Bab 56

Dalam permainan cinta semuanya sah-sah saja. Jujur saja rasa sakitnya akibat perselingkuhan Dika masih ada. Tapi tetap saja walau bagaimanapun, dirinya tidak boleh terlihat lemah.

Gabriella tersenyum menatap kerutan di kening Sion.

Pemuda yang selalu menggunakan kacamata, pakaiannya selalu resmi terkesan kaku. Walaupun baru belajar, tapi berbagai buku tutorial menjadi pacar yang sempurna membuatnya terlihat manis dan kikuk.

"Jadi bagaimana...mau ke spa?" Pertanyaannya penuh senyuman.

"Tidak bisa, ada beberapa luka di tubuh nona... maksudku sayang yang tidak boleh terkena air." Sion kembali menyuapi Gabriella dengan anggur.

Gadis sengaja, benar-benar dengan sengaja menempelkan bibirnya pada jemari tangan Sion, kala menyuapinya. Ingin melihat bagaimana reaksi orang ini.

Tapi sialnya pemuda itu mengalihkan pandangannya. Dari telinganya yang merah, terlihat Sion tengah malu-malu.

"Gabriella, aku adalah teman baikmu. Kita biasa ke salon dan berbelanja bersama kamu lupa?" Kembali Saskia ingin memanfaatkannya.

Mumpung wanita ini hilang ingatan, manfaatkan dulu sebelum membuatnya sakit hati karena merebut Dika sepenuhnya.

"Bisa bahasa manusia? Pacarku sudah bilang, kalau aku hilang ingatan, pacarmu juga pasti sudah bilang hal yang sama. Jika ingin ke salon, sebaiknya pergi sendiri, gunakan uang sendiri. Kenapa harus terus membujukku?" Benar-benar sebuah jawaban elegan dan tenang.

"Kamu ingin citramu buruk di depan Dika?" Saskia berusaha keras untuk tersenyum.

"Lagi lagi mengatakan hal itu. Apa kamu tidak bosan? Orang bernama Dika adalah pacarmu. Untuk apa aku harus menjaga Citra di depannya. Toh di hadapan pacarku saja aku tidak menjaga citra. Iya kan... sayang...?" Gabriela berucap pelan.

"Iya...nona dapat bersikap apa adanya." Sion berucap lagi-lagi menyuapi Gabriella dengan potongan buah.

"Aku pergi! Jangan menyesal saat ingatanmu kembali lagi!" Kalimat yang diucapkan Saskia penuh ketegasan.

Kuntilanak itu pada akhirnya pergi, membuat Gabriella mengangkat salah satu alisnya. Jemari tangannya mengepal, sebuah dendam yang tersimpan. Sahabat karibnya dari kecil, malah merebut tunangannya.

"Tentang ke Spa, nona... maksudku sayang belum boleh melakukannya. Aku sudah berbicara dengan dokter, ada beberapa luka gores yang tidak boleh sama sekali terkena air." Pemuda yang meraih sebotol orange juice, kemudian membukanya dan meletakkan sedotan, barulah menyuapi Gabriella.

Entah kenapa, ini terasa sedikit lebih menyenangkan. Daripada mengejar seseorang yang tidak pernah mencintaimu.

"Baik... tapi itu artinya kamu harus selalu membantuku membersihkan diri." Wanita yang tersenyum menggoda.

Sion menghela nafasnya, orang ini hilang ingatan. Benar-benar hilang ingatan, jika tidak seperti itu bagaimana dapat meminta hal yang begitu memalukan.

"Aku akan membantumu... sayang..." Sion tersenyum, benar-benar tersenyum. Menelan ludahnya, mengingat semua suruhan Dika. Sama sekali tidak boleh menyentuh wanita ini. Hanya boleh berpura-pura menjadi pacarnya. Melaksanakan tugas dengan sempurna, seorang kekasih yang sempurna...

Itulah Sion sosok yang sejatinya begitu perfeksionis.

\*

Sementara di luar ruang rawat, sang kuntilanak berjalan. Maksudnya Saskia berjalan, menghentakkan kakinya beberapa kali menahan amarah.

"Wanita sialan! Seharusnya jika sudah hilang ingatan lebih mudah dimanfaatkan. Ini malah berubah menjadi menyebalkan." Geramnya begitu kesal.

Handphone miliknya tiba-tiba berbunyi, dengan nama pemanggil Dika.

Dirinya dengan cepat mengatur suara, dari mulai iblis bengis menjadi bunga peony mendayu-dayu.

Air matanya mengalir bagaikan iklan pipa yang dapat mengalir hingga jauh."Dika..." ucapnya begitu lirih, melakukan video call.

"Saskia kamu kenapa?" tanya Dika dari seberang seberang sana.

Saskia menghapus air matanya bagaikan berusaha tegar. Dirinya kemudian terucap lirih."Ini bukan kesalahan Gabriella, benar-benar bukan karena kesalahannya. Ini karena aku hanya anak dari seorang manajer rendahan di perusahaan keluarganya."

Air mata yang mengalir menggetarkan jiwa siapapun untuk menghapusnya. Wajahnya yang memelas bagaikan pengemis, menggetarkan hati untuk menggamparnya. Isakannya yang begitu halus, membuat ingin menjadikannya sebagai tepung bahan mie cepat saji.

"Apa ini perbuatan Gabriela lagi?" tanya Dika dengan raut wajah arogannya.

"Ini bukan kesalahan Gabriella, ini adalah kesalahanku. Aku hanya seorang anak manajer, tapi berusaha menjadi teman dari seorang nona muda. A...aku..." Zaskia bagaikan tidak dapat melanjutkan kata-katanya.

Hatinya bagaikan serapuh kaca, cintanya bagaikan sebesar gunung Everest, tutur katanya begitu baik dan lembut Seperti awan. Cintanya begitu mewah seperti caviar. Membuat betapa busuknya caviar kadaluarsa, ingin muntah.

"Aku akan bicara pada Gabriella. Dia tidak bisa menindasmu terus seperti ini." Dika mematikan panggilannya sepihak.

Sementara Saskia terlihat tersenyum puas, lihat siapa yang akan menang, dirinya akan membalikkan situasi. Menjadi Nona muda sesungguhnya.

"Siapa suruh menjadi begitu bodoh. Kampungan..." kalimat penuh senyuman dari Saskia menghapus air matanya sendiri. Merasa sudah puas akan menyulut lebih banyak pertengkaran antara Dika dan Gabriella lagi.

\*

Dirinya sejatinya tidak mengalami begitu banyak luka. Hanya sedikit luka di bagian kepala, dan beberapa luka gores akibat pecahan kaca.

Gabriela berasal dari keluarga konglomerat, begitu pula dengan Dika. Mereka dijodohkan dari kecil, tapi baru bertemu setelah remaja.

Bertahun-tahun dirinya mengejar cinta Dika, melakukan semua hal untuknya. Dimulai dari belajar balet, belajar bermain piano, melakukan apa saja yang bersifat feminim.

Tapi Dika begitu dingin, suhunya mungkin mengalahkan suhu kulkas mode maksimal.

"Aku mau kue kiwi." Gabriella mulai bermanja-manja lagi.

"Baik akan saya belikan..." Ucap pemuda itu tersenyum begitu hangat.

Tiba-tiba telepon Sion kembali berbunyi, dengan nama pemanggil Dika. Sudah pasti Saskia mengadu, Gabriela mengangkat salah satu alisnya.

"Nona... maksudku sayang, aku harus mengangkat telepon dulu." Kalimat yang diucapkan oleh Sion.

"Angkatlah..." Gabriella tersenyum dengan nada menggoda.

Tapi tentu saja dirinya akan mendengarkan semua pembicaraan mereka. Begitu Sion keluar, dirinya mengikuti. Mengetahui pemuda itu akan selalu berhati-hati dalam segala hal. Sudah pasti akan mengangkat telepon di tempat yang paling sunyi.

Dirinya diam-diam melangkah masih mengenakan baju pasien. Tapi infus memang sudah dicabut, karena sore ini dirinya akan pulang.

Mengikuti langkah Sion. Benar saja, tangga darurat menjadi tempatnya bicara.

Gabriela menelan ludah sedikit mengintip. Sion merupakan orang yang perfeksionis, sudah pasti tidak akan membiarkan orang lain menguping.

"Selamat sore...tuan muda..." Itulah yang diucapkannya kala mengangkat panggilan

"Sion! Apa yang kamu lakukan!? Kenapa kamu membiarkan Gabriela menindas Saskia!?" Suara bentakan dari seberang sana yang cukup kencang, membuat suara Dika sedikit terdengar. Walaupun tidak menggunakan mode loud speaker.

Wah! benar-benar buaya mangap-mangap, yang berani menindas Sion. Butler super sempurna impiannya.

"Menurut pandangan saya, Nona Gabriela tidak melakukannya. Tapi nona Saskia lah yang tiba-tiba datang memintanya untuk pergi bersama. Tuan tahu bukan, jika nona Gabriela kehilangan ingatan. Karena itu, nona Gabriela menolak untuk pergi bersama nona Saskia yang masih terasa asing." Itulah yang diucapkan oleh Sion pelan.

"Kamu tahu bukan!? Jika bukan karena beasiswa prestasi yang diberikan oleh ayahku, kamu tidak akan lulus kuliah! Semua ini adalah salah Gabriella, dia terlalu arogan mengerti!? Kamu tidak boleh punya pendapat sendiri!" Suara bentakan seseorang dari seberang sana.

"Mengerti..." Raut wajah Sion berubah, tatapan matanya begitu tajam mengepalkan tangannya seperti menahan rasa kesal.

"Kamu harus tetap membela Saskia dalam segala situasi." Tegas Dika dari seberang sana.

Sion menghela nafas, seperti menahan kekesalannya.

"Baik tuan, tapi saat ini status saya adalah kekasih Nona Gabriella? Jika saya membela Nona Saskia, bukankah Nona Gabriela akan curiga? Saya sudah membacanya di buku tentang kekasih ideal, tepat pada halaman 56, sebagai kekasih yang baik harus mengutamakan pasangan."

"Terserah padamu saja! Yang penting jangan sampai ketahuan, hingga ingatan Gabriella kembali."

"Baik... tuan..."

Sion menyeringai, melonggarkan dasinya, bagaikan tatapan penuh obsesi.

Terpopuler

Comments

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

Sion... Sion... sampe segitunya kau hapalin 🤣🤣🤣

wahhh... lama lama Sion bisa obsesi sama gabbi. ayo gebbi jangan mau dikadalin sama kadal buntung. dia selingkuh kau nikahin butler nya si sion
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk..

2026-05-14

1

Indar

Indar

Saskia cocok sama Dika sama2 menyebalkan 😠😠 dan harus dilemparkan ketengah laut biar dimakan sama ikan hiu 🦈

2026-05-11

2

Miss Typo

Miss Typo

dah lah kpn pasangan unik ini bersatu beneran, bukan pacar pura2. gak sabar nunggu si tukang selingkuh itu me nye sal

2026-05-12

1

lihat semua
Episodes
1 Pacar Palsu
2 Kacau
3 Dilema
4 Bab 56
5 Berubah Sikap
6 Wajah Bad Boy
7 Tersayang
8 Selingkuh Terang-Terangan
9 Memperkenalkan Selingkuhan
10 Menggoda Pacar Palsu
11 Sindiran
12 Giveaway
13 Buatku Ya?
14 Tikus Besar
15 Kewajiban Pacar
16 Perselingkuhan
17 Profesional
18 Pengkhianat
19 Wajah Asli
20 Merebut Tunangan Majikan
21 Sayang
22 Kencan
23 Terlalu Banyak Bicara
24 Hasutan
25 Pertemuan
26 Gundik
27 Membimbing
28 Muak
29 Yang Strawberry
30 Cinderella
31 Menikah
32 Roti
33 Lowongan
34 Kedok
35 Solidaritas
36 Terlalu Baik
37 Imposter
38 Beda Sasaran
39 Hadiah Pacar
40 Milikku
41 Godaan
42 Pemecatan
43 Sejak Dulu
44 Sedikit Tidak Waras
45 Pasrah
46 Figuran
47 Umpan
48 Pahlawan
49 Takut Kehilangan
50 Acara
51 Merah Hitam
52 It's Show Time
53 Rebutan
54 Keputusan
55 Tawaran
56 Proyek Perkembangbiakan
57 Diminum?
58 Interogasi
59 Tersayang
60 Pengkhianat
61 Sama Saja
62 Hari Pertama
63 Salah Genre
64 Ketahuan
65 Trik
66 Cincin
67 Pembatalan Pertunangan
68 Membongkar
69 Jelly
70 Malas
71 Bensin
72 Rindu
73 Pemberian Pacarku
74 Undangan
75 Ingin Ikut
76 Bertemu Ayah
77 Ketahuan
78 Ayah Mertua
79 Lamaran
80 Pasangan Resmi
81 Kenapa
82 Nasehat
83 Milikku
84 Menyingkirkan
85 Tegas
86 Putraku
87 Jerat
88 Pacar VVIP
89 Malu
90 Jejakmu
91 Menginginkannya
92 Langka
93 Usaha
94 Jomblo
95 Menantu Idaman
96 Saran
97 Pengkhianat
98 Gundik
99 Tikus
100 Pengkhianat
101 Saudara
102 Kerjasama
103 Jalan
104 Menyakiti
105 Surprise
106 Pengujian
107 Hal Gila
108 Dorongan?
109 Malu
110 Kesal
111 Cara Untuk Mengembalikanmu
112 Ketahuan
113 Jujur
114 Pacar VVIP
115 Menangkap
116 Tikus
117 Hamil
118 Trap
119 Dukungan
120 Tidak Gratis
121 Wedding
122 Let's Play
123 303
124 Siapa?
125 Terungkap
126 Ayah Dan Anak
127 Pewaris Sempurna
128 Dimadu
129 Janji Suci
130 Resmi
131 Kamar Pengantin
132 Malu
133 Tanpa Dendam
134 Bukan Update
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Pacar Palsu
2
Kacau
3
Dilema
4
Bab 56
5
Berubah Sikap
6
Wajah Bad Boy
7
Tersayang
8
Selingkuh Terang-Terangan
9
Memperkenalkan Selingkuhan
10
Menggoda Pacar Palsu
11
Sindiran
12
Giveaway
13
Buatku Ya?
14
Tikus Besar
15
Kewajiban Pacar
16
Perselingkuhan
17
Profesional
18
Pengkhianat
19
Wajah Asli
20
Merebut Tunangan Majikan
21
Sayang
22
Kencan
23
Terlalu Banyak Bicara
24
Hasutan
25
Pertemuan
26
Gundik
27
Membimbing
28
Muak
29
Yang Strawberry
30
Cinderella
31
Menikah
32
Roti
33
Lowongan
34
Kedok
35
Solidaritas
36
Terlalu Baik
37
Imposter
38
Beda Sasaran
39
Hadiah Pacar
40
Milikku
41
Godaan
42
Pemecatan
43
Sejak Dulu
44
Sedikit Tidak Waras
45
Pasrah
46
Figuran
47
Umpan
48
Pahlawan
49
Takut Kehilangan
50
Acara
51
Merah Hitam
52
It's Show Time
53
Rebutan
54
Keputusan
55
Tawaran
56
Proyek Perkembangbiakan
57
Diminum?
58
Interogasi
59
Tersayang
60
Pengkhianat
61
Sama Saja
62
Hari Pertama
63
Salah Genre
64
Ketahuan
65
Trik
66
Cincin
67
Pembatalan Pertunangan
68
Membongkar
69
Jelly
70
Malas
71
Bensin
72
Rindu
73
Pemberian Pacarku
74
Undangan
75
Ingin Ikut
76
Bertemu Ayah
77
Ketahuan
78
Ayah Mertua
79
Lamaran
80
Pasangan Resmi
81
Kenapa
82
Nasehat
83
Milikku
84
Menyingkirkan
85
Tegas
86
Putraku
87
Jerat
88
Pacar VVIP
89
Malu
90
Jejakmu
91
Menginginkannya
92
Langka
93
Usaha
94
Jomblo
95
Menantu Idaman
96
Saran
97
Pengkhianat
98
Gundik
99
Tikus
100
Pengkhianat
101
Saudara
102
Kerjasama
103
Jalan
104
Menyakiti
105
Surprise
106
Pengujian
107
Hal Gila
108
Dorongan?
109
Malu
110
Kesal
111
Cara Untuk Mengembalikanmu
112
Ketahuan
113
Jujur
114
Pacar VVIP
115
Menangkap
116
Tikus
117
Hamil
118
Trap
119
Dukungan
120
Tidak Gratis
121
Wedding
122
Let's Play
123
303
124
Siapa?
125
Terungkap
126
Ayah Dan Anak
127
Pewaris Sempurna
128
Dimadu
129
Janji Suci
130
Resmi
131
Kamar Pengantin
132
Malu
133
Tanpa Dendam
134
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!