deep Talk
23
Duduk dipangkuan
24
Hubungan S3ks
25
Kissmark
26
Program hamil
27
Butterfly era
28
Dokter kandungan
29
Alergi Seafood
30
Benda keras didalam celana
31
Makan siang
32
Pergaulan bebas
33
Iri hati
34
Masa lalu Anggika
35
Anak Haram
36
Ciuman
37
Handuk jatuh
38
CEO
39
Pantai
40
Prewedding
41
gentle man
42
Hamil duluan
43
Akad Nikah
44
Orang tua kandung
45
Malam Pertama
46
Honeymoon
47
Sabun bolong
48
Cemburu
49
Oprasi
50
Kecelakaan
51
Hotel
52
Gaya helikopter
53
Papa minta cucu
54
Unboxing
55
Kissmark
56
Sadar
57
Dokter Kandungan
58
Jatah
59
Liontin berlian
60
Ayah kandung Anggika
61
Strategi
62
Sabun bolong
63
Lima Ronde
64
Putus hubungan
65
Manipulatif
66
Masa lalu
67
Stempel
68
Stasiun
69
Hotel
70
Honeymoon
71
Ikatan batin
72
Lingerie
73
Unlimited
74
Pinjol
75
Duduk dipangkuan
76
Ice cream
77
Mandi bersama
78
Puncak
79
Nostalgia
80
Villa
81
Sempel Rambut
82
Tes DNA
83
Dinner
84
Sixpack
85
Balas dendam
86
Obsesi
87
Bandung
88
Ayah
89
Mesum
90
Mandi Bersama
91
Morning sickness
92
Hamil?
93
Garis 2
94
Puasa
95
Hasil Tes DNA
96
Makam Rosalina
97
Kembali Ke Jakarta
98
Bulan madu
99
Ngidam seblak
100
Herry takut kehilangan
101
Rumah Mario
102
Pulang kampung
103
Kebenaran
104
Tentang Anggika
105
Calon Kakek
106
Adrian
107
Kesempatan Kedua
108
Warisan
109
deep talk
110
Pilihan Lurah
111
Profesor Adrian
112
Kemarahan Mario
113
Ngirim Mangga muda
114
Dikejar Andi
115
Izin sama Pohon
116
Maling
117
Kesempatan kedua
118
TPS
119
Kepala Desa Mekarsari
120
Hadiah kemenangan
121
Pelantikan lurah
122
Istri tidak pernah salah
123
Lurah takut istri
124
Minta Rujuk
125
Maaf
126
Pasangan baru
127
Daster Hellow Kitty
128
Suami Sayang Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!