Pak Guru, Saranghaeyo

Pak Guru, Saranghaeyo

Episode 1 Gabutnya Orang Kaya

Sebuah keluarga kaya raya terdiri dari Tri Suhartanto usia 50 tahun, Wita Suhartanto usia 45 tahun, Sherina usia 25 tahun, dan Syarif usia 17 tahun. Keluarga Suhartanto merupakan keluarga konglomerat, terkaya dan segani di kota B. Meskipun kaya raya dan bergelimang harta, keluarga mereka tidak sombong selalu membantu dan terkenal dermawan.

Suatu malam, setelah makan malam semuanya berkumpul di ruangan keluarga. “Kalian merasa jenuh gak sih?” celetuk Daddy Tri.

Seketika semuanya menoleh ke arah Tri. “Maksud Daddy apa?” tanya Mommy Wita.

“Daddy kok akhir-akhir ini merasa sangat jenuh dengan kehidupan kita. Rasanya hidup kita gak ada tantangan sama sekali,” sahut Daddy Tri.

Wita menghela napas berat. “Sebenarnya Mommy juga begitu Dad, tapi Mommy gak berani bilang sama Daddy,” ucap Mommy Wita.

“Kalian bagaimana?” tanya Daddy Tri kepada Sherina dan juga Syarif.

“Gabut banget Dad, tiap hari melakukan kegiatan itu-itu saja. Kalau aku lihat teman-teman Syarif, pulang kuliah ada yang jualan, ada yang ngerjain apa kek, hanya aku saja yang gak ngelakuin apa-apa,” sahut Syarif.

“Ya, kalau begitu bantuin dong,” ledek Sherina.

“Gue sih mau bantuin, tapi mereka aja yang gak mau dibantuin. Katanya gak enak nyuruh anak konglomerat,” sahut Syarif.

“Kalau kamu Sherin, bagaimana?” tanya Daddy Tri.

Sherina menyimpan ponselnya. “Sama Dad, tiap hari hanya berkas perkerjaan yang Sherina lihat. Kadang mau jalan-jalan ke Mall malas, gak ada yang aneh di Mall gitu-gitu aja,” sahut Sherina.

Satu keluarga itu menghela napas mereka secara bersama-sama. Entah apa yang ada dipikiran mereka, pada saat kebanyakan orang ingin berada di posisi mereka, mereka justru ingin merasakan kehidupan masyarakat kalangan bawah. Tri tampak terdiam dan berpikir sejenak.

“Bagaimana kalau kita pindah ke kampung? Kita bisa merasakan kehidupan ala-ala kalangan bawah,” seru Daddy Tri.

“Pasti seru tuh, Dad. Kita tinggal di rumah yang terbuat dari kayu, terus pergi ke sawah, habis itu masak sekeluarga dengan bahan-bahan seadanya,” sahut Syarif.

“Ah, seru abis pastinya. Cus Dad, kita pindah ke kampung aja,” tumpal Sherina.

“Bagaimana Mon?” tanya Daddy Tri meminta persetujuan istrinya.

“Mommy setuju banget,” sahut Mommy Wita.

“Ok, kalau begitu Daddy suruh Wanto untuk mencari kampung yang enak dan nyaman untuk ditempati,” ucap Daddy Tri.

Tri pun meng otak-atik ponselnya dan langsung menghubungi Wanto yang merupakan asisten pribadinya. Awalnya Wanto terkejut dengan permintaan Bosnya itu, tapi tidak ada jalan lain selain mengikuti apa yang diperintahkan. Tri memutuskan sambungan teleponnya memberikan waktu Wanto untuk mencari sebuah kampung.

“Bagaimana Dad?” tanya Sherina.

“Wanto akan mencari kampung yang enak dan nyaman untuk kita tinggalin,” sahut Daddy Tri.

“Mantap, aku sudah gak sabar ingin cepat-cepat pindah ke kampung,” seru Syarif antusias.

Mereka semua memang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pindah ke kampung. Mereka belum tahu bagaimana rasanya tinggal di kampung yang jauh dari mana-mana. Mungkin malam itu adalah malam terakhir mereka bisa tidur dengan nyenyak.

***

Satu minggu kemudian....

Setelah lumayan lama mencari, akhirnya Wanto pun menemukan sebuah kampung yang diinginkan oleh keluarga Bosnya. Wanto sudah mengecek ke sana langsung dan membeli sebuah rumah yang paling bagus di kampung itu. Rumahnya terbuat dari batu bata karena kebetulan rumah itu mau dijual, tapi rumah itu lumayan besar dan bagus untuk dikalangan perkampungan.

“Tuan, serius Tuan dan keluarga Tuan mau pindah ke kampung? Nanti Tuan bakalan kesusahan loh,” seru Wanto.

“Serius, justru jika kami kesusahan itu merupakan tantangannya dan kami ingin merasakan seperti itu,” sahut Daddy Tri.

Wanto sampai geleng-geleng dan melongo mendengar jawaban dari Tri. Wanto berpikir kalau Bosnya itu sudah kecelakaan dan kepalanya terbentur sehingga otaknya geser sedikit. Bagaimana Wanto tidak melongo, kebanyakan orang tidak mau hidup kesusahan, sedangkan Bosnya justru ingin merasakan kesusahan.

“Pokoknya besok kita berangkat, kamu antar saya dan keluarga saya habis itu kamu boleh pulang lagi dan jaga perusahaan selama saya pergi,” seru Daddy Tri.

“Apa perlu saya cari pembantu untuk bantu-bantu selama di sana?” tanya Wanto.

“Gak usah, pokoknya saya dan keluarga saya ingin sekali hidup mandiri,” sahut Daddy Tri.

“Baik Tuan.”

Tiba-tiba pintu ruangan Tri terbuka dengan kasar. Adik Tri yang bernama Hari datang dengan wajah tidak bersahabat. Tri memberi kode kepada Wanto untuk pergi keluar dan Wanto mengerti itu dan langsung pamit.

“Duduklah,” seru Daddy Tri.

“Mas Tri itu bagaimana sih? Bisa-bisanya punya rencana konyol seperti itu?” kesal Hari.

“Konyol bagaimana? Mas sama istri dan anak-anak memang sudah memikirkan semuanya, jadi Mas tolong kamu ambil alih dulu perusahaan ini selama Mas tidak ada di sini,” ucap Daddy Tri.

“Astaga Mas, jadi Mas seriusan mau pindah ke kampung? Lebih baik Mas pikir-pikir lagi deh, jangan sampai Mas menyesal,” seru Hari.

“Mas sudah memikirkan semuanya, pokoknya Mas dan keluarga hanya ingin merasakan hidup sederhana saja,” sahut Daddy Tri.

“Kalian memang benar-benar gila,” kesal Hari.

“Mas titip perusahaan ini ya,” seru Daddy Tri.

“Mas, saya juga punya perusahaan bagaimana dengan perusahaan saya kalau harus mengurus perusahaan ini juga,” protes Hari.

“Yaelah, masa seorang Hari Suhartanto yang merupakan pengusaha hebat kewalahan ngurus dua perusahaan?” ledek Daddy Tri.

“Memangnya Mas pikir ini perusahaan ecek-ecek apa? Bagaimana kalau perusahaan ini saya buat bangkrut saja sekalian?” geram Hari.

“Enak saja, mau cari mati kamu!” Tri kesal dan memukul kepala adiknya itu.

“Ya, makanya jangan ngadi-ngadi jadi orang. Hidup susah kok ingin nyobain,” geram Hari.

“Sudah jangan banyak bacot kamu, pokoknya jaga perusahaan selama Mas tidak ada. Kalau tidak, perusahaan kamu yang akan Mas buat bangkrut,” ancam Daddy Tri.

Hari hanya bisa diam dan pasrah. Ancaman Tri memang tidak pernah main-main, bisa-bisa perusahaan dia memang bakalan dibuat bangkrut kalau dia tidak mau mengikuti keinginan kakaknya itu. “Gak asyik, Mas itu bisanya cuma ngancam saja,” kesal Hari.

Tri terkekeh. Hari dan Wanto memang satu-satunya orang yang Tri percaya. Hari adalah adik yang sangat perhatian kepada Tri, bahkan pencapaian Tri dan Hari saat ini merupakan kerja sama dan kerja keras antara kakak beradik itu.

Terlahir dari keluarga serba ada, membuat Tri dan Hari tumbuh dengan keuangan yang sangat cukup. Sehingga pada saat kedua orang tua mereka meninggal, mereka tidak merasakan kesusahan sama sekali.

“Ya, sudahlah terserah Mas saja,” ucap Hari kesal.

“Nah, gitu dong. Adik itu harus mendukung apa yang dilakukan kakaknya selama apa yang dilakukan itu baik dan tidak merugikan,” seru Daddy Tri dengan senyumannya.

Hari hanya bisa memutar bola matanya jengah. Ternyata ngeri juga kalau orang kaya gabut, sekalinya gabut mereka ingin hidup susah seperti orang susah yang sering mereka lihat.

Terpopuler

Comments

👁️pembacalamakembali👁️

👁️pembacalamakembali👁️

aku juga gambut nih pengen nyobain jadi orang kaya 🤣🤣🤣

2026-04-26

0

ꪶꫝNOVI HI

ꪶꫝNOVI HI

ada ya orang kaya gabut, yuk kita tukaran kehidupan pak tri 🤣🤣

2026-02-23

0

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

di dunia nyata ada g ya kira kira?

2026-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Gabutnya Orang Kaya
2 Episode 2 Pindah Ke Kampung
3 Episode 3 Keluarga Harmonis
4 Episode 4 Kehidupan Di Kampung
5 Episode 5 Pak Guru Sombong
6 Episode 6 Pria Paling Menyebalkan
7 Episode 7 Melamar Jadi Guru
8 Episode 8 Di Terima Menjadi Guru
9 Episode 9 Mulai Jadi Guru
10 Episode 10 PGS
11 Episode 11 PGS
12 Episode 12 PGS
13 Episode 13 PGS
14 Episode 14 PGS
15 Episode 15 PGS
16 Episode 16 PGS
17 Episode 17 PGS
18 Episode 18 PGS
19 Episode 19 PGS
20 Episode 20 PGS
21 Episode 21 PGS
22 Episode 22 PGS
23 Episode 23 PGS
24 Episode 24 PGS
25 Episode 25 PGS
26 Episode 26 PGS
27 Episode 27 PGS
28 Episode 28 PGS
29 Episode 29 PGS
30 Episode 30 PGS
31 Episode 31 PGS
32 Episode 32 PGS
33 Episode 33 PGS
34 Episode 34 PGS
35 Episode 35 PGS
36 Episode 36 PGS
37 Episode 37 PGS
38 Episode 38 PGS
39 Episode 39 PGS
40 Episode 40 PGS
41 Episode 41 PGS
42 Episode 42 PGS
43 Episode 43 PGS
44 Episode 44 PGS
45 Episode 45 PGS
46 Episode 46 PGS
47 Episode 47 PGS
48 Episode 48 PGS
49 Episode 49 PGS
50 Episode 50 PGS
51 Episode 51 PGS
52 Episode 52 PGS
53 Episode 53 PGS
54 Episode 54 PGS
55 Episode 55 PGS
56 Episode 56 PGS
57 Episode 57 PGS
58 Episode 58 PGS
59 Episode 59 PGS
60 Episode 60 PGS
61 Episode 61 PGS
62 Episode 62 PGS
63 Episode 63 PGS
64 Episode 64 PGS
65 Episode 65 PGS
66 Episode 66 PGS
67 Episode 67 PGS
68 Episode 68 PGS
69 Episode 69 PGS
70 Episode 70 PGS
71 Episode 71 PGS (Season 2)
72 Episode 72 PGS (Season 2)
73 Episode 73 PGS (Season 2)
74 Episode 74 PGS (Season 2)
75 Episode 75 PGS (Season 2)
76 Episode 76 PGS (Season 2)
77 Episode 77 PGS (Season 2)
78 Episode 78 PGS (Season 2)
79 Episode 79 PGS (Season 2)
80 Episode 80 PGS (Season 2)
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Episode 1 Gabutnya Orang Kaya
2
Episode 2 Pindah Ke Kampung
3
Episode 3 Keluarga Harmonis
4
Episode 4 Kehidupan Di Kampung
5
Episode 5 Pak Guru Sombong
6
Episode 6 Pria Paling Menyebalkan
7
Episode 7 Melamar Jadi Guru
8
Episode 8 Di Terima Menjadi Guru
9
Episode 9 Mulai Jadi Guru
10
Episode 10 PGS
11
Episode 11 PGS
12
Episode 12 PGS
13
Episode 13 PGS
14
Episode 14 PGS
15
Episode 15 PGS
16
Episode 16 PGS
17
Episode 17 PGS
18
Episode 18 PGS
19
Episode 19 PGS
20
Episode 20 PGS
21
Episode 21 PGS
22
Episode 22 PGS
23
Episode 23 PGS
24
Episode 24 PGS
25
Episode 25 PGS
26
Episode 26 PGS
27
Episode 27 PGS
28
Episode 28 PGS
29
Episode 29 PGS
30
Episode 30 PGS
31
Episode 31 PGS
32
Episode 32 PGS
33
Episode 33 PGS
34
Episode 34 PGS
35
Episode 35 PGS
36
Episode 36 PGS
37
Episode 37 PGS
38
Episode 38 PGS
39
Episode 39 PGS
40
Episode 40 PGS
41
Episode 41 PGS
42
Episode 42 PGS
43
Episode 43 PGS
44
Episode 44 PGS
45
Episode 45 PGS
46
Episode 46 PGS
47
Episode 47 PGS
48
Episode 48 PGS
49
Episode 49 PGS
50
Episode 50 PGS
51
Episode 51 PGS
52
Episode 52 PGS
53
Episode 53 PGS
54
Episode 54 PGS
55
Episode 55 PGS
56
Episode 56 PGS
57
Episode 57 PGS
58
Episode 58 PGS
59
Episode 59 PGS
60
Episode 60 PGS
61
Episode 61 PGS
62
Episode 62 PGS
63
Episode 63 PGS
64
Episode 64 PGS
65
Episode 65 PGS
66
Episode 66 PGS
67
Episode 67 PGS
68
Episode 68 PGS
69
Episode 69 PGS
70
Episode 70 PGS
71
Episode 71 PGS (Season 2)
72
Episode 72 PGS (Season 2)
73
Episode 73 PGS (Season 2)
74
Episode 74 PGS (Season 2)
75
Episode 75 PGS (Season 2)
76
Episode 76 PGS (Season 2)
77
Episode 77 PGS (Season 2)
78
Episode 78 PGS (Season 2)
79
Episode 79 PGS (Season 2)
80
Episode 80 PGS (Season 2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!