TIGA

Langit sore berwarna jingga lembut ketika sinar matahari terakhir menembus tirai tipis ruang tamu. Udara di rumah itu terasa tenang, tapi pikiran Adelia Octavia justru berkecamuk.

Sejak pagi, pikirannya tak bisa berhenti memutar ulang kejadian aneh yang terjadi-kedatangan Bastian Erlangga, papa mertuanya, yang tiba-tiba muncul tanpa kabar dan mengucapkan niat tinggal bersama dirinya dan Lukas.

Dan bukan cuma itu. Tatapan mata Bastian, cara bicaranya yang terlalu lembut, pujiannya yang terasa pribadi... hingga sentuhan tangan di punggung tangannya yang membuat Adelia sempat kaget dan salah tingkah.

Ia mencoba mengusir pikiran itu, berusaha berpikir positif. Mungkin Papa cuma kangen keluarga. Mungkin aku cuma salah paham.

Tapi perasaan tidak nyaman itu tetap ada, menempel seperti bayangan yang tak mau hilang.

Adelia duduk di sofa ruang tamu dengan segelas teh hangat di tangan, menatap kosong ke arah taman depan. Suara burung mulai mereda, digantikan suara mesin kendaraan dari kejauhan. Lalu, beberapa detik kemudian, terdengar suara khas gerbang besi dibuka dari luar.

Pak Sukir tampak dari jendela, melambaikan tangan. Dan sesaat setelah itu, suara mobil hitam memasuki halaman rumah.

Wajah Adelia langsung berubah. Hatinya hangat seketika. "Mas Lukas pulang..." gumamnya sambil buru-buru meletakkan gelas, lalu berdiri dan merapikan rambutnya di pantulan kaca. Ia mengecek dasternya-memastikan tampilannya rapi-kemudian berjalan cepat ke arah pintu.

Benar saja, Lukas Ivander baru saja keluar dari mobil. Jasnya sedikit kusut, dan wajahnya terlihat lelah. Ada sesuatu yang berbeda dari tatapan matanya sore itu. Bukan dingin seperti biasanya, tapi lebih... tegang. Seolah pikirannya masih terjebak di tempat lain.

Adelia segera menghampiri. "Sore, Mas! Kamu capek, ya? Mau minum dulu atau mandi dulu?" ucapnya lembut, mencoba menjaga nada suaranya tetap ceria. Tangannya dengan sigap membantu Lukas melepas jas dan menggantungkannya di lengannya sendiri.

Lukas tersenyum tipis, tapi senyum itu tidak seperti biasanya. Ia hanya mengangguk, lalu menunduk sedikit dan mengecup kening istrinya.

"Makasih, sayang!" katanya pelan.

Adelia menatapnya dengan senyum kecil. "Hari ini gimana? Meeting-nya lancar?"

"Lancar," jawab Lukas pendek sambil melangkah masuk ke rumah, merangkul bahu istrinya.

Tapi, langkahnya tampak berat. Di dalam pikirannya, bayangan wajah Intan Vadella muncul lagi-mantan kekasih yang tadi siang tiba-tiba datang ke kantornya, berpakaian mencolok dan bicara seolah masa lalu mereka tak pernah berakhir.

Lukas menutup matanya sejenak, mencoba menghapus bayangan itu. Ia tak mau membiarkan kenangan lama merusak kedamaian yang telah ia bangun bersama Adelia. Ia mencintai Adelia sepenuhnya. Tapi, kenangan masa lalu punya cara aneh untuk menyelinap di antara celah pikiran yang paling kuat sekalipun.

Adelia memperhatikan suaminya dari samping.

Ada hal yang mengganggunya. Lukas memang tipe pria tenang, tapi Adelia sudah cukup mengenalnya untuk tahu-kali ini ada sesuatu yang tidak ia ceritakan. Gerakan Lukas lebih kaku, ekspresinya sedikit kosong.

"Mas," panggil Adelia pelan, "Kamu kenapa, sih? Ada masalah di kantor?"

Lukas menatapnya sekilas, lalu menggeleng. "Nggak, aku cuma capek aja. Klien dari Tokyo tadi lumayan keras kepala."

Adelia mengangguk, meski ia tahu jawaban itu tidak sepenuhnya jujur. Ia lalu berjalan ke dapur, mengambilkan air putih dingin untuk Lukas. "Kalau gitu kamu istirahat dulu, ya! Aku siapkan air hangat buat kamu mandi. Setelah itu kita makan bareng."

Lukas duduk di sofa, melepas dasi dan membuka dua kancing atas kemejanya. Ia menatap istrinya yang berjalan ke arah dapur-gerakannya lembut, sederhana, tapi penuh perhatian.

Rasa bersalah tiba-tiba muncul di dada Lukas. Ia merasa kotor hanya karena membiarkan wajah Intan mampir di pikirannya.

"Del," panggilnya saat Adelia kembali membawa air.

"Makasih, ya. Kamu selalu tahu gimana bikin aku tenang."

Adelia tersenyum. "Tentu dong, itu kan udah tugas seorang istri."

Ia duduk di samping Lukas, jarak mereka dekat, tapi di antara mereka terasa ada sesuatu yang tak kasatmata-seolah ada rahasia kecil yang menghalangi ketulusan momen itu.

Setelah beberapa menit keheningan, Adelia akhirnya bicara lagi. "Mas, tadi pagi... Papa datang ke sini."

Lukas menoleh, sedikit heran. "Papa? Pagi-pagi banget?"

"Iya," jawab Adelia, berusaha terdengar santai.

"Katanya Papa butuh tempat tinggal baru. Di rumahnya terlalu banyak kenangan sama almarhumah Mama kamu, Mas."

Lukas mengangguk pelan. "Aku tahu. Belakangan Papa memang sering bilang begitu. Dia kesepian."

"Tapi..." Adelia menatap gelas di tangannya, ragu melanjutkan. "Papa juga bilang, kalau dia mau tinggal di sini. Bersama kita."

Lukas langsung terdiam. Pandangannya menajam.

"Tinggal di sini? Papa bilang gitu?"

Adelia mengangguk, menelan ludah. "Iya, aku udah bilang nanti aku bahas sama kamu dulu."

Lukas mengusap pelipisnya, berpikir keras. "Kalau Papa sampai datang sendiri ngomong kayak gitu, berarti dia serius. Tapi... rumah ini memang cukup besar. Aku cuma khawatir kamu nanti kurang nyaman."

Adelia tersenyum samar. "Selama Papa nggak keberatan aku sibuk di rumah, aku nggak masalah, Mas."

Namun, jauh di dalam hatinya, ia tidak sepenuhnya yakin dengan kata-katanya sendiri. Bayangan tangan Bastian yang menyentuh tangannya pagi tadi muncul lagi tanpa diundang.

Lukas menarik napas panjang. "Ya udah, nanti aku telepon Papa. Kita bicarakan baik-baik."

Adelia mengangguk pelan, mencoba menenangkan diri. Ia tahu Lukas tipe pria yang rasional, tapi entah kenapa kali ini ia takut. Takut kalau kehadiran Bastian di rumah mereka nanti justru akan membawa masalah yang tidak pernah ia bayangkan.

Malam mulai turun perlahan. Lampu ruang tamu menyala, dan aroma masakan Bik Vivi mulai memenuhi udara. Lukas bangkit untuk mandi, sementara Adelia menyiapkan meja makan.

Namun, saat Lukas sudah naik ke kamar, Adelia mendengar sesuatu dari luar-bunyi mesin mobil berhenti tepat di depan gerbang.

Ia menoleh, langkahnya refleks menuju jendela.

Di balik kaca, tampak mobil hitam berhenti perlahan... dan dari dalamnya keluar sosok Bastian Erlangga dengan kemeja santai dan sebuah koper besar di tangan.

Episodes
1 SATU
2 DUA
3 TIGA
4 EMPAT
5 LIMA
6 ENAM
7 TUJUH
8 DELAPAN
9 SEMBILAN
10 SEPULUH
11 SEBELAS
12 DUA BELAS
13 TIGA BELAS
14 EMPAT BELAS
15 LIMA BELAS
16 ENAM BELAS
17 TUJUH BELAS
18 DELAPAN BELAS
19 SEMBILAN BELAS
20 DUA PULUH
21 DUA PULUH SATU
22 DUA PULUH DUA
23 DUA PULUH TIGA
24 DUA PULUH EMPAT
25 DUA PULUH LIMA
26 DUA PULUH ENAM
27 DUA PULUH TUJUH
28 DUA PULUH DELAPAN
29 DUA PULUH SEMBILAN
30 TIGA PULUH
31 TIGA PULUH SATU
32 TIGA PULUH DUA
33 TIGA PULUH TIGA
34 TIGA PULUH EMPAT
35 TIGA PULUH LIMA
36 TIGA PULUH ENAM
37 TIGA PULUH TUJUH
38 TIGA PULUH DELAPAN
39 TIGA PULUH SEMBILAN
40 EMPAT PULUH
41 EMPAT PULUH SATU
42 EMPAT PULUH DUA
43 EMPAT PULUH TIGA
44 EMPAT PULUH EMPAT
45 EMPAT PULUH LIMA
46 EMPAT PULUH ENAM
47 EMPAT PULUH TUJUH
48 EMPAT PULUH DELAPAN
49 EMPAT PULUH SEMBILAN
50 AWAS ADA ADEGAN KIKUK
51 LIMA PULUH SATU
52 LIMA PULUH DUA
53 LIMA PULUH TIGA
54 LIMA PULUH EMPAT
55 LIMA PULUH LIMA
56 LIMA PULUH ENAM
57 LIMA PULUH TUJUH
58 LIMA PULUH DELAPAN
59 LIMA PULUH SEMBILAN
60 ENAM PULUH
61 ENAM PULUH SATU
62 ADA ADEGAN PANAZZZ
63 ENAM PULUH TIGA
64 ENAM PULUH EMPAT
65 ADEGAN LEBIH PANAS
66 TERJADINYA IKATAN KELAM*N
67 ENAM PULUH TUJUH
68 ENAM PULUH DELAPAN
69 ENAM PULUH SEMBILAN
70 TUJUH PULUH
71 TUJUH PULUH SATU
72 TUJUH PULUH DUA
73 AWAS KEMBALI ADEGAN PANAS
74 TUJUH PULUH EMPAT
75 TUJUH PULUH LIMA
76 TUJUH PULUH ENAM
77 TUJUH PULUH TUJUH
78 TUJUH PULUH DELAPAN
79 TUJUH PULUH SEMBILAN
80 DELAPAN PULUH
81 DELAPAN PULUH SATU
82 DELAPAN PULUH DUA
83 DELAPAN PULUH TIGA
84 DELAPAN PULUH EMPAT
85 DELAPAN PULUH LIMA
86 DELAPAN PULUH ENAM
87 DELAPAN PULUH TUJUH
88 DELAPAN PULUH DELAPAN
89 DELAPAN PULUH SEMBILAN
90 SEMBILAN PULUH
91 SEMBILAN PULUH SATU
92 SEMBILAN PULUH DUA
93 SEMBILAN PULUH TIGA
94 SEMBILAN PULUH EMPAT
95 SEMBILAN PULUH LIMA
96 SEMBILAN PULUH ENAM
97 SEMBILAN PULUH TUJUH
98 SEMBILAN PULUH DELAPAN
99 SEMBILAN PULUH SEMBILAN
100 SERATUS
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
187 187
188 188
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194
195 195
196 186
197 187
198 188
199 189
200 190
201 191
202 192
203 193
204 194
205 195
206 196
207 197
208 198
209 199
210 200
211 211
212 212
213 213
214 214
215 215
216 216
217 217
218 218
219 219
220 220
221 221
222 222
223 223
Episodes

Updated 223 Episodes

1
SATU
2
DUA
3
TIGA
4
EMPAT
5
LIMA
6
ENAM
7
TUJUH
8
DELAPAN
9
SEMBILAN
10
SEPULUH
11
SEBELAS
12
DUA BELAS
13
TIGA BELAS
14
EMPAT BELAS
15
LIMA BELAS
16
ENAM BELAS
17
TUJUH BELAS
18
DELAPAN BELAS
19
SEMBILAN BELAS
20
DUA PULUH
21
DUA PULUH SATU
22
DUA PULUH DUA
23
DUA PULUH TIGA
24
DUA PULUH EMPAT
25
DUA PULUH LIMA
26
DUA PULUH ENAM
27
DUA PULUH TUJUH
28
DUA PULUH DELAPAN
29
DUA PULUH SEMBILAN
30
TIGA PULUH
31
TIGA PULUH SATU
32
TIGA PULUH DUA
33
TIGA PULUH TIGA
34
TIGA PULUH EMPAT
35
TIGA PULUH LIMA
36
TIGA PULUH ENAM
37
TIGA PULUH TUJUH
38
TIGA PULUH DELAPAN
39
TIGA PULUH SEMBILAN
40
EMPAT PULUH
41
EMPAT PULUH SATU
42
EMPAT PULUH DUA
43
EMPAT PULUH TIGA
44
EMPAT PULUH EMPAT
45
EMPAT PULUH LIMA
46
EMPAT PULUH ENAM
47
EMPAT PULUH TUJUH
48
EMPAT PULUH DELAPAN
49
EMPAT PULUH SEMBILAN
50
AWAS ADA ADEGAN KIKUK
51
LIMA PULUH SATU
52
LIMA PULUH DUA
53
LIMA PULUH TIGA
54
LIMA PULUH EMPAT
55
LIMA PULUH LIMA
56
LIMA PULUH ENAM
57
LIMA PULUH TUJUH
58
LIMA PULUH DELAPAN
59
LIMA PULUH SEMBILAN
60
ENAM PULUH
61
ENAM PULUH SATU
62
ADA ADEGAN PANAZZZ
63
ENAM PULUH TIGA
64
ENAM PULUH EMPAT
65
ADEGAN LEBIH PANAS
66
TERJADINYA IKATAN KELAM*N
67
ENAM PULUH TUJUH
68
ENAM PULUH DELAPAN
69
ENAM PULUH SEMBILAN
70
TUJUH PULUH
71
TUJUH PULUH SATU
72
TUJUH PULUH DUA
73
AWAS KEMBALI ADEGAN PANAS
74
TUJUH PULUH EMPAT
75
TUJUH PULUH LIMA
76
TUJUH PULUH ENAM
77
TUJUH PULUH TUJUH
78
TUJUH PULUH DELAPAN
79
TUJUH PULUH SEMBILAN
80
DELAPAN PULUH
81
DELAPAN PULUH SATU
82
DELAPAN PULUH DUA
83
DELAPAN PULUH TIGA
84
DELAPAN PULUH EMPAT
85
DELAPAN PULUH LIMA
86
DELAPAN PULUH ENAM
87
DELAPAN PULUH TUJUH
88
DELAPAN PULUH DELAPAN
89
DELAPAN PULUH SEMBILAN
90
SEMBILAN PULUH
91
SEMBILAN PULUH SATU
92
SEMBILAN PULUH DUA
93
SEMBILAN PULUH TIGA
94
SEMBILAN PULUH EMPAT
95
SEMBILAN PULUH LIMA
96
SEMBILAN PULUH ENAM
97
SEMBILAN PULUH TUJUH
98
SEMBILAN PULUH DELAPAN
99
SEMBILAN PULUH SEMBILAN
100
SERATUS
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186
187
187
188
188
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194
195
195
196
186
197
187
198
188
199
189
200
190
201
191
202
192
203
193
204
194
205
195
206
196
207
197
208
198
209
199
210
200
211
211
212
212
213
213
214
214
215
215
216
216
217
217
218
218
219
219
220
220
221
221
222
222
223
223

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!