Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Bab 1 : Kecantikan Klasik

Jalan Barang Antik terletak di bagian utara kota tua, terdiri dari tiga jalur utama yang membentang dari selatan ke utara.

Tempat ini dikenal sebagai pusat terbesar bagi para pecinta barang antik.

Di sepanjang jalan, berdiri toko-toko ternama yang sudah diwariskan turun-temurun, berdampingan dengan lapak-lapak kecil yang menyimpan berbagai “harta tersembunyi”.

Hampir setiap pemilik toko di sini memiliki kemampuan menilai barang yang luar biasa.

Namun…

Di balik kemegahannya, tersimpan juga sisi gelap.

Tidak semua orang di sini jujur.

Selain transaksi yang sah, ada pula penipuan yang terselubung rapi. Siapa pun yang datang untuk berburu barang murah harus ekstra hati-hati, jika tidak ingin tertipu.

Nama Saya Kevin Sanjaya, Saya sangat akrab dengan tempat ini.

Dulu, saat masih menjadi pengantar makanan, Kevin sering keluar masuk kawasan ini.

Ia pernah bermimpi menemukan barang berharga dengan harga murah, lalu menjualnya kembali dan menjadi kaya dalam semalam.

Namun kenyataan tidak semudah itu.

Tanpa pengetahuan, tanpa guru…

Semua mimpinya hanya berakhir sebagai angan-angan.

Bahkan, ia pernah beberapa kali tertipu dan mengalami kerugian.

Bukan uangnya yang paling menyakitkan…

Melainkan rasa dipermalukan oleh para penipu yang diam-diam menertawakannya.

Dengan sifat Kevin Sanjaya, tentu saja ia tidak pernah melupakan hal itu.

Namun sekarang…

Semuanya telah berubah.

Dengan Sistem dan pengetahuan baru yang ia miliki, kepercayaan dirinya melonjak drastis.

"Kali ini… aku pasti akan membalas semuanya."

Kevin tersenyum tipis.

"Setelah mengantar pesanan ini, aku akan membuat mereka tahu… siapa aku sekarang."

Ia mengendarai Motor Butut legendnya dengan santai, sambil melintasi jalanan kota tua.

Tak lama kemudian, ia tiba di Jalan Kencana Kuno.

Seperti biasanya, tempat itu ramai.

Lapak-lapak berjejer penuh dengan barang—ada yang asli, ada pula yang palsu, sulit dibedakan oleh mata awam.

Para pemburu barang antik terlihat serius, sebagian membawa kaca pembesar, sebagian lagi mencermati detail barang dengan penuh kehati-hatian.

Suara tawar-menawar terdengar di mana-mana.

Dipadu dengan musik tradisional yang mengalun dari dalam toko, suasana jalan itu terasa hidup dan khas.

"Memang punya daya tarik tersendiri…"

Kevin bergumam pelan.

Ia kemudian memarkir kendaraannya di depan sebuah toko besar yang cukup mencolok.

Kediaman Giok Bebas Keluarga Pratama.

Tanpa ragu, ia masuk sambil membawa pesanan.

"Permisi, apakah Nona Melati ada di sini? Pesanan makanannya sudah datang!"

Suara Kevin Sanjaya terdengar cukup jelas.

Namun tidak ada jawaban.

Ia melangkah lebih dalam ke dalam toko.

Dan saat itulah—

Ia berhenti.

Di hadapannya, seorang wanita sedang duduk dengan tenang, memainkan alat musik petik kuno.

Alunan nada yang lembut mengalir di ruangan, menenangkan hati siapa pun yang mendengarnya.

Jari-jarinya bergerak anggun di atas senar.

Seolah setiap nada memiliki jiwa.

Kevin sedikit terpesona.

"Permisi… apakah Anda Nona Melati?"

Ia akhirnya membuka suara.

Alunan musik pun berhenti.

Wanita itu perlahan menoleh.

Matanya jernih, dengan sedikit keterkejutan.

"Kamu mengantar makanan?"

Suaranya lembut, tenang, seperti air yang mengalir.

Ia berdiri perlahan.

Tubuhnya tinggi dan anggun.

Sepasang kaki jenjangnya tampak samar di balik pakaian panjang yang ia kenakan.

Ia mengenakan pakaian tradisional berwarna biru muda, yang bergerak ringan mengikuti langkahnya.

Sepatu kain sederhana menambah kesan lembut dan elegan.

Saat ia berjalan, aroma harum yang halus ikut terbawa.

"Aroma yang… sangat menenangkan…"

Kevin Sanjaya tanpa sadar menarik napas.

Wanita di depannya benar-benar berbeda.

Jika Reka Wenur memiliki pesona wanita timur yang kuat dan tegas…

Maka wanita ini—

Adalah lambang keanggunan klasik yang lembut dan tenang.

Seperti lukisan hidup.

"Dia pasti Nona Melati…"

Kevin Sanjaya bergumam dalam hati.

Wanita itu tersenyum tipis.

"Maaf, tanganku sedang sedikit tidak nyaman. Bisa bantu aku mengambilkan makanan itu?"

Ia mengangkat tangannya sedikit.

Di jarinya masih terpasang kuku petik kecil untuk memainkan alat musik.

"Tentu."

Kevin Sanjaya mengangguk dan berjalan mendekat.

Namun karena terlalu fokus memperhatikan kecantikannya—

Ia tidak sadar kakinya menginjak ujung pakaian panjang wanita itu.

Wanita itu melangkah maju seperti biasa.

Dan dalam sekejap—

Kain yang terinjak tertarik.

Pakaian bagian bahunya ikut bergeser tanpa sengaja.

"Ah—!"

Seketika, suasana berubah.

Kevin Sanjaya tertegun.

Waktu seolah berhenti sesaat.

Terpopuler

Comments

Mamat Stone

Mamat Stone

/Smirk/

2026-05-16

0

Mamat Stone

Mamat Stone

/Applaud/

2026-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kecantikan Klasik
2 Bab 2 : Pengetahuan adalah Kekuatan
3 Bab 3 : Apa Kau Memandang Rendah Kurir?
4 Bab 4 : Kamu Sudah Masuk Perangkap
5 Bab 5 : Ambil Kesempatan untuk Bergerak!
6 Bab 6 : Kakek Luar Biasa!
7 Bab 7 : Kamu Bercanda, Ya?
8 Bab 8 : Akan Kuberikan Padamu!
9 Bab 9 : Jadi Kamu Seorang Dewa Kaya
10 Bab 10 : Ibuku Meneleponku!
11 Bab 11 Jangan Salahkanku Kalau Aku Bersikap Kasar
12 Bab 12 : Bos!
13 Bab 13 : Apa Hubungannya dengan Kami?
14 Bab 14 : Kevin, Aku Cinta Kamu!
15 Bab 15 : Nona Melati Dalam Bahaya!
16 Bab 16 : bagaimana bisa begitu kuat?
17 Bab 17 : Pergi ke neraka!
18 Bab 18 : Rasa Terima Kasih Nona Melati!
19 Bab 19 : Tolong Aku!
20 Bab 20 : Si Rambut Kuning!
21 Bab 21 : Si Cantik Vanesa!
22 Bab 22 : Kesempatanku!
23 Bab 23 : Kalau Aku Bilang yang Sebenarnya, Kalian Pasti Tidak Percaya!
24 Bab 24 : Ternyata Tukang Antar Itu Sangat Bisa Diandalkan!
25 Bab 25 : Kamu Kenal Dia?
26 Bab 26 : Aku Bertemu Orang yang Kukenal!
27 Bab 27 : Identitasmu Terbongkar!
28 Bab 28 : Ucapannya Terlalu Sombong!
29 Bab 29 : Sebuah Taruhan!
30 Bab 30 : Pengundian Lotre Dimulai!
31 Bab 31 : Saat Menyaksikan Sebuah Keajaiban!
32 Bab 32 : Hadiah untuk Kalian!
33 Bab 33 : Aku, Kevin Sanjaya, Selalu Menepati Janji!
34 Bab 34 : Aku Mohon!
35 Bab 35 : Aktifkan!
36 Bab 36 : Upgrade!
37 Bab 37 : Penyesalan....
38 Bab 38 : Pertemuan Telah Dimulai!
39 Bab 39 : Tiga Master Penilai Harta Telah Berkumpul!
40 Bab 40 : Perjudian Batu!
41 Bab 41 : Tiba-Tiba Sadar!
42 Bab 42 : Sosok yang Benar-Benar Ganas!
43 Bab 43 : Dia Penipu!
44 Bab 44 : Satu Juta!
45 Bab 45 : Kekuatan yang Menekan!
46 Bab 46 : Akan Kuberikan Padamu!
47 Bab 47 : Tantangan!
48 Bab 48 : Pencerahan Kevin Sanjaya!
49 Bab 49 : Jangan Khawatir!
50 Bab 50 : Misi Spesial!
51 Bab 51 : Misi Mengulang Kisah Lama!
52 Bab 52 : Halusinasi!
53 Bab 53 : Aku Punya Sistem, Siapa yang Perlu Kutakuti?
54 Bab 54 : Kali Ini Aku Kuat!
55 Bab 55 : Lihat Aku!
56 Bab 56 : Wanita Misterius!
57 Bab 57 : Kevin Tersentuh
58 Bab 58 : Nancy
59 Bab 59 : Selir Mulia
60 Bab 60 : Menemui Sang Host Cantik!
61 Bab 61 : Kalian Semua Menjijikkan
62 Bab 62 : Apa Kamu Yakin?
63 Bab 63 : Kejutan Sebenarnya Baru Dimulai
64 Bab 64 : Itu Kurir Pengantar Makanan?
65 Bab 65 : Pelayan Wanita
66 Bab 66 : Kalian Hanya Bisa Iri!
67 Bab 67 : Merangkak Keluar Seperti Anjing!
68 Bab 68 : Dendam
69 Bab 69 : Satu Detik Sudah Cukup
70 Bab 70 : Serangan Balik
71 Bab 71 : Aku Tidak Bisa Kalah
72 Bab 72 : Berlutut!
73 Bab 73 : Mahaguru Sejati
74 Bab 74 : Balas Dendam
75 Bab 75 : Aku Bersedia
76 Bab 76 : Kebahagiaan dan Karma Baik
77 Bab 77 : Aku Memang Ingin Menghajarmu
78 Bab 78 : Selamat Tinggal Reka Wenur
79 Bab 79 : Wanita Cantik
80 Bab 80 : Musuh Bertemu
81 Bab 81 : Teman Sekelas Reka Wenur
82 Bab 82 : Serangan Balik Kevin Sanjaya
83 Bab 83 : Diam-Diam Mengagumi
84 Bab 84 : Aku Bersedia
85 Bab 85 : Maestro Piano
86 Bab 86 : Ternyata Ada yang Menyamarinya
87 Bab 87 : Kevin Tersenyum
88 Bab 88 : Tubuh Asli
89 Bab 89 : Maaf
90 Bab 90 : Aku Selesai
91 Bab 91 : Cinta Reka
92 Bab 92 : Selir Mulia
93 Bab 93 : Hati-Hati, Aku Akan Membuatmu Berlutut
94 Bab 94 : Ternyata Dia Sudah Punya Pacar
95 Bab 95 : Dimanja Sepenuh Hati
96 Bab 96 : Dia Kena Masalah?
97 Bab 97 : Bos Besar Datang
98 Bab 98 : Jangan Takut, Aku Di Sini
99 Bab 99 : Kau Tak Mampu Menyinggungku
100 Bab 100 : Kejutan Besar
101 Bab 101 : Tunggu Sebentar
102 Bab 102 : Tanda Titik-Titik
103 Bab 103 : Memalukan
104 Bab 104 : Apa Maksudmu?
105 Bab 105 : Seni Kaligrafi
106 Bab 106 : Palsu
107 Bab 107 : Sebaiknya Kamu Hati-Hati
108 Bab 108 : Suruh Ayahmu Datang
109 Bab 109 : Kau Menindasku, Maka Aku Akan Menindas Ayahmu
110 Bab 110 : Ini Benar-Benar Terlalu Hebat
111 Bab 111 : Aku Hanya Memohon Memilikinya Sekali
112 Bab 112 : Senior
113 Bab 113 : Mobilmu? Memangnya Kenapa?
114 Bab 114 : Aku Punya Uang
115 Bab 115 : Kekuatan
116 Bab 116 : Dewi Idaman Ternyata Jadi Penjilat
117 Bab 117 : Ini Untukmu
118 Bab 118 : Menangislah Saja
119 Bab 119 : Pergi Dari Hadapanku....!
120 Bab 120 : Pacarku
121 Bab 121 : Hujan dan Embun
122 Bab 122 : Lima Puluh Miliar?
123 Bab 123 : Sama Seperti Panggilan Telepon Itu
124 Bab 124 : Aku Bisa Membantumu
125 Bab 125 : Lunasi Hutangmu
126 Bab 126 : Selain Aku, Tak Ada yang Bisa Melakukannya
127 Bab 127 : Memangnya Kamu Siapa?
128 Bab 128 : Salam untuk Tuan Kevin
129 Bab 129 : Ampuni Aku
130 Bab 130 : Hajar Saja...
131 Bab 131 : Dia Benar-Benar Untung Besar
132 Bab 132 : Berdua Saja
133 Bab 133 : Konstitusi Pacar
134 Bab 134 : Aku Akan Membelinya
135 Bab 135 : Berlagak Jadi Apa Kamu
136 Bab 136 : Terharu Sampai Menangis
137 Bab 137 : Aku Jadi Teringat Maikel Akan Pindah Lagi
138 Bab 138 : Hadiah dari Tuan Besar Tamrin
139 Bab 139 : Jatuh Cinta pada Pria Ini
140 Bab 140 : Cinta Della
141 Bab 141 : Enam Enam Enam
142 Bab 142 : Kau Tidak Ingin Hidup Lagi
143 Bab 143 : Lumayan Hebat
144 Bab 144 : Bukankah Cuma Uang
145 Bab 145 : Ketua Kevin Akan Datang
146 Bab 146 : Berkemas dan Pergi
147 Bab 147 : Rekan Baru, Benarkah?
148 Bab 148 : Dia Jelas Bukan Orang Biasa
149 Bab 149 : Aku Akan Mendengarkanmu
150 Bab 150 : Orang Tua yang Pengertian
151 Bab 151 : Mau Pamer, Salah Orang...
152 Bab 152 : Mobil Apa Ini!
153 Bab 153 : Keluarga yang Luar Biasa
154 Bab 154 : Apa Kamu Mau Membuatku Mati Ketawa
155 Bab 155 : Kedatangan Pemilik Mobil
156 Bab 156 : Anak Baik
157 Bab 157 : Kau Anggap Aku Sudah Mati?
158 Bab 158 : Jangan Sakiti Aku
159 Bab 159 : Beri Kami Penjelasan
160 Bab 160 : Mimpi Saja
161 Bab 161 : Dia Lebih Berwibawa Dariku
162 Bab 162 : Memperpanjang Umur
163 Bab 163 : Gadis Cantik Meimei.
164 Bab 164 : Ini Salah Paham
165 Bab 165 : Tongkat Pemisah Pasangan
166 Bab 166 : Aku Akan Mentratirmu Minum
167 Baba 167 : Pergi Sana!
168 Bab 168 : Kalian Semua, Merangkak ke Sini!
169 Bab 169 : Hari Ini Hari yang Baik
170 Bab 170 : Orang Jahat Akan Mendapat Balasannya
171 Bab 171 : Teman Lama
172 Bab 172 : Perubahan Seorang Gadis
173 Bab 173 : Kondisi Anda Sangat Serius
174 Bab 174 : Pamanku Sangat Hebat
175 Bab 175 : Biar Aku yang Menanganinya
176 Bab 176 : Kamu Benar-Benar Hebat
177 Bab 177 : Seratus Miliar Rupiah!
178 Bab 178 : Kartu Ini Milikku
179 Bab 179 : Ini Adalah Ganjaran untukmu
180 Bab 180 : Batasan Prinsip
181 Bab 181 : Selamat Tinggal, Nagita
182 Bab 182 : Ayo Minum
183 Bab 183 : Masa Muda Adalah Modal
184 Bab 184 : Bertindak Semena-mena
185 Bab 185 : Orang Terkaya di Balik Layar
186 Bab 186 : Tuan Muda
187 Bab 187 : Seragam Kerja
188 Bab 188 : Terjadi Sesuatu
189 Bab 189 : Terlalu Memalukan
190 Bab 190 : Bonus
191 Bab 191 : Bantuan
192 Bab 192 : Membantu
193 Bab 193 : Pria Itu
194 Bab 194 : Dia Datang
195 Bab 195 : Kekuatan
196 Bab 196 : Apa Maksudnya Ini?
197 Bab 197 : Terlalu Luar Biasa
198 Bab 198 : Pasangan Manda
199 Bab 199 : Berlian
200 Bab 200 : Barang Murahan
201 Bab 201 : Apa Kau Menyukainya?
202 Bab 202 : Aku Akan Membelinya
203 Bab 203 : Datang Sekarang Juga
204 Bab 204 : Itu Hanya Masalah Kecil
205 Bab 205 : Cahaya Bersinar ke Segala Arah
206 Bab 206 : Jangan Menghina Orang Kaya
207 Bab 207 : Tebas Dia
208 Bab 208 : Kehilangan Satu Lengan
209 Bab 209 : Roda Karma Selalu Berputar
210 Bab 210 : Rasa Terima Kasih Nagita
211 Bab 211 : Yati Menelepon
212 Bab 212 : Si Cantik Kecil
213 Bab 213 : Mereka Berdua Bertemu
214 Bab 214 : Bambang berkeringat dingin!
215 Bab 215 : Si Munafik Kena Hantam
216 Bab 216 : Si Pengantar Makanan Memang Hebat
217 Bab 217 : Kevin mulai Bergerak
218 Bab 218 : Tepuk Tangan Meriah
219 Bab 219 : Perhatikan Baik-Baik
220 Bab 220 : Menarik
221 Bab 221 : Para Penggemar Menjadi Heboh
222 Bab 222 : Wanita Itu Masuk ke Kamar
223 Bab 223 : Rara...!
224 Bab 224 : Itu Aku
225 Bab 225 : Hadiah yang Melimpah
226 Bab 226 : Untung Tidak Melewatkannya
227 Bab 227 : Tamu Penting
228 Bab 228 : Sangat Menyebalkan
229 Bab 229 : Luar Biasa
230 Bab 230 : Hotel
231 Bab 231 : Bukan Urusanmu
232 Bab 232 : Direktur Sanjaya.
233 Bab 233 : Menelepon Kevin Sanjaya!
234 Bab 234 : Aku Akan Menyesal Jika Tidak Pergi
235 Bab 235 : Yang Disebut Teman Sekelas
236 Bab 236 : Sekelompok Anjing Penjilat
237 Bab 237 : Menurutmu, Siapa Dirimu?
238 Bab 238 : Tahukah Kalian Siapa Dia?
239 Bab 239 : Berusaha Menjilat Orang Kaya
240 Bab 240 : Poin yang Akhirnya Cukup
241 Bab 241 : Misi Besar
242 Bab 242 : Pria Berkacamata Hitam
243 Bab 243 : Tubuh Sempurna
244 Bab 244 : Si Tampan
245 Bab 245 : Menolong
246 Bab 246 : Teknik Renang Misterius
247 Bab 247 : Keuntungan Tak Terduga
248 Bab 248 : Lalu Kenapa?
249 Bab 249 : Kau Kira Siapa Dirimu?
250 Bab 250 : Mereka Semua Hanyalah Ikan Kecil
251 Bab 251 : Apa Aku Mudah, Hah?
252 Bab 252 : Syarat yang Terlalu Menggiurkan
253 Bab 253 : Aku Tidak Bisa Menolaknya
254 Bab 254 : Datang untuk Membuat Keributan
255 Bab 255 : Dia Sedang Siaran Langsung
256 Bab 256 : Mari Kita Lihat Bagaimana Kau Mati
257 Bab 257 : Olesan Ajaib yang Dinantikan Ruang Siaran Langsung
258 Bab 258 : Tiba-Tiba Pamer Kemesraan
259 Bab 259 : Keajaiban Terjadi Lagi
260 Bab 260 : Terima Kasih
261 Bab 261 : Aku Ingin Memakanmu
262 Bab 262 : Kerabat Macam Apa Ini
263 Bab 263 : Aku Tidak Menyukainya
264 Bab 264 : Logika Terbaik
265 Bab 265 : Misi Datang
266 Bab 266 : Mereka Semua Sampah
267 Bab 267 : Berlutut dan Memohon kepada Kevin
268 Bab 268 : Kartu Investasi 100% keberhasilan.
269 Bab 269 : Apa Kamu Mengerti Cara Bermain Saham?
270 Bab 270 : Apa Kamu Bodoh?
271 Bab 271 : Aku Tidak Akan Kalah
272 Bab 272 : Jangan Takut
273 Bab 273 : Serangan Balik
274 Bab 274 – Kesempatan Masih Sangat Banyak
275 Bab 275 : Tunggu Saja!
276 Bab 276 : Waktu Habis
277 Bab 277 : Pengembalian Seribu Kali Lipat
278 Bab 278 : Hadiah
279 Bab 279 : Bertemu Seorang Bintang Baru
280 Bab 280 : Satu Miliar
281 Bab 281 : Beri Aku Lebih Banyak Misi
282 Bab 282 : Menghadiahkan Jam Tangan untuk Seorang Gadis Cantik
283 Bab 283 : Silakan Dicoba
284 Bab 284 : Cara Bermain di Industri Hiburan
285 Bab 285 : Hadiah dari Investasi
286 Bab 286 : Pura-Pura Mabuk
287 Bab 287 : Ada Cerita di Baliknya
Episodes

Updated 287 Episodes

1
Bab 1 : Kecantikan Klasik
2
Bab 2 : Pengetahuan adalah Kekuatan
3
Bab 3 : Apa Kau Memandang Rendah Kurir?
4
Bab 4 : Kamu Sudah Masuk Perangkap
5
Bab 5 : Ambil Kesempatan untuk Bergerak!
6
Bab 6 : Kakek Luar Biasa!
7
Bab 7 : Kamu Bercanda, Ya?
8
Bab 8 : Akan Kuberikan Padamu!
9
Bab 9 : Jadi Kamu Seorang Dewa Kaya
10
Bab 10 : Ibuku Meneleponku!
11
Bab 11 Jangan Salahkanku Kalau Aku Bersikap Kasar
12
Bab 12 : Bos!
13
Bab 13 : Apa Hubungannya dengan Kami?
14
Bab 14 : Kevin, Aku Cinta Kamu!
15
Bab 15 : Nona Melati Dalam Bahaya!
16
Bab 16 : bagaimana bisa begitu kuat?
17
Bab 17 : Pergi ke neraka!
18
Bab 18 : Rasa Terima Kasih Nona Melati!
19
Bab 19 : Tolong Aku!
20
Bab 20 : Si Rambut Kuning!
21
Bab 21 : Si Cantik Vanesa!
22
Bab 22 : Kesempatanku!
23
Bab 23 : Kalau Aku Bilang yang Sebenarnya, Kalian Pasti Tidak Percaya!
24
Bab 24 : Ternyata Tukang Antar Itu Sangat Bisa Diandalkan!
25
Bab 25 : Kamu Kenal Dia?
26
Bab 26 : Aku Bertemu Orang yang Kukenal!
27
Bab 27 : Identitasmu Terbongkar!
28
Bab 28 : Ucapannya Terlalu Sombong!
29
Bab 29 : Sebuah Taruhan!
30
Bab 30 : Pengundian Lotre Dimulai!
31
Bab 31 : Saat Menyaksikan Sebuah Keajaiban!
32
Bab 32 : Hadiah untuk Kalian!
33
Bab 33 : Aku, Kevin Sanjaya, Selalu Menepati Janji!
34
Bab 34 : Aku Mohon!
35
Bab 35 : Aktifkan!
36
Bab 36 : Upgrade!
37
Bab 37 : Penyesalan....
38
Bab 38 : Pertemuan Telah Dimulai!
39
Bab 39 : Tiga Master Penilai Harta Telah Berkumpul!
40
Bab 40 : Perjudian Batu!
41
Bab 41 : Tiba-Tiba Sadar!
42
Bab 42 : Sosok yang Benar-Benar Ganas!
43
Bab 43 : Dia Penipu!
44
Bab 44 : Satu Juta!
45
Bab 45 : Kekuatan yang Menekan!
46
Bab 46 : Akan Kuberikan Padamu!
47
Bab 47 : Tantangan!
48
Bab 48 : Pencerahan Kevin Sanjaya!
49
Bab 49 : Jangan Khawatir!
50
Bab 50 : Misi Spesial!
51
Bab 51 : Misi Mengulang Kisah Lama!
52
Bab 52 : Halusinasi!
53
Bab 53 : Aku Punya Sistem, Siapa yang Perlu Kutakuti?
54
Bab 54 : Kali Ini Aku Kuat!
55
Bab 55 : Lihat Aku!
56
Bab 56 : Wanita Misterius!
57
Bab 57 : Kevin Tersentuh
58
Bab 58 : Nancy
59
Bab 59 : Selir Mulia
60
Bab 60 : Menemui Sang Host Cantik!
61
Bab 61 : Kalian Semua Menjijikkan
62
Bab 62 : Apa Kamu Yakin?
63
Bab 63 : Kejutan Sebenarnya Baru Dimulai
64
Bab 64 : Itu Kurir Pengantar Makanan?
65
Bab 65 : Pelayan Wanita
66
Bab 66 : Kalian Hanya Bisa Iri!
67
Bab 67 : Merangkak Keluar Seperti Anjing!
68
Bab 68 : Dendam
69
Bab 69 : Satu Detik Sudah Cukup
70
Bab 70 : Serangan Balik
71
Bab 71 : Aku Tidak Bisa Kalah
72
Bab 72 : Berlutut!
73
Bab 73 : Mahaguru Sejati
74
Bab 74 : Balas Dendam
75
Bab 75 : Aku Bersedia
76
Bab 76 : Kebahagiaan dan Karma Baik
77
Bab 77 : Aku Memang Ingin Menghajarmu
78
Bab 78 : Selamat Tinggal Reka Wenur
79
Bab 79 : Wanita Cantik
80
Bab 80 : Musuh Bertemu
81
Bab 81 : Teman Sekelas Reka Wenur
82
Bab 82 : Serangan Balik Kevin Sanjaya
83
Bab 83 : Diam-Diam Mengagumi
84
Bab 84 : Aku Bersedia
85
Bab 85 : Maestro Piano
86
Bab 86 : Ternyata Ada yang Menyamarinya
87
Bab 87 : Kevin Tersenyum
88
Bab 88 : Tubuh Asli
89
Bab 89 : Maaf
90
Bab 90 : Aku Selesai
91
Bab 91 : Cinta Reka
92
Bab 92 : Selir Mulia
93
Bab 93 : Hati-Hati, Aku Akan Membuatmu Berlutut
94
Bab 94 : Ternyata Dia Sudah Punya Pacar
95
Bab 95 : Dimanja Sepenuh Hati
96
Bab 96 : Dia Kena Masalah?
97
Bab 97 : Bos Besar Datang
98
Bab 98 : Jangan Takut, Aku Di Sini
99
Bab 99 : Kau Tak Mampu Menyinggungku
100
Bab 100 : Kejutan Besar
101
Bab 101 : Tunggu Sebentar
102
Bab 102 : Tanda Titik-Titik
103
Bab 103 : Memalukan
104
Bab 104 : Apa Maksudmu?
105
Bab 105 : Seni Kaligrafi
106
Bab 106 : Palsu
107
Bab 107 : Sebaiknya Kamu Hati-Hati
108
Bab 108 : Suruh Ayahmu Datang
109
Bab 109 : Kau Menindasku, Maka Aku Akan Menindas Ayahmu
110
Bab 110 : Ini Benar-Benar Terlalu Hebat
111
Bab 111 : Aku Hanya Memohon Memilikinya Sekali
112
Bab 112 : Senior
113
Bab 113 : Mobilmu? Memangnya Kenapa?
114
Bab 114 : Aku Punya Uang
115
Bab 115 : Kekuatan
116
Bab 116 : Dewi Idaman Ternyata Jadi Penjilat
117
Bab 117 : Ini Untukmu
118
Bab 118 : Menangislah Saja
119
Bab 119 : Pergi Dari Hadapanku....!
120
Bab 120 : Pacarku
121
Bab 121 : Hujan dan Embun
122
Bab 122 : Lima Puluh Miliar?
123
Bab 123 : Sama Seperti Panggilan Telepon Itu
124
Bab 124 : Aku Bisa Membantumu
125
Bab 125 : Lunasi Hutangmu
126
Bab 126 : Selain Aku, Tak Ada yang Bisa Melakukannya
127
Bab 127 : Memangnya Kamu Siapa?
128
Bab 128 : Salam untuk Tuan Kevin
129
Bab 129 : Ampuni Aku
130
Bab 130 : Hajar Saja...
131
Bab 131 : Dia Benar-Benar Untung Besar
132
Bab 132 : Berdua Saja
133
Bab 133 : Konstitusi Pacar
134
Bab 134 : Aku Akan Membelinya
135
Bab 135 : Berlagak Jadi Apa Kamu
136
Bab 136 : Terharu Sampai Menangis
137
Bab 137 : Aku Jadi Teringat Maikel Akan Pindah Lagi
138
Bab 138 : Hadiah dari Tuan Besar Tamrin
139
Bab 139 : Jatuh Cinta pada Pria Ini
140
Bab 140 : Cinta Della
141
Bab 141 : Enam Enam Enam
142
Bab 142 : Kau Tidak Ingin Hidup Lagi
143
Bab 143 : Lumayan Hebat
144
Bab 144 : Bukankah Cuma Uang
145
Bab 145 : Ketua Kevin Akan Datang
146
Bab 146 : Berkemas dan Pergi
147
Bab 147 : Rekan Baru, Benarkah?
148
Bab 148 : Dia Jelas Bukan Orang Biasa
149
Bab 149 : Aku Akan Mendengarkanmu
150
Bab 150 : Orang Tua yang Pengertian
151
Bab 151 : Mau Pamer, Salah Orang...
152
Bab 152 : Mobil Apa Ini!
153
Bab 153 : Keluarga yang Luar Biasa
154
Bab 154 : Apa Kamu Mau Membuatku Mati Ketawa
155
Bab 155 : Kedatangan Pemilik Mobil
156
Bab 156 : Anak Baik
157
Bab 157 : Kau Anggap Aku Sudah Mati?
158
Bab 158 : Jangan Sakiti Aku
159
Bab 159 : Beri Kami Penjelasan
160
Bab 160 : Mimpi Saja
161
Bab 161 : Dia Lebih Berwibawa Dariku
162
Bab 162 : Memperpanjang Umur
163
Bab 163 : Gadis Cantik Meimei.
164
Bab 164 : Ini Salah Paham
165
Bab 165 : Tongkat Pemisah Pasangan
166
Bab 166 : Aku Akan Mentratirmu Minum
167
Baba 167 : Pergi Sana!
168
Bab 168 : Kalian Semua, Merangkak ke Sini!
169
Bab 169 : Hari Ini Hari yang Baik
170
Bab 170 : Orang Jahat Akan Mendapat Balasannya
171
Bab 171 : Teman Lama
172
Bab 172 : Perubahan Seorang Gadis
173
Bab 173 : Kondisi Anda Sangat Serius
174
Bab 174 : Pamanku Sangat Hebat
175
Bab 175 : Biar Aku yang Menanganinya
176
Bab 176 : Kamu Benar-Benar Hebat
177
Bab 177 : Seratus Miliar Rupiah!
178
Bab 178 : Kartu Ini Milikku
179
Bab 179 : Ini Adalah Ganjaran untukmu
180
Bab 180 : Batasan Prinsip
181
Bab 181 : Selamat Tinggal, Nagita
182
Bab 182 : Ayo Minum
183
Bab 183 : Masa Muda Adalah Modal
184
Bab 184 : Bertindak Semena-mena
185
Bab 185 : Orang Terkaya di Balik Layar
186
Bab 186 : Tuan Muda
187
Bab 187 : Seragam Kerja
188
Bab 188 : Terjadi Sesuatu
189
Bab 189 : Terlalu Memalukan
190
Bab 190 : Bonus
191
Bab 191 : Bantuan
192
Bab 192 : Membantu
193
Bab 193 : Pria Itu
194
Bab 194 : Dia Datang
195
Bab 195 : Kekuatan
196
Bab 196 : Apa Maksudnya Ini?
197
Bab 197 : Terlalu Luar Biasa
198
Bab 198 : Pasangan Manda
199
Bab 199 : Berlian
200
Bab 200 : Barang Murahan
201
Bab 201 : Apa Kau Menyukainya?
202
Bab 202 : Aku Akan Membelinya
203
Bab 203 : Datang Sekarang Juga
204
Bab 204 : Itu Hanya Masalah Kecil
205
Bab 205 : Cahaya Bersinar ke Segala Arah
206
Bab 206 : Jangan Menghina Orang Kaya
207
Bab 207 : Tebas Dia
208
Bab 208 : Kehilangan Satu Lengan
209
Bab 209 : Roda Karma Selalu Berputar
210
Bab 210 : Rasa Terima Kasih Nagita
211
Bab 211 : Yati Menelepon
212
Bab 212 : Si Cantik Kecil
213
Bab 213 : Mereka Berdua Bertemu
214
Bab 214 : Bambang berkeringat dingin!
215
Bab 215 : Si Munafik Kena Hantam
216
Bab 216 : Si Pengantar Makanan Memang Hebat
217
Bab 217 : Kevin mulai Bergerak
218
Bab 218 : Tepuk Tangan Meriah
219
Bab 219 : Perhatikan Baik-Baik
220
Bab 220 : Menarik
221
Bab 221 : Para Penggemar Menjadi Heboh
222
Bab 222 : Wanita Itu Masuk ke Kamar
223
Bab 223 : Rara...!
224
Bab 224 : Itu Aku
225
Bab 225 : Hadiah yang Melimpah
226
Bab 226 : Untung Tidak Melewatkannya
227
Bab 227 : Tamu Penting
228
Bab 228 : Sangat Menyebalkan
229
Bab 229 : Luar Biasa
230
Bab 230 : Hotel
231
Bab 231 : Bukan Urusanmu
232
Bab 232 : Direktur Sanjaya.
233
Bab 233 : Menelepon Kevin Sanjaya!
234
Bab 234 : Aku Akan Menyesal Jika Tidak Pergi
235
Bab 235 : Yang Disebut Teman Sekelas
236
Bab 236 : Sekelompok Anjing Penjilat
237
Bab 237 : Menurutmu, Siapa Dirimu?
238
Bab 238 : Tahukah Kalian Siapa Dia?
239
Bab 239 : Berusaha Menjilat Orang Kaya
240
Bab 240 : Poin yang Akhirnya Cukup
241
Bab 241 : Misi Besar
242
Bab 242 : Pria Berkacamata Hitam
243
Bab 243 : Tubuh Sempurna
244
Bab 244 : Si Tampan
245
Bab 245 : Menolong
246
Bab 246 : Teknik Renang Misterius
247
Bab 247 : Keuntungan Tak Terduga
248
Bab 248 : Lalu Kenapa?
249
Bab 249 : Kau Kira Siapa Dirimu?
250
Bab 250 : Mereka Semua Hanyalah Ikan Kecil
251
Bab 251 : Apa Aku Mudah, Hah?
252
Bab 252 : Syarat yang Terlalu Menggiurkan
253
Bab 253 : Aku Tidak Bisa Menolaknya
254
Bab 254 : Datang untuk Membuat Keributan
255
Bab 255 : Dia Sedang Siaran Langsung
256
Bab 256 : Mari Kita Lihat Bagaimana Kau Mati
257
Bab 257 : Olesan Ajaib yang Dinantikan Ruang Siaran Langsung
258
Bab 258 : Tiba-Tiba Pamer Kemesraan
259
Bab 259 : Keajaiban Terjadi Lagi
260
Bab 260 : Terima Kasih
261
Bab 261 : Aku Ingin Memakanmu
262
Bab 262 : Kerabat Macam Apa Ini
263
Bab 263 : Aku Tidak Menyukainya
264
Bab 264 : Logika Terbaik
265
Bab 265 : Misi Datang
266
Bab 266 : Mereka Semua Sampah
267
Bab 267 : Berlutut dan Memohon kepada Kevin
268
Bab 268 : Kartu Investasi 100% keberhasilan.
269
Bab 269 : Apa Kamu Mengerti Cara Bermain Saham?
270
Bab 270 : Apa Kamu Bodoh?
271
Bab 271 : Aku Tidak Akan Kalah
272
Bab 272 : Jangan Takut
273
Bab 273 : Serangan Balik
274
Bab 274 – Kesempatan Masih Sangat Banyak
275
Bab 275 : Tunggu Saja!
276
Bab 276 : Waktu Habis
277
Bab 277 : Pengembalian Seribu Kali Lipat
278
Bab 278 : Hadiah
279
Bab 279 : Bertemu Seorang Bintang Baru
280
Bab 280 : Satu Miliar
281
Bab 281 : Beri Aku Lebih Banyak Misi
282
Bab 282 : Menghadiahkan Jam Tangan untuk Seorang Gadis Cantik
283
Bab 283 : Silakan Dicoba
284
Bab 284 : Cara Bermain di Industri Hiburan
285
Bab 285 : Hadiah dari Investasi
286
Bab 286 : Pura-Pura Mabuk
287
Bab 287 : Ada Cerita di Baliknya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!