Arti dari Sahabat Sejati

Suasana kantin cukup ramai. Di satu meja, terlihat Bara dan Rega sedang duduk santai menikmati makan siang mereka. Rega terlihat sering mencuri pandang ke arah meja Naya yang tidak jauh dari situ.

"Bro, gue serius deh," kata Rega sambil menghela napas panjang, matanya tak lepas dari Naya. "Gue ngerasa Naya itu cocok banget sama gue. Cantik, kalem, satu angkatan pula. Kayaknya dia juga baik orangnya."

Bara hanya tersenyum tipis sambil membuka tutup air mineralnya. "Iya, kalau lo suka ya tembak aja, Ga. Gue dukung kok."

"Rencana sih mau nembak minggu depan pas ulang tahun dia." Sahut Rega bersemangat. "Doain ya Bro!" Lanjutnya.

“Sedetail itu?” Bara menatapnya heran. “Lo nembak atau bikin proposal nikah?”

Namun, semangat Rega seketika pudar saat melihat apa yang terjadi di hadapan mereka.

Naya yang sedang berbincang dengan teman-temannya, tiba-tiba berhenti bicara. Matanya tidak melihat ke arah Rega yang sedang memandangnya, melainkan menatap lurus ke arah Bara dengan tatapan yang sangat berbeda. Tatapan yang penuh harap dan binar cinta yang begitu jelas.

Bahkan saat Bara tertawa kecil mendengar cerita teman lainnya, Naya ikut tersenyum lebar seolah dia yang sedang diajak bicara.

Wajah Rega perlahan berubah pucat. Dia menurunkan pandangannya, menyadari kenyataan yang pahit.

"Ga..." panggil Bara menyadari perubahan wajah sahabatnya. "Lo kenapa?"

Rega tertawa kecil, tapi tawanya terdengar hambar dan penuh kekecewaan. Dia menggeleng pelan lalu menatap Bara.

“Nggak jadi, Bro…” gumam Rega pelan, pandangannya jatuh ke lantai.

“Hah? Maksud lo apa?” Bara langsung menoleh, keningnya berkerut.

“Gue nggak perlu nembak Naya minggu depan,” lanjut Arga pelan. Suaranya terdengar tegas, tapi ada yang patah di dalamnya.

Rega tertawa hambar. “Karena gue baru sadar… cewek yang gue taksir itu ternyata nggak pernah lihat gue sama sekali.”

Bara mengernyit bingung. “Maksud lo?”

“Dia liatnya lo, Bar… bukan gue,” ucap Rega pelan, tapi tegas.

Ia menghela napas panjang. “Dari tadi gue perhatiin. Selama lo di sini, matanya nggak pernah geser dari wajah lo.”

Senyumnya terbit tipis, nyaris dipaksakan. “Gue berdiri di sebelah lo aja… dia nggak sadar.”

Bara terkejut mendengarnya. Dia spontan menoleh ke arah Naya.

Mendadak tatapan mereka bertemu. Naya yang ketahuan mengintip langsung tersipu malu dan tersenyum manis ke arah Bara, seolah memberi kode.

Bara langsung membuang muka dengan wajah datar, tidak ada senyum sedikitpun.

“Gila ya…” gumam Bara pelan, lalu menatap sahabatnya. “Maaf ya, Ga.”

“Ngapain minta maaf? Bukan salah lo.” Rega menghela napas, berusaha terdengar santai.

Ia tersenyum tipis. “Ya udahlah… gue sadar diri. Posisi gue sama lo kan beda jauh.”

Tatapannya kosong sejenak. “Wajar kalau cewek secantik dia lebih milih lo---yang ganteng, ketua OSIS, kapten basket lagi”

Lalu rega terkekeh pelan, hambar. “Daripada gue… yang cuma penumpang kereta api.”

"Jangan gitu dong, lo juga ganteng kok," kata Bara mencoba menghibur.

" Yaelahhh, stop. Gue udah ikhlas kok," Rega mencoba tersenyum walau terpaksa. "Cuma ya... gue nggak nyangka bakal sejelas ini sih. Sakit juga bro, tapi ya udah lah."

Melihat Rega yang sudah pasrah, Bara pun mengambil keputusan. Dia tidak ingin sahabatnya sedih, dan dia juga tidak ingin memberi harapan palsu pada siapa pun.

Tiba-tiba Bara berdiri, membuat Rega kaget.

"Eh lo mau ke mana?"

Bara tidak menjawab, dia justru berjalan mendekati meja Naya. Jantung semua orang yang melihat berdegup kencang. Naya terlihat sangat senang dan salah tingkah menyambut kedatangan kakak kelas idamannya itu.

"Ka-Kak Bara..." sapa Naya lembut.

Bara berdiri tegap di hadapan mereka, wajahnya terlihat serius dan dingin.

"Naya," panggil Bara dengan suara tegas. "Boleh ngomong sebentar?"

"Iya Kak, boleh banget!" jawab Naya antusias.

“Saya cuma mau meluruskan satu hal di sini,” ucap Bara lantang, tapi tetap sopan—cukup agar Rega dan teman-temannya mendengar.

“Mungkin ada kesalahpahaman. Tapi… jangan sampai ada yang memberi atau menerima harapan yang salah.”

Naya terlihat bingung. “Maksud Kak Bara?”

Bara menatapnya tenang. “Rega, sahabat saya, dia orangnya baik dan serius sama kamu.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada lebih tegas.

“Tapi kalau ternyata kamu lebih tertarik ke saya… saya minta maaf.”

Tatapannya lurus, tanpa ragu. “Karena sampai saat ini, saya tidak memiliki perasaan apa pun ke kamu. Dan saya tidak bisa membalas perasaan itu.”

JLEB!

Wajah Naya langsung memerah padam karena malu dan kaget. Teman-temannya pun ikut terdiam.

"Jadi, tolong jangan melihat saya seperti itu lagi. Karena yang pantas dapat senyum kamu itu dia, bukan saya. Saya tidak tertarik," tegas Bara lagi tanpa ragu.

Setelah mengatakan itu semua, Bara pun berbalik badan dan kembali berjalan menuju tempat dimana Rega berdiri, dia meninggalkan Naya yang terpaku menahan malu.

Bara duduk kembali di hadapan Rega yang masih melongo tak percaya.

"Bro... lo..." Rega terlihat bingung antara sedih atau terharu.

"Udah gue bilang kan?" Bara menepuk bahu Rega kuat-kuat. "Gue nggak suka dia. Dan gue nggak mau sahabat gue sakit hati cuma karena hal kayak gini. Anggap aja urusan selesai, ya."

Rega tersenyum lebar kali ini, rasa kecewanya perlahan hilang digantikan rasa bangga punya sahabat seperti Bara.

“Makasih ya, Bar. Lo emang the best!”

Bara terkekeh kecil. “Santai aja, lebay.”

Di sudut lain, Zea yang menyaksikan seluruh kejadian itu dari awal sampai akhir ikut terpaku.

Kak Bara menolaknya... batin Zea tak percaya. Padahal Naya kan cantik dan populer... tapi Kak Bara bilang tidak tertarik?

Hati kecil Zea tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh. Ada rasa lega, tapi sekaligus makin penasaran dengan sosok kakak kelas yang satu itu.

Episodes
1 Kisah ini dimulai dari SMA
2 Sang Kapten basket
3 Arti dari Sahabat Sejati
4 Peluru Cinta yang Gagal Meledak
5 Saat pulang sekolah
6 Sentuhan Tak Sengaja yang Membuat Dunia Berhenti Berputar
7 Rasa Malu yang Membuat Jarak
8 Zea yang tiba-tiba suka menghilang
9 Pergi dan tak kembali
10 Jalan Hidup yang Berbeda
11 Bertemu kembali setelah beberapa tahun lamanya
12 Tiba-tiba jadi Asisten Pribadi bos
13 Masuk sarang Harimau
14 Lembur yang melelahkan jantung
15 Godaan Bos yang menyebalkan
16 TAWARAN YANG TAK BISA DITOLAK
17 Pengawasan sampai depan pintu
18 Cerita dibalik telpon
19 Bos sedang cemburu buta
20 Kamu milikku sejak dulu sampai sekarang
21 Dia beneran Idola sekolah dulu kan?
22 Panggilan Pertama
23 Makanan rasa cinta
24 Kabar duka yang menyedihkan
25 Menjadi pendengar setia untukmu
26 Kembali dengan kesedihan
27 Tiba-tiba datang membawa sebuah kotak
28 Kesempatan yang tidak akan terulang
29 Salah paham yang berujung bahagia
30 Rahasia yang manis
31 Saksi dari masa lalu
32 Hanya kamu pemilik hatiku
33 Mendapatkan Restu dari calon mertua
34 Kena Jebakan batman
35 Resmi menikahimu
36 Malam Pertama yang indah
37 Ujian pernikahan part 1
38 Sudah diluar batas
39 Meeting pembuka kasus
40 Dia Istriku!
41 Kasus Meli yang menyebalkan
42 Meledaknya emosi Zea
43 Nekat masuk kamar lewat balkon
44 Penebusan Bara
45 Demi Istri rela malu
46 Kerinduan yang memBARA
47 Kekuatan Istri yang sesungguhnya
48 Ketika tanda merah melekat jelas
49 Bertemu mantan
50 Niat antar pulang malah ditolak
51 Kejadian yang mengejutkan
52 Kekhawatiran seorang suami
53 Ketika masa lalu mengungkap
54 Zira yang suka Playing Victim
55 Pengganggu nelpon disaat yang tidak tepat
56 Betapa malunya disaat bermesraan di depan mertua
57 Ketukan pintu yang tidak diinginkan
58 Ternyata si penolong itu adalah kakak ipar
59 Istri Sejati seumur hidup
60 Dia Istriku, saat ini dan selamanya
61 Senjata makan tuan
62 Hanya wanita biasa berlagak sok
63 Monitoring Ular Berbisa
64 Lagi asyik nguping malah kenak jewer
65 Mengingatkan posisi
66 Kembali beraktifitas
67 Rencana Sarah membuat Bara Marah besar
68 Mulai menyebar racun
69 Menguak sifat asli sarah
70 Tujuan Sarah terbongkar
71 Saling menuduh
72 Kesedihan Zea
73 Mengantarkan kepergian
74 Kehilangan kedua orang tua
75 Penyesalan pasti datang dibelakang
76 Kabar kehamilan
77 Seperti Ratu
78 Tidak sabar menanti bayi lucu
79 THE END
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Kisah ini dimulai dari SMA
2
Sang Kapten basket
3
Arti dari Sahabat Sejati
4
Peluru Cinta yang Gagal Meledak
5
Saat pulang sekolah
6
Sentuhan Tak Sengaja yang Membuat Dunia Berhenti Berputar
7
Rasa Malu yang Membuat Jarak
8
Zea yang tiba-tiba suka menghilang
9
Pergi dan tak kembali
10
Jalan Hidup yang Berbeda
11
Bertemu kembali setelah beberapa tahun lamanya
12
Tiba-tiba jadi Asisten Pribadi bos
13
Masuk sarang Harimau
14
Lembur yang melelahkan jantung
15
Godaan Bos yang menyebalkan
16
TAWARAN YANG TAK BISA DITOLAK
17
Pengawasan sampai depan pintu
18
Cerita dibalik telpon
19
Bos sedang cemburu buta
20
Kamu milikku sejak dulu sampai sekarang
21
Dia beneran Idola sekolah dulu kan?
22
Panggilan Pertama
23
Makanan rasa cinta
24
Kabar duka yang menyedihkan
25
Menjadi pendengar setia untukmu
26
Kembali dengan kesedihan
27
Tiba-tiba datang membawa sebuah kotak
28
Kesempatan yang tidak akan terulang
29
Salah paham yang berujung bahagia
30
Rahasia yang manis
31
Saksi dari masa lalu
32
Hanya kamu pemilik hatiku
33
Mendapatkan Restu dari calon mertua
34
Kena Jebakan batman
35
Resmi menikahimu
36
Malam Pertama yang indah
37
Ujian pernikahan part 1
38
Sudah diluar batas
39
Meeting pembuka kasus
40
Dia Istriku!
41
Kasus Meli yang menyebalkan
42
Meledaknya emosi Zea
43
Nekat masuk kamar lewat balkon
44
Penebusan Bara
45
Demi Istri rela malu
46
Kerinduan yang memBARA
47
Kekuatan Istri yang sesungguhnya
48
Ketika tanda merah melekat jelas
49
Bertemu mantan
50
Niat antar pulang malah ditolak
51
Kejadian yang mengejutkan
52
Kekhawatiran seorang suami
53
Ketika masa lalu mengungkap
54
Zira yang suka Playing Victim
55
Pengganggu nelpon disaat yang tidak tepat
56
Betapa malunya disaat bermesraan di depan mertua
57
Ketukan pintu yang tidak diinginkan
58
Ternyata si penolong itu adalah kakak ipar
59
Istri Sejati seumur hidup
60
Dia Istriku, saat ini dan selamanya
61
Senjata makan tuan
62
Hanya wanita biasa berlagak sok
63
Monitoring Ular Berbisa
64
Lagi asyik nguping malah kenak jewer
65
Mengingatkan posisi
66
Kembali beraktifitas
67
Rencana Sarah membuat Bara Marah besar
68
Mulai menyebar racun
69
Menguak sifat asli sarah
70
Tujuan Sarah terbongkar
71
Saling menuduh
72
Kesedihan Zea
73
Mengantarkan kepergian
74
Kehilangan kedua orang tua
75
Penyesalan pasti datang dibelakang
76
Kabar kehamilan
77
Seperti Ratu
78
Tidak sabar menanti bayi lucu
79
THE END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!