Bab 4: Membayar Utang Darah

​Sinar matahari pagi menyinari Puncak Bukit Sabit, mengusir sisa-sisa badai semalam. Di Lapangan Pualam Hitam, tempat berkumpulnya para murid luar, suasana sudah bising oleh ratusan pemuda-pemudi berjubah abu-abu. Hari ini adalah hari pembagian jatah sumber daya bulanan sekte.

​Di tengah kerumunan, Zhao Meng berdiri dengan angkuh. Tangannya disilangkan di depan dada, sementara beberapa murid luar di Tahap 1 dan Tahap 2 Pengumpulan Qi mengelilinginya, menjilat dan mencari muka.

​"Kakak Senior Zhao, saya dengar semalam Anda memberi pelajaran pada si sampah Lin Tian itu?" tanya seorang murid bertubuh kurus sambil membungkuk hormat.

​Zhao Meng tertawa keras, memamerkan deretan giginya. "Pelajaran? Aku hanya mengambil apa yang pantas menjadi milikku. Batu Roh miliknya kini ada padaku. Anak cacat itu mungkin sedang meringkuk kedinginan di gubuknya, atau sudah mati karena lukanya robek. Tidak ada yang peduli pada kehidupan seekor anjing liar di sekte ini."

​Tawa riuh pecah di antara kelompok itu. Namun, tawa mereka terhenti secara tiba-tiba ketika kerumunan di depan mereka perlahan membelah, seolah memberi jalan pada sesuatu yang menakutkan.

​Sesosok pemuda berjalan dengan langkah tenang namun mantap membelah kerumunan. Jubah abu-abunya kotor oleh lumpur dan sisa darah kering, namun postur tubuhnya tegak lurus bagaikan pedang tajam. Pandangan matanya yang dingin langsung terkunci pada Zhao Meng.

​"Lin... Lin Tian?" gumam murid bertubuh kurus tadi, mundur selangkah karena terkejut. "Bukannya dia hampir mati semalam?"

​Melihat Lin Tian berdiri di hadapannya, alis Zhao Meng berkerut tajam. Kemarahan langsung meledak di dadanya. Fakta bahwa "sampah" ini berani menatap matanya di depan umum adalah sebuah penghinaan besar.

​"Ternyata kau masih hidup, tikus kecil," desis Zhao Meng, melangkah maju. Aura Tahap 3 Pengumpulan Qi miliknya menguar, memberikan tekanan berat di udara sekitarnya. "Apakah kau ke sini untuk berlutut dan memohon agar aku mengembalikan Batu Roh-mu? Sayang sekali, batu itu sudah kuubah menjadi abu untuk kultivasiku semalam!"

​Lin Tian menghentikan langkahnya tepat dua meter di depan Zhao Meng. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan emosi.

​"Batu Roh kualitas rendah yang kau serap semalam memiliki tingkat kemurnian kurang dari empat puluh persen. Enam puluh persen sisanya adalah ampas energi bumi yang justru akan menyumbat meridianmu jika kau tidak memiliki teknik penyaringan yang baik," suara Lin Tian terdengar datar, namun bergema cukup keras untuk didengar semua orang.

​Zhao Meng tertegun sejenak. Bagaimana anak cacat ini tahu persis kondisi energinya pagi ini? Memang benar, sejak menyerap batu itu semalam, ada rasa sesak yang aneh di dada kirinya.

​"Omong kosong! Berani-beraninya kau menceramahiku soal kultivasi!" bentak Zhao Meng, merasa harga dirinya diinjak.

​Tanpa peringatan, Zhao Meng melesat ke depan. Tangan kanannya melengkung membentuk cakar, dialiri oleh Qi berwarna putih keruh yang berhembus kuat.

​Teknik Cakar Harimau Pemecah Batu! Ini adalah teknik bela diri tingkat fana kelas menengah, andalan Zhao Meng yang sering ia gunakan untuk mematahkan tulang murid-murid lain.

​Angin tajam dari cakar itu menerjang wajah Lin Tian. Murid-murid di sekelilingnya menahan napas, beberapa bahkan memalingkan wajah, mengira kepala Lin Tian akan hancur detik itu juga.

​Namun, di mata Lin Tian, gerakan Zhao Meng yang brutal itu terlihat sangat lambat dan penuh celah.

​[Ding!]

[Mendeteksi serangan energi spiritual tingkat rendah.]

[Menganalisis lintasan serangan...]

[Ekstraksi Analisis: Kelemahan fatal pada titik ketiak kanan musuh akibat penyumbatan meridian ampas Batu Roh!]

​Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi tidak hanya mengekstrak benda fisik, tetapi juga mampu "mengekstrak" inti dari sebuah teknik bela diri musuh yang sedang diperagakan, mencari celahnya dengan presisi absolut.

​Tepat ketika cakar Zhao Meng berjarak hanya satu inci dari wajahnya, Lin Tian bergerak.

​Bukan mundur, melainkan menukik maju.

​Ia memiringkan tubuhnya sedikit, membiarkan cakar mematikan itu meleset melewati telinganya. Di saat yang sama, tangan kanan Lin Tian mengepal, mengumpulkan Qi murni keemasan dari dantian-nya yang ia dapatkan dari Teknik Sembilan Siklus.

​Qi milik Lin Tian murni seratus persen, tanpa ampas sedikit pun. Kepadatannya jauh melampaui Qi keruh milik Zhao Meng, meskipun keduanya sama-sama berada di Tahap 3.

​BAM!

​Sebuah pukulan keras bersarang tepat di titik ketiak kanan Zhao Meng.

​"ARGHH!"

​Jeritan melengking keluar dari mulut Zhao Meng. Serangan Lin Tian tidak hanya menghancurkan tulang iganya, tetapi Qi murni yang menyertai pukulan itu menembus masuk, memicu ledakan kecil pada sisa ampas Batu Roh yang menyumbat meridian Zhao Meng.

​Tubuh besar Zhao Meng terlempar ke udara sejauh tiga meter sebelum menghantam lantai pualam dengan suara berdebum keras. Ia memuntahkan darah segar bercampur gumpalan hitam, tubuhnya kejang-kejang menahan rasa sakit yang luar biasa. Tangan kanannya terkulai layu, meridiannya hancur.

​Keheningan seketika menyelimuti Lapangan Pualam Hitam. Hanya terdengar suara angin pagi yang berhembus.

​Ratusan pasang mata menatap pemandangan itu dengan horor dan ketidakpercayaan yang mendalam. Zhao Meng, penguasa kecil di area murid luar yang berada di Tahap 3 Pengumpulan Qi... dikalahkan hanya dengan satu pukulan biasa? Oleh Lin Tian, si sampah berakar spiritual cacat?!

​"Tahap... Tahap 3 Pengumpulan Qi..." gumam salah satu murid senior dengan suara bergetar saat menyadari fluktuasi energi yang baru saja dilepaskan Lin Tian. "Bocah itu telah menembus Tahap 3!"

​Lin Tian tidak memedulikan tatapan ngeri di sekelilingnya. Ia berjalan santai menghampiri Zhao Meng yang mengerang kesakitan di lantai. Tanpa ragu, Lin Tian berjongkok dan merogoh kantong penyimpanan kecil di pinggang Zhao Meng.

​Ia mengeluarkan dua botol porselen berisi Pil Pengumpul Qi, beberapa koin emas fana, dan sebuah belati tajam berkualitas lumayan.

​"Kau berutang Batu Roh padaku," ucap Lin Tian dingin, menatap mata Zhao Meng yang kini dipenuhi ketakutan absolut. "Bunga sewa semalam adalah semua barang berhargamu, dan satu lengan kanan. Anggap utang kita lunas."

​Lin Tian memasukkan barang-barang itu ke dalam jubahnya, lalu berdiri dan berjalan pergi meninggalkan lapangan. Tidak ada satu pun murid yang berani menghalangi jalannya. Hierarki sekte sangat sederhana: yang kuat adalah raja. Dan hari ini, Lin Tian baru saja mengkudeta takhta kecil di wilayah luar.

​Di kejauhan, dari atas balkon Paviliun Penatua yang menghadap langsung ke lapangan luar, seorang pria tua berjubah putih mengelus jenggotnya yang panjang. Matanya yang tajam menatap punggung Lin Tian yang perlahan menjauh.

​"Qi yang sangat murni dan padat... tidak mungkin berasal dari teknik pernapasan sampah milik sekte luar," gumam tetua itu pelan. "Menarik. Sangat menarik. Sepertinya Turnamen Murid Luar bulan depan tidak akan membosankan."

Terpopuler

Comments

Harman Loke

Harman Loke

hajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrr jangan beri ampun tampaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss

2026-08-11

0

Hadi Hadi

Hadi Hadi

up

2026-05-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Akar Spiritual yang Patah dan Suara di Dalam Kepala
2 Bab 2: Pemurnian Tubuh dan Ambisi yang Terpendam
3 Bab 3: Bayangan Masa Lalu dan Teknik Sembilan Siklus
4 Bab 4: Membayar Utang Darah
5 Bab 5: Racun Pil dan Rencana Memasuki Hutan Kematian
6 Bab 6: Darah Serigala dan Ekstraksi Keterampilan
7 Bab 7: Belalang Menangkap Jangkrik, Kepodang Mengintai
8 Bab 8: Kemarahan Murid Dalam dan Jurang Kekuatan
9 Bab 9: Penempaan Tubuh Api dan Terobosan Ganda
10 Bab 10: Lonceng Kematian
11 Bab 11: Utusan Faksi Wang
12 Bab 12: Kepingan Pil dan Evolusi Akar Spiritual
13 Bab 13: Konfrontasi di Paviliun Pustaka dan Tantangan Hidup-Mati
14 Bab 14: Angin Astral Pembelah Tulang dan Kunci Makam Kuno
15 Bab 15: Pusaran Dao Surgawi dan Benih Niat Pedang
16 Bab 16: Panggung Berdarah dan Teror Niat Pedang
17 Bab 17: Melanggar Hukum Sekte
18 Bab 18: Mata-Mata Inti Emas dan Gulungan Terlarang Lantai Tiga
19 Bab 19: Menguras Paviliun Harta
20 Bab 20: Sembilan Keruntuhan Bintang
21 Bab 21: Tiga Iblis Bayangan Berdarah
22 Bab 22: Hadiah Berdarah dan Gerbang Reruntuhan Kuno
23 Bab 23: Daratan Kuno yang Terkoyak dan Umpan Berdarah
24 Bab 24: Istana Perunggu dan Tebasan Darah yang Patah
25 Bab 25: Boneka Perunggu Kuno
26 Bab 26: Domain Es Absolut dan Tangan Penghancur Surga
27 Bab 27: Tangga Giok Darah dan Tekanan Kehendak Kaisar
28 Bab 28: Lautan Roh Yin dan Tunas Niat Pedang
29 Bab 29: Taman Kuno Lautan Api
30 Bab 30: Hutan Prasasti Pedang dan Keputusasaan Mo Fan
31 Bab 31: Teratai Api Putih Nirwana dan Evolusi Akar Surgawi
32 Bab 32: Tatapan Sang Kaisar
33 Bab 33: Pelarian Berdarah
34 Bab 34: Kota Bawah Tanah dan Harga Sebuah Informasi
35 Bab 35: Gulungan Pedang Bayangan Kuno
36 Bab 36: Perang Harga dan Umpan Beracun
37 Bab 37: Pengejaran di Hutan Kabut
38 Bab 38: Keputusasaan Wang Teng dan Leburnya Pelindung Emas
39 Bab 39: Kepulangan yang Mengguncang
40 Bab 40: Pil Beracun dan Anjing Pesuruh Aula Hukuman
41 Bab 41: Masa Isolasi
42 Bab 42: Tebasan Perak Pemutus Ambisi
43 Bab 43: Undangan Sang Rubah Tua dan Jarak Menuju Langit
44 Bab 44: Terobosan Tak Terbatas dan Misi Peringkat Merah
45 Bab 45: Angin Kematian dan Akhir Sang Bayangan
46 Bab 46: Tarian Pembantaian dan Rahasia Altar Darah
47 Bab 47: Runtuhnya Altar Kuno dan Penjaga Abadi
48 Bab 48: Roh Darah Tanpa Wujud dan Resonansi Masa Lalu
49 Bab 49: Kepulangan Sang Pemburu dan Ilusi Sang Dalang
50 Bab 50: Merampok Perbendaharaan dan Pemurnian dalam Bayangan
51 Bab 51: Kapal Langit Azure dan Berkumpulnya Para Serigala
52 Bab 52: Aturan Darah Reruntuhan Ilusi
53 Bab 53: Sangkar Api Neraka
54 Bab 54: Jejak Pedang Es dan Pertemuan Sang Bayangan
55 Bab 55: Aliansi Keputusasaan
56 Bab 56: Berakhirnya Ilusi dan Guncangan Empat Sekte
57 Bab 57: Gerbang Spasial dan Rahasia Darah Naga
58 Bab 58: Panen Jiwa Inti Emas dan Jantung Sang Naga
59 Bab 59: Kelahiran Ulang Tulang Emas
60 Bab 60: Runtuhnya Sang Dalang
61 Bab 61: Kehancuran di Belakang
62 Bab 62: Arena Darah Bawah Tanah
63 Bab 63: Rentetan Pembantaian
64 Bab 64: Kapal Bayangan Hitam
65 Bab 65: Bayangan dari Benua Tengah
66 Bab 66: Inti Bintang Kehancuran
67 Bab 67: Udara Dunia Baru
68 Bab 68: Rantai Bintang Kehancuran
69 Bab 69: Ujian Bulan Sabit
70 Bab 70: Lembah Ratapan Angin
71 Bab 71: Pembalikan Roda Semesta
72 Bab 72: Debu Reruntuhan
73 Bab 73: Keterbatasan Kekuatan
74 Bab 74: Kabut Hutan Tulang Layu
75 Bab 75: Runtuhnya Sang Komandan
76 Bab 76: Kota Teratai Api
77 Bab 77: Pil Pembentuk Jiwa Emas
78 Bab 78: Murka Sang Pewaris
79 Bab 79: Pintu Keluar Teratai Api
80 Bab 80: Gletser Utara
81 Bab 81: Badai Kalajengking Kristal
82 Bab 82: Gerbang Makam Purba
83 Bab 83: Mayat Iblis Era Kuno
84 Bab 84: Melahap Urat Nadi Bumi
85 Bab 85: Interogasi Paviliun
86 Bab 86: Lantai Keempat Paviliun
87 Bab 87: Pengasingan Punggung Naga
88 Bab 88: Sangkar Darah dan Ujian Sang Predator Berbisik
89 Bab 89: Pilar Cahaya Merah
90 Bab 90: Tarian Pembantaian dalam Cahaya Merah
91 Bab 91: Kejatuhan Sang Jenius Pedang
92 Bab 92:Hancurnya Sang Iblis Kalajengking
93 Gema Kekalahan dan Ambisi Tersembunyi di Kota Celah Pasang
94 Anjing Pelacak Keluarga Lin dan Hujan Darah di Tebing Buta
95 Tanah Gersang Barat dan Hukum Kota Pasir Hitam
96 Percikan Darah di Kedai Tulang Besi
97 Pelelangan Bulan Darah dan Target Buruan
98 Batu Magnetik dan Terobosan
99 Gerbang Spasial Kacau
100 Hutan Jarum Magnetik
101 Kuil Bintang Inti
102 Evolusi Nebula dan Hancurnya Ratusan Lempeng Jiwa
103 Pemburu di Balik Tirai Bintang
104 Suaka Bulan Sabit Hitam
105 Kota Malam Abadi dan Target Pertama Penghancuran
106 Runtuhnya Tambang Naga Emas
107 Kemurkaan Sang Naga dan Penyerahan Misi Kelas Bencana
108 Penyamaran Sempurna di Balik Bayang Naga
109 Puncak Ritual Darah
110 Baptisan Petir Hitam dan Runtuhnya Gunung Naga Emas
111 Murka Leluhur
112 Kiamat Benua Tengah dan Rahasia di Balik Cincin Sang Pewaris
113 Armada Selatan yang Karam
114 Era Kekacauan dan Lahirnya Naga Demonic
115 Pedang Berat Singularitas dan Bayangan Berdarah di Lembah Api
116 Reuni Berdarah
117 Hancurnya Lengan Iblis
118 Aliansi Keputusasaan dan Tunduknya Sang Penguasa Bayangan
119 Runtuhnya Kandang Kura-Kura dan Bayangan Penjara Surgawi
120 Kesombongan Dewa Palsu
121 Kiamat Dewa Palsu
122 Mengoyak Langit
123 Hukum Baru Alam Atas
124 Murka Dewa Emas dan Turunnya Tiga Belas Bayangan Eksekusi
125 Pesan Berdarah di Istana Emas
126 Kehancuran Istana Emas
127 Kehancuran Ranah Abadi
128 Akhir Sang Tuan Muda dan Guncangan di Tujuh Domain
129 Lautan Bintang Mati dan Teror Leviathan Kehampaan
130 Pemusnahan Armada Abyssal
131 Murka Dewa Kuno
132 Harga Sebuah Evolusi
133 Tujuh Raja Iblis Korosi
134 Reuni di Takhta Tulang
135 Keseimbangan Absolut dan Akhir Sang Anjing Neraka
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Bab 1: Akar Spiritual yang Patah dan Suara di Dalam Kepala
2
Bab 2: Pemurnian Tubuh dan Ambisi yang Terpendam
3
Bab 3: Bayangan Masa Lalu dan Teknik Sembilan Siklus
4
Bab 4: Membayar Utang Darah
5
Bab 5: Racun Pil dan Rencana Memasuki Hutan Kematian
6
Bab 6: Darah Serigala dan Ekstraksi Keterampilan
7
Bab 7: Belalang Menangkap Jangkrik, Kepodang Mengintai
8
Bab 8: Kemarahan Murid Dalam dan Jurang Kekuatan
9
Bab 9: Penempaan Tubuh Api dan Terobosan Ganda
10
Bab 10: Lonceng Kematian
11
Bab 11: Utusan Faksi Wang
12
Bab 12: Kepingan Pil dan Evolusi Akar Spiritual
13
Bab 13: Konfrontasi di Paviliun Pustaka dan Tantangan Hidup-Mati
14
Bab 14: Angin Astral Pembelah Tulang dan Kunci Makam Kuno
15
Bab 15: Pusaran Dao Surgawi dan Benih Niat Pedang
16
Bab 16: Panggung Berdarah dan Teror Niat Pedang
17
Bab 17: Melanggar Hukum Sekte
18
Bab 18: Mata-Mata Inti Emas dan Gulungan Terlarang Lantai Tiga
19
Bab 19: Menguras Paviliun Harta
20
Bab 20: Sembilan Keruntuhan Bintang
21
Bab 21: Tiga Iblis Bayangan Berdarah
22
Bab 22: Hadiah Berdarah dan Gerbang Reruntuhan Kuno
23
Bab 23: Daratan Kuno yang Terkoyak dan Umpan Berdarah
24
Bab 24: Istana Perunggu dan Tebasan Darah yang Patah
25
Bab 25: Boneka Perunggu Kuno
26
Bab 26: Domain Es Absolut dan Tangan Penghancur Surga
27
Bab 27: Tangga Giok Darah dan Tekanan Kehendak Kaisar
28
Bab 28: Lautan Roh Yin dan Tunas Niat Pedang
29
Bab 29: Taman Kuno Lautan Api
30
Bab 30: Hutan Prasasti Pedang dan Keputusasaan Mo Fan
31
Bab 31: Teratai Api Putih Nirwana dan Evolusi Akar Surgawi
32
Bab 32: Tatapan Sang Kaisar
33
Bab 33: Pelarian Berdarah
34
Bab 34: Kota Bawah Tanah dan Harga Sebuah Informasi
35
Bab 35: Gulungan Pedang Bayangan Kuno
36
Bab 36: Perang Harga dan Umpan Beracun
37
Bab 37: Pengejaran di Hutan Kabut
38
Bab 38: Keputusasaan Wang Teng dan Leburnya Pelindung Emas
39
Bab 39: Kepulangan yang Mengguncang
40
Bab 40: Pil Beracun dan Anjing Pesuruh Aula Hukuman
41
Bab 41: Masa Isolasi
42
Bab 42: Tebasan Perak Pemutus Ambisi
43
Bab 43: Undangan Sang Rubah Tua dan Jarak Menuju Langit
44
Bab 44: Terobosan Tak Terbatas dan Misi Peringkat Merah
45
Bab 45: Angin Kematian dan Akhir Sang Bayangan
46
Bab 46: Tarian Pembantaian dan Rahasia Altar Darah
47
Bab 47: Runtuhnya Altar Kuno dan Penjaga Abadi
48
Bab 48: Roh Darah Tanpa Wujud dan Resonansi Masa Lalu
49
Bab 49: Kepulangan Sang Pemburu dan Ilusi Sang Dalang
50
Bab 50: Merampok Perbendaharaan dan Pemurnian dalam Bayangan
51
Bab 51: Kapal Langit Azure dan Berkumpulnya Para Serigala
52
Bab 52: Aturan Darah Reruntuhan Ilusi
53
Bab 53: Sangkar Api Neraka
54
Bab 54: Jejak Pedang Es dan Pertemuan Sang Bayangan
55
Bab 55: Aliansi Keputusasaan
56
Bab 56: Berakhirnya Ilusi dan Guncangan Empat Sekte
57
Bab 57: Gerbang Spasial dan Rahasia Darah Naga
58
Bab 58: Panen Jiwa Inti Emas dan Jantung Sang Naga
59
Bab 59: Kelahiran Ulang Tulang Emas
60
Bab 60: Runtuhnya Sang Dalang
61
Bab 61: Kehancuran di Belakang
62
Bab 62: Arena Darah Bawah Tanah
63
Bab 63: Rentetan Pembantaian
64
Bab 64: Kapal Bayangan Hitam
65
Bab 65: Bayangan dari Benua Tengah
66
Bab 66: Inti Bintang Kehancuran
67
Bab 67: Udara Dunia Baru
68
Bab 68: Rantai Bintang Kehancuran
69
Bab 69: Ujian Bulan Sabit
70
Bab 70: Lembah Ratapan Angin
71
Bab 71: Pembalikan Roda Semesta
72
Bab 72: Debu Reruntuhan
73
Bab 73: Keterbatasan Kekuatan
74
Bab 74: Kabut Hutan Tulang Layu
75
Bab 75: Runtuhnya Sang Komandan
76
Bab 76: Kota Teratai Api
77
Bab 77: Pil Pembentuk Jiwa Emas
78
Bab 78: Murka Sang Pewaris
79
Bab 79: Pintu Keluar Teratai Api
80
Bab 80: Gletser Utara
81
Bab 81: Badai Kalajengking Kristal
82
Bab 82: Gerbang Makam Purba
83
Bab 83: Mayat Iblis Era Kuno
84
Bab 84: Melahap Urat Nadi Bumi
85
Bab 85: Interogasi Paviliun
86
Bab 86: Lantai Keempat Paviliun
87
Bab 87: Pengasingan Punggung Naga
88
Bab 88: Sangkar Darah dan Ujian Sang Predator Berbisik
89
Bab 89: Pilar Cahaya Merah
90
Bab 90: Tarian Pembantaian dalam Cahaya Merah
91
Bab 91: Kejatuhan Sang Jenius Pedang
92
Bab 92:Hancurnya Sang Iblis Kalajengking
93
Gema Kekalahan dan Ambisi Tersembunyi di Kota Celah Pasang
94
Anjing Pelacak Keluarga Lin dan Hujan Darah di Tebing Buta
95
Tanah Gersang Barat dan Hukum Kota Pasir Hitam
96
Percikan Darah di Kedai Tulang Besi
97
Pelelangan Bulan Darah dan Target Buruan
98
Batu Magnetik dan Terobosan
99
Gerbang Spasial Kacau
100
Hutan Jarum Magnetik
101
Kuil Bintang Inti
102
Evolusi Nebula dan Hancurnya Ratusan Lempeng Jiwa
103
Pemburu di Balik Tirai Bintang
104
Suaka Bulan Sabit Hitam
105
Kota Malam Abadi dan Target Pertama Penghancuran
106
Runtuhnya Tambang Naga Emas
107
Kemurkaan Sang Naga dan Penyerahan Misi Kelas Bencana
108
Penyamaran Sempurna di Balik Bayang Naga
109
Puncak Ritual Darah
110
Baptisan Petir Hitam dan Runtuhnya Gunung Naga Emas
111
Murka Leluhur
112
Kiamat Benua Tengah dan Rahasia di Balik Cincin Sang Pewaris
113
Armada Selatan yang Karam
114
Era Kekacauan dan Lahirnya Naga Demonic
115
Pedang Berat Singularitas dan Bayangan Berdarah di Lembah Api
116
Reuni Berdarah
117
Hancurnya Lengan Iblis
118
Aliansi Keputusasaan dan Tunduknya Sang Penguasa Bayangan
119
Runtuhnya Kandang Kura-Kura dan Bayangan Penjara Surgawi
120
Kesombongan Dewa Palsu
121
Kiamat Dewa Palsu
122
Mengoyak Langit
123
Hukum Baru Alam Atas
124
Murka Dewa Emas dan Turunnya Tiga Belas Bayangan Eksekusi
125
Pesan Berdarah di Istana Emas
126
Kehancuran Istana Emas
127
Kehancuran Ranah Abadi
128
Akhir Sang Tuan Muda dan Guncangan di Tujuh Domain
129
Lautan Bintang Mati dan Teror Leviathan Kehampaan
130
Pemusnahan Armada Abyssal
131
Murka Dewa Kuno
132
Harga Sebuah Evolusi
133
Tujuh Raja Iblis Korosi
134
Reuni di Takhta Tulang
135
Keseimbangan Absolut dan Akhir Sang Anjing Neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!