Di Hadang preman

 Usia Nathan sekarang sudah 1 tahun,usia yang aman kalau di ajak bepergian ke mana-mana.Karena Dewi rindu akan keadaan luar rumah,dan sudah lama dia tidak belanja kebutuhan sendiri di pasar.

 Paras Dewi yang cantik walaupun sudah bersuami dan punya anak,membuat laki-laki di kampungnya sangat iri dengan Pak Rama karena dari puluhan laki-laki di kampung.Hanya pak Rama yang bisa meluluhkan hati Dewi.Terkadang Pak Rama di tuduh memakai ilmu guna-guna untuk memikat hati Dewi,namun Pak Rama mengabaikan tuduhan itu karena cinta Dewi ke Pak Rama murni tulus dari hati bukan karena guna-guna.

 Pagi ini Dewi berniat keluar belanja kebutuhan di pasar bersama Nathan.Petang-petang dia menyiapkan bekal untuk suaminya yang akan pergi bekerja di sawah.

"petang sekali kamu sudah menyiapkan bekal,Dewi"gumam Pak Rama.

"Sengaja mas,karena aku pagi ini akan pergi ke pasar belanja kebutuhan dapur.Sudah lama aku tidak keluar rumah,sekalian mengajak Nathan jalan-jalan."jawab Dewi sembari menyiapkan bekal.

"Ya sudah,aku izinkan tapi kamu tetap hati-hati Dewi,banyak laki-laki yang masih suka menggoda mu"ucap Pak Rama cemburu.

"tenang saja mas ,aku bisa jaga diri"ujar Dewi.

 Pak Rama bersiap pergi ke sawah, sementara Dewi tetap dengan niat nya yang ingin membawa Nathan pergi ke pasar.Jarak rumah dengan pasar lumayan jauh,harus ditempuh menggunakan angkutan desa.

 Pak Rama dan Dewi berpisah di depan rumah.Pak Rama akan jalan kaki menuju ke sawah,sementara Dewi jalan kaki sebentar menuju jalan raya untuk menghadang angkutan desa.

"Wah udah gede ya Nathan,udah bisa diajak keluar jalan-jalan "Sapa Ratmi tetangga nya.

"iya Bu,udah lama juga saya mendekap di dalam rumah.Pengen merasakan udara di luar"jawab Dewi pelan.

Dewi berjalan melewati depan rumah mbak Sari,kebetulan mbak Sari sedang menjemur pakaian di depan rumahnya.

"Wi,Dewi mau di bawa kemana Nathan pagi -pagi sekali seperti ini"teriak mbak Sari.

"ini mbak,cuman mau ke pasar kok sebentar"jawab Dewi sembari berjalan kaki.

Mbak Sari berlari mengejar Dewi."Dewi stop!!!" mbak Sari mengambil Nathan dari gendongan nya.

"biar Nathan sama mbak saja,kasian nanti takut kena virus kalau Nathan ikut"ujar mbak Sari.

Akhirnya Dewi menuruti perkataan kakaknya itu.Dewi pergi ke pasar sendiri sementara Nathan dia titipkan ke kakaknya mbak Sari.Dewi berjalan lagi menuju jalan raya dan menaiki angkutan desa menuju ke pasar.

Sesampai di pasar,Dewi berbelanja sayuran dan kebutuhan lain nya seperti biasa.Setelah selesai dia beristirahat duduk sebentar sembari menikmati es kelapa yang dibelinya tadi.Dewi tidak sadar kalau ada beberapa preman yang memantau nya dari tadi,Si preman menunggu Dewi berjalan ke tempat sepi dan mengikuti Dewi.

Dewi memutuskan pulang berjalan kaki karena Nathan tidak ikut,jadi dia bisa santai.Sesampai nya di jalan yang cukup sepi dia di Hadang beberapa preman.Kedua tangan nya di pegang oleh preman yang satu sementara preman yang lain menggoda Dewi.

"Lepasin aku,Tolong,siapapun tolong!!!!!"Teriak Dewi sekencang-kencangnya.

"Percuma saja kamu teriak minta tolong.Tidak ada yang mau menolongmu,Lagian cantik-cantik begini kok jalan sendirian si Neng"goda para preman.

Dewi sekuat tenaga minta tolong namun tidak ada yang mempedulikan nya.Dewi semakin cemas,dia di hantui perasaan takut.

Tapi bagai petir di siang bolong.Desa yang dekat dengan hutan namun tidak pernah ada harimau yang turun ke desa.Tiba-tiba seekor harimau mengaung di hadapan para preman membuat semua preman lari kocar-kacir kesana kemari.

"Alhamdulillah akhirnya aku lepas dari jeratan preman-preman itu"

Dewi menoleh ke arah harimau tadi,tapi sudah menghilang.Dewi bingung karena tadi para preman di buat ketakutan oleh seekor harimau tapi sekarang harimau nya sudah menghilang.Dewi berjalan dengan tergesa-gesa menuju rumah mbak Sari dan akan mengambil Nathan untuk di bawa pulang.Tapi Dewi tidak menceritakan kejadian yang di alami tadi ke mbak Sari.Dewi Tahu kalau tadi yang menolongnya adalah khodam pelindung milik anaknya yang di warisi oleh kakek buyut nya sejak lahir.

Episodes
1 bab 1 kelahiran anak pertama
2 Acara syukuran
3 Bisikan Gaib
4 Di Hadang preman
5 Kecurigaan Pak Rama
6 Kehidupan yang berubah
7 Berpamitan dengan kerabat
8 Gagal pindah ke kota
9 Dituduh memakai pesugihan
10 Memulai Renovasi Rumah
11 Syukuran rumah Baru
12 Teluh
13 7 Tahun kemudian
14 Sawah yang penuh dengan Hama
15 Nathan Di culik
16 Dendam istri pak Broto
17 Selingkuh dengan mbak Sari.
18 Kecurigaan Dewi Benar
19 Teman Arwah.
20 Kematian Pak Rama dan Sari.
21 Teror Arwah
22 SESAJEN
23 Nathan Remaja
24 Nabila Melihat penampakan
25 INSOMNIA
26 Nabila Jatuh Sakit
27 Pak Broto bebas dari penjara
28 Mendadak mengobati orang sakit
29 Pengumuman orang meninggal
30 Mengobati orang kedua kali nya
31 Ketahuan ibu
32 Sopir Baru Ibu Dewi
33 Kecelakaan
34 Tidak masuk sekolah
35 Kembalinya sang khodam
36 Kekuatan Cincin Batu PERMATA
37 Di segani di sekolah
38 Lupa memberi sesajen
39 Pergi ke pasar ternak
40 Di Hadang musuh
41 Petaka Sang Maling
42 Pindah rumah
43 BALAS DENDAM
44 Satpam baru
45 Tertangkap Basah
46 Malam Jumat kliwon
47 Mencari kyai di kota
48 Mengusir arwah Mbak Sari
49 Kelulusan SMK
50 Mendaftar kuliah
51 Lolos seleksi
52 Nyekar ke makam Ayah
53 OSPEK yang terasa Janggal
54 Ospek Hari ke 2
55 Ospek hari ke 3
56 Libur sebelum Masuk Kuliah
57 Mengajak Nabila pergi ke alun-alun kota
58 Hari Pertama Kuliah
59 Kehilangan kitab kuning
60 Kericuhan di kampus
61 Hampir Ditabrak Truk
62 Di teror Dukun
63 Dijenguk oleh Ibu
64 DIKERJAIN OLEH SENIOR
65 Nabila menerima lamaran pria lain
66 Misteri KKN Minggu pertama di pesantren tua
67 KKN Minggu ke dua
68 KKN Minggu ke tiga
69 Pulang ke rumah mendapat kekecewaan
70 Di datangi Zahra
71 Mendapat penghargaan di kampus
72 Menjalani Skripsi
73 Teror penunggu Kitab
74 ACARA WISUDA YANG MENCEKAM
75 Pernikahan Nabila
76 Mengusir hantu para penunggu rumah Terbengkalai
77 MEROBOHKAN BANGUNAN
78 Proses pembersihan aura negatif di rumah terbengkalai.
79 Acara Syukuran dan peletakan batu pertama
80 Nabila kabur ke rumah Nathan
81 konflik antara juragan Tirta dan Nathan.
82 Terkena FITNAH WARGA DESA
83 Pesan terakhir ibu.
84 Peresmian pondok pesantren yang mendadak haru
85 Tahlil malam pertama
86 Tahlil hari ketiga
87 Tahlil hari ke tujuh
88 Mengurus data-data untuk menikah
89 Pernikahan Nathan dan Nabila
90 Santri dari kota
91 Abril gagal kabur
92 Terbongkarnya identitas
93 Mengajar kan amalan wirid pada Abril
94 Memenangkan perlombaan Hadroh tingkat kabupaten/kota
95 Kebakaran gudang pesantren
96 Perpisahan
97 Tiba di Jakarta
98 Menjadi kuli panggul di pasar
99 Syok dengan harga yang serba mahal
100 Pergi ke rumah Bu Ratna
101 Menjadi supir Bu Ratna
102 Kerinduan Nabila
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab Terakhir
Episodes

Updated 110 Episodes

1
bab 1 kelahiran anak pertama
2
Acara syukuran
3
Bisikan Gaib
4
Di Hadang preman
5
Kecurigaan Pak Rama
6
Kehidupan yang berubah
7
Berpamitan dengan kerabat
8
Gagal pindah ke kota
9
Dituduh memakai pesugihan
10
Memulai Renovasi Rumah
11
Syukuran rumah Baru
12
Teluh
13
7 Tahun kemudian
14
Sawah yang penuh dengan Hama
15
Nathan Di culik
16
Dendam istri pak Broto
17
Selingkuh dengan mbak Sari.
18
Kecurigaan Dewi Benar
19
Teman Arwah.
20
Kematian Pak Rama dan Sari.
21
Teror Arwah
22
SESAJEN
23
Nathan Remaja
24
Nabila Melihat penampakan
25
INSOMNIA
26
Nabila Jatuh Sakit
27
Pak Broto bebas dari penjara
28
Mendadak mengobati orang sakit
29
Pengumuman orang meninggal
30
Mengobati orang kedua kali nya
31
Ketahuan ibu
32
Sopir Baru Ibu Dewi
33
Kecelakaan
34
Tidak masuk sekolah
35
Kembalinya sang khodam
36
Kekuatan Cincin Batu PERMATA
37
Di segani di sekolah
38
Lupa memberi sesajen
39
Pergi ke pasar ternak
40
Di Hadang musuh
41
Petaka Sang Maling
42
Pindah rumah
43
BALAS DENDAM
44
Satpam baru
45
Tertangkap Basah
46
Malam Jumat kliwon
47
Mencari kyai di kota
48
Mengusir arwah Mbak Sari
49
Kelulusan SMK
50
Mendaftar kuliah
51
Lolos seleksi
52
Nyekar ke makam Ayah
53
OSPEK yang terasa Janggal
54
Ospek Hari ke 2
55
Ospek hari ke 3
56
Libur sebelum Masuk Kuliah
57
Mengajak Nabila pergi ke alun-alun kota
58
Hari Pertama Kuliah
59
Kehilangan kitab kuning
60
Kericuhan di kampus
61
Hampir Ditabrak Truk
62
Di teror Dukun
63
Dijenguk oleh Ibu
64
DIKERJAIN OLEH SENIOR
65
Nabila menerima lamaran pria lain
66
Misteri KKN Minggu pertama di pesantren tua
67
KKN Minggu ke dua
68
KKN Minggu ke tiga
69
Pulang ke rumah mendapat kekecewaan
70
Di datangi Zahra
71
Mendapat penghargaan di kampus
72
Menjalani Skripsi
73
Teror penunggu Kitab
74
ACARA WISUDA YANG MENCEKAM
75
Pernikahan Nabila
76
Mengusir hantu para penunggu rumah Terbengkalai
77
MEROBOHKAN BANGUNAN
78
Proses pembersihan aura negatif di rumah terbengkalai.
79
Acara Syukuran dan peletakan batu pertama
80
Nabila kabur ke rumah Nathan
81
konflik antara juragan Tirta dan Nathan.
82
Terkena FITNAH WARGA DESA
83
Pesan terakhir ibu.
84
Peresmian pondok pesantren yang mendadak haru
85
Tahlil malam pertama
86
Tahlil hari ketiga
87
Tahlil hari ke tujuh
88
Mengurus data-data untuk menikah
89
Pernikahan Nathan dan Nabila
90
Santri dari kota
91
Abril gagal kabur
92
Terbongkarnya identitas
93
Mengajar kan amalan wirid pada Abril
94
Memenangkan perlombaan Hadroh tingkat kabupaten/kota
95
Kebakaran gudang pesantren
96
Perpisahan
97
Tiba di Jakarta
98
Menjadi kuli panggul di pasar
99
Syok dengan harga yang serba mahal
100
Pergi ke rumah Bu Ratna
101
Menjadi supir Bu Ratna
102
Kerinduan Nabila
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!