Suasana meja makan yang seharusnya menjadi tempat hangat untuk memulai hari, pagi ini berubah menjadi medan tempur dengan tensi tinggi. Aurora duduk dengan punggung tegak, tangannya yang lentur bergerak kasar mengoleskan selai stroberi ke atas roti tawarnya, menciptakan bunyi decit pisau yang mengganggu di atas piring porselen mahal.
Matanya yang tajam menatap datar ke arah Anggara yang baru saja turun dari lantai dua bersama Melati. Haura dan Elang sudah lebih dulu duduk, memilih untuk menunduk dalam-dalam sambil menyantap sarapan mereka, seolah-olah piring di depan mereka adalah hal paling menarik di dunia untuk menghindari kontak mata.
Anggara menarik kursi utamanya dengan gerakan yang berwibawa namun kaku. Ia memperbaiki letak jam tangannya sebelum bersuara dengan nada perintah yang tidak bisa diganggu gugat.
"Nanti malam ada dinner dengan sesama anggota DPR. Kalian semua harus datang. Terutama kamu, Aurora," ucap Anggara tanpa basa-basi.
Aurora berhenti mengoles selai. Ia meletakkan pisau selainya dengan bunyi klang yang cukup keras. "Kenapa terutama aku? Aku sibuk. Nggak bisa datang."
"Aurora, jangan bantah Papa!" suara Anggara meninggi satu oktav, membuat Melati di sampingnya mengusap lengan suaminya untuk menenangkan.
Aurora justru terkekeh sinis, ia menatap ayahnya dengan berani. "Bisa nggak sih Papa tuh nggak usah pakai urat kalau ngomong? Aku denger, bukan budeg! Papa juga kemarin ngapain sih marahin suami aku? Di depan banyak ajudan lagi! Papa pikir aku nggak tahu?!"
Meja makan seketika senyap. Elang tersedak kopinya, sementara Haura mematung dengan sendok yang menggantung di depan mulutnya.
"Papa cuma bicara fakta," sahut Anggara dingin, matanya menatap tajam ke arah Langit yang berdiri tegap di sudut ruangan sebagai ajudan yang sedang berjaga.
"Fakta? Fakta apa? Mau bahas soal kasta lagi? Udah basi tahu nggak?!"
Brak!
Aurora menggebrak meja makan dengan kedua tangannya, membuat gelas-gelas di atasnya bergetar. Ia berdiri, napasnya memburu karena amarah…
Cegilnya Mas Ajudan
BAB 40
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments
Edy Kurniawan Zonk
Kabar org² yg nyebarin pernikahan langit dan aurora gmn thor..????
bosen nih isinya cuma aurora ribut sm papanya terus.
SUMPAH BOSEN
2026-06-06
0