Mahar

Kulsum mengangguk mantap, wajahnya penuh keyakinan.

“Iya. Masa sudah tunangan tapi nggak mikirin ke situ?”

Anggika langsung melirik Mario dengan wajah panik, seolah minta tolong.

Mario justru tersenyum santai, sama sekali tidak terlihat tertekan.

“Pelan-pelan dulu, Mak,” ujar Mario tenang.

“Kami kan baru mau menikah. Nanti setelah resmi, saya rencananya mau ajak Anggi ke dokter buat program kehamilan.”

“HUH?!”

Anggika hampir melonjak dari kursinya.

Ia mendekatkan wajah ke arah Mario dan berbisik kesal,

“Kamu ngapain ngomong begitu segala, sih?!”

Mario menoleh sedikit, ikut berbisik pelan.

“Terus mau jawab apa? Emak kamu ini ras terkuat di bumi. Dilawan malah semakin ganas.”

Anggika memejamkan mata, lalu menutup wajahnya dengan satu tangan.

“Ya Allah … hidup aku kenapa jadi begini.”

Aisyah tersenyum makin lebar, menatap Anggika penuh antusias.

“Ayo makan yang banyak, Gi. Tante tuh pengen nanti kamu sama Mario program bayi kembar.”

Mario terbatuk kecil.

“Bayi kembar, Mah?”

Aisyah mengangguk semangat.

“Iya! Biar seru. Kalau Mario jadi lurah, anak-anak kalian dipanggil anak lurah. Keren, kan?”

Herry ikut mengangguk setuju.

“Saya setuju sekali. Rumah jadi ramai, hidup juga terasa lengkap.”

Anggika tersenyum kaku.

“Hehe … iya, Pak …” jawabnya lirih.

Namun di dalam hati, pikirannya berkecamuk.

Anak kembar? Ya ampun …

Kemarin aja aku baru baca berita rahim copot segala macam. Merinding sendiri aku …

Ia menelan ludah, jantungnya berdegup tak karuan.

Ini pernikahan apa medan uji nyali, sih …

Anggika menyuap makanannya dengan wajah kesal. Di bawah meja, kakinya bergerak reflek menginjak kaki Mario dengan tersenyum puas.

Mario meringis pelan. Bukannya menjauh, pria itu justru refleks mengangkat kakinya hingga ujung dress Anggika sedikit tersibak.

Anggika tersentak, wajahnya memanas.

“Sialan! Awas kamu, Maryono!” gerutunya dalam hati sambil menahan emosi.

Aisyah tiba-tiba tersenyum manis, memecah suasana.

“Oh ya, Anggika. Kamu mau mahar berapa?”

“Mahar?” Anggika terdiam sejenak. “Aku malah

… belum kepikiran,Tante.”

Juragan Huda mengangguk bijak.

“Mahar itu penting, Nak. Bentuk tanggung jawab dan nafkah suami. Kamu maunya berapa?”

Anggika menunduk sebentar, bibirnya membentuk senyum tipis.

“Minta yang banyak sekalian ah, biar Maryono kapok,” batinnya sinis.

Sementara itu, Mario melirik sekilas ke arah Anggika.

“Apa lagi yang dipikirkan wanita ular itu? Senyuman cantiknya terlihat mencurigakan.” gumamnya dalam hati.

Anggika mengangkat wajahnya.

“Aku … sebenarnya nggak enak ngomongnya.”

Aisyah tersenyum menenangkan.

“Ngomong aja, Gi. Nggak apa-apa.”

Anggika menarik napas.

“Katanya mahar yang baik itu nggak boleh merendahkan perempuan dan juga nggak boleh menyusahkan laki-laki.”

“Betul sekali,” sahut Huda setuju.

Anggika menatap Mario sekilas, lalu berkata mantap,

“Kalau begitu … aku minta mahar sesuai tanggal lahirku saja tapi bentuk dollar.”

Huda menoleh ke Mario.

“Gimana, kamu setuju, Mario?”

Mario mengangguk tanpa ragu.

“Setuju, Pakde.”

Huda tersenyum puas.

“Kalau begitu, sudah jelas.”

Aisyah berdiri lebih dulu.

“Ya sudah, kalau begitu kami pamit dulu.”

Rombongan pun bersiap pulang. Mario melirik Anggika sekilas sebelum melangkah pergi.

Kulsum dan Herry mengantar sampai depan.

“Hati-hati di jalan,” ucap mereka bersamaan.

Anggika berdiri terpaku, menatap punggung Mario yang menjauh.

Kenapa aku tiba-tiba deg-degan begini, sih? Sadar Gi, Maryono itu musuh bebuyutan kamu.

Mario menyetir mobil dengan tenang, matanya fokus ke jalan. Aisyah duduk di kursi depan di sebelahnya, sementara Juragan Huda menempati kursi belakang.

Aisyah melirik Mario sekilas sebelum akhirnya membuka suara.

“Mama mau nanya. Jadi … ini alasan kamu minta dijodohkan sama Anggika?”

Mario mengangguk kecil.

“Iya, Ma.”

Juragan Huda langsung menyela dari belakang.

“Pakde sempat kaget, lho. Kalian itu kelihatannya musuh bebuyutan sejak kecil.”

Mario tersenyum samar.

“Sebenarnya aku sama Anggi nggak punya hubungan apa-apa.”

Ia menarik napas sebentar.

“Aku cuma … suka sama dia sejak pertama kali lihat dia pulang ke kampung beberapa bulan lalu.”

Aisyah membelalakkan mata.

“Sejak itu?”

Huda terkekeh.

“Jadi selama ini kamu sengaja ribut sama dia?”

“Iya, Pakde,” jawab Mario tanpa rasa bersalah.

“Kalau nggak begitu, aku nggak punya topik buat ngobrol sama dia.”

Aisyah menggelengkan kepala sambil tertawa kecil.

“Dasar anak ini. Orang lain itu PDKT biasanya datang ke rumah, ngajak jalan, makan bareng, beliin bunga.”

Ia melirik Mario gemas.

“Ini malah ngajak berantem terus.”

Mario mengangkat bahu.

“Aku memang nggak bisa romantis kayak gitu, Mah.”

Huda tersenyum bijak.

“Yang penting niat kamu baik, Rio. Pakde cuma bisa berharap semoga hubungan kalian langgeng sampai maut memisahkan.”

“Amin,” sahut Aisyah pelan.

Mario menggenggam setir sedikit lebih erat. Pandangannya lurus ke depan, tapi hatinya tertuju pada satu nama bibitnya tersenyum bahagia.

Tenang aja, Anggika …

Aku akan bikin kamu jatuh cinta dengan caraku sendiri.

Terpopuler

Comments

𝐈𝐬𝐭𝐲

𝐈𝐬𝐭𝐲

ternyata mario udah jatuh cinta duluan 😂😂

2026-03-18

2

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

semangat!

2026-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 Prawan Tua
2 Lamaran ditolak
3 Calon Suami
4 Minta Cucu
5 Mahar
6 Digerebek
7 Calon Ibu
8 Fiting Baju pengantin
9 Istri pengganti
10 Lingerie
11 Serangan Fajar
12 Perjaka
13 PDKT
14 CCTV berjalan
15 Sambel
16 Bayi Gede
17 Mario Mesum
18 Cemburu
19 Ciuman
20 Nyosor kaya Soang
21 Mengungkapkan Perasaan
22 Deep Talk
23 Duduk dipangkuan
24 Hubungan S3ks
25 Kissmark
26 Program hamil
27 Butterfly era
28 Dokter kandungan
29 Alergi Seafood
30 Benda keras didalam celana
31 Makan siang
32 Pergaulan bebas
33 Iri hati
34 Masa lalu Anggika
35 Anak Haram
36 Ciuman
37 Handuk jatuh
38 CEO
39 Pantai
40 Prewedding
41 gentle man
42 Hamil duluan
43 Akad Nikah
44 Orang tua kandung
45 Malam Pertama
46 Honeymoon
47 Sabun bolong
48 Cemburu
49 Oprasi
50 Kecelakaan
51 Hotel
52 Gaya helikopter
53 Papa minta cucu
54 Unboxing
55 Kissmark
56 Sadar
57 Dokter Kandungan
58 Jatah
59 Liontin berlian
60 Ayah kandung Anggika
61 Strategi
62 Sabun bolong
63 Lima Ronde
64 Putus hubungan
65 Manipulatif
66 Masa lalu
67 Stempel
68 Stasiun
69 Hotel
70 Honeymoon
71 Ikatan batin
72 Lingerie
73 Unlimited
74 Pinjol
75 Duduk dipangkuan
76 Ice cream
77 Mandi bersama
78 Puncak
79 Nostalgia
80 Villa
81 Sempel Rambut
82 Tes DNA
83 Dinner
84 Sixpack
85 Balas dendam
86 Obsesi
87 Bandung
88 Ayah
89 Mesum
90 Mandi Bersama
91 Morning sickness
92 Hamil?
93 Garis 2
94 Puasa
95 Hasil Tes DNA
96 Makam Rosalina
97 Kembali Ke Jakarta
98 Bulan madu
99 Ngidam seblak
100 Herry takut kehilangan
101 Rumah Mario
102 Pulang kampung
103 Kebenaran
104 Tentang Anggika
105 Calon Kakek
106 Adrian
107 Kesempatan Kedua
108 Warisan
109 deep talk
110 Pilihan Lurah
111 Profesor Adrian
112 Kemarahan Mario
113 Ngirim Mangga muda
114 Dikejar Andi
115 Izin sama Pohon
116 Maling
117 Kesempatan kedua
118 TPS
119 Kepala Desa Mekarsari
120 Hadiah kemenangan
121 Pelantikan lurah
122 Istri tidak pernah salah
123 Lurah takut istri
124 Minta Rujuk
125 Maaf
126 Pasangan baru
127 Daster Hellow Kitty
128 Suami Sayang Istri
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Prawan Tua
2
Lamaran ditolak
3
Calon Suami
4
Minta Cucu
5
Mahar
6
Digerebek
7
Calon Ibu
8
Fiting Baju pengantin
9
Istri pengganti
10
Lingerie
11
Serangan Fajar
12
Perjaka
13
PDKT
14
CCTV berjalan
15
Sambel
16
Bayi Gede
17
Mario Mesum
18
Cemburu
19
Ciuman
20
Nyosor kaya Soang
21
Mengungkapkan Perasaan
22
Deep Talk
23
Duduk dipangkuan
24
Hubungan S3ks
25
Kissmark
26
Program hamil
27
Butterfly era
28
Dokter kandungan
29
Alergi Seafood
30
Benda keras didalam celana
31
Makan siang
32
Pergaulan bebas
33
Iri hati
34
Masa lalu Anggika
35
Anak Haram
36
Ciuman
37
Handuk jatuh
38
CEO
39
Pantai
40
Prewedding
41
gentle man
42
Hamil duluan
43
Akad Nikah
44
Orang tua kandung
45
Malam Pertama
46
Honeymoon
47
Sabun bolong
48
Cemburu
49
Oprasi
50
Kecelakaan
51
Hotel
52
Gaya helikopter
53
Papa minta cucu
54
Unboxing
55
Kissmark
56
Sadar
57
Dokter Kandungan
58
Jatah
59
Liontin berlian
60
Ayah kandung Anggika
61
Strategi
62
Sabun bolong
63
Lima Ronde
64
Putus hubungan
65
Manipulatif
66
Masa lalu
67
Stempel
68
Stasiun
69
Hotel
70
Honeymoon
71
Ikatan batin
72
Lingerie
73
Unlimited
74
Pinjol
75
Duduk dipangkuan
76
Ice cream
77
Mandi bersama
78
Puncak
79
Nostalgia
80
Villa
81
Sempel Rambut
82
Tes DNA
83
Dinner
84
Sixpack
85
Balas dendam
86
Obsesi
87
Bandung
88
Ayah
89
Mesum
90
Mandi Bersama
91
Morning sickness
92
Hamil?
93
Garis 2
94
Puasa
95
Hasil Tes DNA
96
Makam Rosalina
97
Kembali Ke Jakarta
98
Bulan madu
99
Ngidam seblak
100
Herry takut kehilangan
101
Rumah Mario
102
Pulang kampung
103
Kebenaran
104
Tentang Anggika
105
Calon Kakek
106
Adrian
107
Kesempatan Kedua
108
Warisan
109
deep talk
110
Pilihan Lurah
111
Profesor Adrian
112
Kemarahan Mario
113
Ngirim Mangga muda
114
Dikejar Andi
115
Izin sama Pohon
116
Maling
117
Kesempatan kedua
118
TPS
119
Kepala Desa Mekarsari
120
Hadiah kemenangan
121
Pelantikan lurah
122
Istri tidak pernah salah
123
Lurah takut istri
124
Minta Rujuk
125
Maaf
126
Pasangan baru
127
Daster Hellow Kitty
128
Suami Sayang Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!