Keesokan harinya, saat matahari baru saja terbit dari timur, Zhang Tiangxia sudah duduk di meja makan bersama keluarganya.
"Ibu, Ayah." Dia meletakkan dua buah roh di atas meja. "Makanlah ini."
Su Wanyue menatap buah biru kemerahan itu dengan ekspresi heran. "Ini apa, Nak?"
"Ini buah roh. Aku menemukannya di belakang gunung Tuanling tadi malam." Zhang Tiangxia menjawab tenang. "Tapi jangan beritahu siapapun. Masing-masing makanlah satu buah, setelah ini ibu pasti akan menerobos ke alam pembuka Meridian."
Zhang Zhenfeng yang sedang duduk di seberangnya langsung mengerutkan dahi. "Zhang kecil, gunung Tuanling berbahaya. Kamu pergi ke sana? Dalam kondisi seperti ini?"
"Aku hanya di area luar, Ayah. Tidak jauh."
Kedua orang tuanya saling berpandangan. Di wajah Su Wanyue ada kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan. Tangannya mencengkram erat lengan kursi.
"Kamu baru saja siuman tiga hari yang lalu," ucap Su Wanyue dengan suara bergetar. "Dan kamu sudah pergi ke gunung sendirian tengah malam. Kamu ini, atau mau bikin ibu cepat tua?"
"Maaf, Ibu." Zhang Tiangxia menunduk sedikit. "Tapi aku baik-baik saja."
Zhang Zhenfeng mengambil buah itu dan mengamatinya. Matanya langsung melebar. Sebagai kultivator yang pernah menginjakan kaki di ranah pembuka meridian, dia bisa merasakan energi murni yang terkandung di dalamnya yang melimpah. "Ini benar buah roh. Nilainya tidak murah, satu buah mungkin bisa seharga enam puluh hingga tujuh puluh ribu." Dia menatap anaknya. "Kamu yakin mendapatkan ini di area luar gunung Tuanling?"
Jelas Zhang Zhenfeng tidak percaya pada anaknya.
"Ayah dan ibu tidak perlu khawatir," Sebagai jawaban, Zhang Tiangxia mengedarkan Qi di dalam tubuhnya lalu membiarkan sedikit fluktuasi keluar dari tubuhnya.
Zhang Zhenfeng langsung berdiri. "Kamu bisa berlatih lagi?"
"Iyah," angguk Zhang Tiangxia "Aku bisa berlatih lagi, tapi tolong jangan sampai hal ini di ketahui oleh orang lain di keluarga, setidaknya untuk saat ini jangan dulu." Zhang Tiangxia berkata den…
The God Ashura
Balai Perdagangan Yuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments
syarif ibrahim
baru usia 7 tahun ( kelas 1 SD) kok nggak ada yg curiga, bocah segede itu keliaran tanpa orang yg lebih tua.... 🤔😱🙏
2026-05-17
0
Ibad Moulay
Cincin Raja Neraka
2026-05-20
1