...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Arhan pun sampai di halaman rumah mereka.
Arka terlihat sangat gembira sambil memeluk erat kotak berisi robot itu.
Setelah mematikan mesin, Arhan turun lebih dulu lalu mengeluarkan kantong-kantong belanjaan dari dalam bagasi, berisi bahan makanan, camilan, dan sedikit kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sementara itu Arka berlari kecil masuk ke dalam rumah.
Arhan menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah Arka, lalu mengangkat semua barang itu masuk ke ruang tengah.
Begitu sampai di dalam, Arka langsung duduk di atas sofa empuk ruang tamu.
Arka membuka bungkus plastik mainan barunya itu.
Arhan meletakkan barang belanjaan di meja makan, lalu berjalan mendekati putranya.
"Wah, bagus sekali mainannya ya, Nak. Besar dan kokoh sekali bentuknya," ucap Arhan ikut tersenyum bahagia melihat kebahagiaan di wajah putranya itu.
"Iya Pa, bagus banget! Ini robot paling keren yang pernah Arka punya. Terima kasih ya Papa sudah membelikan," jawabnya riang.
"Iya, Sama-sama sayang," kata Arka sambil mengelus rambut Arka dengan lembut.
Arhan bangkit berdiri. Ia pun duduk santai di ujung sofa, mengambil remote televisi, dan menyalakan untuk menonton berita.
Tiba-tiba saja ia mendengar suara dari luar.
Ckittttttttttttt!
Suara terdengar keras dari arah luar rumahnya.
Belum sempat Arhan beranjak dari tempat duduknya, terdengar suara benturan dahsyat.
Dubrakkkkk!
Terdengar Suara tabrakan keras.
"Suara apa itu?!" seru Arhan kaget.
Ia langsung berdiri tegak, ia menatap ke arah jendela kaca yang menghadap ke depan.
Dari balik kaca, ia melihat pacarnya yang bergoyang.
"Arka, kamu diam saja di rumah ya, Nak. Jangan ke mana-mana. Papa mau keluar sebentar untuk memeriksa di luar," ucap Arhan buru-buru.
Dengan cepat, Arhan bergegas keluar dari rumah. Ia membuka pintu dan itu membuat mata Arhan terbelalak tak percaya.
Pagar besi rumahnya tampak penyok dan bengkok.
Tepat di balik pagar yang rusak itu, terparkir sebuah mobil sedan berwarna gelap yang bagian depannya sudah hancur berantakan.
Asap putih tipis mengepul keluar dari balik kap mesinnya.
"Ya Ampun... sepertinya mobil itulah yang menabrak pagar rumahku," gumam Arhan pelan.
"Siapa itu? Dan apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya dalam hati.
Arhan langsung berlari kecil mendekati pagar, lalu membuka kunci gerbang itu dengan tergesa-gesa untuk melihat lebih jelas keadaan di luar sana.
Tidak jauh dari mobil yang menabrak itu, ada sebuah mobil lain berwarna hitam yang berhenti di pinggir jalan.
Dari dalam mobil itu, terlihat tiga orang laki-laki bertubuh besar turun. Mereka tampak hendak berjalan mendekati mobil yang mengalami kecelakaan itu.
Tapi saat melihat Arhan yang baru saja keluar dari pagar tersebut, ketiga orang itu langsung kabur begitu saja, mereka masuk ke dalam mobil dan mobil itu langsung melaju meninggalkan rumah Arhan.
"Mereka... mereka lari?" batin Arhan ternganga.
Arhan masih berdiri di tempatnya, menatap kepergian mobil itu yang pergi secepat kilat seolah dikejar hantu. Ia mengerutkan keningnya dalam kebingungan yang mendalam.
"Ada apa mereka? Kenapa mereka lari melihatku saja? Apa wajahku menyeramkan? Atau ada sesuatu yang mereka sembunyikan?" gumam Arhan pelan.
Ia kembali menatap mobil yang menabrak pagar rumahnya itu.
"Dan siapa orang di dalam mobil ini? Apakah dia juga bagian dari mereka? Atau dia justru korban yang dikejar oleh ketiga orang tadi?" tanya Arhan penasaran.
Arhan mendekati mobil yang rusak parah itu.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Papaku Kaya Dengan Sistem
63
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 129 Episodes
Comments
Mamat Stone
/Toasted/
2026-06-12
0
Mamat Stone
/Gosh/
2026-06-12
0
introvert penyendiri
pacar? hah sejak kapan dia punya pacar?
2026-05-31
0