Afif tidak menyerahkan paper banya pada Afnan, umi atau keluarga lainnya, melainkan.
"Oh ya Kania..." mahasiswi berjilbab ungu itu kembali duduk dengan senyuman hangatnya, "iya pak?"
"Maaf kalau boleh saya lancang. Apa pak Arta juga kamu beri oleh-oleh seperti saya?" tanya nya memantik senyum getir Kania, "engga pak, cuma bapak aja."
Lalu Afif mengangkat paper bag yang diberikan Kania kemarin dan mendorongnya, "bukan saya menolak rejeki....sepertinya pak Arta lebih berhak dari saya, beliau dosen pembimbing 1 dan yang paling banyak jasanya ketimbang saya, ada baiknya jangan melangkahi pak Arta. Tapi terimakasih sebelumnya...dan untuk ini," Afif mendorong serta kartu ucapan, "maaf sekali. Mungkin hal sepele, tapi demi tidak timbulnya fitnah, boleh saya meminta jika apapun yang berurusan dengan saya...kesampingkan sesuatu yang memicu kesalahpahaman seperti ini---" tunjuk Afif bicara tenang tanpa beban ke arah emoticon love yang tersemat.
"Oh." Sedikit terkejut melihat aksinya sendiri, wajah gadis itu perlahan memerah, "waduh maaf pak. Jika ini mengganggu, tak ada niatan apapun hanya hiasan. Maaf sekali lagi." ia menunduk berkali-kali dengan wajah meringis.
Afif mengangguk sekali, wajahnya datar tak terbantahkan, "kebetulan kemarin istri saya baca."
Lagi, Kania seperti tertembak dua kali, "oh." lebih tepatnya, istri ya pak.... padahal setaunya Afif adalah dosen yang masih membujang, apakah informasinya tak valid?
"Maaf sekali lagi pak, sampaikan permintaan maaf saya sama istri bapak." Jawabnya.
"Mau saya sampaikan paper bag ini pada pak Arta?" tawar Afif digelengi Kania, "biar saya kasih sendiri, pak. Makasih..." ia langsung beranjak dari kursi dan membawa serta paper bag miliknya keluar ruangan Afif, "kalau begitu saya permisi pak."
"Ya. Silahkan." Jawab Afif.
Huffft! Kania menghela nafasnya, "istri, pak Afif udah punya istri?" ia langsung mengetik sesuatu pada temannya.
Mendekati kelulusan intensitas masuk sekolah tidak terlalu diwajibkan. Bahkan beberapa kali Lova ijin tak masuk, seperti sekarang...
"Loh, neng...ngga masuk?" umi melihat Lova yang keluar dari kamar dengan baju terusan selututnya, ia nyengir, "ijin umi."
Afif juga baru keluar dengan pakaian yang sudah rapi dan siap berangkat ke kampus.
"Ijin apa?" tanya Afnan menggendong tas di sebelah pundak lalu duduk dan main samber begitu saja. Pasalnya tak ada info libur apapun di grup kelasnya.
"Emhhh, ijin mager." Lova tertawa begitupun umi, "astagfirullah...ampun."
"Mas, ini gimana nih...istri dosen kok begini?" tanya Afnan, Afif menggidikan bahu sama tak habis pikirnya, "contoh ngga bener."
"Istri dosen juga manusia biasa ya umi?" Belanya lagi-lagi, umi hanya tertawa kecil saja.
"Lagian ngiri aja. Ngiri ikutin dong...toh aman, ujian udah selesai cuma tinggal nunggu ceremony kelulusan doang, sama perpisahan. Kamu terlalu rajin... sekarang kutanya, di sekolah mau ngapain coba?Diem, jajan, iya kan?!" tunjuk Lova ke arah wajah Afnan.
Entah sejak kapan, hanya saja kini hubungan ipar itu kembali memulih dan mencair, "terus di rumah mau ngapain?" tantang Afnan malas.
Lova merotasi bola…
Rekah Rasa Di Ambang Senja
Bab 67 Dealova boutique
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments
Kh2103💙
Oooh...begitu ya, pantesan baju dibutik tuh lebih mahal....
2026-05-29
3
jumirah slavina
teman lu sapa yang lu beritahu.,
klo pun Afif selingkuh dia sm gue..
paham lu.. 🤣🤣
2026-05-29
2
sweet escape
Hahaha benerrr banget. Wkwkkw padahal fashion itu kl harganya juga menghargai kreatifitas dr yg buat, dan bahannya, ekwkw kl yg mahal itu bahanny beda d pegang qiiii🤏🤏🤏🤏
2026-05-29
2