Setelah menghabiskan sisa keripik kentangnya dengan lahap, Dorian menyeka remah-remah di sudut mulutnya. Ia menatap Nathan yang masih duduk diam, memandangi asap tipis dari cangklong esensianya yang sudah padam.
"Okeh, sekarang udah selesai makan. Kita lanjut obrolan tadi," kata Dorian sambil bersandar santai di bangku kayu tua itu. "Sekarang aku nanya nih, Nathan. Sebenarnya kalian itu ada masalah apa sih? Sampe musuhan gitu? Muka kamu ditekuk terus kayak orang utang seumur hidup."
Nathan menghela napas panjang, matanya tetap tertuju pada tanah berdebu. "Siapa yang musuhan?" tanyanya balik, meski nada suaranya terdengar lelah. "Sebenarnya mah aku nggak bareng Rachel bukan gara-gara kita lagi berantem atau apa. Tapi... hufff."
Nathan kembali menghela napas, kali ini lebih berat. Ada beban besar yang menekan dadanya, membuat setiap tarikan napasnya terasa sesak. "Aku takut, Dor. Aku takut Rachel kenapa-napa."
Dorian mengerutkan keningnya, bingung. "Loh, kok iso? Maksudnya gimana? Rachel kan kuat, dia seorang putri mahkota dan juga anak dari kaisar saat ini. Ngapain kamu takut?"
"Udah, jangan tau terlalu detail," potong Nathan cepat, suaranya sedikit meninggi karena kecemasan. "Intinya, aku nggak mau deket-deket sama Rachel karena aku nggak bisa ngendaliin ability aku."
Dorian terdiam sejenak, lalu tertawa kecil. "Iyaaaa... tapi yang bikin bingung itu, kamu kenapa nggak bisa ngendaliin? Padahal mah gampang loh. Anak TK aja bisa ngitung satu tambah satu. Stres yah kau?" goda Dorian, mencoba meringankan suasana dengan candaan khasnya.
Nathan terdiam. Ia memikirkan jawaban apa yang harus diberikan. Ia tidak bisa menjelaskan bahwa di dalam dirinya ada entitas iblis yang selalu mengintai, menunggu momen kelemahannya untuk mengambil alih. Lalu, ia teringat sesuatu—alasan teknis yang mungkin bisa dimengerti oleh Dorian tanpa perlu tahu rahasia gelapnya.
"Aku kena mana overheat," jawab Nathan setengah bohong.
Dorian mendecakkan lidahnya, wajahnya menunjukkan ketidakpercayaan.…
BLOOD OF THE BETRAYER
Misi NSR : Operasi dekat hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments