BAB 2: KEDATANGAN DI PAVILIUN BUNGA

Setelah meninggalkan gang sempit yang penuh dengan aroma kematian, Mo Fei berjalan melangkah ringan menyusuri jalanan kota Chang An yang mulai sepi. Bayangannya yang panjang tertarik di atas jalan batu, bergerak selaras dengan cahaya bulan yang bersinar temaram.

Ia tidak terburu-buru. Bagi seorang ahli jarum, ketenangan adalah kunci segalanya. Hati yang goyah akan membuat sasaran meleset, dan satu milimeter kesalahan saja bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati.

"Tugas malam ini selesai," gumamnya pelan sambil membenarkan posisi ikat rambutnya. "Sekarang... waktunya mencari tempat istirahat yang nyaman."

Namun, baru saja ia hendak berbelok menuju penginapan kecil di sudut kota, tiba-tiba indranya yang tajam menangkap sesuatu.

Wusss!

Angin berubah arah. Tercium aroma wangi bunga yang sangat harum, namun bercampur dengan aura yang... tegang dan berbahaya.

Di kejauhan, dari arah Taman Kekaisaran, terlihat sekelompok orang berkuda dengan cepat. Di tengah barisan itu, terdapat sebuah kereta kencana yang ditarik oleh delapan ekor kuda putih. Pengawal-pengawal yang mengelilinginya mengenakan baju besi mengkilap dan membawa tombak panjang.

Itu adalah iring-iringan keluarga kerajaan.

Namun, mata tajam Mo Fei segera menyadari ada yang salah.

Di atap-atap rumah di sepanjang jalan, terlihat bayangan-bayangan hitam bergerak cepat seperti kelelawar. Mereka mengikuti iring-iringan itu dari atas, bersiap menerkam kapan saja.

"Ah... ternyata malam ini masih ada pekerjaan rumah lain ya," Mo Fei tersenyum lebar, matanya berbinar penuh semangat. "Seru nih!"

Tanpa berpikir dua kali, ia melompat. Tubuhnya melayang ringan, mendarat dengan sempurna di atas atap sebuah toko obat, lalu terus melompat dari satu bangunan ke bangunan lain, mengikuti iring-iringan kerajaan itu dari jarak aman.

 

Sementara itu, di dalam kereta kencana yang mewah itu, duduklah seorang gadis muda.

Wajahnya cantik jelita dengan kulit seputih salju, namun alisnya terkerut dan ekspresinya sangat kesal. Ia memainkan sebuah kipas sutra berwarna merah muda dengan kasar, sesekali menghentakkan kakinya ke lantai kereta.

Ia adalah Putri Lian Er, putri kesayangan Kaisar yang terkenal memiliki sifat keras kepala dan berani mati.

"Membosankan! Sungguh membosankan!" gerutunya dengan nada tinggi. "Hanya karena ada sedikit kabar bahaya, Ayah melarangku keluar bebas? Apa aku ini burung yang harus dikurung dalam sangkar emas?!"

"Tuanku... Mohon tenang," bisik dayang yang menemaninya dengan wajah pucat. "Ini demi keselamatan Putri. Belakangan ini banyak pendekar jahat yang berkeliaran mencari masalah."

"Ah, sudahlah! Kalau ada yang berani datang, suruh saja pengawal itu memenggal kepalanya!" seru Lian Er dengan angkuh. "Aku tidak percaya ada orang di dunia ini yang berani melawan kekuatan Kekaisaran!"

Baru saja kalimat itu keluar dari mulutnya...

SYUUUUUT!!!

Puluhan anak panah hitam tiba-tiba meluncur deras dari segala arah! Mereka datang dari atap rumah, dari balik pohon besar, menembus hujan ke arah kereta kencana dengan niat membunuh!

DUNG! DUNG! DUNG!

Suara benturan keras terdengar saat panah-panah itu menghantam pelindung kereta. Meskipun kereta itu terbuat dari kayu keras dan berlapis besi tipis, serangan sepadat itu lama-lama bisa jebol juga!

"Serangan!! Musuh menyerang!!" teriak salah satu pengawal.

"Lindungi Putri!! Benteng Pertahanan!!"

Para pengawal segera membentuk formasi melingkar, mengangkat perisai mereka. Namun, para penyerang itu bukan orang sembarangan. Mereka adalah pendekar-pendekar tingkat tinggi yang disewa untuk pembunuhan.

Dari atas atap, lima orang pria bertopeng melompat turun. Di tangan masing-masing, mereka membawa sabit berantai yang mematikan.

"Hahaha! Putri kecil yang manis... ayo ikut kami!" teriak salah satu penyerang dengan suara serak. "Kami akan membawamu ke tempat yang jauh lebih 'menyenangkan'!"

Lian Er terkejut hingga wajahnya pucat. Ia baru sadar, bahaya itu nyata. Ia mundur ke sudut kereta, tubuhnya gemetar bukan main. Keberaniannya tadi lenyap seketika melihat darah mulai tumpah di luar sana.

Para pengawal satu per satu robohur tertusuk senjata musuh. Situasi semakin genting.

"Ini... ini kiamat ya?" bisik Lian Er dengan air mata berlinang. "Apa aku harus mati di sini?"

 

Tepat saat seorang penyerang besar mengayunkan sabitnya untuk menghancurkan atap kereta...

Ting!

Suara halus terdengar lagi.

Pria itu tiba-tiba berhenti bergerak. Sabitnya terlepas dari tangan, dan ia roboh tersungkur ke tanah dengan mata terbelalak. Tepat di lehernya, tertancap satu jarum emas yang sangat kecil.

"Hah? Ada apa dengan Boss?" tanya anak buahnya bingung.

Belum sempat mereka memproses apa yang terjadi, suara ting-ting-ting terdengar lagi bertubi-tubi, lebih cepat dari kedipan mata.

Satu per satu para penyerang itu roboh tanpa suara. Dalam hitungan detik, lima orang pembunuh yang tadi terlihat begitu garang dan menakutkan, kini sudah tergeletak tak bernyawa di jalanan.

Semua terjadi begitu cepat hingga para pengawal yang tersisa hanya bisa melongo tak percaya.

"Siapa... siapa yang melakukan ini?!" seru kepala pengawal dengan panik.

Dari atas atap rumah tertinggi, turunlah sebuah sosok berbaju putih. Ia melayang turun perlahan seperti kepingan salju, mendarat dengan anggun tepat di tengah jalan, di antara puing-puing pertarungan.

Itu adalah Mo Fei.

Ia masih tersenyum santai, tangannya kembali dimasukkan ke dalam lengan baju. Ia melangkah mendekati kereta kencana yang rusak sebagian.

"Waduh... waduh... ramai sekali ya," ucap Mo Fei dengan nada bercanda. "Maaf ya aku baru datang. Tadi sempat mampir makan bakpao dulu di jalan. Hehe."

Kepala pengawal segera menghunus pedang dan menodongkannya ke arah Mo Fei. "Kau! Kau siapa?! Apa kau kaki tangan mereka?!"

Mo Fei mengangkat kedua tangannya tanda menyerah, senyumnya tak pernah hilang. "Aduh, jangan marah-marah dong, Om. Kalau aku musuh, kalian semua pasti sudah jadi mayat dari tadi lho."

Ia lalu menoleh ke arah jendela kereta yang terbuka. Di sana, terlihat wajah cantik Lian Er yang masih ketakutan, namun kini juga bercampur rasa penasaran.

Mata mereka bertemu.

"Nah, Nona Putri," sapa Mo Fei dengan ramah. "Malam-malam begini bahaya lho jalan-jalan sendirian. Untung ada 'Pangeran Penolong' lewat sini. Kalau tidak... hmm, mungkin Nona sudah jadi hidangan malam para hantu."

Lian Er menatap pemuda aneh itu. Tampan, tapi tingkahnya lucu dan santai sekali padahal baru saja membunuh banyak orang.

"Kau... kau yang membunuh mereka semua?" tanya Lian Er dengan suara pelan.

"Ya, sayalah yang melakukannya," jawab Mo Fei bangga. "Dengan ini... Nona Putri berhutang nyawa padaku lho. Gimana? Mau kasih hadiah apa buat pahlawanmu ini?"

Lian Er tiba-tiba mendengus kesal, menyembunyikan rasa takutnya dengan sikap angkuh. "Hah! Pahlawan apanya?! Cuma pakai trik curi-curi! Kalau berani lawan satu lawan satu pakai pedang yang gagah! Jangan pakai benda-benda kecil yang tidak jelas itu!"

Mo Fei tertawa keras mendengar jawaban itu. "Hahaha! Dasar gadis kecil yang tidak tahu terima kasih! Baiklah, terserah kamu mau bilang apa. Yang penting nyawamu selamat kan?"

Ia lalu menatap langit, wajahnya sedikit berubah lebih serius.

"Tapi ingat ya, Putri. Musuhmu bukan cuma mereka tadi. Bau darah yang kuat sudah tercium ke mana-mana. Mulai malam ini... duniamu tidak akan pernah sama lagi."

Tiba-tiba, dari arah hutan di luar kota, terdengar suara terompet panjang yang menusuk telinga. Suara itu bergema mengerikan, seolah memanggil seluruh kekuatan jahat untuk berkumpul di Chang An.

Wajah Mo Fei menjadi sungguh-sungguh.

"Permainan baru saja dimulai..." bisiknya.

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.

2026-05-05

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: JARUM YANG BERNYANYI DI MALAM HARI
2 BAB 2: KEDATANGAN DI PAVILIUN BUNGA
3 BAB 3: JARUM YANG TAK TERLIHAT
4 BAB 4: GADA RAKSASA VS JARUM TIPIS
5 BAB 5: RAHASIA LEMBAH NAGA TIDUR
6 BAB 6: PENDEKAR KIPAS PERAK
7 BAB 7: KERIBUTAN DI PASAR MALAM
8 BAB 8: PELAJARAN UNTUK SI SOMBONG
9 BAB 9: JARING RACUN DAN CAHAYA EMAS
10 BAB 10: PESTA PARA RAJA PEDANG
11 BAB 11: PERTARUNGAN DI ATAS AWAN
12 BAB 12: KEKAGUMAN DAN CEMBURU
13 BAB 13: JEJAK MISTERIUS DI PENGINAPAN
14 BAB 14: MATA BATIN YANG MELIHAT SEGALANYA
15 BAB 15: RAHASIA DI BALIK TOPENG
16 BAB 16: KUIL TERTINGGAL DAN JURUS PALING RAHASIA
17 BAB 17: KEBENARAN YANG MENYAKITKAN
18 BAB 18: HUJAN DAN KEPUTUSAN YANG BERAT
19 BAB 19: PERJALANAN MENUJU PUSARAN BADAI
20 BAB 20: PENGUASA BARU DAN PERTARUNGAN TERAKHIR
21 BAB 21: PERTARUNGAN YANG MENGHANCURKAN
22 BAB 22: WUJUD IBLIS DAN KEKUATAN YANG TAK TERDUGA
23 BAB 23: PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
24 BAB 24: RAHASIA DI BALIK SEGALANYA
25 BAB 25: JEJAK YANG HILANG DAN TEMPAT PERLINDUNGAN
26 BAB 26: JEJAK DI TANAH TERLARANG
27 BAB 27: BISIKAN DALAM KABUT
28 BAB 28: PINTU YANG TERKUNCI RAPAT
29 BAB 29: KISAH DUA JIWA YANG TERPISAH
30 BAB 30: KEKUATAN BARU DAN JALAN BARU
31 BAB 31: GEMPA DI LEMBAH BELA DIRI
32 BAB 32: NAMA YANG MENGGUNCANG DUNIA
33 BAB 33: MALAM PENUH RAHASIA DAN BAHAYA
34 BAB 34: PERTARUNGAN PENENTUAN NASIB
35 BAB 35: ANGIN PERUBAHAN DAN RAHASIA BARU
36 BAB 36: PERJALANAN MENUJU PUSARAN BADAI
37 BAB 37: KOTA NAGA TIDUR YANG MEMATIKAN
38 BAB 38: PANGERAN KELIMA DAN PERMAINAN MENTAL
39 BAB 39: PERTARUNGAN DUA KEKUATAN BESAR
40 BAB 40: TANTANGAN DI GERBANG ISTANA
41 BAB 41: PERTARUNGAN DUA MONSTER KEKUATAN
42 BAB 42: DALAM HANTUAN ISTANA SURGA GELAP
43 BAB 43: DI BALIK PINTU RAKSASA
44 BAB 44: PERTARUNGAN DUA KEKUATAN MUTLAK
45 BAB 45: AKHIR DARI KEKUASAAN KEGELAPAN
46 BAB 46: DUNIA YANG JAUH LEBIH LUAS
47 BAB 47: JANTUNG DUNIA, BENUA TENGAH
48 BAB 48: TINGKATAN DUNIA PERSILATAN
49 BAB 49: PEMBUKTIAN DI HALAMAN SERIBU PEDANG
50 BAB 50: GUA CAHAYA PURBA DAN RAHASIA TINGKAT TINGGI
51 BAB 51: DATARAN LANGIT DAN PARA JENIUS DUNIA
52 BAB 52: GONG PERTAMA DAN KEKUATAN BARU
53 BAB 53: PERTEMUAN DENGAN PARA JENIUS
54 BAB 54: PERTEMPURAN HIDUP MATI DI DATARAN LANGIT
55 BAB 55: LEGENDA BARU DAN WARISAN LANGIT
56 BAB 56: MENEROBOS KABUT HITAM
57 BAB 57: HUTAN JIWA HILANG DAN UJIAN BATIN
58 BAB 58: GURUN PASIR NERAKA DAN PANAS YANG MEMBAKAR JIWA
59 BAB 59: PEGUNUNGAN KEMATIAN DAN PINTU GERBANG TERAKHIR
60 BAB 60: RAHASIA MASA LALU DAN PERSIAPAN TERAKHIR
61 BAB 61: GERBANG TERBUKA DAN ISTANA KEGELAPAN
62 BAB 62: RUANG SINGGASANA DAN PERTEMUAN TERAKHIR
63 BAB 63: PERTARUNGAN DUA CAHAYA — AWAL DARI SEGALANYA
64 BAB 64: INTI KEKUATAN DAN PERBEDAAN JALAN
65 BAB 65: PUNCAK KEKUATAN — DUA CAHAYA MENYATU DAN BERBEDA
66 BAB 66: SISA-SISA CAHAYA DAN JEJAK YANG BELUM USAI
67 BAB 67: PERSIAPAN MENEMPUH SAMUDERA DAN WARISAN LELUHUR
68 BAB 68: DI TENGAH SAMUDERA DAN PULAU TANPA NAMA
69 BAB 69: LAUTAN KABUT ABADI DAN PENJAGA LAMA
70 BAB 70: GERBANG DUNIA DAN PENJAGA BATU YANG ABADI
71 BAB 71: JALAN MENUJU PUNCAK ASAL MULA
72 BAB 72: ISTANA CAHAYA DAN SUMBER SEGALANYA
73 BAB 73: KEMBALI KE GERBANG DUNIA
74 BAB 74: SAMUDERA CAHAYA DAN PERTANDA PERTEMUAN
75 BAB 75: KEMBALI KE TANAH AIR YANG BERSINAR
76 BAB 76: DEWAN DUA BELAS NEGERI DAN PANGGILAN DUNIA
77 BAB 77: OMBAK KABUT DI UJUNG DUNIA
78 BAB 78: DI BALIK GERBANG BATU ABADI
79 Bab 79: Ujian di Balik Pemandangan Palsu
80 Bab 80: Harga Sebuah Pengorbanan
81 Bab 81 – 99: Jejak Cahaya yang Tertinggal + bab 100
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1: JARUM YANG BERNYANYI DI MALAM HARI
2
BAB 2: KEDATANGAN DI PAVILIUN BUNGA
3
BAB 3: JARUM YANG TAK TERLIHAT
4
BAB 4: GADA RAKSASA VS JARUM TIPIS
5
BAB 5: RAHASIA LEMBAH NAGA TIDUR
6
BAB 6: PENDEKAR KIPAS PERAK
7
BAB 7: KERIBUTAN DI PASAR MALAM
8
BAB 8: PELAJARAN UNTUK SI SOMBONG
9
BAB 9: JARING RACUN DAN CAHAYA EMAS
10
BAB 10: PESTA PARA RAJA PEDANG
11
BAB 11: PERTARUNGAN DI ATAS AWAN
12
BAB 12: KEKAGUMAN DAN CEMBURU
13
BAB 13: JEJAK MISTERIUS DI PENGINAPAN
14
BAB 14: MATA BATIN YANG MELIHAT SEGALANYA
15
BAB 15: RAHASIA DI BALIK TOPENG
16
BAB 16: KUIL TERTINGGAL DAN JURUS PALING RAHASIA
17
BAB 17: KEBENARAN YANG MENYAKITKAN
18
BAB 18: HUJAN DAN KEPUTUSAN YANG BERAT
19
BAB 19: PERJALANAN MENUJU PUSARAN BADAI
20
BAB 20: PENGUASA BARU DAN PERTARUNGAN TERAKHIR
21
BAB 21: PERTARUNGAN YANG MENGHANCURKAN
22
BAB 22: WUJUD IBLIS DAN KEKUATAN YANG TAK TERDUGA
23
BAB 23: PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
24
BAB 24: RAHASIA DI BALIK SEGALANYA
25
BAB 25: JEJAK YANG HILANG DAN TEMPAT PERLINDUNGAN
26
BAB 26: JEJAK DI TANAH TERLARANG
27
BAB 27: BISIKAN DALAM KABUT
28
BAB 28: PINTU YANG TERKUNCI RAPAT
29
BAB 29: KISAH DUA JIWA YANG TERPISAH
30
BAB 30: KEKUATAN BARU DAN JALAN BARU
31
BAB 31: GEMPA DI LEMBAH BELA DIRI
32
BAB 32: NAMA YANG MENGGUNCANG DUNIA
33
BAB 33: MALAM PENUH RAHASIA DAN BAHAYA
34
BAB 34: PERTARUNGAN PENENTUAN NASIB
35
BAB 35: ANGIN PERUBAHAN DAN RAHASIA BARU
36
BAB 36: PERJALANAN MENUJU PUSARAN BADAI
37
BAB 37: KOTA NAGA TIDUR YANG MEMATIKAN
38
BAB 38: PANGERAN KELIMA DAN PERMAINAN MENTAL
39
BAB 39: PERTARUNGAN DUA KEKUATAN BESAR
40
BAB 40: TANTANGAN DI GERBANG ISTANA
41
BAB 41: PERTARUNGAN DUA MONSTER KEKUATAN
42
BAB 42: DALAM HANTUAN ISTANA SURGA GELAP
43
BAB 43: DI BALIK PINTU RAKSASA
44
BAB 44: PERTARUNGAN DUA KEKUATAN MUTLAK
45
BAB 45: AKHIR DARI KEKUASAAN KEGELAPAN
46
BAB 46: DUNIA YANG JAUH LEBIH LUAS
47
BAB 47: JANTUNG DUNIA, BENUA TENGAH
48
BAB 48: TINGKATAN DUNIA PERSILATAN
49
BAB 49: PEMBUKTIAN DI HALAMAN SERIBU PEDANG
50
BAB 50: GUA CAHAYA PURBA DAN RAHASIA TINGKAT TINGGI
51
BAB 51: DATARAN LANGIT DAN PARA JENIUS DUNIA
52
BAB 52: GONG PERTAMA DAN KEKUATAN BARU
53
BAB 53: PERTEMUAN DENGAN PARA JENIUS
54
BAB 54: PERTEMPURAN HIDUP MATI DI DATARAN LANGIT
55
BAB 55: LEGENDA BARU DAN WARISAN LANGIT
56
BAB 56: MENEROBOS KABUT HITAM
57
BAB 57: HUTAN JIWA HILANG DAN UJIAN BATIN
58
BAB 58: GURUN PASIR NERAKA DAN PANAS YANG MEMBAKAR JIWA
59
BAB 59: PEGUNUNGAN KEMATIAN DAN PINTU GERBANG TERAKHIR
60
BAB 60: RAHASIA MASA LALU DAN PERSIAPAN TERAKHIR
61
BAB 61: GERBANG TERBUKA DAN ISTANA KEGELAPAN
62
BAB 62: RUANG SINGGASANA DAN PERTEMUAN TERAKHIR
63
BAB 63: PERTARUNGAN DUA CAHAYA — AWAL DARI SEGALANYA
64
BAB 64: INTI KEKUATAN DAN PERBEDAAN JALAN
65
BAB 65: PUNCAK KEKUATAN — DUA CAHAYA MENYATU DAN BERBEDA
66
BAB 66: SISA-SISA CAHAYA DAN JEJAK YANG BELUM USAI
67
BAB 67: PERSIAPAN MENEMPUH SAMUDERA DAN WARISAN LELUHUR
68
BAB 68: DI TENGAH SAMUDERA DAN PULAU TANPA NAMA
69
BAB 69: LAUTAN KABUT ABADI DAN PENJAGA LAMA
70
BAB 70: GERBANG DUNIA DAN PENJAGA BATU YANG ABADI
71
BAB 71: JALAN MENUJU PUNCAK ASAL MULA
72
BAB 72: ISTANA CAHAYA DAN SUMBER SEGALANYA
73
BAB 73: KEMBALI KE GERBANG DUNIA
74
BAB 74: SAMUDERA CAHAYA DAN PERTANDA PERTEMUAN
75
BAB 75: KEMBALI KE TANAH AIR YANG BERSINAR
76
BAB 76: DEWAN DUA BELAS NEGERI DAN PANGGILAN DUNIA
77
BAB 77: OMBAK KABUT DI UJUNG DUNIA
78
BAB 78: DI BALIK GERBANG BATU ABADI
79
Bab 79: Ujian di Balik Pemandangan Palsu
80
Bab 80: Harga Sebuah Pengorbanan
81
Bab 81 – 99: Jejak Cahaya yang Tertinggal + bab 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!