Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Bab 1: Akar Spiritual yang Patah dan Suara di Dalam Kepala

​Malam itu, Puncak Bukit Sabit di wilayah luar Sekte Awan Azure diguyur hujan badai yang tidak kenal ampun. Petir menyambar-nyambar, menerangi deretan gubuk kayu reot yang dihuni oleh puluhan ribu murid luar.

​Di dalam salah satu gubuk terkecil yang atapnya bocor, seorang pemuda berusia enam belas tahun duduk bersila dengan wajah pucat pasi. Napasnya putus-putus, dan setiap kali ia menarik napas dalam, rasa sakit yang menusuk menjalar dari dadanya.

​Pemuda itu bernama Lin Tian.

​Di atas dadanya, terdapat tiga bekas cakaran mengerikan yang menembus hingga ke tulang. Itu adalah "hadiah" yang ia dapatkan dari Serigala Angin Tingkat Rendah saat dipaksa menjalankan misi pemanenan Rumput Roh di pinggiran Hutan Binatang Buas siang tadi.

​"Hanya... sedikit lagi," gumam Lin Tian dengan gigi terkatup.

​Ia mencoba memusatkan pikirannya, menarik untaian energi spiritual dari udara yang lembap ke dalam tubuhnya. Namun, begitu energi itu menyentuh dantian di perut bagian bawahnya, energi tersebut langsung bocor dan menguap, seolah dituangkan ke dalam ember yang berlubang.

​Lin Tian membuka matanya dengan senyum pahit. "Akar Spiritual Kelas Kayu Busuk. Bakat terburuk di antara yang terburuk. Sudah tiga tahun di Sekte Awan Azure, dan aku masih terjebak di Tahap 1 Pengumpulan Qi. Di dunia kultivasi ini... tanpa bakat, kau bahkan lebih rendah dari babi dan anjing."

​BRAK!

​Pintu kayu gubuknya tiba-tiba ditendang hingga hancur berkeping-keping. Angin malam yang dingin dan percikan air hujan langsung menerobos masuk.

​Di ambang pintu, berdirilah seorang pemuda bertubuh besar dengan jubah abu-abu murid luar yang tampak jauh lebih mewah daripada milik Lin Tian. Aura di sekeliling pemuda itu beriak kuat, menandakan ia telah mencapai Tahap 3 Pengumpulan Qi.

​"Zhao Meng..." panggil Lin Tian dingin, menahan rasa sakit di dadanya.

​"Lin Tian, sampah klan Lin! Berani-beraninya kau tidak menyetor jatah Pil Pengumpul Qi bulananmu padaku hari ini?!" Zhao Meng melangkah masuk tanpa memedulikan lantai yang becek. Ia menatap Lin Tian dengan tatapan merendahkan, layaknya melihat serangga.

​"Pil itu... sudah direbut oleh kelompok Wang saat di Hutan Binatang Buas," jawab Lin Tian dengan nada datar, meski tangannya mengepal erat di balik selimut tipisnya.

​"Aku tidak peduli dengan alasanmu!" Zhao Meng mendengus sinis. Matanya kemudian tertuju pada sebuah batu seukuran ibu jari yang memancarkan cahaya redup di atas meja kayu Lin Tian. Itu adalah Batu Roh Tingkat Rendah yang sudah usang, satu-satunya harta berharga peninggalan orang tuanya.

​Dengan gerakan cepat, Zhao Meng menyambar batu tersebut.

​"Hei! Kembalikan itu!" Lin Tian mencoba bangkit, namun luka di dadanya seketika robek kembali. Ia terbatuk, memuntahkan seteguk darah hitam ke lantai.

​"Sebagai ganti rugi karena menunda pembayaranku, batu rongsokan ini akan kualihfungsikan," kekeh Zhao Meng sambil menimbang-nimbang batu itu di tangannya. Ia menatap Lin Tian yang terkapar lemah. "Ingat posisimu, sampah. Kau hidup di sekte ini hanya untuk menjadi batu pijakan bagi kami yang berbakat. Jika bulan depan kau tidak menyerahkan dua butir Pil Pengumpul Qi, aku akan mematahkan kedua kakimu dan melemparmu kembali ke Hutan Binatang Buas."

​Zhao Meng berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Lin Tian yang bergetar menahan amarah di tengah udara malam yang membekukan.

​Lin Tian memukul lantai kayu yang basah dengan kepalan tangannya hingga buku-buku jarinya berdarah. Ketidakberdayaan ini lebih menyakitkan daripada cakaran Serigala Angin. Di dunia ini, yang kuat memangsa yang lemah. Aturan besi yang tidak bisa ditawar.

​Tiba-tiba, saat keputusasaan Lin Tian mencapai puncaknya dan darah dari tangannya meresap ke dalam lantai kayu, sebuah suara mekanis yang aneh dan tanpa emosi bergema tepat di dalam tengkoraknya.

​[Ding!]

​[Mendeteksi fluktuasi emosi yang ekstrem dan kehendak bertahan hidup yang memenuhi kriteria.]

​[Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi sedang melakukan penyatuan dengan inang... 10%... 50%... 100%.]

​[Penyatuan berhasil.]

​Mata Lin Tian membelalak. Rasa sakit di dadanya sejenak terlupakan oleh keterkejutan. "S-siapa di sana? Teknik ilusi macam apa ini?!"

​Tidak ada yang menjawab dari dalam gubuk yang sepi. Hanya suara hujan yang masih menderu di luar. Namun, suara di kepalanya kembali terdengar, kali ini memproyeksikan sebuah panel cahaya transparan berwarna kebiruan yang melayang di depan matanya.

​[Inang: Lin Tian]

[Kultivasi: Tahap 1 Pengumpulan Qi]

[Akar Spiritual: Kelas Kayu Busuk (Cacat)]

[Poin Ekstraksi: 0]

[Fungsi Aktif: Ekstraksi Dasar (Level 1)]

​Lin Tian mengucek matanya, mengira ia sedang berhalusinasi akibat kehilangan banyak darah. Namun, panel itu tetap ada. Terlihat sangat nyata.

​"Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi?" gumamnya perlahan, mengeja kata-kata yang tertera di sana. "Apa ini benda warisan pusaka? Atau aku sudah gila?"

​[Sistem ini memungkinkan Inang untuk mengekstrak esensi murni (Qi, Bakat, Garis Keturunan, Pemahaman Dao) dari segala entitas dan benda di alam semesta, dengan memisahkan ampas dan menyerap inti kemurnian absolut.]

​Membaca penjelasan tersebut, napas Lin Tian tertahan. Mengekstrak esensi murni? Dari segala benda?

​Untuk mengujinya, pandangan Lin Tian jatuh pada sisa-sisa bubuk dari cangkang pil bekas yang ia kumpulkan di sudut ruangan. Itu adalah "sampah" sisa pil obat yang dibuang oleh murid dalam, yang sering dikumpulkan Lin Tian dengan harapan masih ada sisa khasiat di dalamnya. Selama ini, sisa-sisa itu tidak berguna karena dipenuhi kotoran beracun (Erysipelas) dari proses alkimia yang gagal.

​Dengan tangan gemetar, ia merangkak mendekati tumpukan debu pil tersebut dan menyentuhnya perlahan.

​"Ekstrak," batinnya memberikan perintah.

​Seketika, telapak tangannya memancarkan pendar cahaya keemasan yang sangat redup. Debu pil di bawah tangannya perlahan berubah menjadi abu putih tanpa kehidupan, hancur tersapu angin.

​Sebagai gantinya, suara mekanis itu kembali berbunyi.

​[Ding!]

[Ekstraksi berhasil.]

[Target: Sisa Pil Pengumpul Qi (Sangat Rendah, Tinggi Racun)]

[Mengekstrak: 0.5 Tetes Qi Murni Absolut.]

[Ampas dan racun telah disingkirkan.]

​Tiba-tiba, setitik energi yang luar biasa sejuk dan murni mengalir dari telapak tangannya, langsung menerobos masuk ke dalam saluran meridiannya yang kering, lalu menetap tepat di tengah dantian-nya.

​Berbeda dengan Qi dari udara alam yang selalu bocor, Qi murni dari sistem ini sangat padat dan tenang. Ia tidak menguap, melainkan secara perlahan mulai menutupi retakan kecil di dantian Lin Tian dan menenangkan luka di dadanya.

​Mata Lin Tian bergetar hebat. Tidak ada satupun pil di dunia ini yang tidak memiliki racun sisa. Namun sistem ini... mampu membuang racunnya dan memberikan 100% esensi yang sempurna!

​Meski jumlahnya hanya setengah tetes, bagi Lin Tian yang berada di dasar rantai makanan, ini adalah mukjizat dari surga.

​Ia menatap tangannya sendiri di tengah cahaya kilat yang menyambar di luar gubuk. Senyum yang awalnya pahit, kini berubah menjadi senyum yang menakutkan.

​"Zhao Meng... Kelompok Wang... Para tetua sekte yang membuangku..." gumam Lin Tian, matanya bersinar dengan ambisi yang baru saja menyala.

Terpopuler

Comments

Harman Loke

Harman Loke

kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuusssssss tekadmu Lin Tian untuk meningkatkan kultivasimu yang lebih tinggi lagi agar orang tidak berani merendahkanmu lagi

2026-08-11

0

Night Watcher

Night Watcher

mudah2an cerita baru/ blm pernah kubaca.
soalnya nama Lin tian kyk gak asing🙏

2026-06-04

1

yos helmi

yos helmi

dng sistim .. kurang menarik ntuk dibaca.. yg bagus alami.. 🤣🤣🤣

2026-06-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Akar Spiritual yang Patah dan Suara di Dalam Kepala
2 Bab 2: Pemurnian Tubuh dan Ambisi yang Terpendam
3 Bab 3: Bayangan Masa Lalu dan Teknik Sembilan Siklus
4 Bab 4: Membayar Utang Darah
5 Bab 5: Racun Pil dan Rencana Memasuki Hutan Kematian
6 Bab 6: Darah Serigala dan Ekstraksi Keterampilan
7 Bab 7: Belalang Menangkap Jangkrik, Kepodang Mengintai
8 Bab 8: Kemarahan Murid Dalam dan Jurang Kekuatan
9 Bab 9: Penempaan Tubuh Api dan Terobosan Ganda
10 Bab 10: Lonceng Kematian
11 Bab 11: Utusan Faksi Wang
12 Bab 12: Kepingan Pil dan Evolusi Akar Spiritual
13 Bab 13: Konfrontasi di Paviliun Pustaka dan Tantangan Hidup-Mati
14 Bab 14: Angin Astral Pembelah Tulang dan Kunci Makam Kuno
15 Bab 15: Pusaran Dao Surgawi dan Benih Niat Pedang
16 Bab 16: Panggung Berdarah dan Teror Niat Pedang
17 Bab 17: Melanggar Hukum Sekte
18 Bab 18: Mata-Mata Inti Emas dan Gulungan Terlarang Lantai Tiga
19 Bab 19: Menguras Paviliun Harta
20 Bab 20: Sembilan Keruntuhan Bintang
21 Bab 21: Tiga Iblis Bayangan Berdarah
22 Bab 22: Hadiah Berdarah dan Gerbang Reruntuhan Kuno
23 Bab 23: Daratan Kuno yang Terkoyak dan Umpan Berdarah
24 Bab 24: Istana Perunggu dan Tebasan Darah yang Patah
25 Bab 25: Boneka Perunggu Kuno
26 Bab 26: Domain Es Absolut dan Tangan Penghancur Surga
27 Bab 27: Tangga Giok Darah dan Tekanan Kehendak Kaisar
28 Bab 28: Lautan Roh Yin dan Tunas Niat Pedang
29 Bab 29: Taman Kuno Lautan Api
30 Bab 30: Hutan Prasasti Pedang dan Keputusasaan Mo Fan
31 Bab 31: Teratai Api Putih Nirwana dan Evolusi Akar Surgawi
32 Bab 32: Tatapan Sang Kaisar
33 Bab 33: Pelarian Berdarah
34 Bab 34: Kota Bawah Tanah dan Harga Sebuah Informasi
35 Bab 35: Gulungan Pedang Bayangan Kuno
36 Bab 36: Perang Harga dan Umpan Beracun
37 Bab 37: Pengejaran di Hutan Kabut
38 Bab 38: Keputusasaan Wang Teng dan Leburnya Pelindung Emas
39 Bab 39: Kepulangan yang Mengguncang
40 Bab 40: Pil Beracun dan Anjing Pesuruh Aula Hukuman
41 Bab 41: Masa Isolasi
42 Bab 42: Tebasan Perak Pemutus Ambisi
43 Bab 43: Undangan Sang Rubah Tua dan Jarak Menuju Langit
44 Bab 44: Terobosan Tak Terbatas dan Misi Peringkat Merah
45 Bab 45: Angin Kematian dan Akhir Sang Bayangan
46 Bab 46: Tarian Pembantaian dan Rahasia Altar Darah
47 Bab 47: Runtuhnya Altar Kuno dan Penjaga Abadi
48 Bab 48: Roh Darah Tanpa Wujud dan Resonansi Masa Lalu
49 Bab 49: Kepulangan Sang Pemburu dan Ilusi Sang Dalang
50 Bab 50: Merampok Perbendaharaan dan Pemurnian dalam Bayangan
51 Bab 51: Kapal Langit Azure dan Berkumpulnya Para Serigala
52 Bab 52: Aturan Darah Reruntuhan Ilusi
53 Bab 53: Sangkar Api Neraka
54 Bab 54: Jejak Pedang Es dan Pertemuan Sang Bayangan
55 Bab 55: Aliansi Keputusasaan
56 Bab 56: Berakhirnya Ilusi dan Guncangan Empat Sekte
57 Bab 57: Gerbang Spasial dan Rahasia Darah Naga
58 Bab 58: Panen Jiwa Inti Emas dan Jantung Sang Naga
59 Bab 59: Kelahiran Ulang Tulang Emas
60 Bab 60: Runtuhnya Sang Dalang
61 Bab 61: Kehancuran di Belakang
62 Bab 62: Arena Darah Bawah Tanah
63 Bab 63: Rentetan Pembantaian
64 Bab 64: Kapal Bayangan Hitam
65 Bab 65: Bayangan dari Benua Tengah
66 Bab 66: Inti Bintang Kehancuran
67 Bab 67: Udara Dunia Baru
68 Bab 68: Rantai Bintang Kehancuran
69 Bab 69: Ujian Bulan Sabit
70 Bab 70: Lembah Ratapan Angin
71 Bab 71: Pembalikan Roda Semesta
72 Bab 72: Debu Reruntuhan
73 Bab 73: Keterbatasan Kekuatan
74 Bab 74: Kabut Hutan Tulang Layu
75 Bab 75: Runtuhnya Sang Komandan
76 Bab 76: Kota Teratai Api
77 Bab 77: Pil Pembentuk Jiwa Emas
78 Bab 78: Murka Sang Pewaris
79 Bab 79: Pintu Keluar Teratai Api
80 Bab 80: Gletser Utara
81 Bab 81: Badai Kalajengking Kristal
82 Bab 82: Gerbang Makam Purba
83 Bab 83: Mayat Iblis Era Kuno
84 Bab 84: Melahap Urat Nadi Bumi
85 Bab 85: Interogasi Paviliun
86 Bab 86: Lantai Keempat Paviliun
87 Bab 87: Pengasingan Punggung Naga
88 Bab 88: Sangkar Darah dan Ujian Sang Predator Berbisik
89 Bab 89: Pilar Cahaya Merah
90 Bab 90: Tarian Pembantaian dalam Cahaya Merah
91 Bab 91: Kejatuhan Sang Jenius Pedang
92 Bab 92:Hancurnya Sang Iblis Kalajengking
93 Gema Kekalahan dan Ambisi Tersembunyi di Kota Celah Pasang
94 Anjing Pelacak Keluarga Lin dan Hujan Darah di Tebing Buta
95 Tanah Gersang Barat dan Hukum Kota Pasir Hitam
96 Percikan Darah di Kedai Tulang Besi
97 Pelelangan Bulan Darah dan Target Buruan
98 Batu Magnetik dan Terobosan
99 Gerbang Spasial Kacau
100 Hutan Jarum Magnetik
101 Kuil Bintang Inti
102 Evolusi Nebula dan Hancurnya Ratusan Lempeng Jiwa
103 Pemburu di Balik Tirai Bintang
104 Suaka Bulan Sabit Hitam
105 Kota Malam Abadi dan Target Pertama Penghancuran
106 Runtuhnya Tambang Naga Emas
107 Kemurkaan Sang Naga dan Penyerahan Misi Kelas Bencana
108 Penyamaran Sempurna di Balik Bayang Naga
109 Puncak Ritual Darah
110 Baptisan Petir Hitam dan Runtuhnya Gunung Naga Emas
111 Murka Leluhur
112 Kiamat Benua Tengah dan Rahasia di Balik Cincin Sang Pewaris
113 Armada Selatan yang Karam
114 Era Kekacauan dan Lahirnya Naga Demonic
115 Pedang Berat Singularitas dan Bayangan Berdarah di Lembah Api
116 Reuni Berdarah
117 Hancurnya Lengan Iblis
118 Aliansi Keputusasaan dan Tunduknya Sang Penguasa Bayangan
119 Runtuhnya Kandang Kura-Kura dan Bayangan Penjara Surgawi
120 Kesombongan Dewa Palsu
121 Kiamat Dewa Palsu
122 Mengoyak Langit
123 Hukum Baru Alam Atas
124 Murka Dewa Emas dan Turunnya Tiga Belas Bayangan Eksekusi
125 Pesan Berdarah di Istana Emas
126 Kehancuran Istana Emas
127 Kehancuran Ranah Abadi
128 Akhir Sang Tuan Muda dan Guncangan di Tujuh Domain
129 Lautan Bintang Mati dan Teror Leviathan Kehampaan
130 Pemusnahan Armada Abyssal
131 Murka Dewa Kuno
132 Harga Sebuah Evolusi
133 Tujuh Raja Iblis Korosi
134 Reuni di Takhta Tulang
135 Keseimbangan Absolut dan Akhir Sang Anjing Neraka
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Bab 1: Akar Spiritual yang Patah dan Suara di Dalam Kepala
2
Bab 2: Pemurnian Tubuh dan Ambisi yang Terpendam
3
Bab 3: Bayangan Masa Lalu dan Teknik Sembilan Siklus
4
Bab 4: Membayar Utang Darah
5
Bab 5: Racun Pil dan Rencana Memasuki Hutan Kematian
6
Bab 6: Darah Serigala dan Ekstraksi Keterampilan
7
Bab 7: Belalang Menangkap Jangkrik, Kepodang Mengintai
8
Bab 8: Kemarahan Murid Dalam dan Jurang Kekuatan
9
Bab 9: Penempaan Tubuh Api dan Terobosan Ganda
10
Bab 10: Lonceng Kematian
11
Bab 11: Utusan Faksi Wang
12
Bab 12: Kepingan Pil dan Evolusi Akar Spiritual
13
Bab 13: Konfrontasi di Paviliun Pustaka dan Tantangan Hidup-Mati
14
Bab 14: Angin Astral Pembelah Tulang dan Kunci Makam Kuno
15
Bab 15: Pusaran Dao Surgawi dan Benih Niat Pedang
16
Bab 16: Panggung Berdarah dan Teror Niat Pedang
17
Bab 17: Melanggar Hukum Sekte
18
Bab 18: Mata-Mata Inti Emas dan Gulungan Terlarang Lantai Tiga
19
Bab 19: Menguras Paviliun Harta
20
Bab 20: Sembilan Keruntuhan Bintang
21
Bab 21: Tiga Iblis Bayangan Berdarah
22
Bab 22: Hadiah Berdarah dan Gerbang Reruntuhan Kuno
23
Bab 23: Daratan Kuno yang Terkoyak dan Umpan Berdarah
24
Bab 24: Istana Perunggu dan Tebasan Darah yang Patah
25
Bab 25: Boneka Perunggu Kuno
26
Bab 26: Domain Es Absolut dan Tangan Penghancur Surga
27
Bab 27: Tangga Giok Darah dan Tekanan Kehendak Kaisar
28
Bab 28: Lautan Roh Yin dan Tunas Niat Pedang
29
Bab 29: Taman Kuno Lautan Api
30
Bab 30: Hutan Prasasti Pedang dan Keputusasaan Mo Fan
31
Bab 31: Teratai Api Putih Nirwana dan Evolusi Akar Surgawi
32
Bab 32: Tatapan Sang Kaisar
33
Bab 33: Pelarian Berdarah
34
Bab 34: Kota Bawah Tanah dan Harga Sebuah Informasi
35
Bab 35: Gulungan Pedang Bayangan Kuno
36
Bab 36: Perang Harga dan Umpan Beracun
37
Bab 37: Pengejaran di Hutan Kabut
38
Bab 38: Keputusasaan Wang Teng dan Leburnya Pelindung Emas
39
Bab 39: Kepulangan yang Mengguncang
40
Bab 40: Pil Beracun dan Anjing Pesuruh Aula Hukuman
41
Bab 41: Masa Isolasi
42
Bab 42: Tebasan Perak Pemutus Ambisi
43
Bab 43: Undangan Sang Rubah Tua dan Jarak Menuju Langit
44
Bab 44: Terobosan Tak Terbatas dan Misi Peringkat Merah
45
Bab 45: Angin Kematian dan Akhir Sang Bayangan
46
Bab 46: Tarian Pembantaian dan Rahasia Altar Darah
47
Bab 47: Runtuhnya Altar Kuno dan Penjaga Abadi
48
Bab 48: Roh Darah Tanpa Wujud dan Resonansi Masa Lalu
49
Bab 49: Kepulangan Sang Pemburu dan Ilusi Sang Dalang
50
Bab 50: Merampok Perbendaharaan dan Pemurnian dalam Bayangan
51
Bab 51: Kapal Langit Azure dan Berkumpulnya Para Serigala
52
Bab 52: Aturan Darah Reruntuhan Ilusi
53
Bab 53: Sangkar Api Neraka
54
Bab 54: Jejak Pedang Es dan Pertemuan Sang Bayangan
55
Bab 55: Aliansi Keputusasaan
56
Bab 56: Berakhirnya Ilusi dan Guncangan Empat Sekte
57
Bab 57: Gerbang Spasial dan Rahasia Darah Naga
58
Bab 58: Panen Jiwa Inti Emas dan Jantung Sang Naga
59
Bab 59: Kelahiran Ulang Tulang Emas
60
Bab 60: Runtuhnya Sang Dalang
61
Bab 61: Kehancuran di Belakang
62
Bab 62: Arena Darah Bawah Tanah
63
Bab 63: Rentetan Pembantaian
64
Bab 64: Kapal Bayangan Hitam
65
Bab 65: Bayangan dari Benua Tengah
66
Bab 66: Inti Bintang Kehancuran
67
Bab 67: Udara Dunia Baru
68
Bab 68: Rantai Bintang Kehancuran
69
Bab 69: Ujian Bulan Sabit
70
Bab 70: Lembah Ratapan Angin
71
Bab 71: Pembalikan Roda Semesta
72
Bab 72: Debu Reruntuhan
73
Bab 73: Keterbatasan Kekuatan
74
Bab 74: Kabut Hutan Tulang Layu
75
Bab 75: Runtuhnya Sang Komandan
76
Bab 76: Kota Teratai Api
77
Bab 77: Pil Pembentuk Jiwa Emas
78
Bab 78: Murka Sang Pewaris
79
Bab 79: Pintu Keluar Teratai Api
80
Bab 80: Gletser Utara
81
Bab 81: Badai Kalajengking Kristal
82
Bab 82: Gerbang Makam Purba
83
Bab 83: Mayat Iblis Era Kuno
84
Bab 84: Melahap Urat Nadi Bumi
85
Bab 85: Interogasi Paviliun
86
Bab 86: Lantai Keempat Paviliun
87
Bab 87: Pengasingan Punggung Naga
88
Bab 88: Sangkar Darah dan Ujian Sang Predator Berbisik
89
Bab 89: Pilar Cahaya Merah
90
Bab 90: Tarian Pembantaian dalam Cahaya Merah
91
Bab 91: Kejatuhan Sang Jenius Pedang
92
Bab 92:Hancurnya Sang Iblis Kalajengking
93
Gema Kekalahan dan Ambisi Tersembunyi di Kota Celah Pasang
94
Anjing Pelacak Keluarga Lin dan Hujan Darah di Tebing Buta
95
Tanah Gersang Barat dan Hukum Kota Pasir Hitam
96
Percikan Darah di Kedai Tulang Besi
97
Pelelangan Bulan Darah dan Target Buruan
98
Batu Magnetik dan Terobosan
99
Gerbang Spasial Kacau
100
Hutan Jarum Magnetik
101
Kuil Bintang Inti
102
Evolusi Nebula dan Hancurnya Ratusan Lempeng Jiwa
103
Pemburu di Balik Tirai Bintang
104
Suaka Bulan Sabit Hitam
105
Kota Malam Abadi dan Target Pertama Penghancuran
106
Runtuhnya Tambang Naga Emas
107
Kemurkaan Sang Naga dan Penyerahan Misi Kelas Bencana
108
Penyamaran Sempurna di Balik Bayang Naga
109
Puncak Ritual Darah
110
Baptisan Petir Hitam dan Runtuhnya Gunung Naga Emas
111
Murka Leluhur
112
Kiamat Benua Tengah dan Rahasia di Balik Cincin Sang Pewaris
113
Armada Selatan yang Karam
114
Era Kekacauan dan Lahirnya Naga Demonic
115
Pedang Berat Singularitas dan Bayangan Berdarah di Lembah Api
116
Reuni Berdarah
117
Hancurnya Lengan Iblis
118
Aliansi Keputusasaan dan Tunduknya Sang Penguasa Bayangan
119
Runtuhnya Kandang Kura-Kura dan Bayangan Penjara Surgawi
120
Kesombongan Dewa Palsu
121
Kiamat Dewa Palsu
122
Mengoyak Langit
123
Hukum Baru Alam Atas
124
Murka Dewa Emas dan Turunnya Tiga Belas Bayangan Eksekusi
125
Pesan Berdarah di Istana Emas
126
Kehancuran Istana Emas
127
Kehancuran Ranah Abadi
128
Akhir Sang Tuan Muda dan Guncangan di Tujuh Domain
129
Lautan Bintang Mati dan Teror Leviathan Kehampaan
130
Pemusnahan Armada Abyssal
131
Murka Dewa Kuno
132
Harga Sebuah Evolusi
133
Tujuh Raja Iblis Korosi
134
Reuni di Takhta Tulang
135
Keseimbangan Absolut dan Akhir Sang Anjing Neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!