Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

1

"PAPA! JANGAN PUKUL MAMA LAGI! TOLOOONG!"

Teriakan yang keras dan penuh ketakutan di tengah rumah

Gelsya, gadis kecil yang masih berusia enam tahun itu, menangis histeris sekuat tenaga. Tubuh mungilnya gemetar hebat melihat pemandangan mengerikan di depan matanya sendiri.

Ayahnya, Rinto, seorang pria bertubuh besar dan bau alkohol, terus saja memukuli ibunya tanpa ampun.

"Ughhhh... ahhh..."

Rintihan pedih keluar dari mulut Ghaizka. Tubuhnya sudah tak kuat menahan hantaman pukulan itu.

Ia berusaha merangkak, berusaha bangkit dengan sisa tenaga yang ada, tangannya terulur ke arah anaknya seolah ingin melindungi, namun kakinya terasa lemas tak berdaya.

"Gelsya... Nak... pergi... menjauh lah... cepat lari..." desis Ghaizka dengan suara parau dan terbata-bata, air mata bercampur darah mulai mengalir di pipinya.

Namun rasa sayang seorang anak membuat Gelsya tak mau pergi. Ia ingin memeluk ibunya, ingin menahan tangan ayahnya yang kejam itu.

Tapi Rinto tak punya hati. Melihat istrinya masih bergerak, amarahnya justru semakin memuncak.

BAK! BUK! BAK! BUK!

Pukulan-pukulan itu mendarat bertubi-tubi dengan keras dan kejam. Kali ini tidak hanya di badan, tapi satu tendangan keras tepat mengenai wajah Ghaizka.

Tubuh kurus itu langsung ambruk terhempas ke lantai.

Darah segar mengalir deras dari pelipis dan kening Ghaizka yang membasahi lantai dan rambutnya.

Matanya sayup, napasnya tersengal lemah, dan akhirnya... ia kehilangan kesadaran. Tubuhnya terkulai lemas tak bergerak sama sekali.

"MAMA! MAMA BANGUN!!"

Gelsya berteriak sekencang-kencangnya. Ia langsung menjatuhkan diri dan memeluk tubuh ibunya yang sudah tak sadarkan diri itu.

Ia mengguncang-guncang bahu ibunya dengan tangan kecilnya, menangis sejadi-jadinya.

"Mama... jangan tinggalkan Gelsya... Mamaaa..." isaknya memilukan.

Namun, apa yang dilakukan Rinto justru di luar akal sehat manusia.

Pria itu sama sekali tidak tergerak hatinya melihat istrinya berlumuran darah dan pingsan.

Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa kasihan, apalagi rasa bersalah. Wajahnya justru terlihat kesal dan jijik.

"HEY! BANGUN KAU! JANGAN PURA-PURA MATI SANA!" teriak Rinto garang.

JEDAG!

Ia menendang perut Ghaizka dengan kuat seolah menendang karung sampah.

"Cepat bangun! Sana buatkan aku kopi! Aku haus!" perintahnya dengan nada tinggi dan kasar.

"PAPA! JANGAN! JANGAN PUKUL MAMA LAGI! Mama sakit Pa! Mama terluka! Lihat ini darahnya banyak sekali! Mama pingsan!" teriak Gelsya mencoba melindungi tubuh ibunya dengan badannya sendiri.

Gadis kecil itu menunjuk darah yang mulai menggenang di lantai, berharap ayahnya sadar dan berhenti.

Tapi Rinto hanya mendengus sinis, wajahnya penuh kekejaman.

"Hah! Cuma gitu aja pingsan! Ibu kamu itu cuma pandai akting dan pura-pura mati supaya tidak disuruh kerja!" katanya dingin.

Ia kembali menendang kaki istrinya yang tak berdaya itu sekali lagi.

"Cepat kau suruh dia bangun! Suruh dia buat kopi panas sekarang juga sebelum aku marah besar!"

Rinto meninggalkan mereka berdua di lantai yang berlumuran darah, duduk di sofa dengan santai seolah apa yang terjadi bukanlah apa-apa,

Ia meninggalkan Gelsya yang menangis tersedu-sedu di samping ibunya yang sudah tewas.

******

Perlahan-lahan, kelopak mata yang berat itu mulai terbuka.

Cahaya yang terlalu terang membuat penglihatannya sedikit buram. Ia mencoba menggerakkan jari-jarinya. Suasana di sekelilingnya terasa sangat berbeda, modern, dan dingin.

"Di... di mana ini?" gumamnya pelan, suaranya terdengar serak dan lemah.

"Mama! Mama akhirnya bangun!"

Tiba-tiba sebuah tubuh mungil memeluk lehernya dengan erat.

Seorang gadis kecil yang cantik tapi sangat menyedihkan, matanya bengkak merah karena menangis seharian, menangis tersedu-sedu di dada sang ibu.

Ia menatap gadis itu dari ujung kepala hingga kaki, lalu bertanya dengan nada dan datar.

"Kamu siapa?"

"Mama tidak ingat aku?" tanya Gelsya menaikan alisnya.

Wanita itu mengerutkan keningnya dalam-dalam. Ia sangat yakin, beberapa saat yang lalu ia sedang berada di Zaman Kuno, di puncak menara tertinggi, sedang meramu Pil Naga Suci untuk mencapai keabadian.

Namun, pengkhianatan datang dari orang yang paling ia percaya, kekasihnya sendiri. Ia ingat jelas pedang yang menembus dadanya, darah yang membanjir, dan kegelapan yang menyelimuti.

Ia seharusnya sudah mati!

Lalu kenapa ia bangun di tempat aneh ini? Kenapa pakaian yang ia kenakan berbeda? Kenapa bentuk dan suasana di sekitarnya terlihat begitu asing?

Perlahan ia mencoba duduk bersandar di kepala ranjang. Saat ia melihat gadis kecil itu kembali menangis, tiba-tiba...

DUG!

"ARRRGGHH!!"

Sakit kepala yang luar biasa menyerang otaknya seolah hendak meledak. Gambar-gambar, suara-suara, dan ingatan berputar kacau di dalam benaknya.

Ingatan Pertama:

Ia adalah Mei Yu, seorang tabib wanita terkuat di Zaman Kuno. Cantik dan sangat dihormati.

Ia memiliki kekuatan bela diri tertinggi. Tapi Ia tewas dibunuh oleh kekasihnya yang iri akan kesaktiannya saat sedang menyelesaikan ramuan kehidupan abadi.

Ingatan Kedua:

Ia adalah Ghaizka biasa, seorang wanita lemah dan penakut di Dunia Modern ini. Ia menikah dengan pria brengsek bernama Rinto. Hidupnya penuh siksaan, dipukuli, dihina, suaminya penjudi dan pemabuk. Ia memiliki seorang anak perempuan bernama Gelsya. Dan terakhir, ia mati karena dipukuli hingga berdarah oleh suaminya sendiri.

Semua ingatan itu menyatu dalam sekejap.

"Kenapa... kenapa ada dua ingatan yang berbeda di kepalaku?!" batinnya kebingungan.

Ia menatap tangannya sendiri. Tangan yang dulu selalu memegang pedang dan ramuan obat, kini terlihat putih, kurus, dan penuh memar.

Tiba-tiba sebuah kesadaran menyadarkannya, membuat napasnya tercekat.

"Jangan bilang... aku... aku berpindah tubuh?!"

Ia terbelalak tak percaya.

"Ratu Tabib yang gagah dan tak terkalahkan... ternyata terlahir kembali ke dalam tubuh wanita lemah yang sering disiksa suaminya sendiri?! Di dunia yang aneh ini?!"

"Mama... mama lupa dengn Gelsya ya? Gelsya sedih banget, Gelsya akan melakukan apa saja asalkan Mama bisa ingat Gelsya," kata Gelsya terlihat sedih melihat ibunya melupakan dirinya.

Mei Yu yang kini telah menjadi Ghaizka menatap Gelsya. "Ternyata setelah berpindah tubuh, aku memiliki seorang anak yang cantik," kata Ghaizka memegang pipi Gelsya.

"Baiklah, karena aku sudah berpindah ke tubuh ini, aku akan membalas semua perbuatan suami brengsek itu kepada pemilik tubuh asli ini!" Janji Ghaizka mengepalkan tangannya.

Terpopuler

Comments

Yuyun Zampiet

Yuyun Zampiet

ghaizka tidak punya tetangga kah kok anaknya nangis dan teriak gak ada yg bantu

2026-06-28

0

sasa adzka

sasa adzka

baru mampir aku Thor..
semoga sampai tamat ya thor😍😍
aku lanjut baca lagi😍

2026-05-24

0

Osie

Osie

hadir dan harapanku moga ini cerita sap end gak ngambang ditengah tengah💪💪🙏🙏

2026-05-12

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 68
68 69
69 70
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 125
125 126
126 127
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 Pengumuman
Episodes

Updated 157 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
68
68
69
69
70
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
125
125
126
126
127
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!