Bab 14

Setelah sambungan telepon diputus, keheningan kembali menyelimuti beranda rumah, namun kali ini suasananya terasa berbeda. Di dada Ani kini bergemuruh beragam perasaan antara rasa syukur yang mendalam karena masih ada orang yang sangat peduli padanya, rasa ragu yang menyelinap di sudut hati, serta rasa takut menghadapi kemungkinan yang baru terbentang di hadapannya.

Ia menggenggam ponsel itu erat, seolah masih bisa merasakan kehangatan dan ketulusan suara Damar yang tadi. Benar kata ibunya, Damar adalah sahabat sejati. Di saat orang lain berlomba-lomba menilai, menggunjing, atau bahkan menjauhinya karena nasib buruk yang menimpa, Damar justru datang mendekat, meminta maaf atas kesalahan yang bahkan bukan miliknya, dan memberikan tawaran yang luar biasa.

Namun, tawaran itu juga membawa beban berat tersendiri. Bayangan masa lalu, rasa sakit, dan kenangan pahit tentang Dimas masih sangat melekat di kota besar itu. Kota tempat mereka membangun rumah tangga, tempat Dimas berkarier, tempat ia dikhianati, dan tempat di mana segala mimpi indahnya hancur lebur.

 Bagaimana jika ia kembali ke sana? Apakah ia cukup kuat menatap gedung-gedung yang dulu sering dikunjungi suaminya, atau jalanan yang mungkin pernah dilewati Dimas bersama wanita lain? Apakah ia sanggup bekerja di perusahaan yang dulu menjadi sumber kemapanan suaminya, tempat yang ia perjuangkan dulu dengan memohon demi orang yang akhirnya menyakiti hatinya?

Pikiran-pikiran itu berputar tak henti di kepala Ani. Ia menatap ke halaman depan, melihat dedaunan yang bergoyang pelan ditiup angin sore. Ibu di sampingnya diam saja, tidak lagi menambahkan kata-kata, membiarkan anaknya itu menimbang sendiri apa yang paling baik bagi hatinya. Ibu tahu, keputusan ini terlalu besar jika dipaksa, harus lahir dari kesadaran dan keinginan Ani sendiri.

Tak lama kemudian, Ayah pulang dari sawah. Ia berjalan pelan menuju beranda, wajahnya yang berkerut tampat lelah namun tenang. Saat melihat wajah Ani yang tampak kusut dan mata ibunya…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Yunita Asep

Yunita Asep

yeesss.. kereen Ani lov yu.. semangat..

2026-07-13

0

Uthie

Uthie

Good Choice 👍👍👍👍

2026-06-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!