Bab 4

Di sebuah kafe mewah di pusat kota, suasana pagi terasa tenang dengan alunan musik klasik yang mengisi ruangan. Dokter Emeli baru saja keluar dari area restoran sambil tersenyum puas. Di belakangnya, Haikal berjalan santai sambil masih berbincang akrab dengan wanita itu. Tak jauh dari sana, seorang pria paruh baya baru memasuki kafe bersama asistennya, dia Darto Erlangga

Aura dingin dan berwibawa pria itu langsung menarik perhatian beberapa pegawai kafe. Namun, seperti biasanya, Darto tidak menyukai sorotan berlebihan. Dirinya datang hanya untuk bertemu salah satu klien penting. Namun, langkahnya terhenti sesaat tatapan tajamnya menangkap sosok Haikal.

Pria yang sangat dikenalnya. Pria yang dulu merebut putrinya darinya. Darto memperhatikan tanpa ekspresi saat Haikal membukakan pintu untuk Emeli sambil tersenyum hangat. Keduanya terlihat sangat dekat. Terlalu dekat untuk sekadar rekan kerja biasa.

Asisten Darto ikut melihat ke arah yang sama.

“Itu suami Nona Annisa, Tuan.”

Darto tidak menjawab. Tatapannya tetap tenang, meski rahangnya sedikit mengeras.

Selama lima tahun terakhir, Darto memang memilih menjauh setelah Annisa meninggalkan keluarganya demi Haikal. Meski begitu, bukan berarti dirinya benar-benar berhenti memperhatikan putrinya diam-diam. Dan pagi ini yang dia lihat justru membuat hatinya dingin.

“Cari tahu,” ucap Darto akhirnya.

Asistennya langsung menunduk hormat. “Tentang wanita itu?”

“Bukan.” Tatapan Darto masih mengarah pada Haikal yang kini tertawa bersama Emeli. “Haikal bekerja di bagian apa di perusahaan kita.”

Sang asisten tampak sedikit terkejut sebelum segera membuka tablet yang dibawanya. Beberapa detik kemudian pria itu menjawab hati-hati.

“Tuan Haikal baru saja naik jabatan menjadi manajer proyek.”

Darto tersenyum tipis.

“Cepat juga naiknya.”

Asisten itu kembali membaca data di tabletnya.

“Menurut laporan, kenaikannya cukup mendadak sejak dua tahun terakhir. Berkat performa kinerjanya lumayan bagus. Laporan yang dia selesaikan semuanya detail,”

Darto terdiam sejenak. Lalu pandangannya kembali jatuh pada Haikal. Pria itu terlihat begitu bangga dengan hidupnya sekarang.

Tanpa tahu, seluruh kenyamanan yang dia nikmati berdiri di atas belas kasih keluarga wanita yang telah dia sakiti. Darto masih memandangi Haikal dan Emeli dari kejauhan. Sorot matanya tenang, sulit ditebak apa yang sebenarnya pria itu pikirkan.

Namun, beberapa detik kemudian, Darto mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju meja reservasi mereka.

“Tidak perlu lakukan apa-apa dulu,” ucapnya datar.

Asistennya sedikit bingung. “Tapi Tuan, pria itu bersama wanita lain—”

“Selama Annisa bahagia, saya tidak peduli.”

Kalimat itu membuat asistennya langsung diam. Darto duduk perlahan sambil merapikan jas mahalnya.

“Kalau Haikal sukses, hidup anak saya juga akan ikut baik.” Nada suaranya melemah sedikit. “Itu sudah cukup.”

Meski jauh di dalam hatinya, Darto masih menyimpan luka karena keputusan Annisa meninggalkan keluarga demi pria itu. Namun, sebagai seorang ayah yang dia inginkan tetaplah kebahagiaan putrinya. Darto menghela napas pelan sebelum kembali berbicara.

“Kirim bingkisan ke rumah keluarga Haikal.”

Asistennya langsung mencatat cepat. “Baik, Tuan. Atas nama perusahaan?”

“Iya, dengan begitu Annisa tidak akan curiga,”

Pria itu menatap keluar jendela kafe sesaat.

“Saya tidak mau Annisa tahu saya ikut campur rumah tangganya.”

Asisten itu mengangguk paham.

Sudah bertahun-tahun Darto diam-diam membantu kehidupan putrinya tanpa sepengetahuan Annisa. Mulai dari memastikan karier Haikal berjalan mulus, sampai menjaga agar keluarga itu tetap hidup nyaman.

Semua dilakukan diam-diam, karena Darto tahu sifat putrinya. Annisa akan marah jika tahu ayahnya masih terus ikut campur setelah dirinya memilih pergi dari keluarga demi cinta.

“Tapi tetap awasi Haikal,” ucap Darto tenang. “Jangan sampai dia menyakiti Annisa.”

“Baik, Tuan.”

Tanpa Darto sadari, saat ini, putri yang begitu ingin dia lindungi justru sedang menangis sendirian di rumah suaminya.

Mobil Haikal berhenti tepat di depan rumah sakit tempat Emeli bekerja. Pria itu mematikan mesin mobilnya, lalu menoleh ke arah wanita di sampingnya dengan senyum tipis.

“Sudah sampai.”

Emeli melepas sabuk pengamannya perlahan. “Terima kasih sudah antar.”

Haikal mengangguk santai.

Namun, sebelum turun, Emeli kembali menatap pria itu seolah masih enggan mengakhiri kebersamaan mereka.

“Aku sebenarnya ingin main ke rumahmu kapan-kapan,” katanya pelan. “Tapi nggak enak sama Annisa.”

Mendengar nama istrinya disebut, ekspresi Haikal langsung berubah datar.

Pria itu malah terkekeh kecil.

“Nggak usah terlalu dipikirin.”

Emeli mengangkat alis. “Memangnya Annisa nggak bakal marah?”

Haikal bersandar santai di kursinya.

“Aku juga nggak mungkin terus hidup sama dia.”

Emeli menatap Haikal cukup lama. “Maksud kamu?”

“Aku akan pisah sama Annisa secepatnya,” jawab Haikal tanpa ragu sedikit pun. “Setelah itu aku bakal melamar kamu.”

Jantung Emeli langsung berdegup cepat mendengar ucapan itu.

“Haikal…” wanita itu tersenyum tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. “Kamu serius?”

“Aku capek hidup sama perempuan yang cuma jadi beban.” Kalimat itu terlontar begitu mudah dari mulut Haikal.

Padahal selama lima tahun, Annisa selalu bertahan di sisinya dalam keadaan apa pun. Emeli menggigit bibir menahan senyum bahagia. Entah sejak kapan hubungan mereka berkembang sejauh ini. Awalnya hanya sebatas teman lama yang kembali bertemu.

Lalu makan siang bersama, saling curhat dan hingga tanpa sadar, keduanya mulai nyaman satu sama lain. Haikal bahkan sudah berniat meninggalkan istrinya sendiri demi dirinya.

“Aku tunggu janji kamu,” ucap Emeli lembut.

Haikal langsung menggenggam tangan wanita itu sekilas. “Tunggu saja.”

Emeli turun dari mobil dengan hati berbunga-bunga. Sementara, Haikal memandang kepergian wanita itu sambil tersenyum kecil. Pria itu merasa telah menemukan wanita yang lebih pantas untuk mendampinginya. Tanpa sadar, dirinya sedang perlahan menghancurkan hidupnya sendiri.

Terpopuler

Comments

Aditya hp/ bunda Lia

Aditya hp/ bunda Lia

begitu Anisa kamu ceraikan hancur hidup kamu dan si emely belum tentu masih mau sama kamu yang udah jadi kismin

2026-05-12

0

Eka ELissa

Eka ELissa

pisah ma Nisa kelar idup mu kal...
kata dikit blagu lu.....

2026-05-23

1

ken darsihk

ken darsihk

Setelah kamu menceraikan Anisa maka semua nya dan kehidupan mu akan menjadi kelam 😂😂😂

2026-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Episode 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Karya baru
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Episode 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!