Faisal terbatuk keras. Tubuhnya tersedak akhirnya ia meludahkan darah kental dari mulutnya ke lantai beton yang dingin.
Rasa sakit di rahangnya menjalar hebat hingga ke ubun-ubun.
Tapi di antara lebam dan darah yang mengalir di sudut bibirnya, ia masih bis menyeringai licik
Seringai itu belum sepenuhnya hilang dari wajahnya yang babak belur.
Ia mendongak sedikit, menatap Arhan dengan tatapan menantang.
Faisal menyadari sepenuhnya bahwa ia masih memegang satu-satunya kartu as yang bisa menyelamatkan nyawanya dari amarah sang Jenderal.
"Pukul saja lagi, Jenderal," bisik Faisal. Suaranya parau, disusul kekehan sinis yang terdengar menyedihkan sekaligus memprovokasi. "Satu pukulan lagi... dan aku jamin, kau tidak akan bisa lari dari hukum yang kau agung-agungkan itu!"
Cengkeraman tangan Arhan di rambut Faisal seketika semakin mengencang, menarik kepala pria itu ke belakang hingga urat-urat leher Faisal menegang.
"Kau sedang menguji kesabaranku, Faisal," desis Arhan.
"Kau pikir dinding sel ini bisa melindungimu dariku? Di tempat ini, akulah hukumnya," kata Arhan rendah, dingin, dan membawa aura berbahaya.
Faisal meringis menahan perih di kulit kepalanya, namun ia justru tertawa kecil.
"Aku tidak butuh perlindungan dinding sialan ini, Arhan. Nyawaku... nyawaku dilindungi oleh orang-orang yang bahkan dalam mimpi terburukmu pun tidak akan bisa kau sentuh!" sahut Faisal lambat-lambat
Arhan tidak bergeming, matanya menyipit tajam.
"Kau memang bisa mengendalikan polisi, provost, bahkan seluruh kota ini dengan pangkat bintang di pundakmu itu. Tapi kau tidak bisa mengendalikan waktu! Sebentar lagi, mereka akan menyadari aku hilang, dan saat itu terjadi, kau yang akan berlutut di tempat aku berbaring sekarang," lanjut Faisal, dengan senyum sinisnya.
Arhan menatap Faisal selama beberapa detik,. Dengan sentakan kasar, Arhan melepaskan jambakannya, membuat kepala Faisal terhentak ke lantai beton dengan suara yang cukup keras.
Gedubrak!
Faisal mengaduh, memegangi kepalanya yang pen…
Papaku Kaya Dengan Sistem
103
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 129 Episodes
Comments
Mamat Stone
😈👻😈
2026-06-12
1
Mamat Stone
👻😈👻
2026-06-12
1
saniscara patriawuha.
sikatttttttt.....
2026-06-03
0