Episode 3 Keluarga Harmonis

Wita melihat suami dan kedua anaknya sudah tertidur pulas. “Astaga, kok mereka malah ketiduran sih?” seru Mommy Wita.

Wita membangunkan suami dan kedua anaknya. “Ayo bangun, katanya lapar ingin makan,” seru Mommy Wita.

“Mommy lama banget masaknya, jadi kita ngantuk,” sahut Syarif.

“Maaf, ayo bangun kita makan bersama,” seru Mommy Wita.

Ketiganya bangun dengan perut yang sudah sangat lapar. Mereka menuju meja makan dengan wajah yang berbinar-binar karena masakan Mommy mereka sudah selesai. Tapi, pada saat sampai di meja makan selera makan mereka tiba-tiba hilang melihat kondisi masakan Wita.

Ketiganya saling pandang satu sama lain. “Ini masakan Mommy?” tanya Daddy Tri tidak percaya.

“Iya dong, memangnya masakan siapa lagi?” sahut Mommy Wita dengan senyumannya.

Wita memberikan semuanya piring dan mengambilkan nasi. Jika Nasi masaknya memang benar karena gampang tinggal masukan ke dalam Rice cooker. Yang jadi masalah itu adalah lauk pauknya.

“Mommy masak apa ini?” tanya Sherina lirih.

“Tumis kangkung, tempe goreng, ayam goreng, makanlah,” seru Mommy Wita dengan menopang wajahnya sendiri.

“Mommy tidak makan?” tanya Syarif.

“Nanti saja, kalian dulu yang makan nanti baru Mommy,” sahut Mommy Wita.

Lagi-lagi ketiganya saling pandang satu sama lain. Sherina mengambil tumis kangkung, dia sedikit kesusahan karena kangkungnya tidak dipotong-potong, Wita langsung memasaknya begitu saja. Syarif dan Tri tampak meringis melihat masakan Wita, yang sama sekali tidak menggugah selera.

“Dad, makan duluan dan cicipi masakan Mommy,” celetuk Syarif dengan senyumannya.

“Iya Dad, buruan makan, Mommy penasaran bagaimana menurut Daddy masakan Mommy,” timpal Mommy Wita.

“Dasar anak durhaka,” batin Daddy Tri dengan kesalnya.

Akhirnya dengan ragu-ragu, Tri pun memasukan tumis kangkung ke dalam mulutnya. Tri membelalakkan matanya karena rasanya aneh dan tidak enak sama sekali. “Kalian makan dulu yang banyak ya, Mommy ingin mandi gerah,” seru Mommy Wita.

Ketiganya langsung mengangguk dengan semangat. Setelah Wita masuk ke dalam kamar mandi, Tri langsung memuntahkan makanannya. Tri minum sebanyak mungkin membuat Sherina dan Syarif meringis.

“Bagaimana Dad? Enak tidak?” tanya Sherina.

“Gak enak, rasanya aneh,” bisik Daddy Tri.

“Terus bagaimana dong?” seru Syarif.

“Kita buang saja semua lauk pauknya, soalnya kalau bilang sama Mommy masakan dia gak enak, bisa-bisa Mommy kamu marah dan kalian tahu ‘kan marahnya Mommy kalian seperti apa?” sahut Daddy Tri.

“Mubazir Dad, bagaimana kalau kita kasih aja sama tetangga,” seru Syarif.

Sherina dengan cepat memukul kepala Syarif dengan sendok. “Gila Lu, Daddy aja sampai mau muntah, terus sekarang Lu mau kasih ke orang? Lu mau cari perkara, Dek,” kesal Sherina.

“Ya, sudah buruan buang keburu Mommy selesai mandi,” seru Syarif.

Ketiganya sibuk memasukan semua lauk pauknya ke dalam kantong kresek. Hanya nasi yang tidak mereka buang karena kalau nasi itu tidak baik jika dibuang-buang. Akhirnya mereka hanya bisa makan sama nasi saja.

Tidak lama kemudian, Wita pun selesai mandi lalu berganti baju. Setelah berganti baju, dia menghampiri semuanya ke meja makan. Betapa bahagianya Wita saat melihat semuanya habis.

“Hah, serius masakan Mommy habis semua?” tanya Mommy Wita tidak percaya.

“Iya, Mom. Ternyata masakan Mommy enak sekali, iya ‘kan anak-anak?” seru Daddy Tri dengan mengedipkan sebelah mata sebagai kode.

“Iya, Mom. Enak sekali, Kak Sherina sampai nambah dua kali,” dusta Syarif.

Sherina menendang kaki Syarif, sembari senyum yang dipaksakan. “Wah, Mommy bahagia sekali. Padahal itu pertama kali Mommy masak loh, bumbu-bumbunya pun asal-asalan karena Mommy tidak tahu. Tapi kalau kalian suka, besok Mommy akan masak lagi untuk kalian,” seru Mommy Wita dengan senyumannya.

Ketiganya meringis, mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jabatan Wita di keluarga sangat mengerikan, bahkan ketiganya akan tunduk pada apa yang diucapkan oleh Wita. Wita adalah ras terkuat di bumi yang memiliki kekuatan empat elemen api, air, angin, dan tanah yang sangat sulit terkalahkan oleh Tri dan kedua anaknya.

“Sherina, kamu bantu Mommy mencuci piring dan gelas kotor ini,” seru Mommy Wita.

“Ok, Mom.”

Keduanya pun mencuci piring di dapur, sedangkan Tri dan Syarif duduk di ruang tamu. “Daddy sih pakai memuji masakan Mommy segala, kalau begini ‘kan jadi ribet ke depannya,” kesal Syarif.

“Ya, habis mau bagaimana lagi? Memangnya kamu berani protes masakan Mommy kamu?” tanya Daddy Tri.

“Beuhhh.... Gak berani,” sahut Syarif dengan sengirannya.

“Ya, makanya kita cari aman saja. Kaya yang gak tahu aja, Mommy kamu kalau sudah marah, auranya bisa mengalahkan setan bahkan setan juga bakalan sungkem sama Mommy kamu,” seru Daddy Tri.

“Hayo loh, aku aduin sama Mommy kalau Mommy mirip setan kata Daddy,” seru Syarif.

Seketika Tri mengambil bantal kursi dan membekap wajah Syarif dengan bantal itu. “Ampun gak?” seru Daddy Tri.

Syarif terus berontak dan berhasil lolos. “Gila, Daddy mau bunuh Syarif!” seru Syarif dengan napas ngos-ngosan.

“Kamu yang bikin ulah duluan. Awas saja kalau sampai kamu ngadu sama Mommy,” ancam Daddy Tri.

Syarif menatap Tri dengan tatapan menantang, setelah itu dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya. Keluarga Tri, memang keluarga yang sangat asyik dan juga kocak. Meskipun keluarga konglomerat, tapi mereka tidak kaku seperti orang-orang kaya pada umumnya.

***

Malam pun tiba, Syarif dan Sherina duduk termenung di teras. Perut mereka sangat lapar karena tadi hanya makan nasi saja.

“Kak, lapar gak?” seru Syarif.

“Lapar bangetlah,” sahut Sherina.

“Pesan gofood saja,” ucap Syarif.

“Memang bisa masuk ke kampung ini kalau kita pesan gofood?” tanya Sherina.

“Gak tahu, coba saja,” sahut Syarif.

Badru dan Ismail lewat depan rumah mereka. “Tetangga baru tuh, kita kenalan yuk!” seru Badru.

“Ayo!”

Keduanya menghampiri Sherina dan juga Syarif. “Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.”

“Hai, tetangga baru,” seru Badru.

“Hai juga,” sahut Sherina.

Ismail membersihkan tangannya dengan bajunya lalu mengulurkan tangan ke arah Syarif dan Sherina. “Kenalkan aku Ismail bin Marzuki biasa dipanggil Mail,” seru Mail.

“Gue Syarif.”

“Sherina.”

Mail tidak melepaskan tangannya, dia malah senyum-senyum membuat Sherina bingung. “Woi, gantian,” seru Badru.

“Aku Badru,” ucap Badru.

Mereka pun berkenalan satu sama lain. “Kamu kerja apa? Kok aku baru lihat seragam kaya gitu?” tanya Sherina kepada Mail.

“Aku polisi kampung,” sahut Mail.

“Hah, polisi kampung? Kok gua rasanya baru dengar, mana seragamnya hijau lagi bukanya kalau polisi itu coklat ya,” seru Syarif bingung.

“Dia Hansip, bukan Polisi,” sela Badru.

“Hansip itu apa?” tanya Sherina.

“Hansip itu pertahanan sipil,” sahut Mail.

“Tugasnya ngapain aja?” tanya Sherina kembali.

“Buat ngamanin kampung aja dan jaga-jaga kampung,” sahut Mail.

“Oh begitu,” sahut Sherina dan Syarif bersamaan.

Terpopuler

Comments

👁️pembacalamakembali👁️

👁️pembacalamakembali👁️

dikira buat makan kelinci kali tuh kangkung gak dipotong dulu jangan² ada uletnya juga tuh sekalian dimasak 😄

2026-04-26

0

👁️pembacalamakembali👁️

👁️pembacalamakembali👁️

si mommy bisa aja ya ngelesnya,,, padahal dia sendiri ragu sama masakannya makanya numbalin suami sendiri🤣

2026-04-26

0

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

seharusnya simpanan sedikit masakan nya buat mommy wita, biar bisa mencicipi hasil karya masakannya🤭

2026-02-26

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Gabutnya Orang Kaya
2 Episode 2 Pindah Ke Kampung
3 Episode 3 Keluarga Harmonis
4 Episode 4 Kehidupan Di Kampung
5 Episode 5 Pak Guru Sombong
6 Episode 6 Pria Paling Menyebalkan
7 Episode 7 Melamar Jadi Guru
8 Episode 8 Di Terima Menjadi Guru
9 Episode 9 Mulai Jadi Guru
10 Episode 10 PGS
11 Episode 11 PGS
12 Episode 12 PGS
13 Episode 13 PGS
14 Episode 14 PGS
15 Episode 15 PGS
16 Episode 16 PGS
17 Episode 17 PGS
18 Episode 18 PGS
19 Episode 19 PGS
20 Episode 20 PGS
21 Episode 21 PGS
22 Episode 22 PGS
23 Episode 23 PGS
24 Episode 24 PGS
25 Episode 25 PGS
26 Episode 26 PGS
27 Episode 27 PGS
28 Episode 28 PGS
29 Episode 29 PGS
30 Episode 30 PGS
31 Episode 31 PGS
32 Episode 32 PGS
33 Episode 33 PGS
34 Episode 34 PGS
35 Episode 35 PGS
36 Episode 36 PGS
37 Episode 37 PGS
38 Episode 38 PGS
39 Episode 39 PGS
40 Episode 40 PGS
41 Episode 41 PGS
42 Episode 42 PGS
43 Episode 43 PGS
44 Episode 44 PGS
45 Episode 45 PGS
46 Episode 46 PGS
47 Episode 47 PGS
48 Episode 48 PGS
49 Episode 49 PGS
50 Episode 50 PGS
51 Episode 51 PGS
52 Episode 52 PGS
53 Episode 53 PGS
54 Episode 54 PGS
55 Episode 55 PGS
56 Episode 56 PGS
57 Episode 57 PGS
58 Episode 58 PGS
59 Episode 59 PGS
60 Episode 60 PGS
61 Episode 61 PGS
62 Episode 62 PGS
63 Episode 63 PGS
64 Episode 64 PGS
65 Episode 65 PGS
66 Episode 66 PGS
67 Episode 67 PGS
68 Episode 68 PGS
69 Episode 69 PGS
70 Episode 70 PGS
71 Episode 71 PGS (Season 2)
72 Episode 72 PGS (Season 2)
73 Episode 73 PGS (Season 2)
74 Episode 74 PGS (Season 2)
75 Episode 75 PGS (Season 2)
76 Episode 76 PGS (Season 2)
77 Episode 77 PGS (Season 2)
78 Episode 78 PGS (Season 2)
79 Episode 79 PGS (Season 2)
80 Episode 80 PGS (Season 2)
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Episode 1 Gabutnya Orang Kaya
2
Episode 2 Pindah Ke Kampung
3
Episode 3 Keluarga Harmonis
4
Episode 4 Kehidupan Di Kampung
5
Episode 5 Pak Guru Sombong
6
Episode 6 Pria Paling Menyebalkan
7
Episode 7 Melamar Jadi Guru
8
Episode 8 Di Terima Menjadi Guru
9
Episode 9 Mulai Jadi Guru
10
Episode 10 PGS
11
Episode 11 PGS
12
Episode 12 PGS
13
Episode 13 PGS
14
Episode 14 PGS
15
Episode 15 PGS
16
Episode 16 PGS
17
Episode 17 PGS
18
Episode 18 PGS
19
Episode 19 PGS
20
Episode 20 PGS
21
Episode 21 PGS
22
Episode 22 PGS
23
Episode 23 PGS
24
Episode 24 PGS
25
Episode 25 PGS
26
Episode 26 PGS
27
Episode 27 PGS
28
Episode 28 PGS
29
Episode 29 PGS
30
Episode 30 PGS
31
Episode 31 PGS
32
Episode 32 PGS
33
Episode 33 PGS
34
Episode 34 PGS
35
Episode 35 PGS
36
Episode 36 PGS
37
Episode 37 PGS
38
Episode 38 PGS
39
Episode 39 PGS
40
Episode 40 PGS
41
Episode 41 PGS
42
Episode 42 PGS
43
Episode 43 PGS
44
Episode 44 PGS
45
Episode 45 PGS
46
Episode 46 PGS
47
Episode 47 PGS
48
Episode 48 PGS
49
Episode 49 PGS
50
Episode 50 PGS
51
Episode 51 PGS
52
Episode 52 PGS
53
Episode 53 PGS
54
Episode 54 PGS
55
Episode 55 PGS
56
Episode 56 PGS
57
Episode 57 PGS
58
Episode 58 PGS
59
Episode 59 PGS
60
Episode 60 PGS
61
Episode 61 PGS
62
Episode 62 PGS
63
Episode 63 PGS
64
Episode 64 PGS
65
Episode 65 PGS
66
Episode 66 PGS
67
Episode 67 PGS
68
Episode 68 PGS
69
Episode 69 PGS
70
Episode 70 PGS
71
Episode 71 PGS (Season 2)
72
Episode 72 PGS (Season 2)
73
Episode 73 PGS (Season 2)
74
Episode 74 PGS (Season 2)
75
Episode 75 PGS (Season 2)
76
Episode 76 PGS (Season 2)
77
Episode 77 PGS (Season 2)
78
Episode 78 PGS (Season 2)
79
Episode 79 PGS (Season 2)
80
Episode 80 PGS (Season 2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!