Keesokan harinya.....
"Ayo sayang cepat bangun sholat," ucap sang mama membangunkan Hendri pukul empat pagi. Keadaan di luar pun masih terlihat gelap, matahari masih belum menampakkan sinarnya.
"Hmmm ....." jawab Hendri dengan mata masih tertutup karena ngantuk. Meskipun Hendri menyahuti perkataan sang mama tetapi mata Hendri masih terpejam karena rasa kantuk yang masih bergelayut manja di matanya.
"Ayo nak bangun sholat terus berdoa biar cepat dapat jodoh yang baik," ceplos sang mama karena geram sang anak masih memejamkan matanya, sontak mendengar perkataan sang mama membuat Hendri seketika murung.
"Mama jangan menyindir terus, sudah tau jodohku kabur semua,"jawab Hendri sedih memikirkan nasibnya apalagi Calista tiba-tiba pergi tanpa pamit padanya.
"Bukan maksud Mama buat kamu sedih nak," kata mama merasa tidak enak karena tanpa sengaja menyinggung hati anaknya. Dengan cepat sang mama mengelus punggung sang anak untuk meredam kesedihannya.
"Iya ma.... Hendri ngerti kok, itu juga keinginanku agar Calista tidak memiliki suami cacat sepertiku! Aku tidak ingin Calista malu, aku ingin Calista bahagia," jawab Hendri dalam pelukan sang mama.
Setelah itu Hendri mengurai pelukan sang mama bersiap untuk melakukan tayamum, meskipun dalam keadaan sakit tidak menyurut niat hatinya untuk melakukan kewajibannya sebagai umat muslim.
Dengan sabar mama menunggu anaknya selesai melakukan sholat. Dari kejauhan sang mama tersedu-sedu kala mendengar doa sang anak meskipun dengan suara kecil tetapi samar-samar terdengar di telinga sang mama.
Bagaimana rapuhnya sang anak menghadapi cobaan yang datang untuknya. Setelah selesai sang mama mendekati ranjang Hendri dan memeluknya untuk kesekian kalinya.
"Semoga dengan cobaan ini menjadikan mu manusia yang lebih baik dari sebelumnya nak, ingatlah nak di setiap cobaan pasti akan ada kebahagian menantimu. Kita juga bisa menemukan ketulusan di sekitar kita," kata sang mama dengan bijak membesarkan hati sang anak.
"Sudah jangan sedih.....Ayo kamu…
TURUN RANJANG
S2. Bersiap Pulang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments