Di langit di atas Istana Demon, Ye Liu dan Hui Song sudah saling berhadapan.
Keduanya tidak lagi sekadar menguji satu sama lain.
Ini adalah pertarungan sungguhan.
Ye Liu mengangkat kedua tangannya, lalu dua cambuk tumbuhan yang panjangnya puluhan meter langsung berputar di udara. Putarannya sangat cepat, membentuk lingkaran-lingkaran hijau gelap yang menyesakkan. Dari setiap batang cambuk, bermunculan puluhan duri tajam yang melesat keluar seperti peluru.
Belum cukup sampai di sana, setiap gerakan Ye Liu juga menebarkan kelopak-kelopak bunga yang berjatuhan indah seperti musim gugur. Kelopaknya menyerupai bunga teratai, halus dan cantik, namun membawa aroma beracun yang membuat udara di sekitar pertarungan itu berubah mematikan.
Cambuk.
Duri.
Kelopak bunga.
Semua menyerang Hui Song dari berbagai sudut.
Namun di sekeliling tubuh Hui Song, berputar badai angin yang rapat dan liar. Tak satu pun duri atau kelopak itu mampu masuk menembus perisai angin tersebut. Hanya saja, setiap kali cambuk Ye Liu bergesekan dengan badai pelindungnya, tekanan benturannya cukup besar untuk memaksa Hui Song mundur beberapa langkah di udara.
Mata Hui Song menyipit.
Di atas kepalanya, muncul sepuluh piringan gergaji angin yang berputar cepat. Masing-masing piringan tampak seperti memiliki kehendak sendiri. Saat Hui Song mengangkat tangannya sedikit, kesepuluh piringan itu langsung menukik tajam ke arah Ye Liu.
Ye Liu bergerak lincah.
Tubuhnya berkelit di udara, menghindari satu piringan, dua piringan, tiga piringan.
Namun piringan-piringan itu tidak jatuh sia-sia.
Seperti bumerang, semuanya kembali berputar dan menyerang lagi dari arah berbeda.
Udara di sekitar duel itu menjadi sangat berbahaya. Bahkan hanya dari angin yang tersisa saja, kulit manusia biasa bisa terbelah. Sabetan angin meninggalkan luka di tembok-tembok istana, sementara duri-duri besar milik Ye Liu tertancap di sana-sini seperti tombak hidup.
Pertarungan itu bergerak semakin jauh di atas istana, namun jejak kerusakannya t…
Pewaris Tubuh Suci Legendaris
Masa Depan di Meja Makan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 220 Episodes
Comments