Sore itu, sinar matahari mulai meredup memancarkan warna keemasan di langit. Ani beserta Ayah dan Ibu sudah tampil rapi dan sopan dengan pakaian terbaik mereka. Di atas meja ruang tamu sudah tersusun rapi dua kotak berisi kue lapis beras dan kue talam buatan tangan Ibu, dibungkus dengan kain sarung bermotif halus sebagai tanda penghormatan.
"Semoga semuanya berjalan lancar ya," ucap Ibu pelan sambil merapikan sedikit letak bungkusan kue. Wajahnya terlihat tenang, namun matanya menyiratkan sedikit rasa haru.
Ayah tersenyum menenangkan. "Tenang saja, Bu. Kita datang dengan niat baik dan hati yang tulus. Itu sudah lebih dari cukup. Tidak perlu merasa canggung atau takut."
Ani menggenggam tangan Ayah dan Ibu bergantian, menyampaikan kekuatan lewat sentuhan lembut. "Benar kata Ayah. Keluarga Mas Arga adalah orang-orang yang sangat baik dan rendah hati. Mereka pasti akan menyambut kita dengan hangat."
Mereka pun duduk menunggu dengan sabar. Belum lama berselang, tiba-tiba bel pintu apartemen berbunyi nyaring. Ani segera bangkit dan menekan tombol pembuka pintu.
"Selamat sore, Nyonya Ani. Saya Bapak Surya, sopir yang dikirimkan oleh Tuan Arga untuk menjemput Bapak, Ibu, dan Anda," sapa suara ramah dari seberang interkom.
"Selamat sore, Pak. Terima kasih banyak. Kami segera turun," jawab Ani sopan.
Mereka segera mengambil bungkusan kue dan perlengkapan lainnya, lalu berjalan menuju lobi. Di sana sudah menunggu seorang pria paruh baya yang tampak rapi berseragam. Begitu melihat kedatangan mereka, beliau segera menyambut dengan senyum hormat.
"Selamat datang, Bapak, Ibu. Silakan ikut saya, kendaraannya sudah terparkir di depan," ucap Pak Surya sambil membukakan pintu mobil mewah yang nyaman.
Setelah semua duduk dengan tenang dan pintu tertutup rapat, mobil pun melaju perlahan meninggalkan area apartemen. Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa hangat. Pak Surya sesekali menyapa mereka dengan ramah, menceritakan sedikit tentang jalan yang dilewati dan betapa antusi…
Aku Pergi Mas
Bab 77
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments
partini
kadang kaya gitu dulu hidup sederhana sekarang serba kecukupan biarpun coma bibi dan keponakan bisanya belagu ,, Ani Ani ternyata ga semulus jalan tol belum apa" udah ada kerikil aja
2026-07-07
1