2. Menemukan Song Xinglan.

Terdengar suara memanggil namanya dari berbagai arah, Song Xinglan kalang kabut, apa yang harus dia lakukan karena sekarang dia bukan song xinglan dari dunia ini tapi dunia lain.

"Aduh!! Bagaimana ini itu pasti keluarga xinglan yang mencarinya, aku harus mencari alasan apa!"

" hah, pakaianku juga bermasalah bukan di dunia ini, bagaimana ini!, apa yang harus aku lakukan untuk menutupinya?." Ia cemas lalu ia melihat kubangan lumpur, ia mendapatkan ide kemudian ia mengambil lumpur itu lalu ia usap kewajahnya sampai menjadi hitam, begitu pula di tangannya ia usap dengan lumpur.

"Sempurna! Saatnya berubah jadi song Xinglan yang lemah." Ucapnya lalu ia duduk di atas tanah sambil pura-pura menangis.

"Hiks...hiks..!!! Aku disini siapa itu? Tolong aku? Aku takut!" Ucapnya sedikit keras sambil menangis sangat keras supaya orang disekitar mendengar suaranya dan segera menemukannya.

Sekarang dia harus menjadi Song Xinglan yang lemah lembut murah senyum. Karena sifat Song Xinglan di dunia ini berbeda dengan sifatnya yang lugas selalu mengungkapkan apa yang dia rasakan tanpa menutupinya, dan dia langsung membalas jika ada orang yang menyakitinya.

berbeda dengan Xinglan asli ia selalu menutupi perasaannya. ia selalu tersenyum meski hatinya sedih, selalu menunjukan kebahagiaan di depan keluarganya.

Tidak lama setelah itu muncul lah wanita paruhbaya dari salah satu arah lalu menghampirinya dengan raut wajah cemas.

"Lan Lan, putriku yang malang!" Ucapnya sambil memberikan selimut kepada Song Xinglan.

saat ia tiba hatinya sakit melihat Song Xinglan dengan pakaian basah yang sudah dikotori dengan lumpur. Untung dia membawa kain saat ini jadi ia langsung menyelimuti keseluruh tubuh song Xinglan.

Berbeda dengan Song Xinglan saat dia melihat wanita paruhbaya itu tubuhnya membeku, sambil berkata " mama!" Wanita yang menyelimutinya dengan kasih sayang sangat mirip dengan ibunya di dunia modern yang sudah lama meninggal dunia.

"Mama, aku merindukanmu." Ucap Song Xinglan dia memeluk wanita itu, dengan erat untuk melepaskan kerinduannya, wanita itu hanya menepuk punggungnya dengan sayang sambil tersenyum.

"Mama, panggilan baru ya?." Ucap wanita itu kepada song xinglan dengan lembut ia mengusap rambut song xinglan dengan sayang.

Baru song xinglan sadar karena ucapan wanita itu, dia terlalu terbawa emosi karena merindukan ibu kandung nya di dunia modern, dalam ingatannya wanita ini adalah ibu kandungnya di dunia ini.

"Ah iya, maksud aku ibu...! Akhirnya ibu datang juga, aku takut ibu ada seseorang yang ingin menyakitiku!." Adu song xinglan kepada ibunya dengan lemah air matanya menetes, tangisan ini bukan lagi pura-pura, ini air mata bahagia karena bertemu lagi dengan ibunya.

akhirnya dia bisa bersama ibunya lagi meski sekarang di dunia yang berbeda baginya tidak masalah asalkan kedua orang tuanya ada bersamanya.

Dalam ingatan song Xinglan ayahnya juga sama dengan ayah kandungnya di dunia modern, dan dia juga memiliki beberapa saudara laki-laki sedangkan dirinya putri satu-satunya di keluarga Song.

Dia selalu di sayang dan dimanja oleh keluarganya, karena satu-satunya anak perempuan di keluarga Song.

Meskipun begitu tidak membuat dia sombong, disini song xinglan dikenal ramah dan mudah senyum, sangat lah baik sehingga mudah di tipu dan di manfaatkan oleh seseorang yang berniat jahat.

Kerena kebaikannya ini lah berakhirnya kehidupannya dan di gantikan oleh Song Xinglan baru yang jenius, pintar, cerdas, dan banyak akal.

"Xinglan kamu terlalu baik dan polos sehingga dengan mudah dimanfaatkan oleh orang lain dengan kedok teman baik!

Karena aku disini yang menggantikanmu aku akan membahagiakan keluarga Song, dan juga membalaskan dendammu! Itu janjiku padamu juga pada diriku sendiri!" Gumam Song Xinglan dalam hati ia sudah bertekad.

"Lan Lan jangan takut ada ibu! Coba ceritakan apa terjadi." Ucap Ibunya yang mengejutkan lamunan song Xinglan.

"Ibu lebih baik kita pulang lebih dahulu, aku kedinginan karena aku terjatuh kedalam lumpur." Jawab Song xinglan dengan pelan.

"Ah, maaf ibu lupa ayok ibu bantu kamu berdiri!." Ucap ibu nya sambil memapahnya untuk berdiri.

"Agh..! Kakiku terkilir ini terlalu sakit, aku tidak bisa berjalan!" Ucapnya kembali duduk di atas tanah.

Tidak lama setelah itu datanglah beberapa rombongan, termasuk keluarga Song di dalam rombongan tersebut.

"Ibu..." panggil seorang laki-laki yang tampan ada kemiripan dengan dirinya, karena laki-laki ini kakak laki-laki pertamanya.

"Apakah ibu menemukan mèimei, lalu dimana dia?." Ucap pria itu sambil melihat Song Xinglan dengan wajah berlumpur dahinya mengernyit karena heran, ini bukan adik perempuan pikirnya.

"Xinghe cepat gendong adikmu kakinya terkilir, dia juga kedinginan, cepatlah jangan sampai adikmu sakit!." Ibu nya tidak menjawab pertanyaan putranya justru memintanya untuk mengendong song xinglan.

"Dia.. mèimei..." ucapnya kurang yakin sambil menunjuk song xinglan, sedangkan keluarga yang lainnya hanya menahan tawa melihat song xinglan yang berlumur lumpur.

Mereka tidak berani tertawa lebar takut membuat song xinglan marah. Tetapi sudah melihatnya dia hanya memutar bola matanya malas melihat saudara barunya.

Sedangkan ayah song xinglan karena sudah menemukan putrinya, dia meminta kepada warga lain yang telah membantu mencari putrinya untuk kembali, sambil mengucapkan terimakasih karena telah membantu mencari putrinya.

Setelah warga lain bubar baru dia menghampiri putrinya dan istrinya, sambil memukul pundak putra pertamanya, dengan jengkel.

"Mengapa kamu begitu banyak tanya, kasihan adikmu!." Ucapnya lalu ia mengendong Song Xinglan, "Lan Lan ayah yang menggendongmu jangan takut!." Ucapnya sambil mengangkat tubuh song Xinglan.

Sedangkan song xinglan sudah menahan air matanya, melihat ayah lagi dia sangat senang, dia juga bersyukur karena datang didunia ini.

"Papa..!" Ucapnya keceplosan "eh... maksudku ayah, apakah kamu kuat mengendongku!." Ucapnya lembut sambil tersenyum.

"Kamu meremehkan ayahmu, meski sudah berumur ayah masih bisa mengangkatmu beserta ibumu." Canda ayahnya sambil mengedipkan mata kepada istrinya, ibu song xinglan mencubit pinggang suaminya.

"Jangan berbicara aneh-aneh kepada putri kita, cepatlah gendong putrimu sudah kedinginan." Ucapnya dengan kesal kepada suaminya.

Sedangkan saudaranya yang lain sambil berbisik satu sama lain.

" dia benar adik perempuan buktinya suaranya masih sama!." Ucapnya sambil berbisik.

"Apa yang terjadi dengannya, apakah ada yang menyakitinya!." Balas kakak pertama, karena ia merasa heran juga bingung dengan kejadian yang menimpa adiknya menghilang tiba-tiba setelah ditemukan malah dilumuri oleh lumpur.

Setelah itu mereka kembali kerumah sambil membawa song xinglan yang berada dalam gendongan ayahnya. Song xinglan sendiri memeluk ayahnya dengan erat untuk melepas rindu.

°°°°

Bersambung...!!!

.

.

.

《Mohon dukungannya dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》

♡Terimakasih😊

Terpopuler

Comments

Anhy Xmj

Anhy Xmj

ini iklan nya knpa langsung buka aplikasi sih... contohnya tiktok sya langsung kebuka...

2026-05-20

0

Siti Solikah

Siti Solikah

senangnya

2026-07-27

0

Nanik S

Nanik S

lumayan seru

2026-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Transmigrasi.
2 2. Menemukan Song Xinglan.
3 3. Keluarga Song.
4 4. menceritakan semuanya
5 5. mendengar suara Asing
6 6. mendapatkan ruang dimensi
7 7. memperkenalkan ruang dimensi
8 8. keributan pagi hari.
9 Bab 9. Song Xing Lan Datang
10 10. kepala Desa datang
11 11. bantuan datang
12 12. menemukan buku sejarah kuno.
13 13. keluarga Wei
14 14. mengantar wei Jingjing pulang
15 15. bertemu Wei Jingguo
16 16. wei jingbei marah
17 17. menyusul song xinglan.
18 18. membantu song xing lan
19 19. Gunung Fulu
20 20. melawan babi hutan
21 21. mengobati Wei Jingguo
22 22. melawan ular air
23 23. memasak untuk keluarga song.
24 24. perubahan ruang dimensi
25 25. perubahan sumur air spiritual
26 26. meminta izin pergi ke kota
27 27. Wei Jingguo mengetahui kebenarannya
28 28. memasak untuk tiga saudara Wei.
29 29. pergi ke kota bersama.
30 30. Kota Tianwen
31 31. Hasil penjualan yang memuaskan.
32 32. Rencana! pergi bersama kegunung Fulu
33 33. hubungan membaik...
34 34. pikiran keluarga song berubah terhadap Wei Jingguo
35 35. memberikan semua penghasilan kepada keluarga
36 36. menemukan ginseng umur1000 tahun
37 37. menemukan lili salju.
38 38. membantu wei jingguo
39 39. kembali
40 40. mendapatkan sertifikat tanah
41 41. membuat obat Wei Jingjing
42 42. ditemukan tiga orang terluka di gunung
43 43. berkunjung kerumah Wei jingjing
44 44. mengobati wei Jingjing
45 45. memulai pengobatan untuk Wei Jingtian
46 46. ada rasa!
47 47. berhasil berkultivasi.
48 48. kabar bahagia
49 49. mencari para pekerja
50 50. Jing shuwan
51 51. kesembuhan Jing Shuwan
52 52. memperkenalkan ubi jalar kepada warga.
53 53.masak bersama
54 54. uji coba obat baru.
55 55. Jing shuwan datang kerumah song xinglan
56 bab 56. rencana mencari asisten pribadi
57 57. Mendapatkan budak
58 58. membantu putra wali kota.
59 59. berencana memperbaiki rumah
60 60. lamaran
61 61. mengatakan cinta!
62 62. orang barbar
63 63. menghabisi para penyusup
64 64. obrolan keluarga
65 65. memberikan pekerjaan untuk para gege
66 66. memberitahu keluarga tentang wei jingguo
67 67. wei jingguo datang menemui keluarga song
68 68. pindah rumah baru.
69 69. pergi bersama ke pegunungan
70 70. mendapatkaan buruan memuaskan
71 71. perayaan
72 72. mendaftar jadi prajurit.
73 73. cincin penyimpanan
74 74. memberikan cincin penyimpanan kepada wei jingguo.
75 75. Memberikan cincin ruang kepada para gege
76 76. pertemuan.
77 77. latihan
78 78. perpisahan
79 79. memberikan adik cincin penyimpanan
80 80. hutan kabut
81 81. menghabisi bandit hutan kabut.
82 82. menuju ke desa Aneh
83 83. desa Dong.
84 84. menemukan tempat altar
85 85. menghancurkan altar persembahan
86 86. kabar baik
87 87. ladang desa dong kembali subur.
88 88. melanjutkan perjalanan
89 89. tiba di kota kerajaan Han
90 90. kembali
91 91. kembali ke desa Daihe.
92 92. elang mengantar pesan
93 93. Kembali ke kota kerajaan.
94 94. Han Shizeng, Han Shiyue
95 95. keluarga kerajaan
96 96. raja bangun dari koma
97 97. menuju kota perbatasan
98 98. kota sheng...
99 99. masih mencari...!
100 100. pencarian hampir berhasil
101 101. bertemu..!
102 102. keluar dengan selamat.
103 103. menyelinap ke kamp musuh.
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1. Transmigrasi.
2
2. Menemukan Song Xinglan.
3
3. Keluarga Song.
4
4. menceritakan semuanya
5
5. mendengar suara Asing
6
6. mendapatkan ruang dimensi
7
7. memperkenalkan ruang dimensi
8
8. keributan pagi hari.
9
Bab 9. Song Xing Lan Datang
10
10. kepala Desa datang
11
11. bantuan datang
12
12. menemukan buku sejarah kuno.
13
13. keluarga Wei
14
14. mengantar wei Jingjing pulang
15
15. bertemu Wei Jingguo
16
16. wei jingbei marah
17
17. menyusul song xinglan.
18
18. membantu song xing lan
19
19. Gunung Fulu
20
20. melawan babi hutan
21
21. mengobati Wei Jingguo
22
22. melawan ular air
23
23. memasak untuk keluarga song.
24
24. perubahan ruang dimensi
25
25. perubahan sumur air spiritual
26
26. meminta izin pergi ke kota
27
27. Wei Jingguo mengetahui kebenarannya
28
28. memasak untuk tiga saudara Wei.
29
29. pergi ke kota bersama.
30
30. Kota Tianwen
31
31. Hasil penjualan yang memuaskan.
32
32. Rencana! pergi bersama kegunung Fulu
33
33. hubungan membaik...
34
34. pikiran keluarga song berubah terhadap Wei Jingguo
35
35. memberikan semua penghasilan kepada keluarga
36
36. menemukan ginseng umur1000 tahun
37
37. menemukan lili salju.
38
38. membantu wei jingguo
39
39. kembali
40
40. mendapatkan sertifikat tanah
41
41. membuat obat Wei Jingjing
42
42. ditemukan tiga orang terluka di gunung
43
43. berkunjung kerumah Wei jingjing
44
44. mengobati wei Jingjing
45
45. memulai pengobatan untuk Wei Jingtian
46
46. ada rasa!
47
47. berhasil berkultivasi.
48
48. kabar bahagia
49
49. mencari para pekerja
50
50. Jing shuwan
51
51. kesembuhan Jing Shuwan
52
52. memperkenalkan ubi jalar kepada warga.
53
53.masak bersama
54
54. uji coba obat baru.
55
55. Jing shuwan datang kerumah song xinglan
56
bab 56. rencana mencari asisten pribadi
57
57. Mendapatkan budak
58
58. membantu putra wali kota.
59
59. berencana memperbaiki rumah
60
60. lamaran
61
61. mengatakan cinta!
62
62. orang barbar
63
63. menghabisi para penyusup
64
64. obrolan keluarga
65
65. memberikan pekerjaan untuk para gege
66
66. memberitahu keluarga tentang wei jingguo
67
67. wei jingguo datang menemui keluarga song
68
68. pindah rumah baru.
69
69. pergi bersama ke pegunungan
70
70. mendapatkaan buruan memuaskan
71
71. perayaan
72
72. mendaftar jadi prajurit.
73
73. cincin penyimpanan
74
74. memberikan cincin penyimpanan kepada wei jingguo.
75
75. Memberikan cincin ruang kepada para gege
76
76. pertemuan.
77
77. latihan
78
78. perpisahan
79
79. memberikan adik cincin penyimpanan
80
80. hutan kabut
81
81. menghabisi bandit hutan kabut.
82
82. menuju ke desa Aneh
83
83. desa Dong.
84
84. menemukan tempat altar
85
85. menghancurkan altar persembahan
86
86. kabar baik
87
87. ladang desa dong kembali subur.
88
88. melanjutkan perjalanan
89
89. tiba di kota kerajaan Han
90
90. kembali
91
91. kembali ke desa Daihe.
92
92. elang mengantar pesan
93
93. Kembali ke kota kerajaan.
94
94. Han Shizeng, Han Shiyue
95
95. keluarga kerajaan
96
96. raja bangun dari koma
97
97. menuju kota perbatasan
98
98. kota sheng...
99
99. masih mencari...!
100
100. pencarian hampir berhasil
101
101. bertemu..!
102
102. keluar dengan selamat.
103
103. menyelinap ke kamp musuh.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!