Karma Datang Begitu Cepat

Karina baru saja pulih dari rasa sakit kepala yang dirasakannya ketika ponsel di sakunya bergetar.

“Tumben ada yang menghubungiku?” lirihnya.

Seketika Karina mengernyit begitu melihat nama yang tercantum di layar ponsel barunya.

Semua itu adalah nomor-nomor yang sebelumnya tersimpan di ponsel lamanya, termasuk nomor orang yang pernah dipanggilnya Bos.

Lama panggilan pertama berlangsung, tapi tak sedikitpun Karina ada keinginan menjawab panggilan telepon orang yang telah menjadi mantan bosnya, tetapi setelah panggilan pertama diabaikan, orang itu melakukan panggil yang kedua kalinya.

Karina melihat lagi ke arah ponselnya, dan kali ini dia memutuskan menjawab panggilan orang yang tak lagi bisa main suruh sesuka hati padanya.

“Ada apa?” tanya ketus Karina begitu menjawab panggilan telepon.

Di seberang sana, pria yang mendengar nada ketus Karina, dia merasa tak menyukainya.

Biasanya yang dia dengar adalah suara penuh kesopanan, jauh berbeda dengan apa yang baru dia dengar, membuat emosinya seketika meledak.

“Besok kau kembali bekerja seperti biasanya, dan karena sudah berani berbicara tidak sopan padaku, gaji dua bulan ke depan akan dipotong lima puluh persen!” teriaknya.

Di tempatnya berdiri, Karina hampir tak kuasa menahan tawa karena baru saja mendengar sesuatu yang baginya sangat lucu.

“Tuan Arman yang terhormat, aku sudah nggak lagi tertarik bekerja di tempatmu!” balas Karina.

“Udah gaji kecil, sering dipotong dengan alasan nggak jelas, bahkan hampir tiap hari lembur tapi nggak ada uang lembur. Tuan Arman, aku ini manusia, bukan robot yang bisa kau gunakan lalu begitu rusak lang kau buang!~”

“Jadi, mulai sekarang jangan pernah hubungi aku, dan suruh saja keponakanmu atau karyawan-karyawan manjamu itu untuk mengerjakan apa yang selama ini aku kerjakan seorang diri!”

“Tut... Tut...”

Karina memutus panggilan telepon, dan ada kepuasan tersendiri setelah dia memarahi balik Arman, orang yang hari-hari sebelumnya hampir setiap waktu memarahinya, meski dia tak melakukan kesalahan.

“Karina, kenapa kamu berteriak? Apa ada sesuatu yang terjadi di tempat i~”

Belum sempat Sophia menyelesaikan ucapannya, dia sudah lebih dulu dibuat terkejut begitu melihat pemandan di depannya.

“Ka-Karina, a-apa mobil-mobil itu semuanya milikmu?”

“Tentu saja itu semu milikku, dan kalau Ibu mau menggunakannya, ada supir yang siap bersedia mengantarkan Ibu dan Ayah pergi kemana saja!”

“A-Apa benar Ibu dan Ayah boleh naik mobil lalu pergi jalan-jalan?”

Mendengar itu Karina tersenyum dan pelan dia menganggukkan kepala, “tentu saja boleh. Bagaimanapun apa yang aku miliki juga milik kalian!”

Bagi Karina, kebahagiaan orangtuanya adalah hal terpenting dalam hidupnya.

Dulu dengan gaji yang tak seberapa, dia masih belum bisa membahagiakan orangtuanya.

Tetapi dengan adanya Sistem ada semua yang dimilikinya saat ini, rasanya dia bisa mewujudkan keinginan membahagiakan orangtuanya.

“Kebanyakan mobil yang ada di tempat ini adalah mobil sport. Nanti aku akan membelikan beberapa mobil yang lebih nyaman untuk kalian gunakan sehari-hari. Tetapi untuk sekarang gunakan yang ada dulu!”

“Seharusnya dalam waktu dua atau tiga hari ke depan, mobil yang aku maksud akan tiba di rumah, jadi Ibu dan Ayah nggak perlu menunggu lama untuk jalan-jalan menggunakan mobil yang jauh lebih nyaman!”

Jika dengan uang ratusan miliar yang dimilikinya dia nggak membelikan mobil yang nyaman untuk orangtuanya, rasanya uang itu akan menjadi sampah yang menumpuk di Bank.

“Putriku, apa itu tidak terlalu berlebihan?” tanya Adrian yang akhirnya tersadar dari keterkejutan setelah melihat isi parkiran bawah tanah di rumah putrinya.

“Ayah, nggak ada yang berlebihan kalau itu untuk membuat kalian berdua bahagia. Jadi, aku akan melakukan apapun yang membuat kalian bahagia, dan lagi kini kita sama sekali nggak kekurangan uang!”

Uang ratusan miliar tersimpan rapi di rekeningnya, dan dengan mengandalkan kemurahan hati Sistem, Karina yakin uang miliknya akan terus bertambah asalkan berhasil menyelesaikan Tugas yang diberikan Sistem.

“Kalau begitu, kami serahkan segala keputusan padamu!”

Karina menganggukkan kepala usai mendengar ucapan Ayahnya.

Setelahnya Sophia dan Adrian melihat lebih dekat mobil milik putri mereka, membuat keduanya semakin bangga memiliki sosok putri yang sangat luar biasa.

“Mas, apa ini sudah waktunya kita menceritakan rahasia itu pada putri kita?” lirih Sophia bertanya pada sang suami.

“Tunggu waktu yang tepat lalu kita akan menceritakan semua padanya. Sesungguhnya rahasia ini senantiasa membuatku tidak nyaman, takut kalau sewaktu-waktu dia mengetahui kebenarannya dari orang lain, dan pada akhirnya dia pergi meninggalkan kita.”

Sophia mengusap lembut lengan suaminya, mencoba meyakinkannya kalau semua akan baik-baik saja.

“Aku yakin putri kita nggak akan pernah pergi meninggalkan kita!”

Sophia sangat yakin dengan apa yang diucapkannya, membuat Adrian mengangguk dan mencoba meyakini apa yang menjadi keyakinan istrinya.

“Kalian ini sedang bicara apa? Aku lihat dari jauh ekspresi kalian sangat serius,” ujar Karina yang kembali ke sisi orangtuanya, setelah sebelumnya dia melihat mobil di sisi lain.

Mendengar apa yang diucapkan putri mereka, Adrian dan Sophia tersenyum.

“Kami sedang membicarakan pernikahanmu di masa depan. Dengan semua yang kini kamu miliki, seharusnya kamu bisa memiliki pria yang sangat luar biasa!” ucap Sophia.

“Ibu, aku ini masih dua puluh dua tahun dan belum ingin menikah!” seru Karina.

“Aku ingin sukses lebih dulu, dan yang lebih penting aku ingin membahagiakan kalian! Untuk menikah, itu urusan nati kalau aku sudah menginginkannya!~”

Adrian dan Sophia mengangguk kecil, dan untuk masalah pernikahan Karina, mereka tak akan ikut campur, hanya saja mereka berharap Karina mendapatkan sosok suami yang baik, bisa membuatnya bahagia sampai akhir hayatnya.

“Ayah, Ibu, ini sudah waktunya makan malam. Bagaimana kalau kita makan malam lebih dulu?”

Lama berkeliling, ternyata hari yang terang telah berganti gelapnya malam, dan sudah masuk waktu makan malam.

Ini adalah makan malam mereka di rumah baru, dan semua orang bersemangat pergi ke ruang makan.

“Astaga! Apa kita bisa menghabiskan semua makanan ini?”

Adrian terperangah melihat banyak dan mewahnya makanan yang tersaji di atas meja makan.

“Ayah, Ibu, bagaimana kalau kita ajak yang lainnya makan bersama dengan kita sebagai perayaan kita yang menempati rumah baru?” saran Karina.

Adrian dan Sophia sangat setuju, dan akhirnya semua orang malam ini makan bersama, kecuali para Security dan pekerja kebun yang makan di ruang makan luar, sebab di dalam sudah penuh.

Semua orang memakan hidangan yang sama, menikmati setiap suapan yang masuk ke mulut, hingga akhirnya semua orang merasa kenyang sampai sulit berjalan.

Suasana malam ini benar-benar meriah, tapi karena malam yang semakin larut, akhirnya kemeriahan cepat berganti dengan keheningan malam setelah penghuni rumah istirahat di kamar masing-masing, termasuk Karina yang langsung tertidur pulas begitu tubuhnya bersentuhan dengan tempat tidur mahalnya.

Karina sama sekali tak peduli pada keadaan perusahaan yang telah membuangnya, dimana perusahaan itu mendadak kacau sejak membuang sosok yang selama ini bisa dikatakan sebagai roda utama penggerak perusahaan.

Karma datang begitu cepat, dimana kini banyak orang menderita setelah sebelumnya mereka tertawa lepas saat melepas kepergian Karina.

Terpopuler

Comments

Amoy Uncu

Amoy Uncu

mampir aku thor.untung sesuai expetasi ku sampai tamat ya thor

2026-05-11

0

✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥

✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥

ini gak ada hadiah utama sistem untuk merubah penampilan Karina

2026-05-11

0

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

sikattt manggg otorrr

2026-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 Mendapatkan Sistem
2 Pindah Ke Rumah Baru
3 Karma Datang Begitu Cepat
4 Kembalinya Mereka Yang Tak Diinginkan
5 Terus Belanja Untuk Mendapatkan Uang
6 Jujur Ke Orangtua
7 Tugas Sistem Di Pagi Hari
8 Menyelamatkan Pria Tampan
9 identitas Misterius
10 Membalas Ancaman Dengan Ancaman
11 Keputusan Sophia
12 Mempermalukan Pemancing Masalah
13 Bertemu Mantan Bos
14 Perjuangan Kedua Orangtua Karina
15 Ketertarikan Nicholas
16 Kemunculan Tiga Sosok Asisten Karina
17 Rencana Licik Keluarga Pratama
18 Pertemuan Yang Tak Diinginkan
19 Kemunculan Keluarga Adrian
20 Menjadi Jauh Lebih Kuat
21 Terungkapnya Alamat Tempat Tinggal Karina
22 Mengusir Keluarga Pratama
23 Membubarkan Tawuran Pelajar
24 Dua Wanita Pengganggu
25 Rumitnya Masalah Keluarga Nicholas
26 Membersihkan Sampah Masyarakat
27 Keluarga Salim
28 Memberi Pelajaran Pada Keluarga Salim
29 Tempat Untuk Menghabiskan Uang
30 Mengejutkan Banyak Orang
31 Kedatangan Valerie
32 Tingkah Ajaib Nicholas
33 Melepaskan Wendy
34 Diusir Utuk Kedua Kalinya
35 Ditinggalkan Sistem Untuk Sementara Waktu
36 Keluarga Maheswara
37 Rencana Keluarga Salim
38 Informasi Keluarga Kandung
39 Pertemuan Tidak Disengaja
40 Persiapan Keluarga Maheswara
41 Kehangatan Sebuah Keluarga
42 Akhirnya Bertemu Dengan Mereka
43 Menolak Ikut Orangtua Kandung
44 Pergi Berlibur
45 Pengakuan Nicholas
46 Keiinginan Yang Menggebu-gebu
47 Menangkap Penjahat
48 Perguruan Elang Langit
49 Adik Tiri Wiryawan
50 Diusir Dari Celestial Plate
51 Menemui Teman Lama Yang Sedang Kesusahan
52 Membantu Teman Lama
53 Bertemu Para Kakak
54 Hubungan Keluarga Yang Sangat Buruk
55 Rasa Kagum Giselle
56 Rencana Orangtua Kandung Karina
57 Menangkap Komplotan Pencuri
58 Menonton Pertunjukan Menarik
59 Mengunjungi Star Entertainment
60 Rencana Busuk Seorang Ayah Kandung
61 Sifat Asli Adrian
62 Pemilik Garis Keturunan Iblis
63 Mengaktifkan Roh Pelindung
64 Kedatangan Wakil Pemimpin Perguruan Pedang Langit
65 Semangat Seorang Ayah
66 Tidak Membutuhkan Orangtua Kandung
67 Mendapatkan Seorang Budak
68 Melihat Perguruan Awan Surgawi
69 Memberi Sedikit Pelajaran
70 Meningkatkan Kekuatan Jiwa
71 Ingatan Penting Yang Perlahan Menghilang
72 Berhasil Mencapai Puncak Tangga Jiwa
73 Menjalin Kontak Dengan Pedang Cahaya
74 Hari Berlangsungnya Pertemuan Di Istana Awan
75 Kekuatan Yang Mengejutkan Semua Orang
76 Mengumumkan Identitas Karina
77 Memberi Hadiah
78 Racun Pemakan Jiwa
79 Kemunculan Awan Petir
80 Petir Langit
81 Gagal Bersantai
82 Kejadian Yang Tidak Seharusnya Terjadi
83 Fenomena Awan Aneh
84 Pertarungan Singkat Melawan Iblis
85 Kebangkitan Keluarga Salim
86 Kedatangan Tamu Tidak Diundang
87 Menguji Kekuatan Jiwa
88 Berlomba Meningkatkan Kekuatan
89 Ketakutan Umat Manusia
90 Keadaan Memprihatinkan Keluarga Salim
91 Terungkapnya Sebuah Rahasia Besar
92 Kemarahan Nicholas
93 Mengiyakan Keinginan Nicholas
94 Pembantaian Di Malam Hari
95 Bukannya Untung Tapi Buntung
96 Hari Pembukaan Butik Giselle
97 Situasi Keluarga Giselle
98 Karma Dibayar Tuntas
99 Kehidupan Keluarga Nicholas
100 Berkumpulnya Seluruh Anggota Keluarga Maheswara
101 Pergi Ke Wilayah Bangsa Iblis
102 Tinggal Di Rumah Kosong
103 Fokus Mengumpulkan Informasi
104 Umat Manusia Yang Semakin Kuat
105 Sama-Sama Mengirim Mata-Mata
106 Seleksi Pejuang Bangsa Iblis
107 Mulai Mendapat Kepercayaan
108 Pengumuman Dari Raja Iblis
109 Melihat Langsung Sosok Raja Iblis
110 Meninggalkan Wilayah Kekuasaan Bangsa Iblis
111 Kepulangan Karina Dan Alaska
112 Tidur Selagi Ada Waktu
113 Berkumpul Kembali Dengan Semua Orang
114 Melakukan Konferensi Pers
115 Kegelisahan Raja Iblis
116 Menjadi Yang Pertama
117 Hari Terakhir Untuk Bersantai
118 Hari-Hari Sebelum Dimulainya Perang
119 Tugas Yang Wajib Diselesaikan
120 Memulai Proses Mensucikan Jiwa Iblis
121 Akhir Yang Bahagia
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Mendapatkan Sistem
2
Pindah Ke Rumah Baru
3
Karma Datang Begitu Cepat
4
Kembalinya Mereka Yang Tak Diinginkan
5
Terus Belanja Untuk Mendapatkan Uang
6
Jujur Ke Orangtua
7
Tugas Sistem Di Pagi Hari
8
Menyelamatkan Pria Tampan
9
identitas Misterius
10
Membalas Ancaman Dengan Ancaman
11
Keputusan Sophia
12
Mempermalukan Pemancing Masalah
13
Bertemu Mantan Bos
14
Perjuangan Kedua Orangtua Karina
15
Ketertarikan Nicholas
16
Kemunculan Tiga Sosok Asisten Karina
17
Rencana Licik Keluarga Pratama
18
Pertemuan Yang Tak Diinginkan
19
Kemunculan Keluarga Adrian
20
Menjadi Jauh Lebih Kuat
21
Terungkapnya Alamat Tempat Tinggal Karina
22
Mengusir Keluarga Pratama
23
Membubarkan Tawuran Pelajar
24
Dua Wanita Pengganggu
25
Rumitnya Masalah Keluarga Nicholas
26
Membersihkan Sampah Masyarakat
27
Keluarga Salim
28
Memberi Pelajaran Pada Keluarga Salim
29
Tempat Untuk Menghabiskan Uang
30
Mengejutkan Banyak Orang
31
Kedatangan Valerie
32
Tingkah Ajaib Nicholas
33
Melepaskan Wendy
34
Diusir Utuk Kedua Kalinya
35
Ditinggalkan Sistem Untuk Sementara Waktu
36
Keluarga Maheswara
37
Rencana Keluarga Salim
38
Informasi Keluarga Kandung
39
Pertemuan Tidak Disengaja
40
Persiapan Keluarga Maheswara
41
Kehangatan Sebuah Keluarga
42
Akhirnya Bertemu Dengan Mereka
43
Menolak Ikut Orangtua Kandung
44
Pergi Berlibur
45
Pengakuan Nicholas
46
Keiinginan Yang Menggebu-gebu
47
Menangkap Penjahat
48
Perguruan Elang Langit
49
Adik Tiri Wiryawan
50
Diusir Dari Celestial Plate
51
Menemui Teman Lama Yang Sedang Kesusahan
52
Membantu Teman Lama
53
Bertemu Para Kakak
54
Hubungan Keluarga Yang Sangat Buruk
55
Rasa Kagum Giselle
56
Rencana Orangtua Kandung Karina
57
Menangkap Komplotan Pencuri
58
Menonton Pertunjukan Menarik
59
Mengunjungi Star Entertainment
60
Rencana Busuk Seorang Ayah Kandung
61
Sifat Asli Adrian
62
Pemilik Garis Keturunan Iblis
63
Mengaktifkan Roh Pelindung
64
Kedatangan Wakil Pemimpin Perguruan Pedang Langit
65
Semangat Seorang Ayah
66
Tidak Membutuhkan Orangtua Kandung
67
Mendapatkan Seorang Budak
68
Melihat Perguruan Awan Surgawi
69
Memberi Sedikit Pelajaran
70
Meningkatkan Kekuatan Jiwa
71
Ingatan Penting Yang Perlahan Menghilang
72
Berhasil Mencapai Puncak Tangga Jiwa
73
Menjalin Kontak Dengan Pedang Cahaya
74
Hari Berlangsungnya Pertemuan Di Istana Awan
75
Kekuatan Yang Mengejutkan Semua Orang
76
Mengumumkan Identitas Karina
77
Memberi Hadiah
78
Racun Pemakan Jiwa
79
Kemunculan Awan Petir
80
Petir Langit
81
Gagal Bersantai
82
Kejadian Yang Tidak Seharusnya Terjadi
83
Fenomena Awan Aneh
84
Pertarungan Singkat Melawan Iblis
85
Kebangkitan Keluarga Salim
86
Kedatangan Tamu Tidak Diundang
87
Menguji Kekuatan Jiwa
88
Berlomba Meningkatkan Kekuatan
89
Ketakutan Umat Manusia
90
Keadaan Memprihatinkan Keluarga Salim
91
Terungkapnya Sebuah Rahasia Besar
92
Kemarahan Nicholas
93
Mengiyakan Keinginan Nicholas
94
Pembantaian Di Malam Hari
95
Bukannya Untung Tapi Buntung
96
Hari Pembukaan Butik Giselle
97
Situasi Keluarga Giselle
98
Karma Dibayar Tuntas
99
Kehidupan Keluarga Nicholas
100
Berkumpulnya Seluruh Anggota Keluarga Maheswara
101
Pergi Ke Wilayah Bangsa Iblis
102
Tinggal Di Rumah Kosong
103
Fokus Mengumpulkan Informasi
104
Umat Manusia Yang Semakin Kuat
105
Sama-Sama Mengirim Mata-Mata
106
Seleksi Pejuang Bangsa Iblis
107
Mulai Mendapat Kepercayaan
108
Pengumuman Dari Raja Iblis
109
Melihat Langsung Sosok Raja Iblis
110
Meninggalkan Wilayah Kekuasaan Bangsa Iblis
111
Kepulangan Karina Dan Alaska
112
Tidur Selagi Ada Waktu
113
Berkumpul Kembali Dengan Semua Orang
114
Melakukan Konferensi Pers
115
Kegelisahan Raja Iblis
116
Menjadi Yang Pertama
117
Hari Terakhir Untuk Bersantai
118
Hari-Hari Sebelum Dimulainya Perang
119
Tugas Yang Wajib Diselesaikan
120
Memulai Proses Mensucikan Jiwa Iblis
121
Akhir Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!