Perjalanan menuju Sekte Bambu Kuning berlangsung cukup tenang.
Langit cerah, jalur angin stabil, dan untuk pertama kalinya sejak keluar dari Pulau Pamul, mereka bisa duduk bersama di satu perahu tanpa harus bersiap disergap kapan saja.
Di tengah perjalanan itu, Bo De sibuk dengan pekerjaannya sendiri.
Ia duduk di sisi perahu dengan beberapa batang logam, lembar baja halus, palu kecil, dan alat ukir sederhana di sekelilingnya. Tidak ada tungku. Tidak ada api besar. Tidak ada ledakan atau suara tempa yang biasa.
Shou Yue duduk tidak jauh, memperhatikan dengan penasaran.
“Aku kira kau butuh tungku,” katanya.
Bo De menggeleng. “Kalau mau membuat senjata tingkat tinggi, ya. Tapi kalau untuk pedang yang benar-benar cocok dengan pemiliknya, aku lebih butuh rasa daripada api.”
Hui Song yang duduk di sisi lain mendecak pelan. “Kedengarannya menjijikkan.”
Bo De mengabaikannya.
Ia memegang satu bilah tipis yang belum selesai, menimbang beratnya di tangan, lalu meminta Yue memegangnya.
“Coba.”
Yue menurut.
Bo De memperhatikan bagaimana pergelangan tangan Yue bergerak, bagaimana pusat berat pedang itu jatuh, lalu langsung memangkas ujungnya sedikit. Setelah itu ia menyesuaikan gagang, lebar bilah, keseimbangan, dan lengkungan tipis di bagian pangkal.
Ia membuat dua pedang.
Bukan pedang ajaib.
Bukan artefak langka.
Bukan senjata dengan nama besar.
Namun keduanya sangat pas untuk Yue.
Panjang bilahnya tidak sama persis—yang kanan sedikit lebih berat untuk tebasan utama, yang kiri lebih ringan untuk belokan cepat. Gagangnya dibuat pas untuk telapak tangan Yue. Bahkan lebar penjaga tangan dan lengkungan ujungnya mengikuti ritme Jurus Pedang Salju Ganda yang sudah dilihat Bo De sebelumnya.
Setelah selesai, Bo De menyerahkan sepasang pedang itu.
“Coba lagi.”
Yue memegang keduanya.
Begitu ia menggerakkan pergelangan tangan dan memutar bilah di udara, wajahnya langsung berubah.
Ini berbeda.
Kayu latihan yang dipakai sebelumnya sudah cukup baik untuk menghafal gerakan. Tapi dua pedang in…
Pewaris Tubuh Suci Legendaris
Pedang Kembar dan Bayangan di Bambu Kuning
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 220 Episodes
Comments